Episode 10 Memuji Alea.

Melihat kondisinya seperti itu membuat Alea perlahan turun dari ranjang dan mengutip pakaiannya dan langsung berlari ke kamar mandi dengan pelan-pelan yang takut pria di sampingnya bangun.

Tidak berapa lama akhirnya area kembali keluar dari kamar mandi dan melihat pria itu masih tertidur seperti semula.

"Bagaimana ini, Aisss sial, kau bisa-bisanya sampai ceroboh seperti ini," Alea terus menyalahkan dirinya sendiri.

Alea mengambil tasnya dan membuka tasnya.

"Untung aku punya uang cas. Sudahlah semuanya juga sudah terjadi, mau bagaimana lagi. Yang penting aku membayarnya," gumam Alea mengeluarkan uangnya.

"Aku rasa ini cukup," Alea langsung menjatuhkan uang satu ikat di atas tempat tidur. Lalu kemudian Alea meninggalkan kamar tersebut dengan cepat-cepat sebelum pria itu bangun. Karena Alea tidak mau mendapatkan masalah.

Alea memiliki uang 10 juta uang pesangon yang diberikan pihak rumah sakit kepadanya. Gaji sebagai dokter di rumah sakit terbesar lebih dari itu hanya saja Alea melanggar peraturan dan juga dipecat dan tetap mendapatkan pesangon dan Alea memberikan semuanya kepada Alvian.

***********

Tidak lama setelah perginya Alea. Alvian akhirnya bangun dengan mengkerutkan matanya dan juga memijat kepalanya yang masih berat. Suara nafasnya juga tampak tidak beraturan. Perlahan Alfian membuka matanya dan menoleh ke sampingnya yang sudah tidak ada siapa-siapa.

"Kemana wanita itu!" gumamnya yang jelas mengingat Alea.

Alvian memang malam itu dipengaruhi oleh obat yang diberikan Jessi namun dia mengingat semua apa yang dilakukannya dan bahkan mengingat percintaannya yang panas bersama wanita yang dikenalnya itu.

"Apa dia sudah pergi," gumam Alvian.

Alvian langsung duduk dan kembali memijat kepalanya Alvian melihat di sekelilingnya dan memang tidak ada siapa-siapa sama sekali.

"Ternyata dia memang pergi begitu saja," Alvian mengehela napasnya dan tidak peduli juga. Pandangan Alvin tertuju pada dekat kakinya yang melihat 1 ikat uang yang membuat Alvian mengkerutkan dahinya dan mengambil uang tersebut.

"Cih!" Alvian berdecak dengan kesal.

"Apa yang di lakukannya! dia membayarku," desis Alvian. Alvian mengingat perkataan wanita itu sebelumnya yang mengatakan dirinya miskin dan akan memberinya ongkos jika dia dibawa ke surga dan ternyata benar wanita itu membayar Alvian dengan uang 10 juta yang membuat harga diri Alvian benar-benar hilang.

"Merendahkan ku dengan uang 10 juta. Benar-benar kurang ajar," umpat Alvian yang merasa terhina dengan perbuatan Alea. Tatapan mata Alvian menoleh kearah selimut lagi dan melihat ada bercak darah Hal itu membuat Alvian mendengus dengan mengeluarkan senyumnya.

"Dasar gadis gila!" umpat Alvian.

Sebenarnya tidak tahu apakah Alvian bahagia atau merasa bangga karena bisa tidur dengan seorang wanita yang masih virgin. Tetapi mungkin Alvian sangat kesal karena wanita itu bisa-bisanya membayarnya 10 juta ya tubuhnya dibayar 10 juta dan itu sangat merendahkan dirinya.

Kejadian itu memang sangat singkat dan Alvian yang ingin lari dari Jessie yang tidak ingin terjebak oleh kliennya. Tetapi malah terjebak bersama wanita yang baru dikenalnya bisa dikatakan wanita itu membayar ongkos Alvian karena membawanya ke surga yang diinginkannya.

Flashback of.

Sepanjang makan malam bisa-bisanya Alea dan Alfian mengingat malam panas mereka. Mereka berdua bahkan tidak mendengarkan percakapan orang-orang yang di meja makan itu yang sudah tidak tahu percakapannya sampai mana.

"Kenapa sih dunia sempit sekali. Bisa-bisanya aku bertemu kembali dengannya," batin Alea.

