Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.

"Lalau kamu bekerja di rumah sakit mana?" tanya Shandra.

Alea terdiam. Dia baru saja diberhentikan dari rumah sakit medical dan Alea juga tidak akan mendapatkan pekerjaan selama setahun ke depan karena perbuatannya. Pertanyaan Shandra membuatnya bingung harus menjawab apa dan sementara semua orang menunggu jawabannya termasuk Sandres yang juga sebenarnya penasaran selama ini area bekerja di Rumah sakit mana yang padahal dia tidak peduli.

"Untuk saat ini saya cuti menjadi Dokter. Karena akan menikah. Tapi sebelumnya saya bekerja di rumah sakit Jerman dan di pindahkan di rumah sakit Medikal," jawab Alea.

"Itu rumah sakit milik tuan Gavin bukan dan itu sangat terkenal sekali," sahut Ramon yang sangat mengetahui rumah sakit itu.

"Mama ingat tuan Davin. Beliau itu pernah menjadi tamu di rumah kita. Istrinya dan anaknya juga seorang Dokter dan dia juga pendiri rumah sakit. Orang-orang di rumah sakit itu tidak orang-orang sembarangan semuanya orang-orang hebat dan Alea bekerja di sana dan itu sangat hebat sekali," pujian Ramon terhadap Alea yang tidak hentinya.

"Iya mama ingat," sahut Shandra.

"Semoga saja Om Ramon tidak tau apa-apa, mengenai berita di rumah sakit tersebut yang aku sebabkan dan papa bisa marah,"batin Alea yang sebenarnya juga takut jika Apa yang dilakukan akan ketahuan oleh papanya dan itu akan menjadi masalah besar untuknya.

"Kamu sangat hebat Alea dan sayang sekali kamu cuti," sahut Ramon dengan bangga.

Raut wajah Monica terlihat tidak suka dengan cara Ramon yang sejak tadi hanya membicarakan dan membanggakan Alea saja dan melupakan Livia yang seharusnya menjadi topik utama dalam pembicaraan mereka karena Livia akan menjadi menantu mereka.

Namun bukan hanya Monica saja Bahkan wajah Livia juga terlihat resah seperti merasa tidak dianggap. Mungkin ini pertama kali Livia merasakan jika dirinya dibandingkan dan sementara Alea hal ini sudah biasa karena sejak kecil dia sudah dibandingkan dengan Livia.

"Hmmmm, ada sebaiknya kita lanjut saja makan," sahut Monica yang mengalihkan pembicaraan. Karena kupingnya sangat panas Mendengar pembicaraan tersebut.

"Iya mari makan di lanjutkan," sahut Sandres.

"Om Ramon, kelihatan sangat menyukai kak Alea. Sejak tadi dia selalu memujinya dan aku sama sekali tidak. Apa menjadi Dokter hal yang membanggakan," batin Livia yang merasa tersaingi oleh kakaknya.

"********

Makan malam itu berlanjut dengan mengobrol-ngobrol kembali di ruang tamu. Namun Alea tidak bergabung dengan mereka dan memilih untuk kekamarnya.

"Aku rasa pria itu pasti tidak mengingat siapa aku, dia mungkin hanya merasa samar-samar saja dan pasti tidak tau. Jika aku wanita yang bersamanya malam itu," gerutu Alea sembari berjalan menuju kamarnya.

Namun saat melewati kamar mandi tamu. Tangannya tiba-tiba di tarik yang membuatnya kaget dan di dirinya di tarik masuk kekamar mandi.

Alea lebih kaget lagi saat yang menariknya adalah Alvian dan Alvian langsung mendorong tubuhnya ke dinding dan menghimpit tubuh Alea dengan memegang pergelangan tangan Alea.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Alea dengan matanya yang melotot dan menekan suaranya . Alea terlihat panik dengan Alvin yang berada di depannya itu.

"Alea Chatline Sandres," sinis Alvin.

"Lepaskan aku!" tegas Alea dengan panik.

"Aku rasa kau tidak lupa dengan siapa aku," ucap Alvin.

"Aku tidak tau siapa kau," jawab Alea yang pura-pura tidak mengenal Alvian.

"Yang aku tau.  Kau itu adalah calon suami adikku. Jadi lepaskan aku sebelum ada yang melihat kita di sini," tegas Alea yang memberontak ingin di lepaskan.

