Episode 4 Hampir ketahuan

"Kakak kangen sama Fisya?" tanya Fisya memastikan.

"Menurut kamu apa kakak tidak kangen sama kamu?" tanya Alvian balik.

"Kakak memang pasti kangen sama Fisya dan tidak mungkin tidak. Karena Fisya adik yang sangat di rindukan," jawab Fisya dengan tersenyum yang kembali memeluk Alvian dengan erat.

"Begini dong, jangan marah-marah, jangan ada yang ngambek seperti tadi. Kayak gini itu baru kakak adik namanya," sahut Adara.

"Ini nih mah, tukang ngambek yang tidak pernah berubah, manja," ejek Alvian pada Fisya sembari mengacak-acak pucuk kepala adiknya itu.

"Issss apaan sih, orang kakak tidak mau di peluk sama Fisya tadi," sahut Fisya dengan bibirnya yang kerucut.

"Kakak bukan tidak mau di peluk. Tapi Kakak lagi makan," tegas Alvian.

"Alasan aja bilang aja memang tidak mau di peluk adiknya sendiri," sahut Fisya dengan menatap sipit.

"Isss kamu itu kalau di bilangi ngeyel ya," sahut Alvian.

"Udah-udah jangan pada ribut. Ayo Alvian, kamu juga Fisya kamu ikut makan. Kamu sudah ganggu kakak kamu. Jadi mari kita makan sama-sama," sahut Adara tidak mau ada perdebatan lagi.

"Oke Fisya juga lapar. Papa tadi tidak kasih Fisya makan," sahut Fisya. Arhan hanya menghela nafas saja mendengar perkataan putrinya yang sekarang menyalahkan dirinya.

"Sayang kamu juga makan," sajak Adara pada suaminya itu.

Arhan menganggukkan kepalanya dan arahan pun mengambil tempat duduk yang ingin memakan masakan istrinya begitu juga dengan visa dan juga Alfian mereka duduk dan makan bersama.

Akhirnya mereka semua kembali makan bersama dan pasti sembari mengobrol-ngobrol. Karena memang mereka saling kangen. Alvian memang baru pulang dari Amerika. Karena pekerja yang banyak.

"Bagaimana Alvian pekerjaan kamu, perusahaan di Amerika aman?" tanya Arhan.

"Aman pah! Papa tenang aja. Jika masih aku yang memegangnya maka semuanya akan aman," sahut Alvian dengan percaya diri.

"Dasar sombong!" umpat Fisya dengan kesal.

"Kamu itu syirik aja," sahut Alvian membuat Fisya menaikkan ujung bibirnya.

"Sudah jangan bertengkar. Kalau bertemu kalian selalu saja bertengkar. Kalau berpisah aja saling kangen," sahut Adara.

"Namanya kak Alvian itu sangat menyebalkan!" tegas Fisya.

"Iya-iya. Adik yang tidak pernah menyebalkan," sahut Alvian yang lebih baik mengalah pada adiknya itu.

"Kak Alvian, Fisya menang berenang. Papa sudah memberikan Fisya hadiah dan sekarang tinggal kak Alvian sekarang giliran Fisya minta hadiah!" sahut Fisya dengan menagih janji pada kakaknya itu.

"Baiklah, kamu mau minta hadiah apa?" tanya Alvian dengan yang tidak masalah jika memberikan adiknya itu hadiah.

"Fisya mau nanti malam kita Dinner berdua," sahut Fisya yang permintaannya memang tidak banyak. Karena Fisya sudah memiliki semuanya.

"Jangan nanti malam Fisya. Kakak baru pulang dari Luar Negri. Kakak belum menemui mama Shandra. Jadi kakak harus kerumah mama Shandra dulu," sahut Alvian yang menolak tawaran adiknya itu.

"Isssss kakak, hanya sebentar saja kok," sahut Fisya mode manja.

"Fisya masih banyak hari esok. Lagian kakak kamu harus berkunjung kerumah mama Shandra dulu," sahut Arhan yang mendukung.

"Tuh dengar kata papa," sahut Alvian.

"Alvian bukannya kamu tadi malam menginap di sana. Dan kenapa kamu bilang belum bertemu dengan mama Shandra?" tanya Adara.

Alvian membuka matanya lebar dia baru menyadari jika dia sedang keceplosan bicara.

