Episode 20 Alvian dan Alea terjebak

"Baiklah biar saya cek sebentar," sahut pelayan tersebut.

"Tidak perlu. Kami akan ke hotel lain," sahut Alea yang membuat Livia semakin kaget dan merasa tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya.

"Baiklah kalau begitu! Saya cek " sahut pelayan itu yang langsung pergi.

"Apa ini maksudnya kak?" tanya Livia dengan napasnya yang naik turun dan suaranya yang bergetar.

Alea melihat ke arah Livia dengan Alea tersenyum merasa tidak berdosa kepada Alea.

"Maaf Livia kamu harus tahu semua ini begitu cepat. Sebenarnya aku dan Alvian punya hubungan tanpa kamu ketahui dan tadinya aku tidak ingin kamu tahu masalah ini. Akan tetapi ternyata sudah terlambat. Kamu sudah tau dan aku tidak bisa menyembunyikan apa-apa lagi," jawab Alea dengan tenang.

"Tidak mungkin! Kakak jangan bohong kakak tidak mungkin sama kak Alvian. Kak Alvian katakan sesuatu? katakan jika apa yang di katakan kak Alea tidak benar. Livia benar-benar bisa gila dengan apa yang didengarnya dan sangat tidak di duganya dengan pernyataan Alvian.

"Maaf. Aku tidak punya waktu untuk menjelaskannya semuanya. Ayo kita pergi!" ajak Alvian yang berdiri dari tempat duduknya dan memegang tangan Alea, menggenggamnya begitu erat. Alvian bisa merasakan dinginnya tangan Alea. Seperti layaknya bersandiwara. Namun ada ketakutan bagi Alea. Alea mengikuti instruksi Alvian dan mereka pergi meninggalkan Livia.

"Kak Alea, apa yang kakak lakukan, kakak menusukku dari belakang! Kak Alea!" teriak Livia yang tidak terima dengan perlakuan yang didapatkannya.

Sementara Alea yang masih bergenggaman tangan dengan Alvian menghela nafasnya dengan wajahnya sendunya dan air matanya yang jatuh. Seakan Alea berkaca dengan apa yang terjadi pada Livia sekarang, seperti itulah dirinya yang hancur sakit hati karena telah dikhianati.

Alea memberanikan diri melakukan itu karena dia tidak ingin ditindas lagi oleh keluarganya sendiri.

Livia terus memanggil Alea dan Alea tidak meresponnya sama sekali yang tetap saja pergi meninggalkan Livia yang sendirian merengek dengan rasa sakitnya yang masih membutuhkan penjelasan.

**********

Alea dan Alvian berada di dalam mobil dan keduanya hanya diam saja dengan Alvian yang menyetir mobil dan Alea duduk di sampingnya yang kepala Alea melihat ke jendela mobil.

Jangan tanya wajah Alea seperti apa, wajahnya sangat sendu seperti wanita yang tidak punya tujuan hidup. Sesekali Alvian menoleh ke arah Alea yang memperhatikan ekspresi wajah wanita yang sangat menyedihkan itu.

Ehegg, ehegg,

Tiba-tiba Alea ingin muntah dengan menutup mulutnya dengan satu tangannya.

"Kau benar-benar hamil!" pekik Alvian yang melihat ke arah Alea.

"Sembarangan mengataiku hamil. Bagaimana aku tidak mual. Jika jalanan yang kau jalani tidak beres membuat perutku mual dan kepalaku sakit," protes Alea. Mungkin Alvian menyetir terlalu berbelok-belok, sehingga Alea mual dan Alvian berpikir Alea hamil.

"Bukannya kau ingin mengarang cerita. Jika kau hamil. Lalu mengapa mengatakan sembarangan. Bukankah itu keinginan mu," sahut Alvian.

"Diamlah. Kau menyetir saja dengan baik," ketus Alea.

"Kau itu hanya bisa protes saja," sahut Alvian.

"Makanya menyetir dengan baik dan jangan mengatakan ku hamil. Kau pikir aku sudi mengandung anakmu," kesal Alea dengan penuh penegasannya pada Alvian.

"Hey, bukannya tadi di hotel kamu mengatakan sendiri jika kau itu hamil dan sampai mengakui ingin hamil anakku," sahut Alvian mendengus kasar.

"Itu hanya senjataku saja," jawab Alea jujur

"Dasar wanita aneh," gumam Alvian geleng-geleng.