"Aku rasa dia tidak melupakannya, wanita yang merendahkan ku dengan bayaran 10 juta," batik Alvian.

"Hmmmm, Lucia apa kesibukan kamu sekarang?" tanya Shandra.

"Selain mengabdi di perusahaan papa. Lucia juga menjadi seorang desainer Tante," jawab Lucia.

"Wau kamu hebat sekali, wanita yang sangat berbakat Livia," puji Shandra.

"Terima kasih Tante," sahut Livia.

"Bukannya putri pertama tuan juga ahli dalam desain?" tanya Ramon.

Dia sedikit tau tentang Alea. Karena semasa sekolah Alea pernah mengirimkan desainnya ke perusahaan miliknya dan saat itu desain Alea menguntungkan perusahaannya. Awal mulanya perkenalan Sandres dan Ramon di mulai saat itu.

"Oh iya tuan benar. Alea juga bisa mendesain Tapi tidak seperti Livia yang tidak mengembangkan bakatnya. Jika Livia rajin maka Alea kebalikannya," sahut Sandres yang membuat Alea mendengar hal itu terdiam dengan menghela napasnya yang menunduk pada makanan.

Monica mendengar hal itu tersenyum sinis. Sama saja dia dan suaminya yang tidak tau tempat untuk membandingkan Alea dan Livia.

"Sayang sekali Alea. Kamu harus tau desain kamu juga sangat bagus," sahut Ramon memuji Alea.

"Papa tau dari mana?" tanya Shandra yang sebenarnya tidak banyak tau.

"Mah. Pertama kali papa bertemu dengan Tuan Sandres itu karena Alea. Saat itu Alea masih SMP dan Alea mengirimkan salah satu desain nya ke perusahaan kita dan Mama tahu desainnya sangat cantik. Jika desainer banyak membuat desain pakaian. Maka Alea membuat desain unik berupa hiasan rambut, pita rambut yang indah dan saat itu Alea masih SMP yang bersaing dengan orang-orang hebat," puji Ramon.

Tiba-tiba Alea tersenyum yang baru kali ini mendapatkan pujian dan membuatnya sangat gembira.

"Alea sayang sekali. Jika bakat kamu tidak di lanjutkan," sahut Ramon.

"Seperti apa yang di katakan suami saya. Alea anak yang malas dan tidak bisa berkembang. Hanya bisa di satu titik saja. Livia selain menjadi desainer untuk pakaian, untuk membuat hiasan rambut, pita rambut dan sejenisnya juga Livia bisa. Karena Livia mengembangkan keterampilannya dan tidak malas-malasan," sahut Monica yang menaikkan nama Livia dan merendahkan Alea yang membuat Alea kembali datar.

"Wau benarkah. Kalau begitu Tante nanti ingin di buatkan baju oleh kamu Livia," sahut Shandra.

"Pasti Tante!" sahut Livia tersenyum.

"Tapi kamu apa tidak sibuk Livia? kamu juga bekerja di perusahaan papa kamu dan juga membantu perusahaan Mama kamu dan kamu juga menjadi desainer. Apa tidak lelah dengan semua pekerjaan itu?" tanya Shandra.

"Jika sudah biasa dididik dengan tekun dan membiasakan diri maka tidak akan ada kata lelah Mbak," sahut Monica.

"Mamang begitulah Livia yang tidak bisa diam dan mempunyai banyak keterampilan dan pasti aku dan mas Sandres sangat bangga telah memiliki anak seperti Livia," sahut Monica yang membuat Alea menelan salavinya yang merasa sangat tidak di anggap di tempat itu.

Sementara Alvian sejak tadi selalu memperhatikan ekspresi Alea.

"Jadi ini Neraka yang di katakannya," batin Alvian yang sudah bisa menebak bagaimana kehidupan Alea di rumah itu.

"Lalu kamu sendiri bagaimana Alea. Apa kegiatan kamu?" tanya Ramon.

"Hmmm, saya seorang Dokter," jawab Alea.

"Wau hebat sekali itu," sahut Ramon yang terlihat bangga dan membuat Alea tersenyum kembali.

"Tapi tetap saja. Itu sangat melanggar aturan. Seharusnya, Alea membatu perusahaan dan lagian di keturunan kami tidak ada yang menjadi seorang Dokter atau profesi lainnya," sahut Monica.

