Episode 9 Akhir malam itu.

"Jangan pergi. Aku cape, aku kehilangan semuanya dan aku harus kembali ke rumah yang penuh neraka itu. Beri aku kesempatan untuk jalan-jalan di surga!" pinta Alea.

"Apa yang kau katakan. Kau jangan memancingku, kau tau apa yang kau lakukan ini sangat berbahaya," ucap Alvian mengingatkan dengan suara seraknya dan melepaskan tangan Alea dari pinggangnya, lalu dia menghadap Alea.

Alvian menatap wanita di hadapannya itu yang terlihat sekarang sangat menyedihkan.

"Kau itu mabuk dan istirahatlah!" tegas Alvian yang harus mengendalikan dirinya dan tidak ingin berlama-lama di hadapan Alea.

"Aku akan membayar ongkosnya jika kau membawaku jalan-jalan ke surga," ucap Alea dengan tegas. Alvian tidak peduli dan langsung pergi.

"Huhhh, pengecut, sana pergi, supir tidak bersyukur mendapat penumpang, sana cari penumpang lain, sangat miskin!" hina Alea dengan seenaknya membuat Alvian yang memegang kenopi pintu berhenti.

"Wanita ini benar-benar," desis Alvian yang kesabarannya telah di uji oleh Alea.

Alea terus mengoceh dengan mengatai Alvian dengan seenak mulutnya berbicara. Alvian tidak jadi pergi dan menutup pintu kamar lalu menghampiri Alea yang berjalan menuju tempat tidur sembari mengoceh.

Alvian menarik tangan Alea dan membawa Alea kedekapannya dengan Alea menabrak dada bidang Alvian dan 1 tangan Alvian berada di pinggangnya dengan wajah mereka yang berdekatan.

"Apa kau sengaja ingin mengujiku?" tanya Alvian dengan suara seraknya menatap mata Alea.

"Tampan!" jawaban itu yang berikan Alea dan Alea langsung mengecup bibir Alvian yang membuat Brian kaget.

"Manis," ucap Alea yang melepas kecupan itu.

"Kau tau ini sangat berbahaya dan aku tidak akan melepaskan mu. Kau yang membuatku harus melakukan ini," desis Alvian yang di penuhi dengan gairah. Namun Alea hanya tersenyum saja dengan kata-kata Alvian.

Alea benar-benar sudah memancing hasrat Alvian dan apalagi Alvian dipengaruhi oleh obat yang diberikan Jessi sebelumnya. Alea ingin berbicara. Namun Alvian langsung membungkam mulut Alea dengan sebuah ciuman. Ciuman yang sangat lembut namun sedikit memaksa untuk masuk lebih dalam lagi.

Tidak ada penolakan dari Alea bahkan Alea menutup matanya dengan kedua tangannya yang memegang kuat lengan Alvian dan menikmati ciuman dari Alvian. Alvian begitu ahli dalam berciuman dan benar-benar membawa Alea ke surga yang di inginkan Alea. Ciuman yang semakin dalam yaitu pasti di penuhi dengan gairah.

Tidak tau Alea sadar apa tidak dengan ciuman yang romantis itu. Mungkin dia tidak tau dengan siapa dia berciuman. Karena sekarang dia hanya menikmati ciuman tersebut.

Sampai beberapa menit akhirnya ciuman itu berakhir dengan Alvian yang memberikan ruang untuk Alea untuk bernapas dengan mata keduanya yang sama-sama terbukanya.

"Kau yang menginginkan semua ini, kau sudah memancingku dan kau akan berakhir bersamaku," ucap Alvian dengan suara seraknya.

"Maka bawa aku ke surga, beri aku kesempatan untuk merasakan surga sebelum kembali ke neraka," jawab Alea yang sudah kehilangan kesadarannya.

"Baiklah jika itu maumu, kau yang meminta semua ini dan jangan pernah salahkan aku dan malam akan menjadi malam yang tidak akan pernah kau lupakan," ucap Alvian.

Alea hanya tersenyum saja. Lalu Alvian kembali membungkam mulut Alea dengan ciuman yang lebih dari apa yang dilakukannya sebelumnya.

Pasangan yang bisa dikatakan sama-sama sedikit kehilangan kesadaran itu berciuman dengan panas di dalam kamar hotel tersebut. Dengan Alvian memegang kedua tengkuk Alea untuk memperdalam ciumannya dan Alea memegang kuat kemeja Avian. Hingga sampai beberapa lama mereka ciuman dan perlahan Alvian mengangkat tubuh Alea ala bridal style.

Alvian membaringkan tubuh itu perlahan di atas ranjang tanpa melepas ciuman di antara keduanya. Ciuman yang semakin panas dan bahkan ciuman yang sudah sampai ke leher jenjang Alea yang memberikan banyak tanda kepemilikan di sana.

Tangan Alvin juga bekerja dengan mulai meraba-raba punggung Alea untuk mencari res dress yang di kenakan Alea. Obat yang sudah semakin bereaksi membuatnya tidak bisa mengendalikan dirinya dan semakin menjadi-jadi. Sementara Alea sangat menikmati semua sentuhan yang di dapatkannya dari Alvian. Dengan Alea yang memejamkan matanya.

Aktivitas panas keduanya semakin berlanjut dengan keduanya yang sudah sama-sama polos yang tertutupi dengan selimut dengan pakaian mereka yang berserakan di lantai dan kedua insan itu melanjutkan cumbuan mereka.

Sampai pada titik berikutnya yang membuat Alea meremas seprai yang menahan rasa sakit di bagian intinya dengan keluar butir air mata dari ujung kelopak matanya. Tidak tahu Apakah itu surga yang diinginkan sejak tadi yang jelas dia merasakan sakit yang luar biasa yang tidak pernah dirasakannya sebelumnya.

Alvian sebenarnya sangat iba melihat Alea. yang menahan rasa sakit. Alvian menggengam tangan Alea dan kembali mencium bibir Alea untuk memberikan Alea ketenangan. Lama kelamaan Alea tenang dan rasa sakit yang berubah dengan rasa kenikmatan dan dia sampai pada syurga yang di inginkannya.

Alvian sangat pintar membawa Alea merasakan kenikmatan surga yang diinginkan Alea sebelumnya. Penyatuan mereka yang tiada henti yang hanya terdengar suara kenikmatan keindahan dari dalam kamar tersebut dan untungnya dinding kamar itu tebal dan sehingga suara mereka tidak kedengaran sampai keluar.

Hubungan panas keduanya semakin berlanjut Dan tidak tahu sudah beberapa jam sampai akhirnya Alvian menghentikan aktivitasnya walau dia menginginkan lagi.

Alvian menyemburkan seluruh benihnya kedalam rahim Alea dan Alea merasakan hangat pada rahimnya dengan napasnya yang naik turun yang terasa sangat lelah dan menatap pria dia atasnya itu yang masih menyatu dengannya.

Tubuhnya dan tubuh pria itu sama-sama berkeringat dengan mereka yang saling melihat. Selesai melakukan aktivitas tersebut Alvian mencium lembut kening Alea.

"Katakan siapa namamu?" tanya Alvian dengan suara beratnya.

"Alea Catlin Sanders," jawab Alea dengan suara seraknya dan Alvian tidak mengatakan apa-apa lagi yang langsung menghempaskan tubuhnya di samping Alea dan memeluk Alea dengan erat.

Mereka berdua memang tampak sangat kelelahan dan perlahan memejamkan mata. Hubungan itu terjadi tanpa mereka saling mengenal dan pasti mereka antara sadar dan tidak karena keduanya sama-sama dipengaruhi oleh obat jika Alea dipengaruhi minuman keras dan sementara Alvian dipengaruhi dengan obat yang diberikan oleh Jessi.

**********

Malam sudah berlalu dan kembali pagi. Matahari yang begitu cerah membuat Alea membuka matanya. Alea melenguh yang merasakan tubuhnya begitu lelah dan seperti dia bekerja seharian dan belum lagi kepalanya yang sangat berat.

Alea membuka matanya dengan perlahan dengan tangannya yang memegang dahinya sembari memijatnya.

"Kepalaku sakit sekali!" keluhnya.

Alea melihat ke atas dan melihat merasa aneh dengan tempatnya berada Alia juga merasa sangat berat di perutnya. Alea menundukkan pandangannya dan kaget melihat sebuah tangan kekar yang melingkar di perutnya yang membuat mata Alea melotot.

Dengan cepat Alea langsung menoleh ke sampingnya dan kaget melihat seorang pria yang sudah tidur di sampingnya. Alea menutup mulutnya dan langsung duduk. Alea melihat di sekitar ruangan itu di mana pakaiannya berserakan. Alea juga melihat ke dalam selimut dan kaget melihat tubuhnya yang sudah polos.

"Aissss, Alea apa yang kau lakukan?' garam Alea yang menahan suaranya yang tidak percaya dengan apa yang di lakukannya.

"Kau benar-benar bodoh Alea," Alea menepuk jidatnya yang menggerutuki dirinya sendiri yang sangat bodoh.

"Sial!" umpatnya.

Bersambung

Episodes
1 Episode 1 pulang
2 Episode 2 perjodohan
3 Episode 3 Mengingat malam itu
4 Episode 4 Hampir ketahuan
5 Episode 5 Ternyata ada maksud.
6 Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7 Episode 7 yang terjadi malam itu
8 Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9 Episode 9 Akhir malam itu.
10 Episode 10 Memuji Alea.
11 Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12 Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13 Episode 13 Bertemu kembali.
14 Episode 14
15 Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16 Episode 16 Tamparan.
17 Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18 Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19 Episode Jebakan Alvian
20 Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21 Episode 21. Alea kembali mabuk.
22 Episode 22 Menginap.
23 Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24 Episode 24 Kurungan.
25 Episode 25 Menantang.
26 Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27 Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28 Episode 28 Alvian tau.
29 Episode 29 perlawanan Alea.
30 Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31 Episode 32 Membawanya pergi.
32 Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33 Episode 33 Alea dan Alvian debat
34 Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35 Episode 35 selalu bertengkar.
36 Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37 Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38 Episode 38 Tawaran Alvian.
39 Episode 39 Harus terdepan.
40 Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41 Episode 41 cinta menurut Alvian
42 Episode 42 Kesabaran Alvian.
43 Episode 43 Alea dan Livia perang.
44 Episode 44 Marahnya Alvian.
45 Episode 45 Dugaan hamil
46 Episode 46 Rumah sakit
47 Episode 47 Penculikan.
48 Episode 48 Dalang
49 Episode 49 Penjahat biadap.
50 Episode 50 kontrak pernikahan.
51 Episode 52 Pembalasan.
52 Episode 52 Menyedihkan sekali.
53 Episode 54 Balasan yang setimpal
54 Episode 54 Kehangatan.
55 Episode 55 Datang kembali.
56 Episode 56 Kok salting
57 Episode 57 Hari Pernikahan.
58 Episode 58 Hampir saja.
59 Episode 59 Pertunjukan seru.
60 Episode 60 Sah
61 Episode 61 Kebebesan.
62 Episode 62 Alvian menggoda.
63 Episode 63 Hal baru.
64 Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65 Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66 Episode 66 Waktu untuk berdua.
67 Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68 Episode 68 Malam Kiss
69 Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70 Episode 70 Malam yang terulang.
71 Episode 71 Waktu bersama.
72 Episode 72 Meminta saham.
73 Episode 73 Tidak bisa berkutik
74 Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75 Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76 Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77 Episode 77 Jatuh hati.
78 Episode 78 Pemindahan saham.
79 Episode 79 Penyerangan
80 Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81 Episode 81 Alea mencari Alvian
82 Episode 82 Bertindak cepat.
83 Episode 83 Pengorbanan Alvian
84 Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85 Episode 85 Jebakan Galang.
86 Episode 86 Suami istri.
87 Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88 Episode 89 Apa cemburu.
89 Episode 90 Penyerahan saham.
90 Episode 90 Aku yang pertama.
91 Episode 91 Suami istri yang sweet.
92 Episode 92 Alea khawatir.
93 Episode 93 Kandunglah anakku.
94 Episode 93 Kok Bucin.
95 Episode 95 Kejutan dari Alea.
96 Episode 96 Alea menang lagi.
97 Episode 96 Insiden Alea.
98 Episode 98 berjuang bersama
99 Episode 99 sakit dalam kebucinan
100 Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101 Episode 101. Ketahuan Fisya
102 Episode 102 Apakah Shandra luluh
103 Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104 Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105 Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106 Episode 106 Keadaan berubah.
107 Episode 107 Apa mungkin hamil
108 Episode 108 Kekejaman Monica.
109 Episode 109
110 Episode 110 Alea mulai panik.
111 Episode 110.
112 Episode 111 Ada Alvian
113 Episode 113 Hamil
114 Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115 Episode 116 Darah cinta.
116 Episode 117 Monica di penjara.
117 Episode 118 Akhir.
118 Episode 118 Akhir.
119 Episode 119 Tammat.
120 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Episode 1 pulang
2
Episode 2 perjodohan
3
Episode 3 Mengingat malam itu
4
Episode 4 Hampir ketahuan
5
Episode 5 Ternyata ada maksud.
6
Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7
Episode 7 yang terjadi malam itu
8
Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9
Episode 9 Akhir malam itu.
10
Episode 10 Memuji Alea.
11
Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12
Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13
Episode 13 Bertemu kembali.
14
Episode 14
15
Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16
Episode 16 Tamparan.
17
Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18
Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19
Episode Jebakan Alvian
20
Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21
Episode 21. Alea kembali mabuk.
22
Episode 22 Menginap.
23
Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24
Episode 24 Kurungan.
25
Episode 25 Menantang.
26
Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27
Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28
Episode 28 Alvian tau.
29
Episode 29 perlawanan Alea.
30
Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31
Episode 32 Membawanya pergi.
32
Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33
Episode 33 Alea dan Alvian debat
34
Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35
Episode 35 selalu bertengkar.
36
Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37
Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38
Episode 38 Tawaran Alvian.
39
Episode 39 Harus terdepan.
40
Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41
Episode 41 cinta menurut Alvian
42
Episode 42 Kesabaran Alvian.
43
Episode 43 Alea dan Livia perang.
44
Episode 44 Marahnya Alvian.
45
Episode 45 Dugaan hamil
46
Episode 46 Rumah sakit
47
Episode 47 Penculikan.
48
Episode 48 Dalang
49
Episode 49 Penjahat biadap.
50
Episode 50 kontrak pernikahan.
51
Episode 52 Pembalasan.
52
Episode 52 Menyedihkan sekali.
53
Episode 54 Balasan yang setimpal
54
Episode 54 Kehangatan.
55
Episode 55 Datang kembali.
56
Episode 56 Kok salting
57
Episode 57 Hari Pernikahan.
58
Episode 58 Hampir saja.
59
Episode 59 Pertunjukan seru.
60
Episode 60 Sah
61
Episode 61 Kebebesan.
62
Episode 62 Alvian menggoda.
63
Episode 63 Hal baru.
64
Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65
Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66
Episode 66 Waktu untuk berdua.
67
Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68
Episode 68 Malam Kiss
69
Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70
Episode 70 Malam yang terulang.
71
Episode 71 Waktu bersama.
72
Episode 72 Meminta saham.
73
Episode 73 Tidak bisa berkutik
74
Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75
Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76
Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77
Episode 77 Jatuh hati.
78
Episode 78 Pemindahan saham.
79
Episode 79 Penyerangan
80
Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81
Episode 81 Alea mencari Alvian
82
Episode 82 Bertindak cepat.
83
Episode 83 Pengorbanan Alvian
84
Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85
Episode 85 Jebakan Galang.
86
Episode 86 Suami istri.
87
Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88
Episode 89 Apa cemburu.
89
Episode 90 Penyerahan saham.
90
Episode 90 Aku yang pertama.
91
Episode 91 Suami istri yang sweet.
92
Episode 92 Alea khawatir.
93
Episode 93 Kandunglah anakku.
94
Episode 93 Kok Bucin.
95
Episode 95 Kejutan dari Alea.
96
Episode 96 Alea menang lagi.
97
Episode 96 Insiden Alea.
98
Episode 98 berjuang bersama
99
Episode 99 sakit dalam kebucinan
100
Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101
Episode 101. Ketahuan Fisya
102
Episode 102 Apakah Shandra luluh
103
Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104
Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105
Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106
Episode 106 Keadaan berubah.
107
Episode 107 Apa mungkin hamil
108
Episode 108 Kekejaman Monica.
109
Episode 109
110
Episode 110 Alea mulai panik.
111
Episode 110.
112
Episode 111 Ada Alvian
113
Episode 113 Hamil
114
Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115
Episode 116 Darah cinta.
116
Episode 117 Monica di penjara.
117
Episode 118 Akhir.
118
Episode 118 Akhir.
119
Episode 119 Tammat.
120
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!