Episode 12 Livia ternyata seperti itu

"Ada kecoa?" tanya Livia ragu.

"Iya benar," sahut Alea.

"Sudahlah kamu ke kamar mandi kamu di kamar kamu saja ayo!" ajak Alea yang memaksa Livia untuk pergi dari depan kamar mandi itu karena Alea tidak ingin Livia bertemu dengan Alvian dan pasti akan banyak pertanyaan dari Livia Kenapa Alvian ada di dalam kamar mandi itu.

Setelah Alea berhasil membawa Livia pergi Alea menghela nafasnya dan tidak lama Alvian pun keluar dari kamar mandi tersebut yang menuruti perintah dari Alea.

"Dasar wanita aneh. Tidak merasa bersalah dengan membayarku 10 juta," umpat Alvian.

Permasalahan Alvian hanya karena 10 juta yang diberikan Alea dia merasa harga dirinya sangat rendah dengan bayaran seperti itu. Padahal uang Alvian lebih banyak lagi daripada itu dan bahkan seperti apa yang dikatakannya bisa membayar 100 kali lipat. Hanya saja dibayar membuat harga dirinya rendah dan mungkin jika Alea tidak membayarnya dan pergi begitu saja mungkin hal itu tidak akan menjadi permasalahan bagi Alvian.

*********

Setelah pulang dari kediaman rumah Alea Alvian kembali ke rumah Adara dan juga Arhan dia tidak pulang ke rumah Shandra.

"Bagaimana Alvian pertemuan kamu dengan teman papa Ramon?" tanya Adara.

Huhhhhhh.

Alvian menghela nafasnya dan tidak menjawab pertanyaan mamanya.

"Kok Hela nafas. Ayo apa yang terjadi," sahut Fisya dengan menatap kakaknya itu penuh curiga.

"Tidak terjadi apa-apa Fisya," sahut Alvian.

"Lalu kenapa sampai menghela napas seperti itu?" tanya Fisya dengan dahinya mengkerut .

"Orang jika tidak menghela nafas itu artinya mati, pertanyaan kamu sangat tidak masuk akal dan tidak perlu dijawab," sahut Alvian.

"Ihhhhh, apaan sih kak. Nggak nyambung. Menghela napas dan bernafas itu berbeda," sahut Fisya.

"Sudah-sudah, kalian ini kenapa jadi berantem sih," sahut Adara yang geleng-geleng kepala melihat kedua anaknya itu yang kalau bertemu tidak akur dan kalau tidak bertemu saling merindukan.

"Kak Alvian nih mah," sahut Fisya.

"Fisya kakak kamu itu mungkin cape. Kamu jangan mengganggunya," sahut Arhan.

"Ihhhh, papa kok jadi belaian kakak sih," sahut Fisya dengan wajah cemberutnya.

"Sudahlah, Alvian mau istirahat dulu. Cape. Besok aja Alvian cerita," sahut Alvian dengan tidak bersemangatnya dan langsung berdiri yang menuju kamarnya.

"Belum selesai juga bicara sudah main pergi aja. Kak Alvian benar-benar," kesal Fisya.

"Kamu jangan marah-marah terus nanti kamu cepat tuanya. Sudah kamu juga tidur sana ini sudah malam," ucap Adara.

"Iya mamah," sahut Fisya yang berdiri dari tempat duduknya dan langsung pergi kekamarnya.

"Kita juga sebaiknya istirahat sayang," ajak Arhan.

"Iya," sahut Adara dengan menganggukkan kepalanya.

***********

Alea yang malam-malam jalan-jalan di taman belakang mencari udara segar. Karena pertemuannya dengan Alvian membuat Alea merasa gelisah dan tidak bisa tidur sama sekali.

"Tapi menjadi topik utama dalam pertemuan ini justru kak Alea!" langkah Alea terhenti ketika mendengar suara Livia. Ternyata tidak jauh dari tempat Alea berdiri ada Livia dan Monica yang berbicara berdua.

"Mama bisa dengar sendiri! Bagaimana Om Ramon yang terus membanggakan kak Alea, memujinya dan bahkan tidak bertanya apa-apa kepadaku. Padahal aku ini calon menantunya," ucap Livia yang kesal dan mengeluarkan keluhannya pada namanya.

