"Jangan pergi. Aku cape, aku kehilangan semuanya dan aku harus kembali ke rumah yang penuh neraka itu. Beri aku kesempatan untuk jalan-jalan di surga!" pinta Alea.
"Apa yang kau katakan. Kau jangan memancingku, kau tau apa yang kau lakukan ini sangat berbahaya," ucap Alvian mengingatkan dengan suara seraknya dan melepaskan tangan Alea dari pinggangnya, lalu dia menghadap Alea.
Alvian menatap wanita di hadapannya itu yang terlihat sekarang sangat menyedihkan.
"Kau itu mabuk dan istirahatlah!" tegas Alvian yang harus mengendalikan dirinya dan tidak ingin berlama-lama di hadapan Alea.
"Aku akan membayar ongkosnya jika kau membawaku jalan-jalan ke surga," ucap Alea dengan tegas. Alvian tidak peduli dan langsung pergi.
"Huhhh, pengecut, sana pergi, supir tidak bersyukur mendapat penumpang, sana cari penumpang lain, sangat miskin!" hina Alea dengan seenaknya membuat Alvian yang memegang kenopi pintu berhenti.
"Wanita ini benar-benar," desis Alvian yang kesabarannya telah di uji oleh Alea.
Alea terus mengoceh dengan mengatai Alvian dengan seenak mulutnya berbicara. Alvian tidak jadi pergi dan menutup pintu kamar lalu menghampiri Alea yang berjalan menuju tempat tidur sembari mengoceh.
Alvian menarik tangan Alea dan membawa Alea kedekapannya dengan Alea menabrak dada bidang Alvian dan 1 tangan Alvian berada di pinggangnya dengan wajah mereka yang berdekatan.
"Apa kau sengaja ingin mengujiku?" tanya Alvian dengan suara seraknya menatap mata Alea.
"Tampan!" jawaban itu yang berikan Alea dan Alea langsung mengecup bibir Alvian yang membuat Brian kaget.
"Manis," ucap Alea yang melepas kecupan itu.
"Kau tau ini sangat berbahaya dan aku tidak akan melepaskan mu. Kau yang membuatku harus melakukan ini," desis Alvian yang di penuhi dengan gairah. Namun Alea hanya tersenyum saja dengan kata-kata Alvian.
Alea benar-benar sudah memancing hasrat Alvian dan apalagi Alvian dipengaruhi oleh obat yang diberikan Jessi sebelumnya. Alea ingin berbicara. Namun Alvian langsung membungkam mulut Alea dengan sebuah ciuman. Ciuman yang sangat lembut namun sedikit memaksa untuk masuk lebih dalam lagi.
Tidak ada penolakan dari Alea bahkan Alea menutup matanya dengan kedua tangannya yang memegang kuat lengan Alvian dan menikmati ciuman dari Alvian. Alvian begitu ahli dalam berciuman dan benar-benar membawa Alea ke surga yang di inginkan Alea. Ciuman yang semakin dalam yaitu pasti di penuhi dengan gairah.
Tidak tau Alea sadar apa tidak dengan ciuman yang romantis itu. Mungkin dia tidak tau dengan siapa dia berciuman. Karena sekarang dia hanya menikmati ciuman tersebut.
Sampai beberapa menit akhirnya ciuman itu berakhir dengan Alvian yang memberikan ruang untuk Alea untuk bernapas dengan mata keduanya yang sama-sama terbukanya.
"Kau yang menginginkan semua ini, kau sudah memancingku dan kau akan berakhir bersamaku," ucap Alvian dengan suara seraknya.
"Maka bawa aku ke surga, beri aku kesempatan untuk merasakan surga sebelum kembali ke neraka," jawab Alea yang sudah kehilangan kesadarannya.
"Baiklah jika itu maumu, kau yang meminta semua ini dan jangan pernah salahkan aku dan malam akan menjadi malam yang tidak akan pernah kau lupakan," ucap Alvian.
Alea hanya tersenyum saja. Lalu Alvian kembali membungkam mulut Alea dengan ciuman yang lebih dari apa yang dilakukannya sebelumnya.
Pasangan yang bisa dikatakan sama-sama sedikit kehilangan kesadaran itu berciuman dengan panas di dalam kamar hotel tersebut. Dengan Alvian memegang kedua tengkuk Alea untuk memperdalam ciumannya dan Alea memegang kuat kemeja Avian. Hingga sampai beberapa lama mereka ciuman dan perlahan Alvian mengangkat tubuh Alea ala bridal style.
Alvian membaringkan tubuh itu perlahan di atas ranjang tanpa melepas ciuman di antara keduanya. Ciuman yang semakin panas dan bahkan ciuman yang sudah sampai ke leher jenjang Alea yang memberikan banyak tanda kepemilikan di sana.
Tangan Alvin juga bekerja dengan mulai meraba-raba punggung Alea untuk mencari res dress yang di kenakan Alea. Obat yang sudah semakin bereaksi membuatnya tidak bisa mengendalikan dirinya dan semakin menjadi-jadi. Sementara Alea sangat menikmati semua sentuhan yang di dapatkannya dari Alvian. Dengan Alea yang memejamkan matanya.
Aktivitas panas keduanya semakin berlanjut dengan keduanya yang sudah sama-sama polos yang tertutupi dengan selimut dengan pakaian mereka yang berserakan di lantai dan kedua insan itu melanjutkan cumbuan mereka.
Sampai pada titik berikutnya yang membuat Alea meremas seprai yang menahan rasa sakit di bagian intinya dengan keluar butir air mata dari ujung kelopak matanya. Tidak tahu Apakah itu surga yang diinginkan sejak tadi yang jelas dia merasakan sakit yang luar biasa yang tidak pernah dirasakannya sebelumnya.
Alvian sebenarnya sangat iba melihat Alea. yang menahan rasa sakit. Alvian menggengam tangan Alea dan kembali mencium bibir Alea untuk memberikan Alea ketenangan. Lama kelamaan Alea tenang dan rasa sakit yang berubah dengan rasa kenikmatan dan dia sampai pada syurga yang di inginkannya.
Alvian sangat pintar membawa Alea merasakan kenikmatan surga yang diinginkan Alea sebelumnya. Penyatuan mereka yang tiada henti yang hanya terdengar suara kenikmatan keindahan dari dalam kamar tersebut dan untungnya dinding kamar itu tebal dan sehingga suara mereka tidak kedengaran sampai keluar.
Hubungan panas keduanya semakin berlanjut Dan tidak tahu sudah beberapa jam sampai akhirnya Alvian menghentikan aktivitasnya walau dia menginginkan lagi.
Alvian menyemburkan seluruh benihnya kedalam rahim Alea dan Alea merasakan hangat pada rahimnya dengan napasnya yang naik turun yang terasa sangat lelah dan menatap pria dia atasnya itu yang masih menyatu dengannya.
Tubuhnya dan tubuh pria itu sama-sama berkeringat dengan mereka yang saling melihat. Selesai melakukan aktivitas tersebut Alvian mencium lembut kening Alea.
"Katakan siapa namamu?" tanya Alvian dengan suara beratnya.
"Alea Catlin Sanders," jawab Alea dengan suara seraknya dan Alvian tidak mengatakan apa-apa lagi yang langsung menghempaskan tubuhnya di samping Alea dan memeluk Alea dengan erat.
Mereka berdua memang tampak sangat kelelahan dan perlahan memejamkan mata. Hubungan itu terjadi tanpa mereka saling mengenal dan pasti mereka antara sadar dan tidak karena keduanya sama-sama dipengaruhi oleh obat jika Alea dipengaruhi minuman keras dan sementara Alvian dipengaruhi dengan obat yang diberikan oleh Jessi.
**********
Malam sudah berlalu dan kembali pagi. Matahari yang begitu cerah membuat Alea membuka matanya. Alea melenguh yang merasakan tubuhnya begitu lelah dan seperti dia bekerja seharian dan belum lagi kepalanya yang sangat berat.
Alea membuka matanya dengan perlahan dengan tangannya yang memegang dahinya sembari memijatnya.
"Kepalaku sakit sekali!" keluhnya.
Alea melihat ke atas dan melihat merasa aneh dengan tempatnya berada Alia juga merasa sangat berat di perutnya. Alea menundukkan pandangannya dan kaget melihat sebuah tangan kekar yang melingkar di perutnya yang membuat mata Alea melotot.
Dengan cepat Alea langsung menoleh ke sampingnya dan kaget melihat seorang pria yang sudah tidur di sampingnya. Alea menutup mulutnya dan langsung duduk. Alea melihat di sekitar ruangan itu di mana pakaiannya berserakan. Alea juga melihat ke dalam selimut dan kaget melihat tubuhnya yang sudah polos.
"Aissss, Alea apa yang kau lakukan?' garam Alea yang menahan suaranya yang tidak percaya dengan apa yang di lakukannya.
"Kau benar-benar bodoh Alea," Alea menepuk jidatnya yang menggerutuki dirinya sendiri yang sangat bodoh.
"Sial!" umpatnya.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments