Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.

Mentari pagi kembali tiba. Alea baru bangun dari tempat tidurnya. Langkahnya berjalan menuju teras kamarnya. Matanya masih sembab karena menangis semalaman. Alea berdiri di teras kamarnya dan melihat ke bawah.

Pemandangannya di bawah sangat membuat hatinya terluka Bagaimana tidak jika terlihat Sandres, Monica dan Livia yang tertawa-tawa seperti keluarga yang penuh kebahagiaan. Alea benar-benar tidak dianggap di rumah itu.

"Kalian baru saja menyakiti hatiku dan sekarang kalian tertawa. Apa papa sudah tidak menganggapku seperti anak lagi, sehingga papa mengacuhkanku dan aku hanya bisa melihatnya kesenangan kalian yang tanpa memikirkan perasaanku," batin Alea dengan air matanya yang kembali menetes.

Sakit hati pasti melihat semua itu. Tapi apa boleh buat. Itu adalah takdir Alea.

********

Alea menuruni anak tangga yang menghampiri meja makan yang sekarang keluarga Alea sedang sarapan bersama dan juga ada Livia.

"Kamu ceria sekali Livia. Apa karena sebentar lagi kamu akan menikah. Makanya kamu seceria itu?" tanya Monica.

"Iya dong mah, menikah dengan kak Alvian itu impian Livia dan Livia sangat bahagia," sahut Livia.

"Mama juga bahagia dan kamu memang pantas untuk menikah dengan Alvian dan tidak semua orang pantas untuk menjadi istri Alvian termasuk...." Monica menjeda omongannya melirik ke arah Alea yang menghampiri meja makan dan ikut duduk bersama mereka.

"Kakak kamu," sindir Monica dan Alea hanya diam saja.

"Papa doakan yang terbaik untuk hubungan kamu dan juga Alvian," sahut Sandres.

"Makasih pah," sahut Livia.

"Ya sudah papa mau berangkat kekantor dulu," Sandres berdiri dari tempat duduknya.

"Biar aku antar mas," sahut Monica yang juga langsung berdiri.

"Livia, Alea papa pergi dulu," ucap Sandres pamit

"Hati-hati pah," sahut Livia tersenyum dan sementara Alea hanya diam saja tidak menjawab ia atau bahkan tidak mengatakan hati-hati seperti apa yang dikatakan Livia.

Sandres pun pergi bersama Monica meninggalkan meja makan yang hanya tinggal Livia dan juga Alea.

"Kak Alea mau buah tidak, biar aku ambilkan, aku kebetulan mau ambil buah?" tanya Livia.

"Tidak usah," jawab Alea dingin.

"Baiklah kalau begitu, aku mau anggur. Jadi aku ambil sebentar," sahut Livia yang berdiri dari tempat duduknya.

Livia yang menuju kulkas mengambil buah yang diinginkannya dan sementara Alea melanjutkan sarapannya dan tiba-tiba ponsel Livia hidup seperti masuk notif pesan. Mata Alea langsung melihat ke arah ponsel yang ada di sampingnya itu dan tidak tahu apa yang dilakukan Alea. Tiba-tiba Alea mengambil ponselnya dan mengarahkan kamera belakangnya kepada layar ponsel Livia.

Alea buru-buru menyimpan ponselnya ketika mengetahui Livia akan datang.

Livia tersenyum yang sekarang menikmati anggur yang baru saja diambilnya dan sembari membuka ponselnya dan tersenyum membaca pesan yang masuk dan tidak tahu pesan siapa itu.

*********

Di sisi lain di keluarga Alvian yang juga sama melakukan sarapan Alvian, Arhan, Adara dan juga Fisya.

"Kamu kemarin menemui Livia?" tanya Adara.

"Iya. Aku memberikan hadiah yang di berikan mama Shandra kepadanya. Jadi aku mampir kerumahnya," jawab Alvian.

"Kalau begitu lain kali. Kamu bawa Livia kerumah ini. Jika hubungan kalian memang serius," sahut Arhan.

"Serius! Kak Alvian mau nikah," sahut Fisya yang langsung posesif.

"Dengan siapa?".

"Livia, siapa Livia, aku tidak pernah melihatnya?"

"Apa dia cantik, baik?" Fisya mulai posesif. Karena mendengar pembicaraan orang tuanya kepada kakaknya masalah hubungan serius yang artinya Alvian akan menikah.