"Kamu tenang Livia. Mama juga tadi sudah mengalihkan pembicaraan. Tapi mas Ramon memang selalu membicarakannya dan mama juga turut tau kenapa anak itu yang menjadi pembahasan," sahut Monica.

"Malam ini sangat menyebalkan mah. Aku tidak bisa menerima perlakuan om Ramon kepadaku dengan aku yang tidak di anggap dan seharusnya kak Alea tidak ada di sana," ucap Livia yang ingin menangis.

Mendengar ucapan Livia yang iri dengan Alea membuat Alea mendengus kasar.

"Livia! Kamu yang mengajakku, memaksaku dan mendesak ku untuk menemui keluarga calon suamimu dan sekarang kau mengeluh dan ternyata kau tidak suka. Jika ada orang lain yang memujiku. Itu artinya kau merasa sangat bangga dan tidak merasa bersalah dengan dirimu yang selalu di bangga-banggakan dan bandingkan denganku. Aku pikir kau merasa tidak enak melihatku di bandingkan denganmu dan ternyata dan baru sekali saja orang tidak menganggapmu. Kau sudah sepanik itu. Lalu bagaimana aku Livia yang sudah puluhan tahun menerima semua itu," batin Alea.

Alea sangat tidak menyangka ketika mendengar omongan Livia yang berbicara dengan Monica. Selama ini Livia selalu dibanding-bandingkan dengan Alea. Livia yang paling hebat yang paling benar dan paling- paling segalanya. Tapi Alea pikir Livia merasa tidak enak saat kakaknya diperlakukan tidak baik dan ternyata salah justru baru sekali saja orang lain memuji dirinya dan membandingkan dirinya dengan Livia. Livia sudah iri.

*********

Mentari pagi kembali tiba. Alvian berdiri di depan cermin dengan siap-siap yang ingin kekantor di hari ini. Alvian membuka laci. Namun terlihat uang 1 ikat pemberian Alea.

Melihat uang itu hanya membuat Alvian menjadi kesal. Dia harus mengingat Alea terus-menerus.

"Bertemu kembali dengannya. Ternyata dia anak tuan Sandres dari istri pertamanya. Cih!".

"Dia akan menjadi kakak iparku. Aneh sekali aku tidur dengan wanita yang akan menjadi kakak iparku," Alvian mendengus dengan geleng-geleng mengingat hal tersebut. Sangat aneh rasanya jika hal itu terjadi di dalam hidupnya yang membuatnya geleng-geleng kepala.

"Kak Alvian aku sudah siap!" tiba-tiba kamar Alvian di buka dan munculah Fisya ya' memakai seragam sekolah.

"Kamu ini ya Fisya kalau masuk kekamar kakak itu. Ketuk pintu dulu," ucap Alvian.

"Issss apaan sih kak, kenapa sih kakak ku yang sekarang ini sangat bawel sekali," sahut Fisya yanga memasuki kamar Alvian dan berdiri di depan Alvian dengan mengkerutkan dahinya.

"Kak Alvian itu benar-benar sangat bawel," tegas Fisya kembali dengan mengerucutkan bibirnya.

"Kakak itu tidak bawel. Kakak hanya ingin kamu itu kalau masuk ke kamar Kakak ketuk pintu. Kamu juga kalau kakak masuk kamar kamu, kamu itu marah kan kalau kakak tidak ketuk pintu," tegas Alvian.

"Kenapa harus pakai ketuk pintu segala. Memang Kakak lagi ngapain kan nggak ngapa-ngapain juga. Kakak itu memang dasar suka memperpanjang masalah," oceh Fisya.

"Kamu ya di kasih tau," sahut Alvian dengan kesal menoyor kepala adiknya itu.

"Ihhh kak Alvian sakit tau!" protes Fisya.

"Kalian ini ada apa lagi, bertengkar seperti ini," sahut Adara yang memasuki kamar tersebut dan melihat Alvian dan Fisya bertengkar.

"Ini nih mah kak Alvian menyebalkan," umpat Fisya dengan kesal.

"Lihat mah dia malah menyalahkan Alvian," sahut Alvian menghela napasnya.

"Ya kan memang kesalahan kakak," sahut Fisya.

"Sudah-sudah, kalian sudah dewasa kenapa harus tiap hari bertengkar masih pagi juga sudah ribut-ribut," ucap Adara mengehela napasnya.

"Kak Alvian mah duluan," sahut Fisya.

