Episode Jebakan Alvian

"Aku ingin kau akhiri hubunganmu dengannya," jawab Alea.

"Kau iri padanya. Dan itu juga yang membuatmu ingin menabrak kami berdua!" tebal Alvian. Alea menelan salavinya yang mendengar perkataan Alvian.

"Aku sudah mengatakan aku tidak sengaja melakukannya," ucap Alea.

"Tidak sengaja katamu. Aku jelas tau mana ya di sengaja dan mana tidak. Jadi jangan berbohong," ucap Alvian dengan penuh penegasan yang membuat Alea menelan salavinya.

"Sudahlah lupakan hal itu. Aku menemuimu bukan untuk itu," sahut Alea mengalahkan.

"Kalau begitu berarti benar. Jika kau benar-benar iri kepada-nya," tebak Alvian.

"Terserah kau menganggap aku seperti apa dan aku tidak butuh penilaian dari siapapun. Aku hanya ingin Livia merasakan apa yang aku rasakan. Jika Aku menikah dengan laki-laki yang hanya memanfaatkanku, itu sama saja aku orang yang benar-benar bodoh. Dan jika aku membatalkan pernikahanku dengan calon suamiku. Aku akan dikecam dimarahi dihina oleh orang tuaku. Aku tidak ingin semua itu terjadi hanya kepadaku. Yang kembali aku akan dibandingkan dengan Livia yang selalu sempurna. Jika kau juga memutuskan hubunganmu dengan Livia maka fokus mereka akan beralih kepada Livia dan tidak akan kepadaku," jelas Alea dengan singkat memberikan alasannya.

"Jadi itu Neraka yang kau ucapkan," sahut Alvian pelan.

"Kau mengatakan apa?" tanya Alea yang tidak dapat mendengar suara Alvian. Karena Alvian berbicara dengan berkumur-kumur.

"Hmmm. Lalu bagaimana jika aku tidak mau melakukannya. Lagi pula apa peduli ku. Kau dan adikmu yang punya masalah dan hal itu seharusnya aku tidak ikut campur dan tidak peduli sama sekali," sahut Alvian.

"Aku tau, kau tidak akan peduli. Meski kau tahu Livia juga berselingkuh di belakangmu. Karena bagaimana kau bisa peduli sementara kau juga seperti itu," sahut Alea.

"Maksudmu?" tanya Alvian.

"Kau itu cabul. Anak SMA juga jadi," sinis Alea yang semakin membuat Alvian bingung dengan apa yang dikatakan Alea.

"What cabul!" pekik Alvian yang selalu saja mendapatkan panggilan baru dari Alea. Pernah dipanggil pengecut, miskin, sopir, dan sekarang cabul.

"Sudahlah aku tidak ingin membahas maslaah pribadimu, terserah apa yang kau lakukan dan jika kau tidak akhiri hubunganmu dengan Livia. Aku benar-benar akan mengatakan apa yang terjadi waktu itu. Aku juga akan mengatakan jika kau memperkosaku, kau membuatku mabuk sampai hal itu terjadi dan aku juga akan mengatakan jika aku mengandung anakmu," ancam Alea yang mulutnya terus merocos yang membuat Alvian mendengus kasar yang tertawa.

"Apa kau sudah gila, kau bilang aku memperkosamu. Kapan aku melakukannya, kau yang memohon kepadaku!" tegas Alvian yang benar-benar merasa frustasi bertemu dengan Alea tidak mabuk dan sadar Alea sama saja membuatnya bisa gila.

"Tapi kau memanfaatkan situasi dan aku katakan jika aku hamil. Maka orang-orang pasti akan percaya," tegas Alea.

"Hamil katamu, itu juga tidak mungkin, walau aku membuangnya...." Alvian tidak melanjutkan kata-katanya.

"Issss kau itu!" geram Alea "kau benar-benar memanfaatkan ku malam itu dasar," kesal Alea malah geram dengan Alvian. Alvian hanya menyunggingkan senyumnya melihat Alea yang sekarang malah marah kepadanya.

"Kau dengar Alea. Itu hanya terjadi sekali dan tidak mungkin kau hamil, jadi jangan ngaco!" tegas Alvian.

"Orang-orang akan percaya kepadaku. Jika aku mengatakannya," sahut Alea yakin.

