Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea

"Oh iya aku lupa kau juga seperti itu dan pasti kalian berdua sama saja. Tidak akan mementingkan masalah hati. Tapi tetap saja kau tidak bisa menikah dengan Livia," ucap Alea.

"Kenapa?" tanya Alvian dengan santai.

"Tidak adil untukku," jawab Alea. Suara Alea terlihat berat dan menahan sesuatu yang terasa sesak dan Alvian biasa merasakan suara itu.

"Jangan menikah dengannya. Sekali ini saja. Biarkan dia gagal dan mereka tidak memujinya," suara Alea berubah seperti meminta permohonan.

Monica akan semakin besar kepala dan akan semakin melayang tinggi. Jika Livia memang menikah dengan orang yang tidak sembarangan dan jika Alea membatalkan pernikahannya dengan Galang karena Alea sudah tahu bagaimana Galang kepadanya dan itu hanya akan membuat Monica semakin merendahkan Alea.

Jadi Alea ingin posisi Livia sama dengannya supaya Monica tidak merendahkannya karena sama-sama gagal dengan Livia dengan tujuan pernikahan yang gagal.

"Jika kau tidak melakukannya. Aku akan mengatakan apa yang terjadi sebenarnya," ancam Alea yang tidak mendapatkan respon dari Alea.

"Kau tau itu hanya akan merugikan mu dan aku tidak yakin kau akan mengatakan itu. Aku bisa melihat kau tidak punya keberanian itu," tebak Alvian.

Alvian sudah bisa menduganya dari pertama kali dia bertemu Alea di rumah Livia. Bagaimana Alea yang begitu panik jika sampai ketahuan dan bahkan menghindari dirinya. Dan sekarang Alea ingin mengatakan kepada keluarganya dan itu sangat tidak mungkin bagi Alvian.

Alea diam seolah apa yang di katakan Alvian benar. Dia tidak akan berani mengatakan apa-apa pada keluarganya.

"Apa yang harus aku lakukan agar dia mau mengakhiri hubungannya dengan Livia," tanya Alea di dalam hatinya.

"Kau masih di sana?" tanya Alvin yang tidak mendapat respon Alea.

"Bukannya kau ingin membayarku, 100 kali lipat. Ketika kembali melakukan hal itu. Maka ayo dan tidak perlu membayarku. Kau cukup membatalkan pernikahanmu dengan Livia," Alea tiba-tiba menawarkan negoisasi kepada Alvian dengan gampang mengatakan ayo.

Alvian mendengarnya mendengus kasar mendengar perkataan Alea yang semakin lama semakin melantur ke sana kemari yang membuat Alvian tidak menduga dan Alvian mungkin berpikiran. Jika Alea pasti mabuk. Makanya berkata begitu gampang.

Tut-tut-tut-tut-tut-tut-tut.

Tiba-tiba Alvian mematikan panggilan itu secara sepihak membuat Alea mengehela nafasnya dengan memejamkan matanya dan menyibak rambutnya ke belakang.

Alea bener-bener sangat frustasi dengan keadaannya sekarang dan dia bahkan merendahkan dirinya dan memberikan tawaran kepada Alvian hanya untuk hubungan adiknya dan Alvian yang harus berakhir sama seperti dirinya.

"Aku tidak tau harus melakukan apa lagi," gumamnya.

Ting.

Tiba-tiba notif pesan masuk.

"Temui aku di hotel Cakra 1 jam lagi. Telat 5 menit aku akan membatalkan tawaranmu," pesan itu masuk dari Alvian.

Napas Alea naik turun ketika mendapat pesan tersebut. Tidak tahu apa yang dipikirkan Alea. Alea langsung mengambil tasnya dan buru-buru keluar dari kamarnya.

Jalan pikiran Alea sudah buntu dan tidak bisa berpikir jernih dia hanya ingin Livia sama sepertinya agar tidak ada perbandingan lagi di antara mereka. Dan mungkin pesan dari Alvian yang mengajaknya bertemu di hotel. Sudah keputusan Alvian yang pasti menerima tawarannya.

********

Alea buru-buru keluar dari rumahnya dan bersamaan dengan Galang yang datang ke rumahnya dan bertabrakan dengannya di depan pintu.

"Alea!" ucap Galang. Alea melihat Galang rasanya ingin melayangkan tamparan ke pipi pria yang sok baik di depan nya itu. Sangat munafik wajahnya, menjijikan bagi Alea.

Umpatan dan makian untuk Galang hanya bisa di ucapkannya di dalam hatinya.

"Kamu mau kemana?" tanya Galang.

"Dan iya apa kamu melihat......"

"Livia ada di dalam," sahut Alea yang menyambungkan kata-kata Galang.

"Hmmm, kamu tau saja aku mencarinya," sahut Galang dengan wajahnya yang tidak berdosa dengan mudahnya mengatakan hal itu.

"Oh iya, kamu sendiri mau kemana?" tanya Galang.

"Ada urusan," sahut Alea yang langsung pergi dari hadapan Galang dan tidak peduli dengan Galang. Alea hanya ingin mengurus pekerjaannya dengan Alvian dan agar masalahnya selesai.

"Mau kemana dia buru-buru sekali," batin Galang dengan bingung. Galang juga bingung sikap Alea yang dingin.

"Kak Galang!" sahut Livia yang tiba-tiba muncul dari dalam rumah dan menyapa Galang.

"Hay Livia," sapa Galang dengan tersenyum lebar saat bertemu dengan Livia.

"Kakak ngapain di sini?" tanya Livia.

"Ingin menemui kamu," jawab Galang.

"Menemuiku, untuk apa?" tanya Livia.

"Kita kekantor bersama dan juga sarapan bersama," jawab Galang.

"Maaf kak Galang. Aku tidak bisa aku ada janji dengan seseorang. Jadi maaf aku tidak bisa," jawab Livia menolak permintaan Galang.

"Bertemu dengan siapa?" tanya Galang penasaran. Livia diam dan tidak langsung menjawab.

"Ada Galang ternyata," tiba-tiba Monica datang dan melihat ada Galang.

"Tante!" sapa Galang. Monica hanya menganggukkan kepalanya dengan sapaan Galang.

"Livia kamu masih di sini. Bukannya kamu harus menemui Alvian?" tanya Monica. Apa yang dikatakan Monica sudah menjawab pertanyaan Galang jika Livia ingin menemui Alvian.

"Oh, iya mah," sahut Livia yang terlihat gugup yang merasa tidak enak pada Galang.

"Ya sudah sana pergi. Nanti kamu terlambat," ucap Monica.

"Baik mah, kalau begitu Livia pergi dulu. Kak Galang mari!" sahut Livia yang berpamitan dan Galang hanya menganggukkan kepalanya dengan mengehela napasnya.

"Galang kamu mau menemui Alea?" tanya Monica.

"Iya Tante!" jawab Galang bohong padahal dia datang ke rumah itu hanya untuk menemui Livia.

"Tapi Alea sudah pergi. Apa kamu tidak bertemu dengan-nya?" tanya Monica.

"Tidak Tante," jawab Galang.

"Anak itu memang seperti itu, tidak tahu aturan dan selalu ingin melakukan semua sesuai keinginannya. Galang kamu harus sabar-sabar ya jika menjadi suami dari wanita seperti itu. Anggap saja kamu sedang sial dan harus menikah dengan Alea," ucap Monica. Galang hanya menganggukkan kepalanya saja.

Suasana hatinya sudah tidak enak karena Livia yang pergi menemui calon suaminya. Bahkan apa yang dikatakan Monica sudah tidak masuk lagi ke dalam otaknya.

***********

Akhirnya mobil Alea sampai di hote tempat pertemuan dirinya dengan Alvian. Alea keluar dari mobilnya dengan langkahnya yang buru-buru. Alea menggunakan dress panjang di atas mata kakinya berwarna nude dengan lengan panjang, rambutnya di ikat satu di bagian bawah. Alea terlihat feminim dan langsung memasuki hotel.

Masih dari kejauhan Alea sudah melihat Alvian di bangku lobi hotel yang duduk sembari meneguk kopinya. Alea menghela nafasnya dan langsung menghampiri Alvian.

"Ehemmm!" Alea berdehem membuat Alvian mengangkat kepalanya dan melihat wanita itu sudah berdiri di sampingnya dengan kedua tangannya yang memegang kuat gagang tasnya terlihat Alea begitu deg-degan.