"Mampus!" batin Alvian yang gugup sendiri. Namun Adara masih melihat putranya itu dengan Adara yang kebingungan dengan apa yang di maksud oleh putranya itu.

Alvian tidak langsung pulang ke rumah karena beralasan langsung ke rumah Sandra dan menginap di rumah Sandra namun tiba-tiba Alvian mengatakan tidak bisa bersama adiknya karena harus menemui Sandra.

"Kamu sudah bertemu apa belum sebenarnya?" tanya Adara lagi.

"Sudah kok mah. Ya mama Shandra bilang nanti malam dia ingin memasak dan Alvian di suruh untuk datang," sahut Alvian bohong.

Namun wajah Adara terlihat kurang percaya dengan apa yang dikatakan putranya itu.

"Jadi Fisya Kakak malam ini tidak bisa. Jadi besok malam saja," sahut Alvian tersenyum yang menyimpan kepanikan.

"Ya sudahlah tidak apa-apa," sahut Fisya yang tidak masalah sama sekali.

"Ya ampun Alvian, begini kalau sudah memulai kebohongan akan tetap ada kebohongan selanjutnya. Gara-gara wanita itu. Bisa-bisanya aku menciptakan beribu kebohongan dalam waktu yang sangat singkat. Kamu bisa jadi anak durhaka Alvian. Di sumpahi 2 orang ibu akan membuatmu jadi batu," batin Alvian yang sebenarnya sangat merasa bersalah jika harus berbohong.

***********

Alea keluar dari kamarnya dengan menggunakan dres panjang di atas mata kakinya dengan lengan panjang dan juga rambutnya yang di ikat satu di bawa dengan Alea yang memakai poni yang terlihat begitu elegan dengan penampilan feminimnya dengan dress berwarna peach tersebut.

"Kak Alea mau kemana?" tanya Livia yang tiba-tiba datang.

"Hanya mau keluar sebentar," jawab Alea.

"Oh iya kak Alea. Kakak tidak menjadi Dokter lagi?" tanya Livia.

"Maksud kamu?" tanya Alea.

"Kakak seorang Dokter. Bukannya seharusnya kakak bekerja di salah satu rumah sakit gitu. Lalu kenapa sekarang tidak?" tanya Livia.

"Maaf Alea dengan berat hati rumah sakit ini harus mengeluarkan kamu dan maaf sekali dalam 1 tahun ini kamu mendapat cacat atas nama kamu, dengan begitu rumah sakit di Indonesia tidak bisa menerima kamu sebagai Dokter. Karena masalah yang kamu ciptakan sangat besar dan ini resiko dari perbuatan kamu," Alea mengingat bagaimana dia di keluarkan dari rumah sakit Medical yang sangat terkenal di Ibu kota.

Sejak saat itu Alea juga tidak bekerja lagi di rumah sakit itu dan kemungkinan tidak akan di terima di rumah sakit yang ada di Jakarta atau di manapun. Pihak rumah sakit harus mempertimbangkan Alea. Karena kesalahan fatal yang di lakukan Alea.

"Kak Alea?" tegur Livia yau melihat Alea bengong.

"Oh iya," sahut Alea gugup.

"Ada apa. Kenapa kakak bengong?" tanya Livia.

"Tidak apa-apa Livia. Untuk saat ini aku memang tidak ingin bekerja di rumah sakit. Lagian papa juga tidak suka dan mungkin setelah menikah nanti aku baru mulai untuk bekerja di rumah sakit," jawab Alea dengan memberikan alasannya.

"Begitu rupanya. Padahal sangat sayang sekali. Jika kakak tidak menjadi seorang Dokter. Karena bagaimanapun kakak sudah berusaha banyak untuk menjadi seorang Dokter," ucap Livia.

"Iya kamu benar," sahut Alea.

"Ya sudah kamu sendiri mau kemana?" tanya Alea.

"Aku mau ambil tas ke dalam. Soalnya mama menunggu di bawah bersama Tante Erna. Kita mau ke Perusahaan papa," jawab Livia.

"Tante Erna ada di bawah?" tanya Alea.

"Iya kak. Sebaiknya kakak kebawah saja dan sapa Tante Erna," ucap Livia.

