Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian

"Tapi Livia itu anak baik Adara. Keluarganya juga sudah tidak di ragukan lagi dan dia sendiri juga Sanga baik, pendidikan, karir semuanya sangat baik. Hal ini sangat cocok untuk Brian," sahut Shandra yang mempromosikan Livia kepada Arhan dan Adara.

Arhan dan Adara memang belum pernah bertemu dengan Livia dan memang tidak tahu apa-apa dengan wanita yang sejak tadi mereka bicarakan.

"Iya mbak Shandra. Tapi tetap saya lebih setuju. Jika Alvian memelih pasangan sendiri dan jika memang dia menginginkan Livia untuk menjadi istrinya. Hal itu juga bukan masalah bagi kami berdua. Tapi tetap itu berdasarkan pilihan Alvian dan jika dia suka tidak masalah. Jika ingin di jodohkan," sahut Adara.

"Itu pasti Adara. Kita juga tidak memaksa. Tapi yakin Alvian akan suka," sahut Shandra dengan percaya diri.

Adara dan Arhan memang setuju jika masalah urusan percintaan Alvian harus dicampuri. Mungkin Shandra dan Ramon punya kriteria menantu sendiri untuk putra mereka. Tetapi Adara dan Arhan justru menyerahkan semua kepada Alfian seperti apa yang diinginkan Alvian untuk menjadi istrinya.

*******

Setelah luapkan semua emosinya Alea di pantai dan tidak tahu apa Alea sudah tenang atau belum yang penting Alea sudah mengutarakan semua yang di pendamnya kepada lautan alam semesta yang bisa mendengarnya.

Setelah semua itu akhirnya Alea kembali pulang kerumahnya. Mobil Alea berhenti di depan rumah dan kebetulan sekali ada Alvian dan Livia yang berdiri tidak jauh dari mobilnya .

Dari jarak 12 meter Alvian dan Livia berdiri berhadapan dengan Alvian yang memberikan Livia paper bag dan tidak tau apa isinya. Namun hal itu membuat Livia tersenyum yang sangat bahagia tanpa merasa berdosa sama sekali.

Alea yang masih berada di dalam mobilnya yang duduk di kursi pengemudi melihat kedua pasangan itu. Alea mendengus dengan kasar saat melihat senyum Livia. Dia merasa adik tirinya itu begitu sangat munafik.

Setelah tadi bermesraan dengan calon suaminya dan bahkan menerima semua yang dikatakan calon suaminya yang menikah dengan Alea hanya untuk dekat dengannya dan sekarang Livia dengan tanpa wajah yang tidak berdosa tersenyum seakan tulus kepada Alvian.

"Aku pikir kau itu wanita polos Livia. Tapi tidak, kau justru lebih munafik, sangat naif dengan selama ini yang aku kenal. Aku tidak percaya Livia kau benar-benar menjadi wanita yang sangat murahan, egois," umpat Alea yang mengepal tangannya.

Dari sorot mata Alea begitu tajam dan sangat membenci Livia yang telah mengkhianatinya di belakangnya.

"Aku pikir kau menjadi satu-satunya wanita yang mendukung setiap apa yang aku lakukan. Tapi tidak kau itu wanita yang pintar bersandiwara dan kepolosanmu yang kau gunakan untuk semua kebusukan hatimu. Apa kau sadar Livia, jika kau itu wanita yang paling busuk yang pernah aku temui," umpatnya dengan merapatkan giginya.

Entah apa yang dipikiran Alea jiwanya dipenuhi dengan rasa marah dan juga dendam yang membara sehingga tangannya menarik gas mobil dan menyetir dengan kencang. Alvian dan Livia yang saling berhadapan mendapatkan cahaya lampu dari mobil Alea dan kaget melihat mobil yang melaju kencang menghampiri mereka yang seolah menabrak mereka.

Melihat hal itu langsung membuat Alvian kaget dan menarik Livia ke pinggir sehingga mobil Alea tidak jadi menabrak mereka. Alea merem mobilnya mendadak dan membuat kepalanya terbentur ke stir mobil.

"Kau gila Alea!" lirihnya dengan napasnya yang naik turun yang tidak menyangka dia bisa melakukan hal itu.

