Lari dari pernikahan

Cek lek

"Kenapa pintunya tidak di kunci?"

Pertanyaan Petter membuat jantung Emily semakin berdegup kencang. Emily berpikir keras, mencari alasan yang tepat agar Petter tak semakin curiga.

"E- itu tadi aku merasa bosan di dalam kamar, jadi ingin menghirup udara segar di balkon" Ucap Emily terbata-bata.

"Lain kali kunci lagi pintunya, takut ada penyusup masuk"

Emily menundukan kepalanya tak mampu menatap mata Petter yang penuh rasa curiga. Tentu saja Emily mengerti siapa penyusup yang di maksud oleh papanya itu.

Pastinya Edward, siapa lagi coba.

Ngeeek

Pintu balkon itu kini terbuka lebar. Petter berjalan ke arah balkon, mengamati setiap area balkon tanpa terlewat sedikitpun.

Huhf

Emily menghembuskan nafas lega saat Edward sudah tidak ada di balkon kamarnya, entah kemana perginya pria itu sekarang, Emily tak perduli. Yang penting kali ini mereka bisa selamat dari Petter.

cek lek

Petter kembali menutup pintu balkon yang terbuat dari kaca itu, wajahnya nampak datar karna tak menemukan siapapun di balkon kamar Emily.

Setelah memastikan pintunya terkunci, pria paruh baya itu mencabut kunci yang menggantung di pintu balkon kamar Emily dan memasukan ke saku celananya.

Benar-Benar lelaki paruh baya itu, tidak memberikan celah sedikitpun pada Emily untuk bisa melarikan diri.

"Pernikahanmu akan berlangsung minggu depan, sebelum hari itu tiba. Papa tidak akan mengizinkan kamu keluar dari ruangan ini!"

Pesan Petter sebelum Ia keluar dari kamar Emily.

Cek lek

Setelah pintu kamarnya kembali tertutup. Emily menjatuhkan dirinya di lantai, lututnya sudah terasa lemas sedari tadi, namun ia menahan diri agar tidak pingsan.

***

***

Hari pernikahan pun tiba, Emily menanti kedatangan Edward dengan harap-harap cemas. Sejak pertemuan terakhir mereka satu minggu yang lalu, Emily tidak pernah bertemu lagi dengan pria itu.

"Dimana kamu sekarang Kak? Apa kamu akan membiarkan aku menikah dengan orang lain?" Batin Emily.

"Anda adalah pengantin paling cantik yang pernah saya lihat nona"

Puji seorang pelayan yang dari tadi sibuk membantu Emily memakai gaun pengantinnya. Emily hanya senyum terpaksa menanggapi ucapan pelayan tersebut.

"Mari kita turun ke bawah Nona, ini sudah waktunya"

Ajak pelayan itu pada Emily, gadis itu hanya bisa mengangguk pasrah. Namun hatinya tak pernah berhenti memanjatkan doa agar pernikahannya hari ini tidak akan pernah terjadi.

"Wah, lihat itu. Pengantin wanitanya sangat cantik ya"

Ucap seorang tamu undangan dan langsung di benarkan oleh tamu-tamu yang lain.

Semua mata kini tertuju pada Emily yang sedang menuruni anak tangga. Begitupun William yang nampak terpesona melihat kecantikan calon istrinya.

Emily dan William duduk berdampingan di pelaminan, William terus memandangi Emily penuh rasa kagum, sedangkan gadis itu hanya bisa menundukan pandangannya ke bawah.

"Harusnya aku terima tawaran dari kak Edward untuk lari bersamanya waktu itu"

Sedikit sesal terbersit di hati Emily saat ini. Kalau sudah begini mana ada kesempatan untuk dirinya bisa lari.

***

Beberapa waktu berlalu tibalah acara ikrar pernikahan berlangsung. Semua sudah bersiap di posisinya masing-masing, begitupun dengan William dan Emily.

"Tunggu! William kamu tidak boleh menikah dengan wanita lain"

Teriak seorang Wanita dengan lantang.

"Elina?"

Mata William berbinar ketika melihat gadis yang kini sedang berdiri di hadapan mereka.

Semua mata kini tertuju pada Elina, Gadis itu berhasil menjadi pusat perhatian di pernikahan William dan Emily karna sikapnya yang berani.

"Siapa wanita itu?"

"Berani sekali dia mengacau di pernikahan Emily dan William!"

"Apa dia mantan kekasihnya William? Dan dia tak terima William akan menikah dengan wanita lain"

Seperti itulah nada-nada sumbang yang terdengar dari para tamu undangan yang hadir.

"Bagaimana mungkin kamu akan menikah dengan wanita lain? sementara kamu tahu kita saling mencintai dan di takdirkan untuk bersama "

Wanita bernama Elina itu menghamburkan dirinya ke pelukan William. William pun memeluk wanita itu dengan sangat erat.

Elina dan William adalah sepasang kekasih. Mereka terpaksa berpisah karna orang tua William menjodohkan pria itu dengan putri dari sahabatnya yang tidak lain adalah Emily.

Awalnya William menentang keras untuk di jodohkan karna pria itu sangat mencintai Elina, namun karna Elina tiba-tiba pergi dan menghilang. William jadi tidak punya alasan untuk menentang perjodohan itu lagi.

Apalagi setelah melihat gadis yang di jodohkan dengan dirinya adalah Emily, William jadi tertarik dengan perjodohan ini karna gadis yang akan di jodohkan dengannya sangatlah cantik.

"Kamu tidak bisa menikah dengan wanita itu Will. Bukankah kamu sudah berjanji, apapun yang terjadi kamu akan tetap mempertahankan hubungan kita"

Lirih Elina sembari terisak dalam pelukan William.

"Kenapa kamu pergi begitu saja Elina? Aku tidak akan menerima perjodohan ini seandainya kamu tidak pergi"

William menghapus air mata yang membasahi wajah Elina, mencium kening wanita itu dengan sangat dalam.

"Jadi kalian saling mencintai?"

Tanya Emily yang sedari tadi berdiri tidak jauh dari mereka.

"Maafkan aku Emily, aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini, karna aku sangat mencintai Elina"

Ucap William yang kini mulai melepas pelukannya dengan Elina, namun jari jemari mereka masih saling bertaut.

"Tidak apa perjuangkanlah cintamu, sebenarnya aku juga tidak mengharapkan pernikahan ini terjadi"

Bisik Emily di telinga William. Pria itu mengangguk paham sembari melebarkan senyumnya. Matanya kini beralih pada sosok Wanita yang dicintainya.

"Ayo sayang kita pergi!"

Ucap William pada Elina, wanita itupun mengangguk-anggukan kepalanya. Tanpa aba-aba kedua insan manusia yang saling mencintai itu lari meninggalkan area pernikahan.

Orang tua William yang masih terpaku karna tidak percaya dengan kembalinya Elina yang sudah mereka usir beberapa hari yang lalu. Dan mereka semakin di buat kaget dengan larinya putra mereka meninggalkan pernikahannya sendiri.

"William berhenti!"

Teriak Aldo Papanya William, namun terlambat karna William dan kekasihnya sudah pergi mengendrai mobil mewahnya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!