"Kita ke hotel mana?" tanya Alvian.

"Untuk apa?" tanya Alea dengan dahinya yang mengkerut.

"Tidak salah kau bertanya, bukannya harus melanjutkan tawaranmu supaya kita berdua impas," sahut Alvian.

Alea menelan salavinya, mendadak dirinya takut dan panik. Alea tidak tau bagaimana dengan nasibnya setelah ini. Karena membuat kesepakatan dengan Alvian dan juga membuat kegaduhan pada Livia dan pasti Livia akan mengadu kepada orang tuanya dan Alea yang sudah tidak tahu harus seperti apa lagi setelah ini.

"Kenapa diam? berubah pikiran?" tebak Alvian.

"Wanita memang seperti itu sudah selesai mendapatkan apa yang diinginkannya dan sekarang dia pura-pura lupa dengan janji yang diucapkan ya sebelumnya," sahut Alvian berdecak.

"Lalu bagaimana aku selanjutnya?" tanya Alea dengan suara seraknya yang seolah meminta pertolongan dari Alvian yang membuat Alvian menoleh ke arah Alea.

Mereka berdua saling menatap dengan dengan Alvian yang memperhatikan wajah menyedihkan Alea.

"Awas!" teriak Alea yang membuat Alvian kaget dan tanpa Alvian sadari ada mobil di depannya dan mereka hampir saja bertabrakan.

Untung saja Alvian dengan cepat membelokkan setir mobil dan menghindari kecelakaan. Namun mobil Alvian melaju tidak tentu arah membelok kesana, kemari dan Alvian menabrakkan ke sebuah pohon besar.

Brukkkk.

Terdengar tabrakan yang begitu kuat membuat kepala Alea terbentur ke depan mobil.

"Auhhhhh!" lirih Alea mengangkat kepalanya dan memegang dahi yang berdarah dengan suara lirihan yang merasakan perih.

"Kamu tidak apa-apa?" tanya Alvian mendadak panik yang memegang dahi Alea.

Alea melihat wajah Alvian terlihat khawatir dan membuat keduanya kembali saling melihat. Namun mereka sama-sama sadar Alea mengalihkan pandangannya yang menepis tangan Alvian dari keduanya mendadak canggung berjamaah.

"Menyetir tidak bejus yang membuatku celaka. Malah bertanya tidak apa-apa," umpat Alea dengan kesal yang mengoceh.

"Selalu saja menyalahkan. Namanya juga kecelakaan. Makanya jangan mengajakku bicara. Jadi aku tidak melihat mobil di depan," sahut Alvian dengan menghela nafas.

Alea tidak menanggapi lagi dan hanya memegang dahinya yang memang nasib sial yang membuatnya celaka bersama dengan Alvian.

***********

Pertemuan Alvian dan Alea di hotel ternyata sangat panjang. Setelah membuat drama panjang dan membuat Livia sakit hati pertemuan mereka ternyata belum berakhir. Karena kecelakaan yang terjadi yang sangat tidak terduga membuat mobil Alvian jadi bermasalah.

Alvian dan Alea yang akhirnya berjalan di pinggir jalan untuk mencari tempat berisitirahat. Karena lokasi tempat mobil mereka yang sangat sepi dan mereka ingin mencari tempat pemukiman. Lokasi kecelakaan tidak jauh dari pantai dan pasti ada pemukiman yang akan mereka tuju. Makanya mereka berdua terus berjalan.

"Kita mau jalan sampai kapan?" keluh Alea yang kakinya sudah pegal karena berjalan terus.

"Diamlah kau itu jangan berisik. Dengan kau yang berisik. Tidak akan membuat sampai," tegas Alvian.

"Bagaimana tidak berisik. Jika kita terus berjalan seperti ini tanpa tujuan," tegas Alea dengan wajah kesalnya.

Alvian menghela nafasnya dan menghentikan langkanya dengan berkacak pinggang menghadap Alea yang sejak tadi mengomel saja.

"Apa kau tidak bisa diam. Semua ini karena mu!" Alvian kembali menyalahkan Alea.

"Menyalahkanku, apa salahku. Makanya kau itu pikirannya jangan mesum, jadi lihat kau itu kualat lihat mobilmu jadi rusak dan aku harus menjadi korbannya yang berjalan seperti ini," oceh Alea.