"Kamu itu banyak tanya Fisya. Satu-satu bertanya. Jika banyak, kakak kamu akan bingung menjawabnya," sahut Adara.

"Pokoknya kalau kak Alvian mau menikah. Calon istrinya yang pertama harus sayang dulu kepadaku dan yang kedua dia tidak boleh melarang kak Alvian. Jika ingin membelikanku apapun yang aku inginkan dan yang ketiga wanita itu tidak boleh mengatur-ngatur kakakku," tegas Fisya yang memberikan syarat yang banyak.

Dia tidak ingin istri kakaknya orang sembarangan dan membuat hubungannya dan kakaknya tidak baik karena istrinya.

"Kamu itu banyak permintaan. Kakak kamu saja tidak seperti itu," sahut Adara dengan gelang-gelang kepala.

"Ya harus, iya kan kak Alvian," sahut Fisya bertanya pada Alvian.

"Terserah kamu. Bukannya semua itu sesuai dengan keinginan kamu. Karena kakak mu ini milikmu sesuai dengan apa yang kamu katakan," ucap Alvian pasrah dengan adiknya.

"Iya dong, makasih kak Alvian," sahut Fisya. Arhan dan Adara hanya tersenyum saja. Sangat maklum jika Fisya sangat posesif dengan calon istri Alvian

Ting.

Tiba-tiba notif pesan wa masuk pada ponsel Alvian.

..."Aku tau kau berselingkuh, dan Livia juga berselingkuh di belakangmu. Jadi batalkan pernikahanmu dengan Livia. Jika kau tidak membatalkannya aku akan mengatakan jika kau pernah tidur denganku," Alvian mengangkat kedua alisnya yang membaca pesan tersebut yang memberikannya ancamnya membuatnya mengendus kasar....

"Apa-apaan wanita ini. Dia mengancamku. Bukannya dia sendiri yang takut. Jika apa yang terjadi ketahuan keluarganya dan bahkan sepanik itu saat di kamar mandi yang takut ketahuan adiknya dan sekarang mengancamku. Apa dia berani mengatakannya," batin Alvian.

Tanpa dia tahu itu nomor siapa dan bahkan tidak ada mengatakan siapa yang mengirim pesan itu Alvian sudah tahu jika itu dari Alea.

Alvian sangat tidak menduga jika Alea bisa mengancamnya dengan kalimat seperti itu. Tidak ada hujan tidak angin, tiba-tiba saja Alea mengirim pesan.

"Kamu kenapa Alvian?" tanya Adara heran melihat Alvian sibuk menatap layar ponselnya.

"Tidak apa-apa mah, hanya ada hal lucu saja," sahut Alvian dengan tersenyum lebar. Adara, Fisya dan Arhan heran melihat Alvian yang tersenyum seperti ada sesuatu.

*********

Sementara Alea yang berada di kamarnya tangannya bergetar mengirim pesan itu kepada Alvian. Dia begitu takut mengirim pesan itu kepada Alvian. Tetapi sudah terkirim. Bahkan tidak bisa di hentikannya lagi. Alea mengambil nomor Alvian dari ponsel Livia setelah mendapatkan kesempatan.

Saat di meja makan tadi Alvian mengirim pesan pada Livia dan nomor yang di atas membuat Alea langsung bertindak dan tidak tahu apa yang dilakukannya.

Huhhhhhhh

"Aku berharap dia membatalkan pernikahannya dengan Livia, setelah membaca pesanku dan Livia mungkin bisa merasakan apa yang aku rasakan," batin Alea. Ternyata Alea begitu marah dengan apa yang terjadi kepadanya dan ingin Livia merasakan semua yang dirasakannya. Termasuk hubungan Alvian dan Livia yang harus berantakan.

Dratttt, Dratttt, Dratttt.

Ponsel Alea tiba-tiba bergetar dan membuat Alea kaget. Alea lebih kaget lagi ketika melihat panggilan masuk itu datang dari Alvian. Tangannya yang bergetar memegang ponselnya dan terlihat sangat panik. Namun memberanikan diri Alea mengangkat telepon tersebut.

"Apa maksud perkataan mu?" tanya Alvian yang langsung to the point.