Alvian hanya melihatnya dengan alis terangkat. Mungkin Alvian tidak percaya jika Alea, benar-benar akan datang menemuinya. Tanpa ada yang menyuruh Alea duduk Alea langsung duduk di depan Alvian.

"Dia benar-benar nekat. Aku ingin melihat apa dia masih berani setelah ini," batin Alvian. Tidak tahu apa yang direncanakan Alvian.

"Langsung saja pada intinya," sahut Alea yang memulai pembicaraan yang berusaha untuk tenang.

"Kalau begitu katakan. Apa alasanmu menyuruhku untuk mengakhiri hubungan ku dengan adikmu. Itu seperti terlihat kau sangat iri kepada kebahagiaan adikku?" tanya Alvian basa-basi.

Bersambung

Episodes
1 Episode 1 pulang
2 Episode 2 perjodohan
3 Episode 3 Mengingat malam itu
4 Episode 4 Hampir ketahuan
5 Episode 5 Ternyata ada maksud.
6 Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7 Episode 7 yang terjadi malam itu
8 Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9 Episode 9 Akhir malam itu.
10 Episode 10 Memuji Alea.
11 Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12 Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13 Episode 13 Bertemu kembali.
14 Episode 14
15 Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16 Episode 16 Tamparan.
17 Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18 Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19 Episode Jebakan Alvian
20 Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21 Episode 21. Alea kembali mabuk.
22 Episode 22 Menginap.
23 Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24 Episode 24 Kurungan.
25 Episode 25 Menantang.
26 Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27 Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28 Episode 28 Alvian tau.
29 Episode 29 perlawanan Alea.
30 Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31 Episode 32 Membawanya pergi.
32 Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33 Episode 33 Alea dan Alvian debat
34 Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35 Episode 35 selalu bertengkar.
36 Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37 Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38 Episode 38 Tawaran Alvian.
39 Episode 39 Harus terdepan.
40 Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41 Episode 41 cinta menurut Alvian
42 Episode 42 Kesabaran Alvian.
43 Episode 43 Alea dan Livia perang.
44 Episode 44 Marahnya Alvian.
45 Episode 45 Dugaan hamil
46 Episode 46 Rumah sakit
47 Episode 47 Penculikan.
48 Episode 48 Dalang
49 Episode 49 Penjahat biadap.
50 Episode 50 kontrak pernikahan.
51 Episode 52 Pembalasan.
52 Episode 52 Menyedihkan sekali.
53 Episode 54 Balasan yang setimpal
54 Episode 54 Kehangatan.
55 Episode 55 Datang kembali.
56 Episode 56 Kok salting
57 Episode 57 Hari Pernikahan.
58 Episode 58 Hampir saja.
59 Episode 59 Pertunjukan seru.
60 Episode 60 Sah
61 Episode 61 Kebebesan.
62 Episode 62 Alvian menggoda.
63 Episode 63 Hal baru.
64 Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65 Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66 Episode 66 Waktu untuk berdua.
67 Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68 Episode 68 Malam Kiss
69 Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70 Episode 70 Malam yang terulang.
71 Episode 71 Waktu bersama.
72 Episode 72 Meminta saham.
73 Episode 73 Tidak bisa berkutik
74 Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75 Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76 Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77 Episode 77 Jatuh hati.
78 Episode 78 Pemindahan saham.
79 Episode 79 Penyerangan
80 Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81 Episode 81 Alea mencari Alvian
82 Episode 82 Bertindak cepat.
83 Episode 83 Pengorbanan Alvian
84 Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85 Episode 85 Jebakan Galang.
86 Episode 86 Suami istri.
87 Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88 Episode 89 Apa cemburu.
89 Episode 90 Penyerahan saham.
90 Episode 90 Aku yang pertama.
91 Episode 91 Suami istri yang sweet.
92 Episode 92 Alea khawatir.
93 Episode 93 Kandunglah anakku.
94 Episode 93 Kok Bucin.
95 Episode 95 Kejutan dari Alea.
96 Episode 96 Alea menang lagi.
97 Episode 96 Insiden Alea.
98 Episode 98 berjuang bersama
99 Episode 99 sakit dalam kebucinan
100 Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101 Episode 101. Ketahuan Fisya
102 Episode 102 Apakah Shandra luluh
103 Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104 Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105 Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106 Episode 106 Keadaan berubah.
107 Episode 107 Apa mungkin hamil
108 Episode 108 Kekejaman Monica.
109 Episode 109
110 Episode 110 Alea mulai panik.
111 Episode 110.
112 Episode 111 Ada Alvian
113 Episode 113 Hamil
114 Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115 Episode 116 Darah cinta.
116 Episode 117 Monica di penjara.
117 Episode 118 Akhir.
118 Episode 118 Akhir.
119 Episode 119 Tammat.
120 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Episode 1 pulang
2
Episode 2 perjodohan
3
Episode 3 Mengingat malam itu
4
Episode 4 Hampir ketahuan
5
Episode 5 Ternyata ada maksud.
6
Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7
Episode 7 yang terjadi malam itu
8
Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9
Episode 9 Akhir malam itu.
10
Episode 10 Memuji Alea.
11
Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12
Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13
Episode 13 Bertemu kembali.
14
Episode 14
15
Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16
Episode 16 Tamparan.
17
Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18
Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19
Episode Jebakan Alvian
20
Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21
Episode 21. Alea kembali mabuk.
22
Episode 22 Menginap.
23
Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24
Episode 24 Kurungan.
25
Episode 25 Menantang.
26
Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27
Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28
Episode 28 Alvian tau.
29
Episode 29 perlawanan Alea.
30
Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31
Episode 32 Membawanya pergi.
32
Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33
Episode 33 Alea dan Alvian debat
34
Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35
Episode 35 selalu bertengkar.
36
Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37
Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38
Episode 38 Tawaran Alvian.
39
Episode 39 Harus terdepan.
40
Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41
Episode 41 cinta menurut Alvian
42
Episode 42 Kesabaran Alvian.
43
Episode 43 Alea dan Livia perang.
44
Episode 44 Marahnya Alvian.
45
Episode 45 Dugaan hamil
46
Episode 46 Rumah sakit
47
Episode 47 Penculikan.
48
Episode 48 Dalang
49
Episode 49 Penjahat biadap.
50
Episode 50 kontrak pernikahan.
51
Episode 52 Pembalasan.
52
Episode 52 Menyedihkan sekali.
53
Episode 54 Balasan yang setimpal
54
Episode 54 Kehangatan.
55
Episode 55 Datang kembali.
56
Episode 56 Kok salting
57
Episode 57 Hari Pernikahan.
58
Episode 58 Hampir saja.
59
Episode 59 Pertunjukan seru.
60
Episode 60 Sah
61
Episode 61 Kebebesan.
62
Episode 62 Alvian menggoda.
63
Episode 63 Hal baru.
64
Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65
Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66
Episode 66 Waktu untuk berdua.
67
Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68
Episode 68 Malam Kiss
69
Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70
Episode 70 Malam yang terulang.
71
Episode 71 Waktu bersama.
72
Episode 72 Meminta saham.
73
Episode 73 Tidak bisa berkutik
74
Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75
Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76
Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77
Episode 77 Jatuh hati.
78
Episode 78 Pemindahan saham.
79
Episode 79 Penyerangan
80
Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81
Episode 81 Alea mencari Alvian
82
Episode 82 Bertindak cepat.
83
Episode 83 Pengorbanan Alvian
84
Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85
Episode 85 Jebakan Galang.
86
Episode 86 Suami istri.
87
Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88
Episode 89 Apa cemburu.
89
Episode 90 Penyerahan saham.
90
Episode 90 Aku yang pertama.
91
Episode 91 Suami istri yang sweet.
92
Episode 92 Alea khawatir.
93
Episode 93 Kandunglah anakku.
94
Episode 93 Kok Bucin.
95
Episode 95 Kejutan dari Alea.
96
Episode 96 Alea menang lagi.
97
Episode 96 Insiden Alea.
98
Episode 98 berjuang bersama
99
Episode 99 sakit dalam kebucinan
100
Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101
Episode 101. Ketahuan Fisya
102
Episode 102 Apakah Shandra luluh
103
Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104
Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105
Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106
Episode 106 Keadaan berubah.
107
Episode 107 Apa mungkin hamil
108
Episode 108 Kekejaman Monica.
109
Episode 109
110
Episode 110 Alea mulai panik.
111
Episode 110.
112
Episode 111 Ada Alvian
113
Episode 113 Hamil
114
Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115
Episode 116 Darah cinta.
116
Episode 117 Monica di penjara.
117
Episode 118 Akhir.
118
Episode 118 Akhir.
119
Episode 119 Tammat.
120
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!