"Sekarang mengatakan ku mesum, kau itu memang paling pintar memanggilku dengan kata-kata ajaibmu itu," kesal Alvian sudah kenyang mendapatkan kata-kata baru dari Alea.

"Lalu bagaimana kita. Mau sampai kapan di sini?" tanya Alea.

"Makanya diam. Jika tidak aku akan meninggalkan mu di sini," ancam Alvian dan Alea mau tidak mau menutup mulutnya rapat-rapat.

"Kau lihat di ujung sana ada lampu, berarti ada pemukiman. Jadi bersabar dan jangan mengoceh!" tegas Alvian.

Alvian menghela nafasnya dan melanjutkan kembali berjalan.

"Issss, kenapa nasibku sial sekali," batin Alea yang mengumpat dengan penuh kekesalan.

Bersambung

Episodes
1 Episode 1 pulang
2 Episode 2 perjodohan
3 Episode 3 Mengingat malam itu
4 Episode 4 Hampir ketahuan
5 Episode 5 Ternyata ada maksud.
6 Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7 Episode 7 yang terjadi malam itu
8 Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9 Episode 9 Akhir malam itu.
10 Episode 10 Memuji Alea.
11 Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12 Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13 Episode 13 Bertemu kembali.
14 Episode 14
15 Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16 Episode 16 Tamparan.
17 Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18 Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19 Episode Jebakan Alvian
20 Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21 Episode 21. Alea kembali mabuk.
22 Episode 22 Menginap.
23 Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24 Episode 24 Kurungan.
25 Episode 25 Menantang.
26 Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27 Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28 Episode 28 Alvian tau.
29 Episode 29 perlawanan Alea.
30 Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31 Episode 32 Membawanya pergi.
32 Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33 Episode 33 Alea dan Alvian debat
34 Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35 Episode 35 selalu bertengkar.
36 Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37 Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38 Episode 38 Tawaran Alvian.
39 Episode 39 Harus terdepan.
40 Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41 Episode 41 cinta menurut Alvian
42 Episode 42 Kesabaran Alvian.
43 Episode 43 Alea dan Livia perang.
44 Episode 44 Marahnya Alvian.
45 Episode 45 Dugaan hamil
46 Episode 46 Rumah sakit
47 Episode 47 Penculikan.
48 Episode 48 Dalang
49 Episode 49 Penjahat biadap.
50 Episode 50 kontrak pernikahan.
51 Episode 52 Pembalasan.
52 Episode 52 Menyedihkan sekali.
53 Episode 54 Balasan yang setimpal
54 Episode 54 Kehangatan.
55 Episode 55 Datang kembali.
56 Episode 56 Kok salting
57 Episode 57 Hari Pernikahan.
58 Episode 58 Hampir saja.
59 Episode 59 Pertunjukan seru.
60 Episode 60 Sah
61 Episode 61 Kebebesan.
62 Episode 62 Alvian menggoda.
63 Episode 63 Hal baru.
64 Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65 Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66 Episode 66 Waktu untuk berdua.
67 Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68 Episode 68 Malam Kiss
69 Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70 Episode 70 Malam yang terulang.
71 Episode 71 Waktu bersama.
72 Episode 72 Meminta saham.
73 Episode 73 Tidak bisa berkutik
74 Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75 Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76 Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77 Episode 77 Jatuh hati.
78 Episode 78 Pemindahan saham.
79 Episode 79 Penyerangan
80 Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81 Episode 81 Alea mencari Alvian
82 Episode 82 Bertindak cepat.
83 Episode 83 Pengorbanan Alvian
84 Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85 Episode 85 Jebakan Galang.
86 Episode 86 Suami istri.
87 Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88 Episode 89 Apa cemburu.
89 Episode 90 Penyerahan saham.
90 Episode 90 Aku yang pertama.
91 Episode 91 Suami istri yang sweet.
92 Episode 92 Alea khawatir.
93 Episode 93 Kandunglah anakku.
94 Episode 93 Kok Bucin.
95 Episode 95 Kejutan dari Alea.
96 Episode 96 Alea menang lagi.
97 Episode 96 Insiden Alea.
98 Episode 98 berjuang bersama
99 Episode 99 sakit dalam kebucinan
100 Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101 Episode 101. Ketahuan Fisya
102 Episode 102 Apakah Shandra luluh
103 Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104 Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105 Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106 Episode 106 Keadaan berubah.
107 Episode 107 Apa mungkin hamil
108 Episode 108 Kekejaman Monica.
109 Episode 109
110 Episode 110 Alea mulai panik.