"Iya nanti saja," sahut Alea yang hanya mengangguk saja. sepertinya Alea sangat malas jika bertemu dengan Tante Erna. Erna sendiri adalah adik dari Monica sama yang kurang menyukai Alea. Juga sebaliknya Alea juga kurang menyukai karena yang tahu jika Erna juga sama saja seperti Monika.

"Ya sudah kak. Kalau kalau begitu Livia ke kamar dulu," sahut Livia pamit. Alea hanya menganggukkan kepalanya.

Alea menghala nafasnya setelah kepergian Livia.

"Tetapi jika tidak menyapanya nanti menjadi masalah. Huhhhhh, ya sebaiknya aku menyapanya juga nanti masalahnya akan di besar-besara kan," batin Alea yang mau tidak mau harus menyapa Erna walau terpaksa.

Bersambung

Episodes
1 Episode 1 pulang
2 Episode 2 perjodohan
3 Episode 3 Mengingat malam itu
4 Episode 4 Hampir ketahuan
5 Episode 5 Ternyata ada maksud.
6 Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7 Episode 7 yang terjadi malam itu
8 Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9 Episode 9 Akhir malam itu.
10 Episode 10 Memuji Alea.
11 Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12 Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13 Episode 13 Bertemu kembali.
14 Episode 14
15 Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16 Episode 16 Tamparan.
17 Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18 Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19 Episode Jebakan Alvian
20 Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21 Episode 21. Alea kembali mabuk.
22 Episode 22 Menginap.
23 Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24 Episode 24 Kurungan.
25 Episode 25 Menantang.
26 Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27 Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28 Episode 28 Alvian tau.
29 Episode 29 perlawanan Alea.
30 Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31 Episode 32 Membawanya pergi.
32 Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33 Episode 33 Alea dan Alvian debat
34 Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35 Episode 35 selalu bertengkar.
36 Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37 Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38 Episode 38 Tawaran Alvian.
39 Episode 39 Harus terdepan.
40 Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41 Episode 41 cinta menurut Alvian
42 Episode 42 Kesabaran Alvian.
43 Episode 43 Alea dan Livia perang.
44 Episode 44 Marahnya Alvian.
45 Episode 45 Dugaan hamil
46 Episode 46 Rumah sakit
47 Episode 47 Penculikan.
48 Episode 48 Dalang
49 Episode 49 Penjahat biadap.
50 Episode 50 kontrak pernikahan.
51 Episode 52 Pembalasan.
52 Episode 52 Menyedihkan sekali.
53 Episode 54 Balasan yang setimpal
54 Episode 54 Kehangatan.
55 Episode 55 Datang kembali.
56 Episode 56 Kok salting
57 Episode 57 Hari Pernikahan.
58 Episode 58 Hampir saja.
59 Episode 59 Pertunjukan seru.
60 Episode 60 Sah
61 Episode 61 Kebebesan.
62 Episode 62 Alvian menggoda.
63 Episode 63 Hal baru.
64 Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65 Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66 Episode 66 Waktu untuk berdua.
67 Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68 Episode 68 Malam Kiss
69 Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70 Episode 70 Malam yang terulang.
71 Episode 71 Waktu bersama.
72 Episode 72 Meminta saham.
73 Episode 73 Tidak bisa berkutik
74 Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75 Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76 Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77 Episode 77 Jatuh hati.
78 Episode 78 Pemindahan saham.
79 Episode 79 Penyerangan
80 Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81 Episode 81 Alea mencari Alvian
82 Episode 82 Bertindak cepat.
83 Episode 83 Pengorbanan Alvian
84 Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85 Episode 85 Jebakan Galang.
86 Episode 86 Suami istri.
87 Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88 Episode 89 Apa cemburu.
89 Episode 90 Penyerahan saham.
90 Episode 90 Aku yang pertama.
91 Episode 91 Suami istri yang sweet.
92 Episode 92 Alea khawatir.
93 Episode 93 Kandunglah anakku.
94 Episode 93 Kok Bucin.
95 Episode 95 Kejutan dari Alea.
96 Episode 96 Alea menang lagi.
97 Episode 96 Insiden Alea.
98 Episode 98 berjuang bersama
99 Episode 99 sakit dalam kebucinan
100 Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101 Episode 101. Ketahuan Fisya
102 Episode 102 Apakah Shandra luluh
103 Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104 Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105 Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106 Episode 106 Keadaan berubah.
107 Episode 107 Apa mungkin hamil
108 Episode 108 Kekejaman Monica.
109 Episode 109