"Ya ampun mbak Monica. Menjadi seorang Dokter adalah suatu kebanggaan dan menjadi seorang Dokter itu tidak mudah. Saya saja sangat ingin Alvian menjadi Dokter. Tapi Alvian tidak mau," sahut Ramon.

"Alea sukses untuk karir kamu dan pasti mendapatkan profesi seperti itu sangat tidak mudah dan kamu butuh perjuangan yang banyak kamu sangat hebat," ucap Ramon dengan tersenyum bangga yang membuat Alea mengangguk dan merasa sangat bahagia. Jika ada manusia yang di temuinya yang baik.

Bersambung

Episodes
1 Episode 1 pulang
2 Episode 2 perjodohan
3 Episode 3 Mengingat malam itu
4 Episode 4 Hampir ketahuan
5 Episode 5 Ternyata ada maksud.
6 Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7 Episode 7 yang terjadi malam itu
8 Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9 Episode 9 Akhir malam itu.
10 Episode 10 Memuji Alea.
11 Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12 Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13 Episode 13 Bertemu kembali.
14 Episode 14
15 Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16 Episode 16 Tamparan.
17 Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18 Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19 Episode Jebakan Alvian
20 Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21 Episode 21. Alea kembali mabuk.
22 Episode 22 Menginap.
23 Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24 Episode 24 Kurungan.
25 Episode 25 Menantang.
26 Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27 Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28 Episode 28 Alvian tau.
29 Episode 29 perlawanan Alea.
30 Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31 Episode 32 Membawanya pergi.
32 Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33 Episode 33 Alea dan Alvian debat
34 Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35 Episode 35 selalu bertengkar.
36 Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37 Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38 Episode 38 Tawaran Alvian.
39 Episode 39 Harus terdepan.
40 Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41 Episode 41 cinta menurut Alvian
42 Episode 42 Kesabaran Alvian.
43 Episode 43 Alea dan Livia perang.
44 Episode 44 Marahnya Alvian.
45 Episode 45 Dugaan hamil
46 Episode 46 Rumah sakit
47 Episode 47 Penculikan.
48 Episode 48 Dalang
49 Episode 49 Penjahat biadap.
50 Episode 50 kontrak pernikahan.
51 Episode 52 Pembalasan.
52 Episode 52 Menyedihkan sekali.
53 Episode 54 Balasan yang setimpal
54 Episode 54 Kehangatan.
55 Episode 55 Datang kembali.
56 Episode 56 Kok salting
57 Episode 57 Hari Pernikahan.
58 Episode 58 Hampir saja.
59 Episode 59 Pertunjukan seru.
60 Episode 60 Sah
61 Episode 61 Kebebesan.
62 Episode 62 Alvian menggoda.
63 Episode 63 Hal baru.
64 Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65 Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66 Episode 66 Waktu untuk berdua.
67 Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68 Episode 68 Malam Kiss
69 Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70 Episode 70 Malam yang terulang.
71 Episode 71 Waktu bersama.
72 Episode 72 Meminta saham.
73 Episode 73 Tidak bisa berkutik
74 Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75 Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76 Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77 Episode 77 Jatuh hati.
78 Episode 78 Pemindahan saham.
79 Episode 79 Penyerangan
80 Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81 Episode 81 Alea mencari Alvian
82 Episode 82 Bertindak cepat.
83 Episode 83 Pengorbanan Alvian
84 Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85 Episode 85 Jebakan Galang.
86 Episode 86 Suami istri.
87 Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88 Episode 89 Apa cemburu.
89 Episode 90 Penyerahan saham.
90 Episode 90 Aku yang pertama.
91 Episode 91 Suami istri yang sweet.
92 Episode 92 Alea khawatir.
93 Episode 93 Kandunglah anakku.
94 Episode 93 Kok Bucin.
95 Episode 95 Kejutan dari Alea.
96 Episode 96 Alea menang lagi.
97 Episode 96 Insiden Alea.
98 Episode 98 berjuang bersama
99 Episode 99 sakit dalam kebucinan
100 Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101 Episode 101. Ketahuan Fisya
102 Episode 102 Apakah Shandra luluh
103 Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104 Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105 Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106 Episode 106 Keadaan berubah.
107 Episode 107 Apa mungkin hamil
108 Episode 108 Kekejaman Monica.
109 Episode 109
110 Episode 110 Alea mulai panik.
111 Episode 110.
112 Episode 111 Ada Alvian
113 Episode 113 Hamil