"Huhhhhh, aku benar-benar dijebak oleh mu sekarang kau yang benar-benar memanfaatkan," sahut Alvian menghela nafasnya yang sabar-sabar menghadapi Alea.

"Maka semuanya akan selesai jika kau menuruti apa yang aku katakan. Kau hanya cukup mengakhiri hubunganmu dengan Livia sudah. Lalu kita bisa melupakan semuanya dan aku tidak akan menuntut apa-apa lagi," jelas Alea.

"Bukannya kau punya tawaran ke-2. Kau mengatakan butuh uang," sahut Alvian yang mengingat perkataan Alea di telpon. Alea menelan salavinya yang mengingat perkataannya.

"Kau bilang. Jika kita akan melakukannya sekali lagi dan setelah itu aku akan membayar mu," sahut Brian.

Alea menghela nafasnya dengan memejamkan matanya sebentar "Baiklah jika itu yang kau inginkan," sahut Alea yang menerima tantangan dari Alvian.

"Kau yakin melakukannya?" tanya Alvian.

"Iya!" jawab Alea dengan yakin.

Alea tidak punya pilihan lain. Dia hanya bisa melakukan apa yang masih bisa di lakukannya.

"Kau yakin?" tanya Alvian lagi.

"Aku yakin," tegas Alea dengan wajahnya penuh keyakinan.

"Bagaimana jika mengatakannya langsung di depannya," ucap Alvian mengalihkan arah kepalanya ke pintu hotel dan Alea mengikuti arah kepala Alvian. Betapa terkejutnya Alea saat melihat Livia yang memasuki hotel.

"Livia!" lirih Alea dengan jantungnya yang berdebar dengan kencang dan kembali melihat ke arah Alvian yang sekarang menyunggingkan senyumnya kepada Alea.

Alvian bersandar di kepala sofa dengan mengangkat satu kakinya kepahanya dan tangannya yang dilipat didanya yang menikmati ekspresi dari Alea.

"Kau menjebakku?" tanya Alea dengan suara bergetar.

"Aku tidak bisa membiarkan seorang wanita memberi ancaman kepadaku. Tidur denganmu sekali dan harus menikah dengan adikmu. Bukan hal yang harus aku pikirkan dan kau masih punya waktu satu detik untuk pergi. Sebelum kau mendapat masalah yang lebih besar yang tidak akan pernah kau bayangkan," ucap Alvian mengingatkan Alea dan memberi kesempatan Alea melarikan diri.

Alea mengepal tangannya dengan apa yang di lakukan Alvian. Alea seharusnya tau. Jika Alvian bukan pria yang bisa di ajak main-main dan keadaan ini membuat Alea panik.

"Bagaimana ini. Bagaimana jika Livia tau. Jika aku menyuruh Alvian mengakhiri hubungan mereka berdua dan aku bisa mendapatkan masalah dari papa," batin Alea dengan kepanikannya.

"Jika otakmu berjalan, kau bahkan bisa menyelamatkan dirimu sendiri," batin Alvian yang memperhatikan wajah Alea yang ke panik.

Sementara Livia semakin dekat dan mencari-cari Alvian sampai akhirnya Livia melihat Alvian. Namun tidak melihat Alea. Karena Alea membelakangi arah pintu hotel. Livia tersenyum dan menghampiri Alvian.

Kaki dan tubuh Alea bergetar dan Alea ingin berdiri untuk melarikan diri.

"Kak Alea!" Alea memejamkan matanya saat dirinya sudah tidak bisa kabur lagi dan Livia benar-benar bingung kenapa Alea bersama Alvian.

"Kak Alea kok bisa bersama kak Alvian?" tanya Livia dengan wajahnya yang kebingungan.

"Alea hiduplah kembali. Mereka tidak memikirkan perasaanku, kamu tidak punya kehidupan. Jika hanya diam saja. Kamu akan semakin di tindas. Semua sudah di depan matamu dan tidak satupun yang peduli pada perasaan mu. Kamu harus berani Alea. Ini mungkin harus aku lakukan," batin Alea dengan menghela napasnya.

"Kalian tidak sengaja bertemu ya. Oh iya kak Alea tadi kak Galang datang kerumah mencari kakak. Coba kakak telpon kak Galang deh dan bertemu lah dengannya," saran Livia yang masih tersenyum.

Alea sejak tadi hanya diam saja dengan penuh pemikirannya dan sementara Alvian terus memperhatikan Alea apa yang akan dilakukan Alea setelah ini.

