Episode 3 Mengingat malam itu

"Itu pasti mah, aku sangat ingin mencoba masakan mama. Aku sudah lama sekali tidak memakannya. Makanan di Amerika sangat tidak enak dan tidak cocok di lidahku. Jadi masakan mama yang paling the beat," ucap Alvian dengan memuji namanya supaya mood sang mama kembali.

"Kamu jangan terus memuji mama," sahut Adara.

"Itu bukan sebuah pujian. Tapi itu adalah kenyataan," sahut Alvian.

"Ya sudah Alvian, mama siapkan dulu makan untuk kamu. Kamu mandilah dan langsung turun ke bawah," ucap Adara.

Alvian menganggukkan kepalanya.

"Iya mah," jawab Alvian dan Adara langsung keluar dari kamar putranya itu.

"Seharusnya aku tidak bohong pada mama dengan aku yang mengatakan berada di tempat mama Shandra. Padahal aku tidak pulang ke rumah mama Shandra. Aku menginap di hotel tadi malam. Pasti mama sangat kecewa denganku dan jangan apalagi jika tau aku bohongkan," ucap Alvian yang berdecak kesal dengan mengehela napasnya.

"Wanita itu!" Alvian mendengus dengan kasar dan kembali melihat dirinya di cermin dan mengingat wajah wanita bersamanya malam itu.

Alvian terbayang dengan dirinya dan Alea yang bermain panas malam itu. Meski dalam pengaruh obat dari rekan bisnisnya yang membuat dirinya tidak bisa mengendalikan dirinya. Namun Alvian masih sadar dengan apa yang di lakukannya. Dia masih bisa merasakan malam itu yang penuh dengan kenikmatan dan panas itu.

Apa lagi melihat banyak tanda di lehernya yang pasti mana mungkin Alvian melupakannya. Jika dia saja mendapatkan kenang-kenangan dari wanita. Lalu bagaimana dengan wanita itu, Pasti lebih banyak lagi Karya yang di dapatkannya. Mengingat hal itu membuat Alvian mendengus kasar dan mengambil kemejanya yang sebelumnya di atas tempat tidur.

Alvian mengambil sesuatu dari sakunya. 1 ikat uang pecahan 100 ribu yang di nominalnya 10 juta.

"Berani sekali dia membayarku dengan nilai 10 juta. Apa menurutnya aku semurah itu. Jika malam itu kau begitu membuatku terkesan. Aku yang seharusnya yang membayar mu 100 kali lipat," desisi Alvian.

"Siapa namamu?" tanya Alvian saat dirinya mengakhiri permainan dan masih berada di atas tubuh wanita yang bersamanya. Permainan panas mereka yang berakhir dengan Alvian dan Alea yang di penuhi dengan keringat.

"Alea!" jawab Alea dengan napasnya yang putus-putus dan begitu sangat lelah.

"Alea. Namanya cukup bagus. Apa kita bisa bertemu kembali," desis Alvian yang sepertinya punya keinginan untuk bertemu Alea kembali.

*************

Akhirnya Alvian menuruni anak tangga dan menghampiri mamanya yang menghidangkan makanan untuknya.

"Aromanya sangat nikmat. Aku sudah tidak sabar untuk memakannya," puji Alvian yang langsung duduk dengan mengendus setiap jenis makanan yang di siapkan sang mama.

"Maka dari itu kamu harus makan yang banyak," ucap Adara yang menyendokkan nasi kedalam piring Alvian.

"Itu pasti mah. Masakan mama itu sangat enak dan belum lagi mama itu sangat cepat memasak nya. Mama itu chef yang handal," puji Alvian.

"Yang chef handal itu papa kamu dan mama adalah muridnya," sahut Adara dengan merendah diri.

"Tapi sekarang murid papa. Jauh lebih pintar," puji Alvian yang terus menerus.

"Kamu itu terus saja memuji mama. Nanti mama besar kepala. Mending sekarang kamu itu makan dan kamu mau makan lauk apa?" tanya Adara.

"Hmmmm, semuanya. Karena tidak akan ada satupun masakan mama tidak akan aku makan. Jadi aku ingin memakan semuanya," jawab Alvian.

"Iya-iya asal aja habis," ucap Adara dengan geleng-geleng yang langsung menyiapkan makanan untuk anak kesayangannya itu.