Alea yang di rumah sangat berbeda dengan Alea yang di luaran. Mungkin jika Alea yang di luaran dia akan melakukan hal itu. Tetapi dia lupa jika dia adalah Alea yang penurut dan selalu mengangguk dan tidak percaya. Jika nekat melakukan hal itu.

Alea mengatur napasnya yang naik turun dan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Melihat dari kaca spion di mana Livia dan Alvian yang masih schok karena mereka berdua yang hampir di tabrak mobil Alea.

"Kamu tidak apa-apa?' tanya Alvian.

"Aku tidak apa-apa. Itu mobilnya kak Alea," ucap Livia dengan suaranya yang terdengar masih shock.

"Alea!" sahut Alvian.

"Iya," ucap Livia.

Tidak lama akhirnya Alea keluar dari mobilnya dengan Alea memegang tasnya dan menghela nafasnya menghampiri Alvian dan juga Livia.

"Kak Alea!" sahut Livia dan Alea berusaha tenang dengan tersenyum tipis.

"Maaf, aku tidak sengaja, tadi rem mobilku blong dan untung saja aku tidak menabrak kalian berdua," ucap Alea dengan gugup.

Kedua tangganya yang di bawah memegang kuat gagang tasnya yang terlihat sangat gugup dan bahkan suaranya bergetar saat berbicara. Alea tidak menyadari jika Alvian memperhatikannya.

"Kakak tidak apa-apa kan?" tanya Livia melihat dahi Alea yang luka dan tangan Livia ingin memegang dahi Alea yang terluka namun Alea langsung menepis tangan Livia.

"Aku tidak apa-apa. Hanya terluka sedikit dan semua itu karena kecerobohanku," jawab Alea menelan salavinya.

"Syukurlah kalau begitu, aku dan Alvian juga tidak apa-apa dan Aku senang melihat Kakak juga baik-baik saja dan mungkin Kakak harus memperbaiki mobil Kakak. Jika tidak ini semua bisa membahayakan Kakak dan juga orang lain," ucap Livia memberi saran.

Wajah Livia seakan tulus mengatakan hal itu yang benar-benar khawatir pada Alea. Namun mendengar suara Livia dan juga melihat wajah Livia yang terlihat sedih membuat Alea rasanya ingin sekali memaki wanita di depannya itu yang terlihat sangat munafik.

"Oh iya kak Alea. Lihat aku di belikan Alvian hadiah," sahut Livia yang pamer pada Alea dengan menunjukkan paper bag kecil yang dipegangnya dan dari paper bag itu terlihat hadiah itu pasti sangat mahal.

"Benarkah," sahut Alea tersenyum getir.

"Iya. Bagaimana dengan kak Alea. Apa kak Galang memberikan kakak hadiah dan iya bukannya ini hari ulang tahunnya kak Galang dan seharusnya Kakak memberinya hadiah," ucap Livia.

Livia yang berbicara seperti itu membuat area muak.

"Tidak. Aku tidak memberinya hadiah karena pasti sudah ada yang memberinya terlebih dahulu," sindir Alea yang membuat Livia heran.

Namun kata-kata Alea yang singkat membuat dirinya tersinggung. Karena dia memang memberikan hadiah pertama kali untuk Galang dan Galang mengakui hal itu.

"Benarkah!" sahut Livia pura-pura tidak tau dan tidak merasa ada yang terjadi.

"Hmmm, ya sudah aku masuk dulu, kalian lanjutkan mengobrol dengan santai," ucap Alea yang langsung pergi meninggalkan dua orang tersebut.

Namun Alvian masih saja memperhatikan Alea dia memang tidak bicara kepada Alea tetapi sejak tadi memperhatikan ekspresi dan seperti mengetahui sesuatu.

"Aneh sekali kak Alea. Untung dia tidak apa-apa," ucap Livia dengan menghela napasnya.

"Alvian kamu kenapa?" tanya Livia yang melihat Alea bengong.

"Tidak apa-apa," jawab Alvian yang merasa ada sesuatu.

"Makasih ya kak Alvian. Kakak tadi sudah menolongku!" ucap Livia.

"Tidak masalah. Aku tadi hanya kaget dengan mobil Alea yang tiba-tiba melaju kencang dan aku refleks melakukannya," sahut Alvian.