Tiba-tiba seorang pegawai hotel lewat.

"Mbak!" panggil Alea membuat pelayan hotel itu langsung berhenti.

"Iya mbak ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan itu.

"Bagaimana pesanan kamar kami. Apa sudah di pesan?" tanya Alea dengan suaranya yang bergetar membuat Livia kaget dan Alvian mendengus kasar mendengar ucapan Alea yang diluar dugaannya.

"Apa sudah memesan sebelumnya?" tanya pelayan tersebut kepada Alea.

"Iya saya sudah memesan sebelumnya," jawab Alea.

Bersambung

Terpopuler

Comments

ani sumarni

ani sumarni

kamu pintar alea suka dengan sikap alea... ttp semangat bt author nya

2023-12-19

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 pulang
2 Episode 2 perjodohan
3 Episode 3 Mengingat malam itu
4 Episode 4 Hampir ketahuan
5 Episode 5 Ternyata ada maksud.
6 Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7 Episode 7 yang terjadi malam itu
8 Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9 Episode 9 Akhir malam itu.
10 Episode 10 Memuji Alea.
11 Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12 Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13 Episode 13 Bertemu kembali.
14 Episode 14
15 Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16 Episode 16 Tamparan.
17 Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18 Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19 Episode Jebakan Alvian
20 Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21 Episode 21. Alea kembali mabuk.
22 Episode 22 Menginap.
23 Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24 Episode 24 Kurungan.
25 Episode 25 Menantang.
26 Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27 Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28 Episode 28 Alvian tau.
29 Episode 29 perlawanan Alea.
30 Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31 Episode 32 Membawanya pergi.
32 Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33 Episode 33 Alea dan Alvian debat
34 Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35 Episode 35 selalu bertengkar.
36 Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37 Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38 Episode 38 Tawaran Alvian.
39 Episode 39 Harus terdepan.
40 Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41 Episode 41 cinta menurut Alvian
42 Episode 42 Kesabaran Alvian.
43 Episode 43 Alea dan Livia perang.
44 Episode 44 Marahnya Alvian.
45 Episode 45 Dugaan hamil
46 Episode 46 Rumah sakit
47 Episode 47 Penculikan.
48 Episode 48 Dalang
49 Episode 49 Penjahat biadap.
50 Episode 50 kontrak pernikahan.
51 Episode 52 Pembalasan.
52 Episode 52 Menyedihkan sekali.
53 Episode 54 Balasan yang setimpal
54 Episode 54 Kehangatan.
55 Episode 55 Datang kembali.
56 Episode 56 Kok salting
57 Episode 57 Hari Pernikahan.
58 Episode 58 Hampir saja.
59 Episode 59 Pertunjukan seru.
60 Episode 60 Sah
61 Episode 61 Kebebesan.
62 Episode 62 Alvian menggoda.
63 Episode 63 Hal baru.
64 Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65 Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66 Episode 66 Waktu untuk berdua.
67 Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68 Episode 68 Malam Kiss
69 Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70 Episode 70 Malam yang terulang.
71 Episode 71 Waktu bersama.
72 Episode 72 Meminta saham.
73 Episode 73 Tidak bisa berkutik
74 Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75 Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76 Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77 Episode 77 Jatuh hati.
78 Episode 78 Pemindahan saham.
79 Episode 79 Penyerangan
80 Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81 Episode 81 Alea mencari Alvian
82 Episode 82 Bertindak cepat.
83 Episode 83 Pengorbanan Alvian
84 Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85 Episode 85 Jebakan Galang.
86 Episode 86 Suami istri.
87 Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88 Episode 89 Apa cemburu.
89 Episode 90 Penyerahan saham.
90 Episode 90 Aku yang pertama.
91 Episode 91 Suami istri yang sweet.
92 Episode 92 Alea khawatir.
93 Episode 93 Kandunglah anakku.
94 Episode 93 Kok Bucin.
95 Episode 95 Kejutan dari Alea.
96 Episode 96 Alea menang lagi.
97 Episode 96 Insiden Alea.
98 Episode 98 berjuang bersama
99 Episode 99 sakit dalam kebucinan
100 Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101 Episode 101. Ketahuan Fisya
102 Episode 102 Apakah Shandra luluh
103 Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104 Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105 Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106 Episode 106 Keadaan berubah.
107 Episode 107 Apa mungkin hamil
108 Episode 108 Kekejaman Monica.
109 Episode 109
110 Episode 110 Alea mulai panik.
111 Episode 110.
112 Episode 111 Ada Alvian
113 Episode 113 Hamil
114 Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115 Episode 116 Darah cinta.
116 Episode 117 Monica di penjara.
117 Episode 118 Akhir.
118 Episode 118 Akhir.
119 Episode 119 Tammat.
120 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Episode 1 pulang
2
Episode 2 perjodohan
3
Episode 3 Mengingat malam itu
4
Episode 4 Hampir ketahuan
5
Episode 5 Ternyata ada maksud.
6
Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7
Episode 7 yang terjadi malam itu
8
Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9
Episode 9 Akhir malam itu.
10
Episode 10 Memuji Alea.
11
Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12
Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13
Episode 13 Bertemu kembali.
14
Episode 14
15
Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16
Episode 16 Tamparan.
17
Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18
Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19
Episode Jebakan Alvian
20
Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21
Episode 21. Alea kembali mabuk.
22
Episode 22 Menginap.
23
Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24
Episode 24 Kurungan.
25
Episode 25 Menantang.
26
Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27
Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28
Episode 28 Alvian tau.
29
Episode 29 perlawanan Alea.
30
Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31
Episode 32 Membawanya pergi.
32
Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33
Episode 33 Alea dan Alvian debat
34
Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35
Episode 35 selalu bertengkar.
36
Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37
Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38
Episode 38 Tawaran Alvian.
39
Episode 39 Harus terdepan.
40
Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41
Episode 41 cinta menurut Alvian
42
Episode 42 Kesabaran Alvian.
43
Episode 43 Alea dan Livia perang.
44
Episode 44 Marahnya Alvian.
45
Episode 45 Dugaan hamil
46
Episode 46 Rumah sakit
47
Episode 47 Penculikan.
48
Episode 48 Dalang
49
Episode 49 Penjahat biadap.
50
Episode 50 kontrak pernikahan.
51
Episode 52 Pembalasan.
52
Episode 52 Menyedihkan sekali.
53
Episode 54 Balasan yang setimpal
54
Episode 54 Kehangatan.
55
Episode 55 Datang kembali.
56
Episode 56 Kok salting
57
Episode 57 Hari Pernikahan.
58
Episode 58 Hampir saja.
59
Episode 59 Pertunjukan seru.
60
Episode 60 Sah
61
Episode 61 Kebebesan.
62
Episode 62 Alvian menggoda.
63
Episode 63 Hal baru.
64
Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65
Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66
Episode 66 Waktu untuk berdua.
67
Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68
Episode 68 Malam Kiss
69
Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70
Episode 70 Malam yang terulang.
71
Episode 71 Waktu bersama.
72
Episode 72 Meminta saham.
73
Episode 73 Tidak bisa berkutik
74
Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75
Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76
Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77
Episode 77 Jatuh hati.
78
Episode 78 Pemindahan saham.
79
Episode 79 Penyerangan
80
Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81
Episode 81 Alea mencari Alvian
82
Episode 82 Bertindak cepat.
83
Episode 83 Pengorbanan Alvian
84
Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85
Episode 85 Jebakan Galang.
86
Episode 86 Suami istri.
87
Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88
Episode 89 Apa cemburu.
89
Episode 90 Penyerahan saham.
90
Episode 90 Aku yang pertama.
91
Episode 91 Suami istri yang sweet.
92
Episode 92 Alea khawatir.
93
Episode 93 Kandunglah anakku.
94
Episode 93 Kok Bucin.
95
Episode 95 Kejutan dari Alea.
96
Episode 96 Alea menang lagi.
97
Episode 96 Insiden Alea.
98
Episode 98 berjuang bersama
99
Episode 99 sakit dalam kebucinan
100
Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101
Episode 101. Ketahuan Fisya
102
Episode 102 Apakah Shandra luluh
103
Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104
Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105
Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106
Episode 106 Keadaan berubah.
107
Episode 107 Apa mungkin hamil
108
Episode 108 Kekejaman Monica.
109
Episode 109
110
Episode 110 Alea mulai panik.
111
Episode 110.
112
Episode 111 Ada Alvian
113
Episode 113 Hamil
114
Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115
Episode 116 Darah cinta.
116
Episode 117 Monica di penjara.
117
Episode 118 Akhir.
118
Episode 118 Akhir.
119
Episode 119 Tammat.
120
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!