Episode 5 Ternyata ada maksud.

"Jadi Alea akan menikah dengan Galang?" tanya Erna yang berbicara di ruang tamu bersama dengan Monica.

"Iya, seperti biasa pernikahan untuk membantu Perusahaan ku," sahut Monica dengan santai.

Langkah Alea terhenti ketika mendengarkan pembicaraan tersebut.

"Apa untungnya sih menikahkan dia dengan Galang. Dan kenapa juga Galang harus mau menikah dengan wanita sepertinya. Sudah menjadi Dokter juga tidak ada gunanya dan sekarang pulang-pulang ingin di nikahkan dengan Galang. Bukannya lebih cocok Livia ya yang menikah dengan Galang," ucap Erna dengan sinis.

"Livia bukan hanya cocok dengan Galang. Tetapi Livia cocok dengan semua orang dan lagian. Livia juga akan menikah dengan pria yang lebih tampan lagi dan pasti anak seorang kolong merat yang kekayaannya tidak akan habis," sahut Monica.

"Benarkah! Dengan siapa?" tanya Erna yang penasaran.

"Kamu juga nanti akan tau. Yang penting wanita itu menikah itu dengan Galang. Agar dia berguna sedikit. Dan mendapatkan keuntungan untuk Perusahaan yang aku jalankan," sahut Monica dengan menyunggingkan senyumnya.

"Aku sudah menduga. Jika aku di suruh pulang, di cari, di paksa dan di suruh menikah dengan Galang hanya untuk bisnis mama dan papa tidak masalah akan hal itu. Seolah aku tidak boleh memilih pasangan ku sendiri," batin Alea yang pasti sangat kecewa mendengarkan pembicaraan tersebut.

"Kamu benar Monica. Jika masih ada yang bisa di lakukan untuk membantu perusahaan kamu. Kenapa tidak," sahut Erna yang tertawa dan Monica juga tertawa.

Ale menghela nafasnya dan melanjutkan langkahnya berjalan sampai akhirnya Monica dan Erna menyadari kehadiran Aliyah dan mereka langsung berhenti tertawa.

"Mau kemana kamu?" tanya Monica dengan ketus.

"Aku ada keperluan sebentar," jawab Alea.

"Keperluan apa?" tanya Monica dengan ketus.

"Hanya ke Supermarket saja," jawab Alea.

"Hmmm, saya dengar kamu akan menikah dengan Galang?" tanya Erna sinis.

"Memang Galang mau sama kamu. Tapi kamu pasti bahagia sekali bukan, jika disuruh menikah dengan dia. Kamu kan wanita yang tidak laku," hina Erna yang bicara tidak pernah memikirkan perasaan Alea.

"Jangan marah Alea dengan apa yang saya katakan karena yang saya katakan benar bukan. Lagian kamu itu juga wanita yang tidak berguna sudah menghilang selama 5 tahun dan kembali dengan profesi dokter yang sangat tidak berguna," sinis Erna lagi. Monica mendengar kata-kata tersebut hanya diam saja.

Dia dengan Erna sama saja dan tidak ada bedanya yang tidak pernah bicara jika tidak menyakiti hati Alea, selalu bicara dengan kata kasar dan penuh dengan sindiran. Alea menghela nafasnya mendengar kata-kata itu. dari pada Alea terus mendengarkan kata yang lebih kasar lagi lebih baik Alea langsung pergi meninggalkan dua orang wanita yang tidak punya perasaan itu.

"Hey! kami belum selesai bicara," sahut Erna dengan berteriak.

"Langsung pergi begitu saja. Sangat tidak punya sopan santu," desis Erna.

"Dia memang tidak pernah mempunyai sopan santu," sahut Monica.

"Mbak. Jangan lupa nanti saat keluarga calon suami Livia datang Mbak harus mengundangku karena aku ingin melihat besan Mbak yang Mbak katakan sangat kaya raya itu," ucap Erna.

"kamu jangan khawatir hal itu bisa dibicarakan yang terpenting sebentar lagi livia juga akan menikah dengan seseorang yang terbaik untuknya yang pasti Alea tidak akan pernah seperti Livia," sahut Monica dengan tersenyum miring.

"Saya setuju dengan apa yang mbak katakan!" sahut Erna.

*************

Kediaman Alvian.

