Episode 14

"Lepas kak Galang. Jangan seperti ini kak Galang. Nanti ada yang melihat kita. Hubungan apa yang ada. Tidak ada hubungan apa-apa kak Galang. Kakak akan menikah sebentar lagi dengan kak Alea," ucap Livia yang menggerakkan badannya untuk melepaskan pelukannya dari Galang sampai akhirnya Galang melepasnya dan menghadap Livia dengan memegang kedua tangan Livia.

"Livia kamu tau aku tidak mencintai Alea. Dan kamu juga harus tau aku menikah dengan Alea itu supaya aku bisa lebih dekat dengan kamu. Hubungan kita yang semakin erat dan itu alasannya pernikahan itu. Aku ingin setiap waktu memantau kamu, bersama kamu dan makanya aku menerima pernikahan itu dengan Alea. Supaya aku bersama kamu dan bukan karena aku mencintai Alea," ucap Galang.

Deg.

Jantung Alea mau copot mendengar perkataan dari Galang yang sangat tidak diduganya yang ternyata selama ini Galang dan Livia mempunyai hubungan di belakangnya dan alasan Galang menikahinya telah di jelaskannya.

"Kamu tau aku sangat mencintaimu dan kamu tahu Livia sejak dulu aku mencintaimu dan bukan Alea. Aku tidak punya perasaan apapun kepada Alea sedikitpun tidak ada perasaan kepada Alea dan aku dekat dengan Alea sejak dulu itu karena hanya ingin dekat dengan kamu dan aku sudah mengatakan itu padamu Livia," tegas Galang.

"Sangat di sayangkan Livia. Jika orang tuamu malah menjodohkan ku dengan Alea dan itu hal yang tersial yang pernah terjadi dalam hidupku dan seharusnya orang tuamu menjodohkan kita berdua dan bukan aku bersama Alea," lanjut Galang yang sungguh mengejutkan Alea dengan rasa sakit yang di dapatkan Alea.

"Aku dan Alea kan menikah. Hal itu tidak akan pernah mengubah apapun. Hal itu tidak akan mengubah perasaanku kepada kamu dan aku menerima pernikahan itu karena aku dan kamu akan tinggal serumah dan kamu tahu Livia Bagaimana perasaanku kepadamu," lanjut Galang.

"Tapi aku juga akan menikah," sahut Livia.

"Aku tidak peduli, kamu mau menikah dengan siapa yang penting aku masih bisa mengawasimu dan bisa bersamamu," sahut Galang yang egois yang ternyata menikahi Alea hanya untuk bisa bersama Livia.

Mendengar hal itu membuat Alea mendengus kasar. Matanya berkaca-kaca namun terlihat tersenyum getir saat mendengar dua orang yang ternyata lebih menjijikkan dari apa yang dibayangkannya.

"Dia bahkan mengadu pada mama. Karena Om Ramon memujiku dan sangat takut. Jika calon suaminya berpaling. Tapi apa? dia justru melakukan hal yang lebih rendah. Kamu begitu menjadi orang yang paling semangat melihatku menikah dengan Galang dan ternyata apa kamu mendukungku menikah dengan Galang juga hanya untuk kepentinganmu sendiri. Aku tidak menduga Livia jika kau ternyata jauh lebih egois lebih naif. Kau menginginkan keduanya," batin Alea yang geleng-geleng kepala melihat Livia dan Galang yang sekarang mereka malah berpelukan.

"Aku mencintaimu Livia dan biarkan perasaan ini terus bersamaku dengan caraku sendiri," ucap Galang memeluk Livia begitu erat dan Livia hanya diam saja seperti merasa tidak berdosa sama sekali dengan calon suami kakaknya itu.

"Galang kau ingin menikah denganku hanya untuk rencanamu dan bukan karena mencintaiku. Kalian berdua orang yang sangat lugu dan polos. Tapi ternyata hati kalian berdua sangat busuk," batin Alea yang meneteskan air matanya dan langsung meninggalkan tempat tersebut dengan rasa sakit hatinya yang tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata.

*********

Alea kembali terluka dengan apa yang barusan di dengarnya sangat tidak pernah diduganya jika adiknya yang menurutnya menjadi orang satunya yang sangat mendukungnya selama ini justru menusuknya dari belakang.