"Jika kau tidak tau siapa aku. Lalu kenapa kau begitu panik Alea!" ucap Alvin yang berbicara menaikkan alisnya.

"Aku hanya takut akan ada yang melihat kita dan aku tidak mau mencari masalah Jadi sekarang lepaskan aku!" tegas Alea.

"Jadi kau tidak mengingatku gadis 10 juta," desisi Alvin.

"Apa maksudmu?" tanya Alea mengkerutkan dahinya.

"Jangan berpura-pura bodoh dan tidak tahu. Kau jelas mengingat siapa aku. Apa aku harus mengingatkanmu bagaimana permainan kita malam itu yang di mana kamu mohon dan meminta kepadaku untuk membawamu jalan-jalan ke surga yang seperti kau inginkan," bisik Alvian membuat Alea menelan salavinya mendengar kata-kata Alvian.

"Apa aku harus mengingatkan mu lagi dengan detail?" tanya Alvian.

"Cukup!" bentak Alea.

"Kau dengar aku, malam itu aku mabuk dan aku tidak ingat apa-apa dan terserah apa yang terjadi pada malam itu dan itu dengan siapa atau denganmu. Itu bukannya hal yang biasa terjadi dan kau adalah calon suami adikku jadi jangan mencari masalah denganku," tegas Alea mengingatkan Alvian.

"Tapi kau sudah menghinaku," sahut Alvian.

"Apa maksud mu?" tanya Alea

"Dengar ya. Dalam kejadian ini aku yang dirugikan seharusnya. Kau seharusnya bersyukur bisa tidur dengan wanita sepertiku dan aku juga tidak melakukannya gratis, aku juga membayar mu dengan....."

"10 juta," sahut Alvian melanjutkan kalimat yang ingin dilanjutkan Alea dan Alea terdiam mendengarnya.

"Setelah aku melakukan semua permintaanmu, kau menghargai diriku dengan 10 juta. Apa kehebatanku di atas ranjang cukup kau bayar dengan segitu. Alea kau sangat merendahkan diriku. Aku bisa membayar mu lebih dari 10 juta 100 kali lipat dari 10 juta yang kau berikan kepadamu. Kau juga tidak lupa dengan perkataanmu yang mengatakan aku miskin seorang sopir seorang pengecut," lanjut Alvian mengumpat semua apa yang di katakannya.

"Cukup!" tegas Alea.

"Percuma! Kau mengatakan ini dan itu aku juga tidak mengingat apa-apa dan aku sudah mengatakan aku hanya mengingat saat itu terjadi dan Aku mengingat wajahmu karena aku sudah bangun terlebih dahulu," jelas Alea menegaskan yang membuat Alvian mendengus kasar.

"Tapi aku tidak terima dengan kau yang membayarku 10 juta," sahut Alvin.

"Lalu maumu berapa?" tantang Alea.

"Kau punya uang banyak?" tanya Alvian dengan alisnya yang terangkat.

"Bagaimana jika aku yang membayar mu dan kita kembali melakukannya," sahut Alvian yang membuat mata Alea melotot dan geram melihat Pria yang di depannya itu.

"Kau jangan kurang ajar kepadaku!" teriak Alea dengan wajah kesalnya.

"Kak Alea!" tiba-tiba terdengar suara Livia karena Alea yang berbicara terlalu keras. Mendengar suara livia membuat Alea kaget. Namun Alvian hanya santai saja.

Alea langsung mendorong Alvian menjauh dari tubuhnya.

"Bagaimana ini?" batin Alea panik.

"Ini semua gara-gara kau!" Alea langsung menyalahkan Alvian dan Alvian hanya melipat tangannya di dadanya dan melihat kepanikan wanita di depannya itu.

"Kak Alea ada di dalam?" tanya Livia. Mendengar suara Livia hanya membuat Alea semakin panik.

"Kau jangan mencari masalah denganku Aku tidak mau ada masalah dalam hidupku di rumah ini gara-gara kau. Jadi kau tetap di sini dan jangan berani keluar sebelum aku pergi," tegas Alea memberikan peringatan kepada Alvian dengan menunjuk Alvian dan Alea langsung keluar dari kamar mandi dengan menghela napasnya.