"Ini kamu makan yang banyak dan ingat, harus habi," ucap Adara.

"Itu pasti mama. Mama itu jangan khawatir," sahut Alvian yang mulai makan.

Adara tersenyum melihat putranya yang sangat lahap makan dan Adara hanya duduk di depan Alvian yang menunggui Alvian makan.

"Mama tidak makan?" tanya Alvian

"Melihat kamu makan, sudah membuat mama sangat kenyang," jawab Adara.

"Mama itu bisa saja dengan melihat ku langsung kenyang," sahut Alvian sembari mengunyah makanannya.

"Oh iya mah aku tidak lihat papa dan Fisya. Di mana dia?" tanya Alvian.

"Papa kamu lagi temani adik kamu ke Mall. Kamu harus maklum aja, adik kamu yang manja itu menagih janjinya pada papa kamu," jawab Adara.

"Janji apa itu?" tanya Alvian dengan alisnya yang terangkat.

"Menang lomba berenang. Dan papa kamu menjanjikannya hadiah sepatu dan langsung menagih dan makanya mereka ke Mall," jawab Adara.

"Lalu apa mama tidak akan memberiku hadiah?" tanya Alvian.

"Kamu menang berenang juga?" tanya Adara.

"Menang di mana di kolam renang atau di laut?" tanya Adara.

"Bagaimana mau menang di laut. Air laut itu saja sangat mengerikan," jawab Alvian menggedikkan bahunya.

"Iya-iya mama bercanda. Kamu itu sangat takut dengan laut," sahut Adara.

"Lalu apa yang kamu menangkan?" tanya Adara yang masih menunggu jawaban putranya.

"Memang tender perusahaan mah," jawab Alvian.

"Benarkah?" tanya Adara dengan alisnya yang terangkat.

"Iya. Bagaimana apa mama bangga?" tanya Alvian.

"Mama sangat bangga dan kamu ingin hadiah apa?" tanya Adara.

"Mama harus memasakkan ku setiap hari seperti ini," jawab Alvian dengan singkat.

"Hanya itu?" tanya Adara dengan alisnya yang terangkat.

"Iya hanya itu saja," jawab Alvian.

"Kalau hanya itu mama pasti akan melakukannya," jawab Adara yang membuat Alvian tersenyum.

"Mama aku pulang," sahu Fisya dengan suara cemprengnya yang ternyata baru pulang dan langsing berteriak dengan hebohnya.

"Ihhhhhh ada kak Alvian! Kakak sudah pulang," sahut Fisya yang begitu terkejut dan langsung memeluk Alvian dari belakang dengan menciumi pipi Alvian yang kelihatan merindukan kakaknya itu.

"Fisya kamu apa-apaan sih, jangan seperti ini," Alvian benar-benar risih dengan Fisya yang menguasai Alvian sampai mengganggu makan Alvian. Adara dan Arhan hanya geleng-geleng melihat kakak dan adik itu.

"Namanya Fisya itu kangen tau," ucap Fisya dengan manja yang memeluk gemes kakaknya itu.

"Kakak akan mati tidak bernapas dengan kelakukan kamu seperti ini. Kamu minggir dulu Fisya!" tegas Alvian.

"Isssss!" kesal Fisya yang akhirnya melepas pelukannya dari Alvian dan Fisya yang berdiri tegak di samping Alvian.

Alvian menghela napasnya yang benar-benar baru selesai bernapas karena ulah Fisya.

"Kamu baru pulang Alvin," sahut Arhan

"Iya pah," sahut Alvian yang mencium punggung tangan arhan sementara wajah Fisya masih terlihat ngambek gara-gara Alvian memarahinya tidak memarahi hanya menegurnya saja.

"Percuma pulang, tidak rindu pada adiknya, baru di peluk aja sudah seperti kesetanan," oceh Fisya dengan wajah merengutnya. Alvian menghela napas dan langsung berdiri dari tempat duduknya dengan menghadap Fisya.

Alvian membuka kedua tangannya untuk memberikan ruang untuk memeluk adiknya.

"Tidak mau di peluk?" tanya Alvian dengan menaikkan alisnya dan Fisya tersenyum yang langsung memeluk Alvian yang membuat Adara dan Arhan tersenyum.

"Hmmmm, Fisya kangen tau sama kakak. Jadi jangan pergi-pergi lagi," ucap Fisya dengan suara manjanya.

"Kakak juga kangen sama kamu Fisya," sahut Alvian yang memeluk adiknya itu dengan erat. Fisya melonggarkan pelukannya dan mengangkat kepalanya melihat ke arah Alvian

"Kakak kangen sama Fisya?" tanya Fisya memastikan.

"Menurut kamu apa kakak tidak kangen sama kamu?" tanya Alvian.

"Kakak memang pasti kangen sama Fisya dan tidak mungkin tidak," jawab Fisya dengan tersenyum yang kembali memeluk Alvian

Bersambung

Episodes
1 Episode 1 pulang
2 Episode 2 perjodohan
3 Episode 3 Mengingat malam itu
4 Episode 4 Hampir ketahuan
5 Episode 5 Ternyata ada maksud.
6 Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7 Episode 7 yang terjadi malam itu
8 Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9 Episode 9 Akhir malam itu.
10 Episode 10 Memuji Alea.
11 Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12 Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13 Episode 13 Bertemu kembali.
14 Episode 14
15 Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16 Episode 16 Tamparan.
17 Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18 Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19 Episode Jebakan Alvian
20 Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21 Episode 21. Alea kembali mabuk.
22 Episode 22 Menginap.
23 Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24 Episode 24 Kurungan.
25 Episode 25 Menantang.
26 Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27 Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28 Episode 28 Alvian tau.
29 Episode 29 perlawanan Alea.
30 Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31 Episode 32 Membawanya pergi.
32 Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33 Episode 33 Alea dan Alvian debat
34 Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35 Episode 35 selalu bertengkar.
36 Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37 Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38 Episode 38 Tawaran Alvian.
39 Episode 39 Harus terdepan.
40 Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41 Episode 41 cinta menurut Alvian
42 Episode 42 Kesabaran Alvian.
43 Episode 43 Alea dan Livia perang.
44 Episode 44 Marahnya Alvian.
45 Episode 45 Dugaan hamil
46 Episode 46 Rumah sakit
47 Episode 47 Penculikan.
48 Episode 48 Dalang
49 Episode 49 Penjahat biadap.
50 Episode 50 kontrak pernikahan.
51 Episode 52 Pembalasan.
52 Episode 52 Menyedihkan sekali.
53 Episode 54 Balasan yang setimpal
54 Episode 54 Kehangatan.
55 Episode 55 Datang kembali.
56 Episode 56 Kok salting
57 Episode 57 Hari Pernikahan.
58 Episode 58 Hampir saja.
59 Episode 59 Pertunjukan seru.
60 Episode 60 Sah
61 Episode 61 Kebebesan.
62 Episode 62 Alvian menggoda.
63 Episode 63 Hal baru.
64 Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65 Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66 Episode 66 Waktu untuk berdua.
67 Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68 Episode 68 Malam Kiss
69 Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70 Episode 70 Malam yang terulang.
71 Episode 71 Waktu bersama.
72 Episode 72 Meminta saham.
73 Episode 73 Tidak bisa berkutik
74 Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75 Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76 Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77 Episode 77 Jatuh hati.
78 Episode 78 Pemindahan saham.
79 Episode 79 Penyerangan
80 Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81 Episode 81 Alea mencari Alvian
82 Episode 82 Bertindak cepat.
83 Episode 83 Pengorbanan Alvian
84 Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85 Episode 85 Jebakan Galang.
86 Episode 86 Suami istri.
87 Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88 Episode 89 Apa cemburu.
89 Episode 90 Penyerahan saham.
90 Episode 90 Aku yang pertama.
91 Episode 91 Suami istri yang sweet.
92 Episode 92 Alea khawatir.
93 Episode 93 Kandunglah anakku.
94 Episode 93 Kok Bucin.
95 Episode 95 Kejutan dari Alea.
96 Episode 96 Alea menang lagi.
97 Episode 96 Insiden Alea.
98 Episode 98 berjuang bersama
99 Episode 99 sakit dalam kebucinan
100 Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101 Episode 101. Ketahuan Fisya
102 Episode 102 Apakah Shandra luluh
103 Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104 Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105 Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106 Episode 106 Keadaan berubah.
107 Episode 107 Apa mungkin hamil
108 Episode 108 Kekejaman Monica.
109 Episode 109
110 Episode 110 Alea mulai panik.
111 Episode 110.
112 Episode 111 Ada Alvian
113 Episode 113 Hamil
114 Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115 Episode 116 Darah cinta.
116 Episode 117 Monica di penjara.
117 Episode 118 Akhir.
118 Episode 118 Akhir.
119 Episode 119 Tammat.
120 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Episode 1 pulang
2
Episode 2 perjodohan
3
Episode 3 Mengingat malam itu
4
Episode 4 Hampir ketahuan
5
Episode 5 Ternyata ada maksud.
6
Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7
Episode 7 yang terjadi malam itu
8
Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9
Episode 9 Akhir malam itu.
10
Episode 10 Memuji Alea.
11
Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12
Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13
Episode 13 Bertemu kembali.
14
Episode 14
15
Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16
Episode 16 Tamparan.
17
Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18
Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19
Episode Jebakan Alvian
20
Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21
Episode 21. Alea kembali mabuk.
22
Episode 22 Menginap.
23
Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24
Episode 24 Kurungan.
25
Episode 25 Menantang.
26
Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27
Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28
Episode 28 Alvian tau.
29
Episode 29 perlawanan Alea.
30
Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31
Episode 32 Membawanya pergi.
32
Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33
Episode 33 Alea dan Alvian debat
34
Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35
Episode 35 selalu bertengkar.
36
Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37
Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38
Episode 38 Tawaran Alvian.
39
Episode 39 Harus terdepan.
40
Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41
Episode 41 cinta menurut Alvian
42
Episode 42 Kesabaran Alvian.
43
Episode 43 Alea dan Livia perang.
44
Episode 44 Marahnya Alvian.
45
Episode 45 Dugaan hamil
46
Episode 46 Rumah sakit
47
Episode 47 Penculikan.
48
Episode 48 Dalang
49
Episode 49 Penjahat biadap.
50
Episode 50 kontrak pernikahan.
51
Episode 52 Pembalasan.
52
Episode 52 Menyedihkan sekali.
53
Episode 54 Balasan yang setimpal
54
Episode 54 Kehangatan.
55
Episode 55 Datang kembali.
56
Episode 56 Kok salting
57
Episode 57 Hari Pernikahan.
58
Episode 58 Hampir saja.
59
Episode 59 Pertunjukan seru.
60
Episode 60 Sah
61
Episode 61 Kebebesan.
62
Episode 62 Alvian menggoda.
63
Episode 63 Hal baru.
64
Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65
Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66
Episode 66 Waktu untuk berdua.
67
Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68
Episode 68 Malam Kiss
69
Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70
Episode 70 Malam yang terulang.
71
Episode 71 Waktu bersama.
72
Episode 72 Meminta saham.
73
Episode 73 Tidak bisa berkutik
74
Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75
Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76
Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77
Episode 77 Jatuh hati.
78
Episode 78 Pemindahan saham.
79
Episode 79 Penyerangan
80
Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81
Episode 81 Alea mencari Alvian
82
Episode 82 Bertindak cepat.
83
Episode 83 Pengorbanan Alvian
84
Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85
Episode 85 Jebakan Galang.
86
Episode 86 Suami istri.
87
Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88
Episode 89 Apa cemburu.
89
Episode 90 Penyerahan saham.
90
Episode 90 Aku yang pertama.
91
Episode 91 Suami istri yang sweet.
92
Episode 92 Alea khawatir.
93
Episode 93 Kandunglah anakku.
94
Episode 93 Kok Bucin.
95
Episode 95 Kejutan dari Alea.
96
Episode 96 Alea menang lagi.
97
Episode 96 Insiden Alea.
98
Episode 98 berjuang bersama
99
Episode 99 sakit dalam kebucinan
100
Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101
Episode 101. Ketahuan Fisya
102
Episode 102 Apakah Shandra luluh
103
Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104
Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105
Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106
Episode 106 Keadaan berubah.
107
Episode 107 Apa mungkin hamil
108
Episode 108 Kekejaman Monica.
109
Episode 109
110
Episode 110 Alea mulai panik.
111
Episode 110.
112
Episode 111 Ada Alvian
113
Episode 113 Hamil
114
Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115
Episode 116 Darah cinta.
116
Episode 117 Monica di penjara.
117
Episode 118 Akhir.
118
Episode 118 Akhir.
119
Episode 119 Tammat.
120
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!