Dengan langkahnya yang tidak semangat Alea berjalan di pinggir pantai dengan tangannya yang menggandeng paper bag kecil yang berisi kotak hadiah untuk Galang yang tidak sempat diberikannya.

Alea membuang beberapa kali nafasnya perlahan ke depan dengan wajah murungnya dan air matanya yang beberapa kali menetes sembari tangannya yang menyibak rambutnya ke belakang dengan frustasinya Alea dengan apa yang terjadi kepadanya.

"Yang satu menyuruh pulang untuk menyelamatkan bisnis istrinya, dan yang satu menyuruh menikah untuk kepentingannya, yang satu mendukung karena ada maksud dan tujuannya, dan satu menerima pernikahan karena hanya ingin lebih dekat dengan orang yang dicintainya dan aku harus menjadi korban atas keegoisan kalian semua," ucap Alea yang sangat terisak melihat nasibnya yang diperlakukan sangat tidak adil.

"Apa papa tidak bisa memberikan aku pilihan untuk menikah dengan yang aku mau. Baik pah. Papa boleh menjodohkan ku. Tapi apa boleh jika papa menjodohkan ku tanpa embel-embel untuk menyelamatkan perusahaan istri papa. Apa boleh papa menjodohkan ku paling tidak untuk alasan demi kebaikan dan masa depanku dan bukan karena istri papa,"

"Dan mama, apa bisa tidak memanfaatkan ku untuk kepentinganmu. Kenapa harus aku yang selalu saja kalian manfaatkan,"

"Livia. Aku juga tau dari dulu. Jika Galang menyukaimu. Jadi jika kau punya perasaan kepadanya. Kau tidak perlu pura-pura polos dan seolah meyakinkan ku untuk menikah dengannya. Kau seharusnya bilang sama mama dan papa. Jika kau ingin menikah dengannya. Kau tidak seharusnya egois yang kau juga akan menikah dengan orang lain. Tetapi kau masih bisa bisanya diam saat laki-laki akan menikahi kakak mu mempunyai rencana lain,"

"Kau jauh lebih munafik Livia, aku tidak menduga jika selama ini senyummu, kata-kata manis yang menyimpan maksud bahkan kau jauh lebih busuk dari ibu yang melahirkan mu,"

Alea hanya bisa mengumpat sendiri dengan apa yang dirasakannya yang kembali tidak mendapatkan keadilan dan mungkin ini yang paling tersakit dalam kehidupan Alea.

"Kalian semua benar-benar sangat jahat. Bagaimana mungkin aku akan menikah dengan Galang, sementara aku tahu tujuan Galang menikah denganku untuk apa dan apa aku harus mengganguk, menurut dan pura-pura tidak tahu apa-apa dengan semua yang kalian lakukan kepadaku," ucap Alea.

"Argggghhh!" teriak Alea dengan sekencang-kencangnya dan juga membuangkan jam tangan yang sejak tadi dipegangnya.

Alea benar-benar merasa hancur sakit hati dan tidak bisa digambarkan dengan apapun dengan apa yang telah dihadapinya. Penghiyanatan dan penusukan yang di dapatkannya dari adiknya.

***********

Shandra dan Ramon berkunjung ke rumah Adara dan arhan dengan membicarakan masalah pernikahan Alvian dan juga Livia.

"Kenapa tiba-tiba ingin menikahkan Alvian dengan Putri dari tuan Sandres?" tanya Adara.

"Semakin baik bukannya semakin cepat Adara," sahut Sundara.

"Lalu apa Alvian setuju dengan semua ini?" tanya Adara.

"Sampai saat ini Alvian belum ada mengeluh atau menolak sama sekali yang itu artinya Alvian setuju setuju saja jika menikahi putri dari tuan Sandres," jawab Shandra.

"Tapi Alvian juga tidak ada membicarakan hal ini kepada kami. Dia hanya mengatakan jika kalian mengajaknya makan malam bersama keluarga tuan Sanders dan Alvian tidak ada mengatakan atau membicarakan proses berlanjutnya dari pertemuan itu," sahut Arhan.

"Kami juga tidak  terlalu terburu-buru Arhan. Semuanya di serahkan kepada Alvian dan hal ini juga dinamakan bukan perjodohan Tetapi hanya mempersatukan mereka saja bukannya mereka juga dari dulu sudah mengenal dan tidak ada paksaan dalam hal ini," sahut Ramon.