114 Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115 Episode 116 Darah cinta.
116 Episode 117 Monica di penjara.
117 Episode 118 Akhir.
118 Episode 118 Akhir.
119 Episode 119 Tammat.
120 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Episode 1 pulang
2
Episode 2 perjodohan
3
Episode 3 Mengingat malam itu
4
Episode 4 Hampir ketahuan
5
Episode 5 Ternyata ada maksud.
6
Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7
Episode 7 yang terjadi malam itu
8
Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9
Episode 9 Akhir malam itu.
10
Episode 10 Memuji Alea.
11
Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12
Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13
Episode 13 Bertemu kembali.
14
Episode 14
15
Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16
Episode 16 Tamparan.
17
Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18
Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19
Episode Jebakan Alvian
20
Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21
Episode 21. Alea kembali mabuk.
22
Episode 22 Menginap.
23
Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24
Episode 24 Kurungan.
25
Episode 25 Menantang.
26
Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27
Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28
Episode 28 Alvian tau.
29
Episode 29 perlawanan Alea.
30
Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31
Episode 32 Membawanya pergi.
32
Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33
Episode 33 Alea dan Alvian debat
34
Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35
Episode 35 selalu bertengkar.
36
Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37
Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38
Episode 38 Tawaran Alvian.
39
Episode 39 Harus terdepan.
40
Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41
Episode 41 cinta menurut Alvian
42
Episode 42 Kesabaran Alvian.
43
Episode 43 Alea dan Livia perang.
44
Episode 44 Marahnya Alvian.
45
Episode 45 Dugaan hamil
46
Episode 46 Rumah sakit
47
Episode 47 Penculikan.
48
Episode 48 Dalang
49
Episode 49 Penjahat biadap.
50
Episode 50 kontrak pernikahan.
51
Episode 52 Pembalasan.
52
Episode 52 Menyedihkan sekali.
53
Episode 54 Balasan yang setimpal
54
Episode 54 Kehangatan.
55
Episode 55 Datang kembali.
56
Episode 56 Kok salting
57
Episode 57 Hari Pernikahan.
58
Episode 58 Hampir saja.
59
Episode 59 Pertunjukan seru.
60
Episode 60 Sah
61
Episode 61 Kebebesan.
62
Episode 62 Alvian menggoda.
63
Episode 63 Hal baru.
64
Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65
Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66
Episode 66 Waktu untuk berdua.
67
Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68
Episode 68 Malam Kiss
69
Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70
Episode 70 Malam yang terulang.
71
Episode 71 Waktu bersama.
72
Episode 72 Meminta saham.
73
Episode 73 Tidak bisa berkutik
74
Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75
Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76
Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77
Episode 77 Jatuh hati.
78
Episode 78 Pemindahan saham.
79
Episode 79 Penyerangan
80
Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81
Episode 81 Alea mencari Alvian
82
Episode 82 Bertindak cepat.
83
Episode 83 Pengorbanan Alvian
84
Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85
Episode 85 Jebakan Galang.
86
Episode 86 Suami istri.
87
Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88
Episode 89 Apa cemburu.
89
Episode 90 Penyerahan saham.
90
Episode 90 Aku yang pertama.
91
Episode 91 Suami istri yang sweet.
92
Episode 92 Alea khawatir.
93
Episode 93 Kandunglah anakku.
94
Episode 93 Kok Bucin.
95
Episode 95 Kejutan dari Alea.
96
Episode 96 Alea menang lagi.
97
Episode 96 Insiden Alea.
98
Episode 98 berjuang bersama
99
Episode 99 sakit dalam kebucinan
100
Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101
Episode 101. Ketahuan Fisya
102
Episode 102 Apakah Shandra luluh
103
Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104
Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105
Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106
Episode 106 Keadaan berubah.
107
Episode 107 Apa mungkin hamil
108
Episode 108 Kekejaman Monica.
109
Episode 109
110
Episode 110 Alea mulai panik.
111
Episode 110.
112
Episode 111 Ada Alvian
113
Episode 113 Hamil
114
Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115
Episode 116 Darah cinta.
116
Episode 117 Monica di penjara.
117
Episode 118 Akhir.
118
Episode 118 Akhir.
119
Episode 119 Tammat.
120
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!