110 Episode 110 Alea mulai panik.
111 Episode 110.
112 Episode 111 Ada Alvian
113 Episode 113 Hamil
114 Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115 Episode 116 Darah cinta.
116 Episode 117 Monica di penjara.
117 Episode 118 Akhir.
118 Episode 118 Akhir.
119 Episode 119 Tammat.
120 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Episode 1 pulang
2
Episode 2 perjodohan
3
Episode 3 Mengingat malam itu
4
Episode 4 Hampir ketahuan
5
Episode 5 Ternyata ada maksud.
6
Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7
Episode 7 yang terjadi malam itu
8
Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9
Episode 9 Akhir malam itu.
10
Episode 10 Memuji Alea.
11
Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12
Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13
Episode 13 Bertemu kembali.
14
Episode 14
15
Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16
Episode 16 Tamparan.
17
Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18
Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19
Episode Jebakan Alvian
20
Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21
Episode 21. Alea kembali mabuk.
22
Episode 22 Menginap.
23
Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24
Episode 24 Kurungan.
25
Episode 25 Menantang.
26
Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27
Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28
Episode 28 Alvian tau.
29
Episode 29 perlawanan Alea.
30
Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31
Episode 32 Membawanya pergi.
32
Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33
Episode 33 Alea dan Alvian debat
34
Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35
Episode 35 selalu bertengkar.
36
Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37
Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38
Episode 38 Tawaran Alvian.
39
Episode 39 Harus terdepan.
40
Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41
Episode 41 cinta menurut Alvian
42
Episode 42 Kesabaran Alvian.
43
Episode 43 Alea dan Livia perang.
44
Episode 44 Marahnya Alvian.
45
Episode 45 Dugaan hamil
46
Episode 46 Rumah sakit
47
Episode 47 Penculikan.
48
Episode 48 Dalang
49
Episode 49 Penjahat biadap.
50
Episode 50 kontrak pernikahan.
51
Episode 52 Pembalasan.
52
Episode 52 Menyedihkan sekali.
53
Episode 54 Balasan yang setimpal
54
Episode 54 Kehangatan.
55
Episode 55 Datang kembali.
56
Episode 56 Kok salting
57
Episode 57 Hari Pernikahan.
58
Episode 58 Hampir saja.
59
Episode 59 Pertunjukan seru.
60
Episode 60 Sah
61
Episode 61 Kebebesan.
62
Episode 62 Alvian menggoda.
63
Episode 63 Hal baru.
64
Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65
Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66
Episode 66 Waktu untuk berdua.
67
Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68
Episode 68 Malam Kiss
69
Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70
Episode 70 Malam yang terulang.
71
Episode 71 Waktu bersama.
72
Episode 72 Meminta saham.
73
Episode 73 Tidak bisa berkutik
74
Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75
Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76
Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77
Episode 77 Jatuh hati.
78
Episode 78 Pemindahan saham.
79
Episode 79 Penyerangan
80
Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81
Episode 81 Alea mencari Alvian
82
Episode 82 Bertindak cepat.
83
Episode 83 Pengorbanan Alvian
84
Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85
Episode 85 Jebakan Galang.
86
Episode 86 Suami istri.
87
Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88
Episode 89 Apa cemburu.
89
Episode 90 Penyerahan saham.
90
Episode 90 Aku yang pertama.
91
Episode 91 Suami istri yang sweet.
92
Episode 92 Alea khawatir.
93
Episode 93 Kandunglah anakku.
94
Episode 93 Kok Bucin.
95
Episode 95 Kejutan dari Alea.
96
Episode 96 Alea menang lagi.
97
Episode 96 Insiden Alea.
98
Episode 98 berjuang bersama
99
Episode 99 sakit dalam kebucinan
100
Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101
Episode 101. Ketahuan Fisya
102
Episode 102 Apakah Shandra luluh
103
Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104
Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105
Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106
Episode 106 Keadaan berubah.
107
Episode 107 Apa mungkin hamil
108
Episode 108 Kekejaman Monica.
109
Episode 109
110
Episode 110 Alea mulai panik.
111
Episode 110.
112
Episode 111 Ada Alvian
113
Episode 113 Hamil
114
Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115
Episode 116 Darah cinta.
116
Episode 117 Monica di penjara.
117
Episode 118 Akhir.
118
Episode 118 Akhir.
119
Episode 119 Tammat.
120
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!