"Sebaiknya kita serahkan semuanya kepada Alvian. Alvian juga berhak memilih pasangan untuk hidupnya yang terbaik untuk dirinya," sahut Adara.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Bivendra

Bivendra

perdebatan orang tua dmulai
jika hrus memililh pasti alvian ttp memilih adara n arhan yg melahirkan dan merawat, wlopun darah adara hny secuil dtubuh alvian
jgn lp itu sandra jgn bnyk nuntut

2023-12-09

2

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 pulang
2 Episode 2 perjodohan
3 Episode 3 Mengingat malam itu
4 Episode 4 Hampir ketahuan
5 Episode 5 Ternyata ada maksud.
6 Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7 Episode 7 yang terjadi malam itu
8 Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9 Episode 9 Akhir malam itu.
10 Episode 10 Memuji Alea.
11 Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12 Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13 Episode 13 Bertemu kembali.
14 Episode 14
15 Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16 Episode 16 Tamparan.
17 Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18 Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19 Episode Jebakan Alvian
20 Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21 Episode 21. Alea kembali mabuk.
22 Episode 22 Menginap.
23 Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24 Episode 24 Kurungan.
25 Episode 25 Menantang.
26 Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27 Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28 Episode 28 Alvian tau.
29 Episode 29 perlawanan Alea.
30 Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31 Episode 32 Membawanya pergi.
32 Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33 Episode 33 Alea dan Alvian debat
34 Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35 Episode 35 selalu bertengkar.
36 Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37 Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38 Episode 38 Tawaran Alvian.
39 Episode 39 Harus terdepan.
40 Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41 Episode 41 cinta menurut Alvian
42 Episode 42 Kesabaran Alvian.
43 Episode 43 Alea dan Livia perang.
44 Episode 44 Marahnya Alvian.
45 Episode 45 Dugaan hamil
46 Episode 46 Rumah sakit
47 Episode 47 Penculikan.
48 Episode 48 Dalang
49 Episode 49 Penjahat biadap.
50 Episode 50 kontrak pernikahan.
51 Episode 52 Pembalasan.
52 Episode 52 Menyedihkan sekali.
53 Episode 54 Balasan yang setimpal
54 Episode 54 Kehangatan.
55 Episode 55 Datang kembali.
56 Episode 56 Kok salting
57 Episode 57 Hari Pernikahan.
58 Episode 58 Hampir saja.
59 Episode 59 Pertunjukan seru.
60 Episode 60 Sah
61 Episode 61 Kebebesan.
62 Episode 62 Alvian menggoda.
63 Episode 63 Hal baru.
64 Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65 Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66 Episode 66 Waktu untuk berdua.
67 Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68 Episode 68 Malam Kiss
69 Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70 Episode 70 Malam yang terulang.
71 Episode 71 Waktu bersama.
72 Episode 72 Meminta saham.
73 Episode 73 Tidak bisa berkutik
74 Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75 Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76 Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77 Episode 77 Jatuh hati.
78 Episode 78 Pemindahan saham.
79 Episode 79 Penyerangan
80 Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81 Episode 81 Alea mencari Alvian
82 Episode 82 Bertindak cepat.
83 Episode 83 Pengorbanan Alvian
84 Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85 Episode 85 Jebakan Galang.
86 Episode 86 Suami istri.
87 Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88 Episode 89 Apa cemburu.
89 Episode 90 Penyerahan saham.
90 Episode 90 Aku yang pertama.
91 Episode 91 Suami istri yang sweet.
92 Episode 92 Alea khawatir.
93 Episode 93 Kandunglah anakku.
94 Episode 93 Kok Bucin.
95 Episode 95 Kejutan dari Alea.
96 Episode 96 Alea menang lagi.
97 Episode 96 Insiden Alea.
98 Episode 98 berjuang bersama
99 Episode 99 sakit dalam kebucinan
100 Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101 Episode 101. Ketahuan Fisya
102 Episode 102 Apakah Shandra luluh
103 Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104 Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105 Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106 Episode 106 Keadaan berubah.
107 Episode 107 Apa mungkin hamil
108 Episode 108 Kekejaman Monica.
109 Episode 109
110 Episode 110 Alea mulai panik.
111 Episode 110.
112 Episode 111 Ada Alvian
113 Episode 113 Hamil