"Aku sudah jelas mengatakannya, aku pernah melihatmu bersama dengan wanita lain dan kalian sangat mesra dan aku yakin dia adalah selingkuhanmu dan kau tidak salah. Karena Livia juga berselingkuh, dia berselingkuh dengan calon suamiku dia punya hubungan dengan calon suamiku," ucap Alea dengan suaranya bergetar menjelaskan kepada Alvian.

Alvian yang menghubungi Alea berada dalam mobilnya sembari menyetir yang hanya mendengarkan pengaduan dari Alea.

"Lalu?" tanya Alvian dengan alisnya yang terangkat.

"Lalu katamu. Kau tetap akan menikah dengan wanita yang punya hubungan dengan pria lain?" tanya Alea balik.

Bersambung

.

Episodes
1 Episode 1 pulang
2 Episode 2 perjodohan
3 Episode 3 Mengingat malam itu
4 Episode 4 Hampir ketahuan
5 Episode 5 Ternyata ada maksud.
6 Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7 Episode 7 yang terjadi malam itu
8 Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9 Episode 9 Akhir malam itu.
10 Episode 10 Memuji Alea.
11 Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12 Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13 Episode 13 Bertemu kembali.
14 Episode 14
15 Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16 Episode 16 Tamparan.
17 Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18 Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19 Episode Jebakan Alvian
20 Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21 Episode 21. Alea kembali mabuk.
22 Episode 22 Menginap.
23 Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24 Episode 24 Kurungan.
25 Episode 25 Menantang.
26 Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27 Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28 Episode 28 Alvian tau.
29 Episode 29 perlawanan Alea.
30 Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31 Episode 32 Membawanya pergi.
32 Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33 Episode 33 Alea dan Alvian debat
34 Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35 Episode 35 selalu bertengkar.
36 Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37 Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38 Episode 38 Tawaran Alvian.
39 Episode 39 Harus terdepan.
40 Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41 Episode 41 cinta menurut Alvian
42 Episode 42 Kesabaran Alvian.
43 Episode 43 Alea dan Livia perang.
44 Episode 44 Marahnya Alvian.
45 Episode 45 Dugaan hamil
46 Episode 46 Rumah sakit
47 Episode 47 Penculikan.
48 Episode 48 Dalang
49 Episode 49 Penjahat biadap.
50 Episode 50 kontrak pernikahan.
51 Episode 52 Pembalasan.
52 Episode 52 Menyedihkan sekali.
53 Episode 54 Balasan yang setimpal
54 Episode 54 Kehangatan.
55 Episode 55 Datang kembali.
56 Episode 56 Kok salting
57 Episode 57 Hari Pernikahan.
58 Episode 58 Hampir saja.
59 Episode 59 Pertunjukan seru.
60 Episode 60 Sah
61 Episode 61 Kebebesan.
62 Episode 62 Alvian menggoda.
63 Episode 63 Hal baru.
64 Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65 Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66 Episode 66 Waktu untuk berdua.
67 Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68 Episode 68 Malam Kiss
69 Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70 Episode 70 Malam yang terulang.
71 Episode 71 Waktu bersama.
72 Episode 72 Meminta saham.
73 Episode 73 Tidak bisa berkutik
74 Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75 Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76 Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77 Episode 77 Jatuh hati.
78 Episode 78 Pemindahan saham.
79 Episode 79 Penyerangan
80 Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81 Episode 81 Alea mencari Alvian
82 Episode 82 Bertindak cepat.
83 Episode 83 Pengorbanan Alvian
84 Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85 Episode 85 Jebakan Galang.
86 Episode 86 Suami istri.
87 Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88 Episode 89 Apa cemburu.
89 Episode 90 Penyerahan saham.
90 Episode 90 Aku yang pertama.
91 Episode 91 Suami istri yang sweet.
92 Episode 92 Alea khawatir.
93 Episode 93 Kandunglah anakku.
94 Episode 93 Kok Bucin.
95 Episode 95 Kejutan dari Alea.
96 Episode 96 Alea menang lagi.
97 Episode 96 Insiden Alea.
98 Episode 98 berjuang bersama
99 Episode 99 sakit dalam kebucinan
100 Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101 Episode 101. Ketahuan Fisya
102 Episode 102 Apakah Shandra luluh
103 Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104 Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105 Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106 Episode 106 Keadaan berubah.
107 Episode 107 Apa mungkin hamil
108 Episode 108 Kekejaman Monica.
109 Episode 109
110 Episode 110 Alea mulai panik.