"Apapun itu, kak Alvian sudah sangat baik menolongku. Suatu saat nanti, aku pasti akan menolong kak Alvian," ucap Livia.

"Tidak perlu Livia. Kamu membalas hal ini," ucap Alvian.

"Kalau begitu terimakasih, sekali lagi atas semua ini," ucap Livia kembali tersenyum. Alvian hanya menganggukkan kepalanya.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Siti Aisyah

Siti Aisyah

jadi ceritanya ini si Alvian suka sama Livia, buktinya Livia diberi hadiah. itu bukti suatu perhatian

2023-12-12

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 pulang
2 Episode 2 perjodohan
3 Episode 3 Mengingat malam itu
4 Episode 4 Hampir ketahuan
5 Episode 5 Ternyata ada maksud.
6 Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7 Episode 7 yang terjadi malam itu
8 Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9 Episode 9 Akhir malam itu.
10 Episode 10 Memuji Alea.
11 Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12 Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13 Episode 13 Bertemu kembali.
14 Episode 14
15 Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16 Episode 16 Tamparan.
17 Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18 Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19 Episode Jebakan Alvian
20 Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21 Episode 21. Alea kembali mabuk.
22 Episode 22 Menginap.
23 Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24 Episode 24 Kurungan.
25 Episode 25 Menantang.
26 Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27 Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28 Episode 28 Alvian tau.
29 Episode 29 perlawanan Alea.
30 Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31 Episode 32 Membawanya pergi.
32 Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33 Episode 33 Alea dan Alvian debat
34 Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35 Episode 35 selalu bertengkar.
36 Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37 Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38 Episode 38 Tawaran Alvian.
39 Episode 39 Harus terdepan.
40 Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41 Episode 41 cinta menurut Alvian
42 Episode 42 Kesabaran Alvian.
43 Episode 43 Alea dan Livia perang.
44 Episode 44 Marahnya Alvian.
45 Episode 45 Dugaan hamil
46 Episode 46 Rumah sakit
47 Episode 47 Penculikan.
48 Episode 48 Dalang
49 Episode 49 Penjahat biadap.
50 Episode 50 kontrak pernikahan.
51 Episode 52 Pembalasan.
52 Episode 52 Menyedihkan sekali.
53 Episode 54 Balasan yang setimpal
54 Episode 54 Kehangatan.
55 Episode 55 Datang kembali.
56 Episode 56 Kok salting
57 Episode 57 Hari Pernikahan.
58 Episode 58 Hampir saja.
59 Episode 59 Pertunjukan seru.
60 Episode 60 Sah
61 Episode 61 Kebebesan.
62 Episode 62 Alvian menggoda.
63 Episode 63 Hal baru.
64 Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65 Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66 Episode 66 Waktu untuk berdua.
67 Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68 Episode 68 Malam Kiss
69 Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70 Episode 70 Malam yang terulang.
71 Episode 71 Waktu bersama.
72 Episode 72 Meminta saham.
73 Episode 73 Tidak bisa berkutik
74 Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75 Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76 Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77 Episode 77 Jatuh hati.
78 Episode 78 Pemindahan saham.
79 Episode 79 Penyerangan
80 Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81 Episode 81 Alea mencari Alvian
82 Episode 82 Bertindak cepat.
83 Episode 83 Pengorbanan Alvian
84 Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85 Episode 85 Jebakan Galang.
86 Episode 86 Suami istri.
87 Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88 Episode 89 Apa cemburu.
89 Episode 90 Penyerahan saham.
90 Episode 90 Aku yang pertama.
91 Episode 91 Suami istri yang sweet.
92 Episode 92 Alea khawatir.
93 Episode 93 Kandunglah anakku.
94 Episode 93 Kok Bucin.
95 Episode 95 Kejutan dari Alea.
96 Episode 96 Alea menang lagi.
97 Episode 96 Insiden Alea.
98 Episode 98 berjuang bersama
99 Episode 99 sakit dalam kebucinan
100 Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101 Episode 101. Ketahuan Fisya
102 Episode 102 Apakah Shandra luluh
103 Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104 Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105 Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106 Episode 106 Keadaan berubah.
107 Episode 107 Apa mungkin hamil
108 Episode 108 Kekejaman Monica.
109 Episode 109
110 Episode 110 Alea mulai panik.
111 Episode 110.
112 Episode 111 Ada Alvian