"Berani sekali dia memerintahku," desis Alvian dengan mendengus kasar.

Alea langsung keluar dari kamar mandi dan berusaha untuk tenang menghadapi Livia yang berdiri di depannya.

"Kak Alea ngapain?" tanya Livia merasa curiga.

"Oh tidak apa-apa. Tadi buang air kecil saja," jawab Alea.

"Lalu kenapa teriak?" tanya Livia.

"Tidak apa-apa, tadi tanganku tiba-tiba terkena pinggir meja," jawab Alea dengan alasannya.

Bersambung

Episodes
1 Episode 1 pulang
2 Episode 2 perjodohan
3 Episode 3 Mengingat malam itu
4 Episode 4 Hampir ketahuan
5 Episode 5 Ternyata ada maksud.
6 Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7 Episode 7 yang terjadi malam itu
8 Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9 Episode 9 Akhir malam itu.
10 Episode 10 Memuji Alea.
11 Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12 Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13 Episode 13 Bertemu kembali.
14 Episode 14
15 Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16 Episode 16 Tamparan.
17 Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18 Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19 Episode Jebakan Alvian
20 Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21 Episode 21. Alea kembali mabuk.
22 Episode 22 Menginap.
23 Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24 Episode 24 Kurungan.
25 Episode 25 Menantang.
26 Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27 Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28 Episode 28 Alvian tau.
29 Episode 29 perlawanan Alea.
30 Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31 Episode 32 Membawanya pergi.
32 Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33 Episode 33 Alea dan Alvian debat
34 Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35 Episode 35 selalu bertengkar.
36 Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37 Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38 Episode 38 Tawaran Alvian.
39 Episode 39 Harus terdepan.
40 Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41 Episode 41 cinta menurut Alvian
42 Episode 42 Kesabaran Alvian.
43 Episode 43 Alea dan Livia perang.
44 Episode 44 Marahnya Alvian.
45 Episode 45 Dugaan hamil
46 Episode 46 Rumah sakit
47 Episode 47 Penculikan.
48 Episode 48 Dalang
49 Episode 49 Penjahat biadap.
50 Episode 50 kontrak pernikahan.
51 Episode 52 Pembalasan.
52 Episode 52 Menyedihkan sekali.
53 Episode 54 Balasan yang setimpal
54 Episode 54 Kehangatan.
55 Episode 55 Datang kembali.
56 Episode 56 Kok salting
57 Episode 57 Hari Pernikahan.
58 Episode 58 Hampir saja.
59 Episode 59 Pertunjukan seru.
60 Episode 60 Sah
61 Episode 61 Kebebesan.
62 Episode 62 Alvian menggoda.
63 Episode 63 Hal baru.
64 Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65 Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66 Episode 66 Waktu untuk berdua.
67 Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68 Episode 68 Malam Kiss
69 Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70 Episode 70 Malam yang terulang.
71 Episode 71 Waktu bersama.
72 Episode 72 Meminta saham.
73 Episode 73 Tidak bisa berkutik
74 Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75 Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76 Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77 Episode 77 Jatuh hati.
78 Episode 78 Pemindahan saham.
79 Episode 79 Penyerangan
80 Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81 Episode 81 Alea mencari Alvian
82 Episode 82 Bertindak cepat.
83 Episode 83 Pengorbanan Alvian
84 Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85 Episode 85 Jebakan Galang.
86 Episode 86 Suami istri.
87 Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88 Episode 89 Apa cemburu.
89 Episode 90 Penyerahan saham.
90 Episode 90 Aku yang pertama.
91 Episode 91 Suami istri yang sweet.
92 Episode 92 Alea khawatir.
93 Episode 93 Kandunglah anakku.
94 Episode 93 Kok Bucin.
95 Episode 95 Kejutan dari Alea.
96 Episode 96 Alea menang lagi.
97 Episode 96 Insiden Alea.
98 Episode 98 berjuang bersama
99 Episode 99 sakit dalam kebucinan
100 Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101 Episode 101. Ketahuan Fisya
102 Episode 102 Apakah Shandra luluh
103 Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104 Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105 Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106 Episode 106 Keadaan berubah.
107 Episode 107 Apa mungkin hamil
108 Episode 108 Kekejaman Monica.
109 Episode 109
110 Episode 110 Alea mulai panik.
111 Episode 110.
112 Episode 111 Ada Alvian
113 Episode 113 Hamil
114 Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115 Episode 116 Darah cinta.
116 Episode 117 Monica di penjara.
117 Episode 118 Akhir.
118 Episode 118 Akhir.
119 Episode 119 Tammat.
120 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Episode 1 pulang
2
Episode 2 perjodohan
3
Episode 3 Mengingat malam itu
4
Episode 4 Hampir ketahuan
5
Episode 5 Ternyata ada maksud.
6
Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7
Episode 7 yang terjadi malam itu
8
Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9
Episode 9 Akhir malam itu.
10
Episode 10 Memuji Alea.
11
Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12
Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13
Episode 13 Bertemu kembali.
14
Episode 14
15
Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16
Episode 16 Tamparan.
17
Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18
Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19
Episode Jebakan Alvian
20
Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21
Episode 21. Alea kembali mabuk.
22
Episode 22 Menginap.
23
Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24
Episode 24 Kurungan.
25
Episode 25 Menantang.
26
Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27
Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28
Episode 28 Alvian tau.
29
Episode 29 perlawanan Alea.
30
Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31
Episode 32 Membawanya pergi.
32
Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33
Episode 33 Alea dan Alvian debat
34
Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35
Episode 35 selalu bertengkar.
36
Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37
Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38
Episode 38 Tawaran Alvian.
39
Episode 39 Harus terdepan.
40
Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41
Episode 41 cinta menurut Alvian
42
Episode 42 Kesabaran Alvian.
43
Episode 43 Alea dan Livia perang.
44
Episode 44 Marahnya Alvian.
45
Episode 45 Dugaan hamil
46
Episode 46 Rumah sakit
47
Episode 47 Penculikan.
48
Episode 48 Dalang
49
Episode 49 Penjahat biadap.
50
Episode 50 kontrak pernikahan.
51
Episode 52 Pembalasan.
52
Episode 52 Menyedihkan sekali.
53
Episode 54 Balasan yang setimpal
54
Episode 54 Kehangatan.
55
Episode 55 Datang kembali.
56
Episode 56 Kok salting
57
Episode 57 Hari Pernikahan.
58
Episode 58 Hampir saja.
59
Episode 59 Pertunjukan seru.
60
Episode 60 Sah
61
Episode 61 Kebebesan.
62
Episode 62 Alvian menggoda.
63
Episode 63 Hal baru.
64
Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65
Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66
Episode 66 Waktu untuk berdua.
67
Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68
Episode 68 Malam Kiss
69
Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70
Episode 70 Malam yang terulang.
71
Episode 71 Waktu bersama.
72
Episode 72 Meminta saham.
73
Episode 73 Tidak bisa berkutik
74
Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75
Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76
Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77
Episode 77 Jatuh hati.
78
Episode 78 Pemindahan saham.
79
Episode 79 Penyerangan
80
Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81
Episode 81 Alea mencari Alvian
82
Episode 82 Bertindak cepat.
83
Episode 83 Pengorbanan Alvian
84
Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85
Episode 85 Jebakan Galang.
86
Episode 86 Suami istri.
87
Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88
Episode 89 Apa cemburu.
89
Episode 90 Penyerahan saham.
90
Episode 90 Aku yang pertama.
91
Episode 91 Suami istri yang sweet.
92
Episode 92 Alea khawatir.
93
Episode 93 Kandunglah anakku.
94
Episode 93 Kok Bucin.
95
Episode 95 Kejutan dari Alea.
96
Episode 96 Alea menang lagi.
97
Episode 96 Insiden Alea.
98
Episode 98 berjuang bersama
99
Episode 99 sakit dalam kebucinan
100
Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101
Episode 101. Ketahuan Fisya
102
Episode 102 Apakah Shandra luluh
103
Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104
Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105
Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106
Episode 106 Keadaan berubah.
107
Episode 107 Apa mungkin hamil
108
Episode 108 Kekejaman Monica.
109
Episode 109
110
Episode 110 Alea mulai panik.
111
Episode 110.
112
Episode 111 Ada Alvian
113
Episode 113 Hamil
114
Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115
Episode 116 Darah cinta.
116
Episode 117 Monica di penjara.
117
Episode 118 Akhir.
118
Episode 118 Akhir.
119
Episode 119 Tammat.
120
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!