114 Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115 Episode 116 Darah cinta.
116 Episode 117 Monica di penjara.
117 Episode 118 Akhir.
118 Episode 118 Akhir.
119 Episode 119 Tammat.
120 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Episode 1 pulang
2
Episode 2 perjodohan
3
Episode 3 Mengingat malam itu
4
Episode 4 Hampir ketahuan
5
Episode 5 Ternyata ada maksud.
6
Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7
Episode 7 yang terjadi malam itu
8
Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9
Episode 9 Akhir malam itu.
10
Episode 10 Memuji Alea.
11
Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12
Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13
Episode 13 Bertemu kembali.
14
Episode 14
15
Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16
Episode 16 Tamparan.
17
Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18
Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19
Episode Jebakan Alvian
20
Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21
Episode 21. Alea kembali mabuk.
22
Episode 22 Menginap.
23
Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24
Episode 24 Kurungan.
25
Episode 25 Menantang.
26
Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27
Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28
Episode 28 Alvian tau.
29
Episode 29 perlawanan Alea.
30
Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31
Episode 32 Membawanya pergi.
32
Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33
Episode 33 Alea dan Alvian debat
34
Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35
Episode 35 selalu bertengkar.
36
Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37
Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38
Episode 38 Tawaran Alvian.
39
Episode 39 Harus terdepan.
40
Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41
Episode 41 cinta menurut Alvian
42
Episode 42 Kesabaran Alvian.
43
Episode 43 Alea dan Livia perang.
44
Episode 44 Marahnya Alvian.
45
Episode 45 Dugaan hamil
46
Episode 46 Rumah sakit
47
Episode 47 Penculikan.
48
Episode 48 Dalang
49
Episode 49 Penjahat biadap.
50
Episode 50 kontrak pernikahan.
51
Episode 52 Pembalasan.
52
Episode 52 Menyedihkan sekali.
53
Episode 54 Balasan yang setimpal
54
Episode 54 Kehangatan.
55
Episode 55 Datang kembali.
56
Episode 56 Kok salting
57
Episode 57 Hari Pernikahan.
58
Episode 58 Hampir saja.
59
Episode 59 Pertunjukan seru.
60
Episode 60 Sah
61
Episode 61 Kebebesan.
62
Episode 62 Alvian menggoda.
63
Episode 63 Hal baru.
64
Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65
Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66
Episode 66 Waktu untuk berdua.
67
Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68
Episode 68 Malam Kiss
69
Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70
Episode 70 Malam yang terulang.
71
Episode 71 Waktu bersama.
72
Episode 72 Meminta saham.
73
Episode 73 Tidak bisa berkutik
74
Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75
Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76
Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77
Episode 77 Jatuh hati.
78
Episode 78 Pemindahan saham.
79
Episode 79 Penyerangan
80
Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81
Episode 81 Alea mencari Alvian
82
Episode 82 Bertindak cepat.
83
Episode 83 Pengorbanan Alvian
84
Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85
Episode 85 Jebakan Galang.
86
Episode 86 Suami istri.
87
Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88
Episode 89 Apa cemburu.
89
Episode 90 Penyerahan saham.
90
Episode 90 Aku yang pertama.
91
Episode 91 Suami istri yang sweet.
92
Episode 92 Alea khawatir.
93
Episode 93 Kandunglah anakku.
94
Episode 93 Kok Bucin.
95
Episode 95 Kejutan dari Alea.
96
Episode 96 Alea menang lagi.
97
Episode 96 Insiden Alea.
98
Episode 98 berjuang bersama
99
Episode 99 sakit dalam kebucinan
100
Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101
Episode 101. Ketahuan Fisya
102
Episode 102 Apakah Shandra luluh
103
Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104
Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105
Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106
Episode 106 Keadaan berubah.
107
Episode 107 Apa mungkin hamil
108
Episode 108 Kekejaman Monica.
109
Episode 109
110
Episode 110 Alea mulai panik.
111
Episode 110.
112
Episode 111 Ada Alvian
113
Episode 113 Hamil
114
Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115
Episode 116 Darah cinta.
116
Episode 117 Monica di penjara.
117
Episode 118 Akhir.
118
Episode 118 Akhir.
119
Episode 119 Tammat.
120
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!