113 Episode 113 Hamil
114 Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115 Episode 116 Darah cinta.
116 Episode 117 Monica di penjara.
117 Episode 118 Akhir.
118 Episode 118 Akhir.
119 Episode 119 Tammat.
120 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Episode 1 pulang
2
Episode 2 perjodohan
3
Episode 3 Mengingat malam itu
4
Episode 4 Hampir ketahuan
5
Episode 5 Ternyata ada maksud.
6
Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7
Episode 7 yang terjadi malam itu
8
Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9
Episode 9 Akhir malam itu.
10
Episode 10 Memuji Alea.
11
Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12
Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13
Episode 13 Bertemu kembali.
14
Episode 14
15
Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16
Episode 16 Tamparan.
17
Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18
Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19
Episode Jebakan Alvian
20
Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21
Episode 21. Alea kembali mabuk.
22
Episode 22 Menginap.
23
Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24
Episode 24 Kurungan.
25
Episode 25 Menantang.
26
Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27
Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28
Episode 28 Alvian tau.
29
Episode 29 perlawanan Alea.
30
Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31
Episode 32 Membawanya pergi.
32
Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33
Episode 33 Alea dan Alvian debat
34
Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35
Episode 35 selalu bertengkar.
36
Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37
Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38
Episode 38 Tawaran Alvian.
39
Episode 39 Harus terdepan.
40
Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41
Episode 41 cinta menurut Alvian
42
Episode 42 Kesabaran Alvian.
43
Episode 43 Alea dan Livia perang.
44
Episode 44 Marahnya Alvian.
45
Episode 45 Dugaan hamil
46
Episode 46 Rumah sakit
47
Episode 47 Penculikan.
48
Episode 48 Dalang
49
Episode 49 Penjahat biadap.
50
Episode 50 kontrak pernikahan.
51
Episode 52 Pembalasan.
52
Episode 52 Menyedihkan sekali.
53
Episode 54 Balasan yang setimpal
54
Episode 54 Kehangatan.
55
Episode 55 Datang kembali.
56
Episode 56 Kok salting
57
Episode 57 Hari Pernikahan.
58
Episode 58 Hampir saja.
59
Episode 59 Pertunjukan seru.
60
Episode 60 Sah
61
Episode 61 Kebebesan.
62
Episode 62 Alvian menggoda.
63
Episode 63 Hal baru.
64
Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65
Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66
Episode 66 Waktu untuk berdua.
67
Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68
Episode 68 Malam Kiss
69
Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70
Episode 70 Malam yang terulang.
71
Episode 71 Waktu bersama.
72
Episode 72 Meminta saham.
73
Episode 73 Tidak bisa berkutik
74
Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75
Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76
Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77
Episode 77 Jatuh hati.
78
Episode 78 Pemindahan saham.
79
Episode 79 Penyerangan
80
Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81
Episode 81 Alea mencari Alvian
82
Episode 82 Bertindak cepat.
83
Episode 83 Pengorbanan Alvian
84
Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85
Episode 85 Jebakan Galang.
86
Episode 86 Suami istri.
87
Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88
Episode 89 Apa cemburu.
89
Episode 90 Penyerahan saham.
90
Episode 90 Aku yang pertama.
91
Episode 91 Suami istri yang sweet.
92
Episode 92 Alea khawatir.
93
Episode 93 Kandunglah anakku.
94
Episode 93 Kok Bucin.
95
Episode 95 Kejutan dari Alea.
96
Episode 96 Alea menang lagi.
97
Episode 96 Insiden Alea.
98
Episode 98 berjuang bersama
99
Episode 99 sakit dalam kebucinan
100
Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101
Episode 101. Ketahuan Fisya
102
Episode 102 Apakah Shandra luluh
103
Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104
Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105
Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106
Episode 106 Keadaan berubah.
107
Episode 107 Apa mungkin hamil
108
Episode 108 Kekejaman Monica.
109
Episode 109
110
Episode 110 Alea mulai panik.
111
Episode 110.
112
Episode 111 Ada Alvian
113
Episode 113 Hamil
114
Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115
Episode 116 Darah cinta.
116
Episode 117 Monica di penjara.
117
Episode 118 Akhir.
118
Episode 118 Akhir.
119
Episode 119 Tammat.
120
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!