111 Episode 110.
112 Episode 111 Ada Alvian
113 Episode 113 Hamil
114 Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115 Episode 116 Darah cinta.
116 Episode 117 Monica di penjara.
117 Episode 118 Akhir.
118 Episode 118 Akhir.
119 Episode 119 Tammat.
120 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Episode 1 pulang
2
Episode 2 perjodohan
3
Episode 3 Mengingat malam itu
4
Episode 4 Hampir ketahuan
5
Episode 5 Ternyata ada maksud.
6
Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7
Episode 7 yang terjadi malam itu
8
Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9
Episode 9 Akhir malam itu.
10
Episode 10 Memuji Alea.
11
Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12
Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13
Episode 13 Bertemu kembali.
14
Episode 14
15
Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16
Episode 16 Tamparan.
17
Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18
Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19
Episode Jebakan Alvian
20
Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21
Episode 21. Alea kembali mabuk.
22
Episode 22 Menginap.
23
Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24
Episode 24 Kurungan.
25
Episode 25 Menantang.
26
Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27
Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28
Episode 28 Alvian tau.
29
Episode 29 perlawanan Alea.
30
Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31
Episode 32 Membawanya pergi.
32
Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33
Episode 33 Alea dan Alvian debat
34
Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35
Episode 35 selalu bertengkar.
36
Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37
Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38
Episode 38 Tawaran Alvian.
39
Episode 39 Harus terdepan.
40
Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41
Episode 41 cinta menurut Alvian
42
Episode 42 Kesabaran Alvian.
43
Episode 43 Alea dan Livia perang.
44
Episode 44 Marahnya Alvian.
45
Episode 45 Dugaan hamil
46
Episode 46 Rumah sakit
47
Episode 47 Penculikan.
48
Episode 48 Dalang
49
Episode 49 Penjahat biadap.
50
Episode 50 kontrak pernikahan.
51
Episode 52 Pembalasan.
52
Episode 52 Menyedihkan sekali.
53
Episode 54 Balasan yang setimpal
54
Episode 54 Kehangatan.
55
Episode 55 Datang kembali.
56
Episode 56 Kok salting
57
Episode 57 Hari Pernikahan.
58
Episode 58 Hampir saja.
59
Episode 59 Pertunjukan seru.
60
Episode 60 Sah
61
Episode 61 Kebebesan.
62
Episode 62 Alvian menggoda.
63
Episode 63 Hal baru.
64
Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65
Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66
Episode 66 Waktu untuk berdua.
67
Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68
Episode 68 Malam Kiss
69
Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70
Episode 70 Malam yang terulang.
71
Episode 71 Waktu bersama.
72
Episode 72 Meminta saham.
73
Episode 73 Tidak bisa berkutik
74
Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75
Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76
Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77
Episode 77 Jatuh hati.
78
Episode 78 Pemindahan saham.
79
Episode 79 Penyerangan
80
Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81
Episode 81 Alea mencari Alvian
82
Episode 82 Bertindak cepat.
83
Episode 83 Pengorbanan Alvian
84
Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85
Episode 85 Jebakan Galang.
86
Episode 86 Suami istri.
87
Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88
Episode 89 Apa cemburu.
89
Episode 90 Penyerahan saham.
90
Episode 90 Aku yang pertama.
91
Episode 91 Suami istri yang sweet.
92
Episode 92 Alea khawatir.
93
Episode 93 Kandunglah anakku.
94
Episode 93 Kok Bucin.
95
Episode 95 Kejutan dari Alea.
96
Episode 96 Alea menang lagi.
97
Episode 96 Insiden Alea.
98
Episode 98 berjuang bersama
99
Episode 99 sakit dalam kebucinan
100
Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101
Episode 101. Ketahuan Fisya
102
Episode 102 Apakah Shandra luluh
103
Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104
Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105
Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106
Episode 106 Keadaan berubah.
107
Episode 107 Apa mungkin hamil
108
Episode 108 Kekejaman Monica.
109
Episode 109
110
Episode 110 Alea mulai panik.
111
Episode 110.
112
Episode 111 Ada Alvian
113
Episode 113 Hamil
114
Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115
Episode 116 Darah cinta.
116
Episode 117 Monica di penjara.
117
Episode 118 Akhir.
118
Episode 118 Akhir.
119
Episode 119 Tammat.
120
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!