Alvian terlihat penuh dengan pemikiran dengan kepalanya yang terasa sakit yang duduk di sofa.

"Kamu kenapa Alvian?" tanya Adara yang membawakan putarnya itu jus.

"Mama tau tidak bisa-bisanya mama Shandra menjodohkan ku dengan anak rekan bisnis keluarga " sahut Alvian dengan mengeluh.

"Perjodohan," sahut Arhan yang tiba-tiba datang dengan melipat lengan kemejanya.

"Iya pah!" sahut Alvian.

"Mama dan papa tidak di beritahu, masalah itu," sahut Arhan.

"Iya benar!" sahut Adara.

"Aku juga tidak tau. Tiba-tiba saja menyuruhku menikah," sahut Alvian menghela napasnya.

"Memang dengan siapa?" tanya Adara.

"Aku mengenalnya cukup baik. Dan kita juga sudah kenal beberapa tahun belakangan ini," jawab Alvian.

"Jika kamu mengenal wanita itu dan juga mengenal baik. Berati itu bukan perjodohan namanya. Perjodohan itu. Jika kamu dan wanita itu tidak saling mengenal dan ini kalian saling mengenal. Berarti itu bukan perjodohan," sahut Arhan.

"Benar kata papa kamu. Mungkin saja mama Shandra tiba-tiba menyinggung masalah pernikahan. Karena melihat kalian dekat. Jadi tidak ada yang salah dengan hal itu," sahut Adara.

"Tapi tetap aja untuk menikah saat ini aku belum siap," sahut Alvian.

"Tidak ada yang menyuruh kamu menikah Alvian. Dan jika ini serius mama Shandra dan juga papa Ramon akan membicarakannya dengan kami dan ini tidak ada sama sekali," sahut Adara.

Alvian menghela napasnya, dia juga tidak bisa berpendapat apa-apa lagi.

"Jangan sok stres seperti itu. Sebentar lagi Fisya akan pulang sekolah dan melihat kamu seperti itu dia akan mengejek kamu," ucap Arhan mengingatkan kan.

"Papa kamu benar!" sahut Adara dengan tersenyum. Alvian hanya menghela napas dengan kebingungan yang di pikirkannya.

**********

Alea baru yang baru pulang kerumahnya malam-malam hari melihat ada mobil mewah yang parkir di depan rumahnya. Alea langsung keluar dari mobilnya dan heran melihat mobil tersebut.

"Apa ada tamu!" batinnya.

"Alea!" panggil Erna yang mengejutkan Alea.

"Tante!" sahut Alea. Eran langsung menghampiri Alea.

"Kamu ini benar-benar ya baru pulang sekarang. Sudah kamu masuk dan langsung mandi badan kamu itu bau dan jangan lewat dari ruang tamu di dalam ada tamu istimewa keluarga calon suami Livia. Jadi kamu jangan menunjukkan diri kamu dengan penampilan dan bau badan kamu seperti ini. Itu sama saja mempermalukan keluarga ini. Jadi kamu lewat belakang," cerocos Erna yang sejak tadi berbicara dan mengatai Alea dengan bau. Padahal dia tidak bau sama sekali dan penampilannya juga biasa saja.

"Issss malah bengong lagi, buruan sana kamu bersih-bersih!" Erna sampai mendorong Alea untuk masuk kedalam rumah lewat pintu belakang.

Alea jika berada di rumahnya memang sangat berbeda jika Alea yang bebas tanpa orang tuanya. Karena jika Alea kembali ke lingkungan keluarganya Alea hanya akan diam dan menunduk saja dengan apapun yang dikatakan.

Seperti tadi dia hanya diam saja dengan kata-kata Erna dan diam saja saat Erna mendorongnya.

"Bagaimana dia mau mendapatkan jodoh seperti Livia yang tampan dan kaya raya. Jika penampilannya saja seperti itu dan bahkan Galang saja lebih cocok menganggap dia seperti pembantu," oceh Eran dengan mengangkat kedua bahunya yang merasa jijik dengan Alea.

***********

Alea keluar dari kamar mandi setelah dirinya mandi. Dia mandi bukan karena di suruh Erna. Tetapi dia memang ingin mandi. Alea juga sudah mengganti pakaiannya dengan dress berwarna coklat yang sepanjang mata kakinya dengan aksen bagian ikat pinggang di depannya.

