"K-kita mau kema nah?"
Tanya Emily yang sedang dalam keadaan mabuk, hingga ucapannya menjadi tidak jelas.
"Ke tempat yang menyenangkan sayang, kamu pasti akan menyukainya"
Jawab Diego sembari menyesap aroma parfum di tubuh Emily, membuat naluri kelakiannya semakin memanas saja.
"Oh ya..? kena pa cuma kita berdua. A nya dan Maura gak di aj ak?"
Racau Emily yang masih mengingat teman-temannya walau setengah kesadarannya sudah hilang.
"Mereka juga akan bersenang-senang kok, tapi di tempat yang berbeda. Gak usah pikirin mereka ya"
"Hem..gi tu ya. Ok!"
Jawab Emily, setelah itu Ia tidak banyak bertanya lagi.
"Kita sudah sampai sayang, tunggu sebentar ya"
Diego melepaskan rangkulannya di bahu Emily kemudian menyandarkan tubuh gadis itu di dadanya, dengan begitu ia bisa membuka pintu kamar yang sudah ia sewa sebelumnya dengan lebih leluasa.
"Ayo kita masuk sayang"
Bisik Diego di telinga Emily, pria itupun membimbing Emily untuk masuk ke kamarnya.
Bugh
Baru juga akan membuka pintu kamar yang telah Diego sewa untuk menghabiskan malamnya yang indah dengan si cantik berdress hitam yang tak lain adalah Emily. Sebuah pukulan mendarat sempurna di rahang pria itu.
Pukulan yang begitu kuat hingga membuat tubuh Diego tersungkur ke lantai, membuat Emily juga nyaris ikut terjatuh bersama diego jika saja tidak ada tangan seorang pria yang menahannya.
"Kakak.. Kena pah ada disini juga? M au ikut bersenang-senang de ngan kami yaa..?"
Racau Emily lagi, Walaupun dalam keadaan mabuk gadis itu masih bisa mengenali kak Edwardnya dengan baik. Edward hanya bisa tersenyum kecut saat melihat tingkah putri kebanggaan orang tuanya itu saat ini.
"Dasar gadis konyol! Ayo pulang!"
Titah Edward sembari menarik lengan Emily dengan kasar untuk pergi dari tempat itu.
"Eh tunggu! siapa lo? Berani-beraninya ganggu kesenangan gue!"
Diego yang baru berhasil bangun dan menyeimbangkan tubuhnya langsung mengejar Edward dan Emily. Tak hanya itu Diego juga sudah siap untuk membalas pukulan Edward.
Wush
Namun pukulan Diego meleset karna Edward bisa membaca pergerakannya dengan mudah.
"Eh lo siapa hah? berani-beraninya bawa dia pergi. Gue udah mengincar dia duluan, kalau lo mau senang-senang lo cari aja cewek yang lain sana!"
Hardik Diego yang tak terima gadis incarannya di ambil orang.
"Dia ini cewek gue, kita udah lama pacaran. Jadi lo jangan macem-macem sama cewek gue. Lo aja sana yang cari cewek lain"
Jawab Edward sembari mengeratkan pelukannya pada sang adik angkat. Entah kenapa dia tidak jujur saja dengan mengatakan jika Emily adalah adiknya.
Ucapan Edward itu cukup membuat Diego terdiam hingga membiarkan mereka pergi.
"Akh ya sudahlah, gue sama yang satu lagi aja"
Diego yang hasratnya sudah sampai di ubun-ubun tidak mau melewatkan malam ini begitu saja. Ia kembali ke Club malam dimana masih ada Martin, Maura dan Anya disana.
"Lo ikut gue sekarang"
Diego menarik tangan Anya dengan kasar, menuju tempat yang dia inginkan. Anya pun menurut saja apalagi Anya lebih mabuk dari Emily.
***
***
"Hem..Gue yang udah pensiun dari dunia malam dengan susah payah. Eh sekarang dia malah akan menjerumuskan dirinya kesana. Gimana kalau Papa sama Mama sampai tau? Mereka pasti kecewa jika mengetahui kelakuan putri kesayangan mereka seperti ini"
Pekik Edward sembari menatap nanar sang adik angkat yang kini tertidur pulas dalam mobilnya.
melihat gerak-gerik Emily yang mencurigakan, apalagi setelah melihat gadis itu nekat memanjat pagar rumah yang cukup tinggi agar bisa keluar dari rumah.
Edward jadi tahu apa tujuan gadis itu sekarang. Ya seperti yang sering Ia lakukan semasa remaja dulu, mengendap-endap pergi dari rumah untuk bersenang-senang dengan temannya di sebuah club malam.
Edward yang merasa khawatir, akhirnya memutuskan untuk mengikuti kemana Emily akan pergi. Apalagi ini sudah hampir tengah malam, bahaya membiarkan gadis seperti Emily berada di luar rumah tengah malam seperti ini.
Kekhawatiran Edward semakin menjadi saat melihat Emily dan dua orang temannya mulai memasuki area club malam yang cukup hits di kotanya kala itu.
Edward masih sekedar mengawasi saja dari jarak yang aman, saat adik angkatnya itu mulai menenggak minuman beralkohol. Namun Ia tidak bisa tinggal diam lagi saat melihat Emily yang sudah dalam keadaan mabuk dibawa kesebuah kamar oleh seorang pria.
Untunglah Edward datang tepat waktu, kalau tidak adik angkatnya itu pasti sudah menjadi santapan pria hidung belang sekarang.
"Emily...bangun?"
Edward menepuk-nepuk pipi Emily agar gadis itu terbangun. Emily pun mulai mengerjapkan matanya sesaat dan menatap intens ke arah Edward.
"Leon? Sayang? aku tau pasti kamu gak akan pernah ninggalin aku"
Racau Emily, Tak hanya meracau bahkan kini Emily memeluk Edward dengan sangat erat. Emily mengira Edward adalah Leon mantan kekasihnya.
"Leon? Siapa lagi dia?"
Edward yang baru kembali dari Amerika, tentu tidak tahu apa-apa dengan kisah kehidupan orang-orang di sekitarnya, termasuk kisah cinta sang adik angkat.
Leon adalah mantan kekasih Emily, hubungan mereka baru berakhir dua minggu yang lalu. Karna Leon di jodohkan dengan gadis lain oleh orang tuanya.
Sejak duduk di bangku Sekolah Menengah mereka sudah menjalin hubungan, Leon adalah kakak kelas Emily. Namun hubungan mereka hanya terjalin secara diam diam.
Karna Petter dan Ayah Leon adalah rival bisnis sejati, bahkan mereka sering berselisih. Tapi entah kenapa anak-anak mereka malah saling jatuh cinta.
Hingga suatu hari orang tua Leon tahu hubungan rahasia diantara Emily dan Leon, dan memaksa mereka mengakhiri hubungan itu. Bahkan Ayah Leon sampai menjodohkan putranya dengan Laura, putri dari partner bisnisnya.
Leon yang takut akan di coret dari kartu keluarga dan belum siap hidup susah jika menolak di jodohkan dengan Laura, terpaksa meninggalkan Emily dan menerima perjodohan itu. Walaupun pria itu masih sangat mencintai Emily.
"I love you Leon"
Cup
Tak hanya memeluk kini Emily mulai mencium bibir Edward dan menganggap kakak angkatnya itu adalah pria yang dicintainya.
Edward yang semula kaget dan tidak siap dengan ciuman Emily yang tiba-tiba. Kini malah menuntut ciuman itu agar menjadi lebih dalam lagi.
Suasana menjadi hening, hanya terdengar suara decapan saja dari ciuman panas mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments