Episode 7 yang terjadi malam itu

Flashback.

Alea yang frustasi menghadapi masalah yang di hadapinya. Alea menghilangkan semua kejenuhannya di dalam sebuah Club di Jakarta. Alea duduk di salah satu meja bar dan beberapa kali meneguk vodka yang di minumnya.

Padahal sebagai seorang Dokter ada peraturan sendiri baginya untuk tidak minum. Namun karena isi kepalanya yang begitu banyak masalah yang menjalar kesana kemari membuatnya minum-minum untuk menghilangkan stres.

Bagaimana tidak stress. Dia sudah di pecat dari rumah sakit dan bahkan dalam setahun ke depan Alea tidak akan bisa menjadi seorang Dokter lagi. Semua adalah resiko dari perbuatannya sendiri. Bukan hanya kepercayaan tapi juga Alea kehilangan pekerjaannya. Itu akibat dari apa yang di lakukannya yang membuatnya. Karena kesalahannya memang sangat fatal.

Menurut Alea Club tempat satu-satunya untuk membuatnya tenang. Dengan mendengar suara musik yang kencang membuatnya bisa tenang dan di tambah dengan berkali-kali meneguk Vodka yang membuatnya lupa akan masalahnya dan semakin lama hilang kesadaran.

"Jika kau memang mencintai Naomi. Lalu kenapa tidak mengatakannya dari awal kepadaku. Kenapa membuatku menunggu Brian, aku harus berjuang tidak pasti dan lihat aku melakukan semua hal nekat ini dan sekarang aku menderita,"

"Brian selama ini aku pikir kamu akan menjadi laki-laki yang mengakhiri semua penderitaan ku. Tapi ternyata tidak. Aku lari dari rumah dan mengejar impianku menjadi seorang Dokter dan kenyataannya apa aku mendapatkan masalah besar dan sekarang orang-orang papa sedang mencariku dan menyuruhku pulang.

"Seharusnya kamu menyelamatkan ku Brian dari kehidupanku yang penuh dengan Neraka. Tapi ternyata tidak, kamu membiarkanku seperti ini dan sekarang aku akan semakin menderita dan tidak akan punya tempat lagi untuk bisa bahagia,"

Alea berbicara sendiri dengan semua keluhannya yang terjadi di dalam hidupnya. Sangat sial nasibnya dia tidak mempunyai banyak teman untuk bercerita dan Alea berusaha untuk mengubah kehidupannya menjadi yang lebih baik dan bisa menemukan cinta sejatinya yang Alea pikir cinta sejatinya adalah Brian.

Ternyata pria yang dikejarnya dan diperjuangkannya malah membuatnya semakin terpuruk. Membuatnya memiliki ambisi kuat dan salah jalan yang melenyapkan nyawa orang lain dengan kecerobohannya dan akhirnya membuatnya kehilangan pekerjaannya dan profesi Dokternya yang tidak ada gunanya.

Sekarang Alea juga mendapatkan perintah untuk kembali pulang ke rumahnya dan kehidupan di rumahnya jauh lebih buruk daripada kehidupan yang dialaminya karena kehidupan di rumahnya seperti Neraka yang bertahun-tahun di jalaninya.

Sembari protes dengan keadaannya Alea terus minum yang menghilangkan kesadaran yang membuat kepalanya mulai sakit.

Sementara di meja ruangan lain di Club yang sama. Namun di ruang VVIP. Ada meeting dengan pembahasan bisnis 2 orang yang sedang duduk saling berhadapan dan ada seorang pria yang berdiri di antara pria dan wanita itu yang sepertinya pria itu adalah pengawal salah satu dari orang tersebut.

"Bagaimana tuan Alvian tawaran yang saya berikan bukannya sangat menguntungkan bagi Perusahaan tuan?" tanya wanita yang berambut pendek itu dengan pakaiannya yang sedikit terbuka.

"Saya bisa memikirkannya nanti. Nona Jessie terlalu terburu-buru mengajak saya untuk bertemu. Jadi saya tidak mempersiapkan apa-apa," jawab Alvian santai.

"Maaf tuan Alvian, saya tidak tau. Jika tuan Alvian baru kembali pulang dari Luar Negri," sahut Jessi.

"Its, oke tidak masalah," sahut Alvian.

Tiba-tiba di tengah pembicaraan itu Alvian memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa berat. Alvian juga merasa aneh pada tubuhnya dan tidak tau apa yang terjadi. Namun wanita di depannya yang memperhatikan gerak-gerik Alvian menyunggingkan senyumnya yang seperti ada sesuatu.

"Obat itu sepertinya sudah bereaksi dan ini kesempatan yang terbaik untukku," batin Jessie yang seperti memasukkan sesuatu kedalam minuman Alvian.

"Tuan Alvian baik-baik saja?" tanya Jessi.

"Iya saya baik-baik saja," jawab Alvian dengan tersenyum datar.

"Hmmm, saya mau ke toilet sebentar," ucap Alvian yang berdiri dari tempat duduknya.

"Biar saya bantu!" sahut Jessie ketika melihat Alvian kesulitan.

"Tidak usah! saya bisa sendiri," jawab Alvian yang langsung pergi.

"Kamu ikuti dia dan begitu kesadarannya mulai hilang kamu bawa langsung ke Apartemen saya dan jangan sampai dia pergi!" titah Jessi pada pria yang sejak tadi ada di sana yang ternyata pria itu adalah pengawalnya.

"Baik Nona," sahut pria itu yang langsung pergi.

"Kamu akan jadi milikku setelah ini Alvian," batin Jessi dengan menyunggingkan senyumnya yang merasa sangat puas dan bahagia.

*********

Alvian keluar dari ruangan itu dan berjalan di koridor yang melewati pintu pintu kamar yang memang disediakan penginapan di dalam Club terbesar di Jakarta tersebut. Alvian semakin merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya dan Alvian terus memijat kepalanya yang sangat berat.

"Sial apa yang di masukkannya kedalam minuman ku," umpat Alvian yang ternyata tidak bodoh dan tahu jika dia mengalami hal seperti ini tiba-tiba karena ada sesuatu yang dicampurkan ke dalam minumannya.

Alvin juga merasa ada yang mengikutinya dan Alvian melihat dengan ekor matanya yang mengetahui ternyata dia diikuti oleh pengawal dari klien yang barusan ditemuinya.

"Untuk apa dia mengikutiku, apa lagi yang di inginkannya," umpat Alvian yang menyadari hal itu.

Alvian bukanlah pria yang bodoh, dia tau dirinya di ikuti. Namun Alvian berhasil melarikan diri dari pria tersebut dengan Alvian yang mengalihkan pandangan pria tersebut. Alvian sengaja memasuki toilet dengan cepat-cepat Namun ternyata Alvian bersembunyi di balik pintu dan pengawal dari Jessi memasuki toilet dan tidak melihat Alvian sama sekali.

Alvian menggunakan kesempatan langsung keluar dari toilet. Alvian berhasil mengecoh pria tersebut dan Alvian berhasil lolos dari pria itu. Alvian menuruni anak tangga yang ingin cepat-cepat keluar dari Club tersebut.

Alvian harus melewati dasar Club. Di mana banyak orang-orang yang menari-nari dengan musik DJ yang terdengar begitu kencang. Bau alkohol yang menyengat yang pasti setiap orang datang ke dalam Club untuk menghilangkan penat di pikirannya sembari minum Vodka. Belum lagi asap rokok yang berada di ruangan tersebut.

Alvian harus melewati orang-orang yang menari-nari dengan kesenangan mereka masing-masing. Sampai akhirnya Alvian melewati meja bar yang ada Alea di sana dan Alea yang masih memegang minumannya berdiri dan bertabrakan dengan Avian yang membuat minuman yang di pegangnya tumpah sendiri ke bajunya.

"Oh my God," geram Alea dengan melihat bajunya yang basah terkena alkohol.

"Kau!" tunjuk Alea yang sudah semakin kehilangan kesadaran menunjuk Alvian. Alvian mengkerutkan dahinya.

"Makanya kalau berjalan, jangan sembari minum. Lihat apa yang terjadi minum itu tumpah semua ke bajuku dan itu karena kecerobohanmu," Alea marah-marah dengan Alvian yang menyalahkan Alvian padahal dia yang memegang gelas yang berisi alkohol. Tapi malah Alvian yang disalahkan dan Alvian hanya geleng-geleng melihat wanita yang sedikit kehilangan kesadarannya itu.

"Kau harus bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan. Lihat perbuatan mu!" tegas Alea dengan menunjuk dada Alvian dengan jarinya.

"Aku bisa gila menghadapi wanita ini. Aku tidak punya waktu. Jika aku meladeni orang mabuk sama saja aku yang gila," batin Alvian yang merasa percuma. Jika harus meladeni Alea.

Alvian tidak merespon sama sekali dengan apa yang dikatakan Alea dan Alvian memilih untuk pergi dari hadapan Alea.

Bersambung.

Episodes
1 Episode 1 pulang
2 Episode 2 perjodohan
3 Episode 3 Mengingat malam itu
4 Episode 4 Hampir ketahuan
5 Episode 5 Ternyata ada maksud.
6 Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7 Episode 7 yang terjadi malam itu
8 Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9 Episode 9 Akhir malam itu.
10 Episode 10 Memuji Alea.
11 Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12 Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13 Episode 13 Bertemu kembali.
14 Episode 14
15 Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16 Episode 16 Tamparan.
17 Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18 Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19 Episode Jebakan Alvian
20 Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21 Episode 21. Alea kembali mabuk.
22 Episode 22 Menginap.
23 Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24 Episode 24 Kurungan.
25 Episode 25 Menantang.
26 Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27 Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28 Episode 28 Alvian tau.
29 Episode 29 perlawanan Alea.
30 Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31 Episode 32 Membawanya pergi.
32 Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33 Episode 33 Alea dan Alvian debat
34 Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35 Episode 35 selalu bertengkar.
36 Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37 Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38 Episode 38 Tawaran Alvian.
39 Episode 39 Harus terdepan.
40 Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41 Episode 41 cinta menurut Alvian
42 Episode 42 Kesabaran Alvian.
43 Episode 43 Alea dan Livia perang.
44 Episode 44 Marahnya Alvian.
45 Episode 45 Dugaan hamil
46 Episode 46 Rumah sakit
47 Episode 47 Penculikan.
48 Episode 48 Dalang
49 Episode 49 Penjahat biadap.
50 Episode 50 kontrak pernikahan.
51 Episode 52 Pembalasan.
52 Episode 52 Menyedihkan sekali.
53 Episode 54 Balasan yang setimpal
54 Episode 54 Kehangatan.
55 Episode 55 Datang kembali.
56 Episode 56 Kok salting
57 Episode 57 Hari Pernikahan.
58 Episode 58 Hampir saja.
59 Episode 59 Pertunjukan seru.
60 Episode 60 Sah
61 Episode 61 Kebebesan.
62 Episode 62 Alvian menggoda.
63 Episode 63 Hal baru.
64 Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65 Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66 Episode 66 Waktu untuk berdua.
67 Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68 Episode 68 Malam Kiss
69 Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70 Episode 70 Malam yang terulang.
71 Episode 71 Waktu bersama.
72 Episode 72 Meminta saham.
73 Episode 73 Tidak bisa berkutik
74 Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75 Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76 Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77 Episode 77 Jatuh hati.
78 Episode 78 Pemindahan saham.
79 Episode 79 Penyerangan
80 Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81 Episode 81 Alea mencari Alvian
82 Episode 82 Bertindak cepat.
83 Episode 83 Pengorbanan Alvian
84 Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85 Episode 85 Jebakan Galang.
86 Episode 86 Suami istri.
87 Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88 Episode 89 Apa cemburu.
89 Episode 90 Penyerahan saham.
90 Episode 90 Aku yang pertama.
91 Episode 91 Suami istri yang sweet.
92 Episode 92 Alea khawatir.
93 Episode 93 Kandunglah anakku.
94 Episode 93 Kok Bucin.
95 Episode 95 Kejutan dari Alea.
96 Episode 96 Alea menang lagi.
97 Episode 96 Insiden Alea.
98 Episode 98 berjuang bersama
99 Episode 99 sakit dalam kebucinan
100 Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101 Episode 101. Ketahuan Fisya
102 Episode 102 Apakah Shandra luluh
103 Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104 Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105 Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106 Episode 106 Keadaan berubah.
107 Episode 107 Apa mungkin hamil
108 Episode 108 Kekejaman Monica.
109 Episode 109
110 Episode 110 Alea mulai panik.
111 Episode 110.
112 Episode 111 Ada Alvian
113 Episode 113 Hamil
114 Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115 Episode 116 Darah cinta.
116 Episode 117 Monica di penjara.
117 Episode 118 Akhir.
118 Episode 118 Akhir.
119 Episode 119 Tammat.
120 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Episode 1 pulang
2
Episode 2 perjodohan
3
Episode 3 Mengingat malam itu
4
Episode 4 Hampir ketahuan
5
Episode 5 Ternyata ada maksud.
6
Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7
Episode 7 yang terjadi malam itu
8
Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9
Episode 9 Akhir malam itu.
10
Episode 10 Memuji Alea.
11
Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12
Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13
Episode 13 Bertemu kembali.
14
Episode 14
15
Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16
Episode 16 Tamparan.
17
Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18
Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19
Episode Jebakan Alvian
20
Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21
Episode 21. Alea kembali mabuk.
22
Episode 22 Menginap.
23
Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24
Episode 24 Kurungan.
25
Episode 25 Menantang.
26
Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27
Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28
Episode 28 Alvian tau.
29
Episode 29 perlawanan Alea.
30
Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31
Episode 32 Membawanya pergi.
32
Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33
Episode 33 Alea dan Alvian debat
34
Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35
Episode 35 selalu bertengkar.
36
Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37
Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38
Episode 38 Tawaran Alvian.
39
Episode 39 Harus terdepan.
40
Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41
Episode 41 cinta menurut Alvian
42
Episode 42 Kesabaran Alvian.
43
Episode 43 Alea dan Livia perang.
44
Episode 44 Marahnya Alvian.
45
Episode 45 Dugaan hamil
46
Episode 46 Rumah sakit
47
Episode 47 Penculikan.
48
Episode 48 Dalang
49
Episode 49 Penjahat biadap.
50
Episode 50 kontrak pernikahan.
51
Episode 52 Pembalasan.
52
Episode 52 Menyedihkan sekali.
53
Episode 54 Balasan yang setimpal
54
Episode 54 Kehangatan.
55
Episode 55 Datang kembali.
56
Episode 56 Kok salting
57
Episode 57 Hari Pernikahan.
58
Episode 58 Hampir saja.
59
Episode 59 Pertunjukan seru.
60
Episode 60 Sah
61
Episode 61 Kebebesan.
62
Episode 62 Alvian menggoda.
63
Episode 63 Hal baru.
64
Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65
Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66
Episode 66 Waktu untuk berdua.
67
Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68
Episode 68 Malam Kiss
69
Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70
Episode 70 Malam yang terulang.
71
Episode 71 Waktu bersama.
72
Episode 72 Meminta saham.
73
Episode 73 Tidak bisa berkutik
74
Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75
Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76
Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77
Episode 77 Jatuh hati.
78
Episode 78 Pemindahan saham.
79
Episode 79 Penyerangan
80
Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81
Episode 81 Alea mencari Alvian
82
Episode 82 Bertindak cepat.
83
Episode 83 Pengorbanan Alvian
84
Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85
Episode 85 Jebakan Galang.
86
Episode 86 Suami istri.
87
Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88
Episode 89 Apa cemburu.
89
Episode 90 Penyerahan saham.
90
Episode 90 Aku yang pertama.
91
Episode 91 Suami istri yang sweet.
92
Episode 92 Alea khawatir.
93
Episode 93 Kandunglah anakku.
94
Episode 93 Kok Bucin.
95
Episode 95 Kejutan dari Alea.
96
Episode 96 Alea menang lagi.
97
Episode 96 Insiden Alea.
98
Episode 98 berjuang bersama
99
Episode 99 sakit dalam kebucinan
100
Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101
Episode 101. Ketahuan Fisya
102
Episode 102 Apakah Shandra luluh
103
Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104
Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105
Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106
Episode 106 Keadaan berubah.
107
Episode 107 Apa mungkin hamil
108
Episode 108 Kekejaman Monica.
109
Episode 109
110
Episode 110 Alea mulai panik.
111
Episode 110.
112
Episode 111 Ada Alvian
113
Episode 113 Hamil
114
Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115
Episode 116 Darah cinta.
116
Episode 117 Monica di penjara.
117
Episode 118 Akhir.
118
Episode 118 Akhir.
119
Episode 119 Tammat.
120
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!