Setelah pulang sekolah Fisya benar-benar dijemput oleh Alvian karena bisa berabe dan bisa ngambek jika Alvian tidak menuruti apa yang diinginkan Fisya. Lagian Alvian juga tidak sibuk dan tidak ada salahnya membawa adiknya untuk membeli hadiah yang dijanjikannya sebelumnya.
Mereka memasuki salah satu Mall yang terdekat dari kantor Alvian.
"Kamu mau di belikan apa?" tanya Alvian.
"Kita lihat jam tangan," sahut Fisya yang menarik Alvian yang membawa kakaknya memasuki toko jam tangan dan Alvian mengikut saja apapun yang di inginkan adiknya itu.
Sementara di sisi lain, Alea yang baru turun dari mobilnya yang berhenti di depan Mall yang sama yang di dalamnya ada Fisya dan juga Alvian.
"Hari ini adalah ulang tahun Galang. Sebagai calon istri aku harus memberikannya hadiah. Aku sudah mengucapkan ulang tahun pertama kali tadi malam dan sekarang hadiahnya menyusul dan aku akan memberikan hadiah yang sangat diinginkannya," batin Alea dengan wajahnya yang berseri-seri yang memiliki kebahagiaan sendiri saat membelikan calon suaminya hadiah di hari ulang tahun calon suaminya itu.
Alea tidak banyak berpikir dan langsung keluar dari mobilnya memasuki Mall tersebut untuk mencari-cari hadiah. Tujuan Alea sama dengan Alvian yang ternyata Alea juga memasuki toko jam. Mungkin dia tau apa yang di inginkan suaminya.
"Dia sangat suka memakai jam tangan. Jadi sebaiknya aku membelikannya jam tangan," gumamnya yang mulai memilih-milih jam tangan untuk Galang.
Di tengah Alea memilih jam tangan yang di depannya ada cermin. Tiba-tiba Alea melihat Alvian dari bayangan cermin yang membuat Alea kaget dengan Alvian yang memilih-milih bersama Fisya dengan tangan Fisya yang menggandeng Alvian yang terlihat sangat dekat.
"Astaga dia!" gumamnya dengan panik.
"Kenapa aku harus bertemu dengannya lagi, dunia ini benar-benar sangat kecil. Bisa-bisanya aku bertemu dengannya," batin Alea yang mencoba untuk menghindar dari Alvian.
Karena dia tidak mau mendapatkan masalah mengingat kemarin Alvian menariknya ke kamar mandi dan hampir ketahuan oleh Livia.
"Mbak saya ambil yang ini saja," ucap Alea dengan pelan yang tidak mau Alvian melihatnya.
"Baik mbak tunggu sebentar," sahut pelayan itu yang menyiapkan pesanan Alea
Alea mencuri-curi pandang melihat Alvian dari bayangan cermin. Alvian yang memilih bersama Fisya. Dengan Fisya yang nempel-nempel manja pada kakaknya itu.
"Siapa wanitanya itu. Astaga sudah mau menikah tapi masih aja gatal dengan perempuan lain dan wanita itu masih memakai seragam SMA. Apa dia tuh seorang pemain, anak SMA juga diembat," gerutu Alea di dalam hatinya yang menceritai tentang Alvian.
Mungkin bukan hanya Alea saja yang berpikiran. Jika melihat kedekatan Fisya dan Alvian. Orang-orang lain juga akan berpikir jika Alvian dan Fisya adalah berpacaran karena mereka memang sangat dekat dan sangat manis.
Terus melihat Avian dari depan cermin sampai akhirnya Alvian tiba-tiba menoleh ke arah Alea dan membuat area kaget yang langsung mengalihkan pandangannya.
"Jangan sampai di melihatku," batin Alea dengan panik.
"Ini mbak pesananya," sahut pelayan tersebut
"Makasih!" Alea langsung menarik dari tangan wanita itu dan langsung melakukan pembayaran dengan buru-buru yang menghindari Alvian yang masih saja melihatnya.
Alvian yang tidak melihat wajah Alea merasa tidak asing dan sangat aneh dengan gerak-gerik Alea yang sengaja menutupi wajahnya dengan tangannya.
Setelah Alea melakukan pembayaran Alea langsung keluar dari tempat tersebut.
"Apa aku mengenalnya," batin Alvian yang merasa tidak asing yang melihat Alea berjalan dengan cepat.