"Jangan main tuduh ini, tuduh itu lagi, sekarang kalian berdua buruan turun dan sarapan bersama dan setelah itu Alvian kamu antar adik kamu ke sekolah," tegas Adara.

"Iya mah," sahut Alvian menghela napasnya.

"Dan nanti, jangan lupa pulang sekolah jemput fisya karena kakak harus membelikan Fisya hadiah karena visa sudah menang berenang," sahut Fisya.

"Masih aja di tagih," sahut Alvian.

"Ya harus dong," sahut Fisya dengan tersenyum pada Alvian sembari mengedipkan sebelah matanya dan Alvian harus banyak-banyak sabar mempunyai adik seperti Fisya.

Bersambung

Episodes
1 Episode 1 pulang
2 Episode 2 perjodohan
3 Episode 3 Mengingat malam itu
4 Episode 4 Hampir ketahuan
5 Episode 5 Ternyata ada maksud.
6 Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7 Episode 7 yang terjadi malam itu
8 Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9 Episode 9 Akhir malam itu.
10 Episode 10 Memuji Alea.
11 Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12 Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13 Episode 13 Bertemu kembali.
14 Episode 14
15 Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16 Episode 16 Tamparan.
17 Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18 Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19 Episode Jebakan Alvian
20 Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21 Episode 21. Alea kembali mabuk.
22 Episode 22 Menginap.
23 Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24 Episode 24 Kurungan.
25 Episode 25 Menantang.
26 Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27 Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28 Episode 28 Alvian tau.
29 Episode 29 perlawanan Alea.
30 Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31 Episode 32 Membawanya pergi.
32 Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33 Episode 33 Alea dan Alvian debat
34 Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35 Episode 35 selalu bertengkar.
36 Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37 Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38 Episode 38 Tawaran Alvian.
39 Episode 39 Harus terdepan.
40 Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41 Episode 41 cinta menurut Alvian
42 Episode 42 Kesabaran Alvian.
43 Episode 43 Alea dan Livia perang.
44 Episode 44 Marahnya Alvian.
45 Episode 45 Dugaan hamil
46 Episode 46 Rumah sakit
47 Episode 47 Penculikan.
48 Episode 48 Dalang
49 Episode 49 Penjahat biadap.
50 Episode 50 kontrak pernikahan.
51 Episode 52 Pembalasan.
52 Episode 52 Menyedihkan sekali.
53 Episode 54 Balasan yang setimpal
54 Episode 54 Kehangatan.
55 Episode 55 Datang kembali.
56 Episode 56 Kok salting
57 Episode 57 Hari Pernikahan.
58 Episode 58 Hampir saja.
59 Episode 59 Pertunjukan seru.
60 Episode 60 Sah
61 Episode 61 Kebebesan.
62 Episode 62 Alvian menggoda.
63 Episode 63 Hal baru.
64 Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65 Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66 Episode 66 Waktu untuk berdua.
67 Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68 Episode 68 Malam Kiss
69 Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70 Episode 70 Malam yang terulang.
71 Episode 71 Waktu bersama.
72 Episode 72 Meminta saham.
73 Episode 73 Tidak bisa berkutik
74 Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75 Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76 Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77 Episode 77 Jatuh hati.
78 Episode 78 Pemindahan saham.
79 Episode 79 Penyerangan
80 Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81 Episode 81 Alea mencari Alvian
82 Episode 82 Bertindak cepat.
83 Episode 83 Pengorbanan Alvian
84 Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85 Episode 85 Jebakan Galang.
86 Episode 86 Suami istri.
87 Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88 Episode 89 Apa cemburu.
89 Episode 90 Penyerahan saham.
90 Episode 90 Aku yang pertama.
91 Episode 91 Suami istri yang sweet.
92 Episode 92 Alea khawatir.
93 Episode 93 Kandunglah anakku.
94 Episode 93 Kok Bucin.
95 Episode 95 Kejutan dari Alea.
96 Episode 96 Alea menang lagi.
97 Episode 96 Insiden Alea.
98 Episode 98 berjuang bersama
99 Episode 99 sakit dalam kebucinan
100 Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101 Episode 101. Ketahuan Fisya
102 Episode 102 Apakah Shandra luluh
103 Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104 Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105 Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106 Episode 106 Keadaan berubah.
107 Episode 107 Apa mungkin hamil
108 Episode 108 Kekejaman Monica.
109 Episode 109
110 Episode 110 Alea mulai panik.
111 Episode 110.
112 Episode 111 Ada Alvian
113 Episode 113 Hamil
114 Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115 Episode 116 Darah cinta.
116 Episode 117 Monica di penjara.
117 Episode 118 Akhir.
118 Episode 118 Akhir.
119 Episode 119 Tammat.
120 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Episode 1 pulang
2
Episode 2 perjodohan
3
Episode 3 Mengingat malam itu
4
Episode 4 Hampir ketahuan
5
Episode 5 Ternyata ada maksud.
6
Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7
Episode 7 yang terjadi malam itu
8
Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9
Episode 9 Akhir malam itu.
10
Episode 10 Memuji Alea.
11
Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12
Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13
Episode 13 Bertemu kembali.
14
Episode 14
15
Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16
Episode 16 Tamparan.
17
Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18
Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19
Episode Jebakan Alvian
20
Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21
Episode 21. Alea kembali mabuk.
22
Episode 22 Menginap.
23
Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24
Episode 24 Kurungan.
25
Episode 25 Menantang.
26
Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27
Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28
Episode 28 Alvian tau.
29
Episode 29 perlawanan Alea.
30
Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31
Episode 32 Membawanya pergi.
32
Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33
Episode 33 Alea dan Alvian debat
34
Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35
Episode 35 selalu bertengkar.
36
Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37
Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38
Episode 38 Tawaran Alvian.
39
Episode 39 Harus terdepan.
40
Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41
Episode 41 cinta menurut Alvian
42
Episode 42 Kesabaran Alvian.
43
Episode 43 Alea dan Livia perang.
44
Episode 44 Marahnya Alvian.
45
Episode 45 Dugaan hamil
46
Episode 46 Rumah sakit
47
Episode 47 Penculikan.
48
Episode 48 Dalang
49
Episode 49 Penjahat biadap.
50
Episode 50 kontrak pernikahan.
51
Episode 52 Pembalasan.
52
Episode 52 Menyedihkan sekali.
53
Episode 54 Balasan yang setimpal
54
Episode 54 Kehangatan.
55
Episode 55 Datang kembali.
56
Episode 56 Kok salting
57
Episode 57 Hari Pernikahan.
58
Episode 58 Hampir saja.
59
Episode 59 Pertunjukan seru.
60
Episode 60 Sah
61
Episode 61 Kebebesan.
62
Episode 62 Alvian menggoda.
63
Episode 63 Hal baru.
64
Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65
Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66
Episode 66 Waktu untuk berdua.
67
Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68
Episode 68 Malam Kiss
69
Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70
Episode 70 Malam yang terulang.
71
Episode 71 Waktu bersama.
72
Episode 72 Meminta saham.
73
Episode 73 Tidak bisa berkutik
74
Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75
Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76
Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77
Episode 77 Jatuh hati.
78
Episode 78 Pemindahan saham.
79
Episode 79 Penyerangan
80
Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81
Episode 81 Alea mencari Alvian
82
Episode 82 Bertindak cepat.
83
Episode 83 Pengorbanan Alvian
84
Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85
Episode 85 Jebakan Galang.
86
Episode 86 Suami istri.
87
Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88
Episode 89 Apa cemburu.
89
Episode 90 Penyerahan saham.
90
Episode 90 Aku yang pertama.
91
Episode 91 Suami istri yang sweet.
92
Episode 92 Alea khawatir.
93
Episode 93 Kandunglah anakku.
94
Episode 93 Kok Bucin.
95
Episode 95 Kejutan dari Alea.
96
Episode 96 Alea menang lagi.
97
Episode 96 Insiden Alea.
98
Episode 98 berjuang bersama
99
Episode 99 sakit dalam kebucinan
100
Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101
Episode 101. Ketahuan Fisya
102
Episode 102 Apakah Shandra luluh
103
Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104
Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105
Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106
Episode 106 Keadaan berubah.
107
Episode 107 Apa mungkin hamil
108
Episode 108 Kekejaman Monica.
109
Episode 109
110
Episode 110 Alea mulai panik.
111
Episode 110.
112
Episode 111 Ada Alvian
113
Episode 113 Hamil
114
Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115
Episode 116 Darah cinta.
116
Episode 117 Monica di penjara.
117
Episode 118 Akhir.
118
Episode 118 Akhir.
119
Episode 119 Tammat.
120
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!