Alea yang berdiri di depan cermin memberi polesan make up sedikit di wajahnya agar tidak terlalu polos dan Alea juga menyempatkan menyisir rambutnya di biarkan di gerai.

"Kenapa mulut Tante Erna begitu pedas. Aku seakan tidak pantas untuk bertemu dengan tamu papa. Aku selalu di beda-bedakan. Aku padahal tidak bau. Tidak kumuh juga. Tapi Tante Erna sudah bicara kasar itu kepadaku yang mengataiku dengan sesukanya seolah aku ini wanita yang paling buruk. Wanita yang tidak pentas untuk mendapatkan kebahagian,"

Bersambung

Episodes
1 Episode 1 pulang
2 Episode 2 perjodohan
3 Episode 3 Mengingat malam itu
4 Episode 4 Hampir ketahuan
5 Episode 5 Ternyata ada maksud.
6 Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7 Episode 7 yang terjadi malam itu
8 Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9 Episode 9 Akhir malam itu.
10 Episode 10 Memuji Alea.
11 Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12 Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13 Episode 13 Bertemu kembali.
14 Episode 14
15 Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16 Episode 16 Tamparan.
17 Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18 Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19 Episode Jebakan Alvian
20 Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21 Episode 21. Alea kembali mabuk.
22 Episode 22 Menginap.
23 Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24 Episode 24 Kurungan.
25 Episode 25 Menantang.
26 Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27 Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28 Episode 28 Alvian tau.
29 Episode 29 perlawanan Alea.
30 Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31 Episode 32 Membawanya pergi.
32 Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33 Episode 33 Alea dan Alvian debat
34 Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35 Episode 35 selalu bertengkar.
36 Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37 Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38 Episode 38 Tawaran Alvian.
39 Episode 39 Harus terdepan.
40 Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41 Episode 41 cinta menurut Alvian
42 Episode 42 Kesabaran Alvian.
43 Episode 43 Alea dan Livia perang.
44 Episode 44 Marahnya Alvian.
45 Episode 45 Dugaan hamil
46 Episode 46 Rumah sakit
47 Episode 47 Penculikan.
48 Episode 48 Dalang
49 Episode 49 Penjahat biadap.
50 Episode 50 kontrak pernikahan.
51 Episode 52 Pembalasan.
52 Episode 52 Menyedihkan sekali.
53 Episode 54 Balasan yang setimpal
54 Episode 54 Kehangatan.
55 Episode 55 Datang kembali.
56 Episode 56 Kok salting
57 Episode 57 Hari Pernikahan.
58 Episode 58 Hampir saja.
59 Episode 59 Pertunjukan seru.
60 Episode 60 Sah
61 Episode 61 Kebebesan.
62 Episode 62 Alvian menggoda.
63 Episode 63 Hal baru.
64 Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65 Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66 Episode 66 Waktu untuk berdua.
67 Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68 Episode 68 Malam Kiss
69 Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70 Episode 70 Malam yang terulang.
71 Episode 71 Waktu bersama.
72 Episode 72 Meminta saham.
73 Episode 73 Tidak bisa berkutik
74 Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75 Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76 Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77 Episode 77 Jatuh hati.
78 Episode 78 Pemindahan saham.
79 Episode 79 Penyerangan
80 Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81 Episode 81 Alea mencari Alvian
82 Episode 82 Bertindak cepat.
83 Episode 83 Pengorbanan Alvian
84 Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85 Episode 85 Jebakan Galang.
86 Episode 86 Suami istri.
87 Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88 Episode 89 Apa cemburu.
89 Episode 90 Penyerahan saham.
90 Episode 90 Aku yang pertama.
91 Episode 91 Suami istri yang sweet.
92 Episode 92 Alea khawatir.
93 Episode 93 Kandunglah anakku.
94 Episode 93 Kok Bucin.
95 Episode 95 Kejutan dari Alea.
96 Episode 96 Alea menang lagi.
97 Episode 96 Insiden Alea.
98 Episode 98 berjuang bersama
99 Episode 99 sakit dalam kebucinan
100 Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101 Episode 101. Ketahuan Fisya
102 Episode 102 Apakah Shandra luluh
103 Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104 Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105 Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106 Episode 106 Keadaan berubah.
107 Episode 107 Apa mungkin hamil
108 Episode 108 Kekejaman Monica.
109 Episode 109
110 Episode 110 Alea mulai panik.
111 Episode 110.
112 Episode 111 Ada Alvian
113 Episode 113 Hamil
114 Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115 Episode 116 Darah cinta.
116 Episode 117 Monica di penjara.
117 Episode 118 Akhir.
118 Episode 118 Akhir.
119 Episode 119 Tammat.
120 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Episode 1 pulang
2
Episode 2 perjodohan
3
Episode 3 Mengingat malam itu
4
Episode 4 Hampir ketahuan
5
Episode 5 Ternyata ada maksud.
6
Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7
Episode 7 yang terjadi malam itu
8
Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9
Episode 9 Akhir malam itu.
10
Episode 10 Memuji Alea.
11
Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12
Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13
Episode 13 Bertemu kembali.
14
Episode 14
15
Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16
Episode 16 Tamparan.
17
Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18
Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19
Episode Jebakan Alvian
20
Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21
Episode 21. Alea kembali mabuk.
22
Episode 22 Menginap.
23
Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24
Episode 24 Kurungan.
25
Episode 25 Menantang.
26
Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27
Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28
Episode 28 Alvian tau.
29
Episode 29 perlawanan Alea.
30
Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31
Episode 32 Membawanya pergi.
32
Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33
Episode 33 Alea dan Alvian debat
34
Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35
Episode 35 selalu bertengkar.
36
Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37
Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38
Episode 38 Tawaran Alvian.
39
Episode 39 Harus terdepan.
40
Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41
Episode 41 cinta menurut Alvian
42
Episode 42 Kesabaran Alvian.
43
Episode 43 Alea dan Livia perang.
44
Episode 44 Marahnya Alvian.
45
Episode 45 Dugaan hamil
46
Episode 46 Rumah sakit
47
Episode 47 Penculikan.
48
Episode 48 Dalang
49
Episode 49 Penjahat biadap.
50
Episode 50 kontrak pernikahan.
51
Episode 52 Pembalasan.
52
Episode 52 Menyedihkan sekali.
53
Episode 54 Balasan yang setimpal
54
Episode 54 Kehangatan.
55
Episode 55 Datang kembali.
56
Episode 56 Kok salting
57
Episode 57 Hari Pernikahan.
58
Episode 58 Hampir saja.
59
Episode 59 Pertunjukan seru.
60
Episode 60 Sah
61
Episode 61 Kebebesan.
62
Episode 62 Alvian menggoda.
63
Episode 63 Hal baru.
64
Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65
Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66
Episode 66 Waktu untuk berdua.
67
Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68
Episode 68 Malam Kiss
69
Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70
Episode 70 Malam yang terulang.
71
Episode 71 Waktu bersama.
72
Episode 72 Meminta saham.
73
Episode 73 Tidak bisa berkutik
74
Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75
Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76
Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77
Episode 77 Jatuh hati.
78
Episode 78 Pemindahan saham.
79
Episode 79 Penyerangan
80
Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81
Episode 81 Alea mencari Alvian
82
Episode 82 Bertindak cepat.
83
Episode 83 Pengorbanan Alvian
84
Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85
Episode 85 Jebakan Galang.
86
Episode 86 Suami istri.
87
Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88
Episode 89 Apa cemburu.
89
Episode 90 Penyerahan saham.
90
Episode 90 Aku yang pertama.
91
Episode 91 Suami istri yang sweet.
92
Episode 92 Alea khawatir.
93
Episode 93 Kandunglah anakku.
94
Episode 93 Kok Bucin.
95
Episode 95 Kejutan dari Alea.
96
Episode 96 Alea menang lagi.
97
Episode 96 Insiden Alea.
98
Episode 98 berjuang bersama
99
Episode 99 sakit dalam kebucinan
100
Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101
Episode 101. Ketahuan Fisya
102
Episode 102 Apakah Shandra luluh
103
Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104
Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105
Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106
Episode 106 Keadaan berubah.
107
Episode 107 Apa mungkin hamil
108
Episode 108 Kekejaman Monica.
109
Episode 109
110
Episode 110 Alea mulai panik.
111
Episode 110.
112
Episode 111 Ada Alvian
113
Episode 113 Hamil
114
Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115
Episode 116 Darah cinta.
116
Episode 117 Monica di penjara.
117
Episode 118 Akhir.
118
Episode 118 Akhir.
119
Episode 119 Tammat.
120
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!