111 Episode 110.
112 Episode 111 Ada Alvian
113 Episode 113 Hamil
114 Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115 Episode 116 Darah cinta.
116 Episode 117 Monica di penjara.
117 Episode 118 Akhir.
118 Episode 118 Akhir.
119 Episode 119 Tammat.
120 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Episode 1 pulang
2
Episode 2 perjodohan
3
Episode 3 Mengingat malam itu
4
Episode 4 Hampir ketahuan
5
Episode 5 Ternyata ada maksud.
6
Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7
Episode 7 yang terjadi malam itu
8
Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9
Episode 9 Akhir malam itu.
10
Episode 10 Memuji Alea.
11
Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12
Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13
Episode 13 Bertemu kembali.
14
Episode 14
15
Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16
Episode 16 Tamparan.
17
Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18
Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19
Episode Jebakan Alvian
20
Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21
Episode 21. Alea kembali mabuk.
22
Episode 22 Menginap.
23
Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24
Episode 24 Kurungan.
25
Episode 25 Menantang.
26
Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27
Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28
Episode 28 Alvian tau.
29
Episode 29 perlawanan Alea.
30
Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31
Episode 32 Membawanya pergi.
32
Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33
Episode 33 Alea dan Alvian debat
34
Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35
Episode 35 selalu bertengkar.
36
Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37
Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38
Episode 38 Tawaran Alvian.
39
Episode 39 Harus terdepan.
40
Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41
Episode 41 cinta menurut Alvian
42
Episode 42 Kesabaran Alvian.
43
Episode 43 Alea dan Livia perang.
44
Episode 44 Marahnya Alvian.
45
Episode 45 Dugaan hamil
46
Episode 46 Rumah sakit
47
Episode 47 Penculikan.
48
Episode 48 Dalang
49
Episode 49 Penjahat biadap.
50
Episode 50 kontrak pernikahan.
51
Episode 52 Pembalasan.
52
Episode 52 Menyedihkan sekali.
53
Episode 54 Balasan yang setimpal
54
Episode 54 Kehangatan.
55
Episode 55 Datang kembali.
56
Episode 56 Kok salting
57
Episode 57 Hari Pernikahan.
58
Episode 58 Hampir saja.
59
Episode 59 Pertunjukan seru.
60
Episode 60 Sah
61
Episode 61 Kebebesan.
62
Episode 62 Alvian menggoda.
63
Episode 63 Hal baru.
64
Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65
Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66
Episode 66 Waktu untuk berdua.
67
Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68
Episode 68 Malam Kiss
69
Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70
Episode 70 Malam yang terulang.
71
Episode 71 Waktu bersama.
72
Episode 72 Meminta saham.
73
Episode 73 Tidak bisa berkutik
74
Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75
Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76
Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77
Episode 77 Jatuh hati.
78
Episode 78 Pemindahan saham.
79
Episode 79 Penyerangan
80
Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81
Episode 81 Alea mencari Alvian
82
Episode 82 Bertindak cepat.
83
Episode 83 Pengorbanan Alvian
84
Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85
Episode 85 Jebakan Galang.
86
Episode 86 Suami istri.
87
Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88
Episode 89 Apa cemburu.
89
Episode 90 Penyerahan saham.
90
Episode 90 Aku yang pertama.
91
Episode 91 Suami istri yang sweet.
92
Episode 92 Alea khawatir.
93
Episode 93 Kandunglah anakku.
94
Episode 93 Kok Bucin.
95
Episode 95 Kejutan dari Alea.
96
Episode 96 Alea menang lagi.
97
Episode 96 Insiden Alea.
98
Episode 98 berjuang bersama
99
Episode 99 sakit dalam kebucinan
100
Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101
Episode 101. Ketahuan Fisya
102
Episode 102 Apakah Shandra luluh
103
Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104
Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105
Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106
Episode 106 Keadaan berubah.
107
Episode 107 Apa mungkin hamil
108
Episode 108 Kekejaman Monica.
109
Episode 109
110
Episode 110 Alea mulai panik.
111
Episode 110.
112
Episode 111 Ada Alvian
113
Episode 113 Hamil
114
Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115
Episode 116 Darah cinta.
116
Episode 117 Monica di penjara.
117
Episode 118 Akhir.
118
Episode 118 Akhir.
119
Episode 119 Tammat.
120
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!