"Kak Alvian lihat ada apa. Ayo lihat lihat ini," Fisya mengalihkan pandangan Alvian dan kembali fokus untuk memilih jam tangan untuk Fisya.
************
Setela Alea mendapatkan hadiah untuk Galang Alea tidak langsung pulang dia mengisi perutnya sebentar untuk makan karena kebetulan dia juga sangat lapar. Namun tidak terduga lagi di tempat yang sama ternyata Alvian dan juga Fisya sama-sama makan di tempat yang sama dan bahkan jarak mereka yang sangat berdekatan.
Hal itu baru Alea sadari setelah mendengar suara manja Fisya yang mengganggu makannya dan membuatnya menoleh ke arah meja Alvian dan juga Fisya dan hal itu sangat mengejutkan kembali Alea.
"Ya ampun kenapa mereka ada di sini lagi? Apa jangan-jangan dia mengikuti ku sehingga bertemu di sini lagi," batin Alea dengan memejamkan matanya yang mengatur napasnya.
Walau Alea menghindari Alvian namun tetap saja Alea curi-curi pandang dan penasaran dengan Alvian. Alea kembali melihat Fisya yang sangat manja dan sampai Alvian harus menyuapi Fisya yang membuat Alea jijik dan geli sendiri melihat kedua orang itu.
"Dasar laki-laki mesum. Bisa-bisa anak SMA aja di kadali. Masih kecil juga anak orang sudah di ajari yang nggak-nggak. Sudah begitu Livia sangat kecintaan lagi dengannya. Mungkin jika Livia melihat hal ini aku yakin pasti Livia akan kebakaran jenggot dan akan memutuskan hubungan mereka," oceh Alea yang terus menyangka jika Alvian itu adalah kekasih dari wanita itu yang artinya Alvian berselingkuh dari Livia.
"Seharunya mama juga melihat hal ini. Supaya mulutnya diam dan tidak membangga-banggakan calon menantunya yang seorang pemain. Aku pasti sangat sial pernah tidur bersamanya. Issssss itu semua gara-gara kebodohan kamu Alea," Alea mengoceh sendiri dengan mulutnya yang seperti rel kereta api yang menggerutu mengatai dirinya bodoh.
Tetapi Alvian sama sekali tidak sadar jika ada Alea di dekatnya.
**********
Setelah Alea membelikan hadiah untuk Galang dan juga sempat makan dengan di iringi pertemuannya dengan Alvian yang membuatnya sedikit kesal dan moodnya hampir hilang. Karena menurutnya Alvian berkencan bersama anak SMA. Tetapi Alea masih untuk Alvian tidak melihatnya.
Setelah semua kejadian itu. Alea langsung menuju kantor Galang untuk memberikan hadiah yang sudah dibungkus nya dengan cantik.
"Galang pasti suka dengan hadiah ini," batin Alea yang masih berada di dalam mobilnya dan melihat hadiah yang dipegangnya.
"Ini jam istirahat dan Galang pasti ada di ruangannya. Sebaiknya aku cepat-cepat memberinya hadiah ini," batin Alea dengan cerianya dan Alia langsung keluar dari mobilnya.
Ketika berjalan di parkiran. Alea melihat ada mobil yang membuatnya menghentikan langkahnya.
"Bukannya ini mobil Livia. Dia ada di sini juga. Apa dia ada keperluan ?" batin Alea dengan tanda tanya yang mengenali mobil Livia.
Tetapi Alea tidak peduli dan Alea melanjutkan langkahnya memasuki kantor Galang. Dengan langkah yang cantik dan wajah yang berseri-seri Alea Akhirnya sampai di kantor Galang dan Alea ingin masuk kedalam kantor Galang.
"Tunggu Livia!" langkah Alea terhenti ketika mendengar suara Galang memanggil nama Livia.
"Livia," lirih Alea heran dan melihat kedalam yang pintar ruangan itu terbuka sedikit. Alea tidak masuk dan hanya melihat dari luar saja.
Alea terkejut melihat Galang yang memeluk Livia dari belakang membuat Alea kaget dengan matanya yang melotot dan mulutnya yang mengagga dan langsung di tutupnya.
"Kamu tadi malam mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku dan siang ini kamu datang dengan memberiku hadiah lalu apa semuanya Livia. Jika bukan kamu yang menginginkan hubungan kita tetap ada," ucap Galang. Mendengar kata-kata itu membuat Alea semakin kaget dengan napasnya yang naik turun.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments