Episode 16 Tamparan.

Alea berusaha untuk menenangkan dirinya di dalam kamar yang duduk di meja riasnya dengan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya yang sikunya menyanggah di atas meja.

"Semua orang tidak ada yang bisa dipercaya. Aku menggantungkan harapanku kepada Galang yang akan memberikanku kehidupan yang normal setelah menikah dengannya. Tapi tidak ternyata dia punya niat lain untuk menikahiku dan bukan karena dia mencintaiku tetapi mencintai dia dan dia mengetahui itu. Dengan wajah polos dan pura-pura tulus gitu yang mendukung ku dan padahal ada sesuatu,"

"Tidak hari yang tulus kepadaku semua orang di rumah hanya bisa membandingkan menyakiti perasaanku," Alea kembali meratapi nasibnya yang tidak mendapatkan kebahagiaan sejak dulu

Tok-tok-tok-tok.

Pintu kamar Alea di ketuk dengan kencang dan bukan seperti di ketuk melainkan seperti di pukul dengan kasar yang di dobrak dengan kuat.

"Alea buka pintunya!" suara Monica yang terlihat kuat yang terdengar yang membuat Alea langsung ciri dari tempat duduknya dan langsung menghampiri pintu yang membukanya.

Plakkk!

Alea langsung mendapatkan tamparan dari Monica. Alea begitu terkejut mendapatkan tamparan yang tiba-tiba dengan Alea yang memegang pipinya.

"Mah apa yang mama lakukan!" sahut Livia yang hampiri Monica yang marah pada Alea.

"Mama ingin memberi pelajaran pada wanita ini. Karena sudah berani membuat kamu dan calon suami kamu hampir mati di tabrak olehnya," bentak Monica.

Mendengar hal itu membuat Alea mendengus kasar yang pemegang pipinya dengan tertutupi rambutnya sedikit. Dia sudah tahu apa yang membuat Monica, kepanasan dan sampai menamparnya dan pasti Livia mengadu kepada Monica.

"Mah aku sudah mengatakan kepada Mama jika kak Alea pasti tidak sengaja melakukannya," ucap Livia memegang tangan Monica.

"Tidak sengaja bagaimana. Wanita ini pasti sengaja melakukannya. Dia itu sangat iri kepada kamu," tegas Monica menoyor kepala Alea dan Alea hanya bisa diam. Namun ada dendam di wajahnya yang sudah tidak tahan sebenarnya dengan perlakuan Monica.

"Kenapa?"

"Kamu itu dengan Livia yang hidupnya jauh lebih sempurna dibandingkan kamu. Punya karir yang bagus dan kehidupan enak dan bahkan akan menikah dengan anak orang yang tidak main-main dan orang yang berpengaruh di Indonesia. Kamu iri melihat kebahagiaan adik kamu sampai kamu ingin mencelakainya," ucap Monica.

"Alea sampai kapanpun kamu tidak akan pernah bisa seperti Livia. Kamu itu sudah ditakdirkan untuk menjadi wanita yang hanya seperti. Kamu itu sadar diri mana ada pria yang hebat mau menikah wanita seperti kamu dan apa kamu tidak bersyukur dengan Galang yang menikahi kamu," tegas Monica

"Wanita seperti kamu yang hanya bisa membuat masalah. Sudah syukur jika Galang mau menikahi kamu. Kamu itu sama saja dengan wanita jalanan yang lebih pantas untuk menikah dengan orang rendahan. Kamu itu tidak seperti Livia. Kamu itu selalu membawa masalah dan Livi selalu menyelesaikan masalah membantu keluarga ini. Tidak seperti kamu yang tidak pernah tapi dan tidak bisa melakukan apa-apa. Papa kamu aja capek besarkan kamu yang tidak tahu diri," Monica terus mengeluarkan makiannya dengan kata-kata kasar yang pasti membuat perasaan Alea begitu sakit.

"Mah udah!" Livia berusaha untuk menghentikan kata-kata Monica pada Alea. Namun Alea hanya memperhatikan wajah Livia terlihat simpati kepadanya namun hatinya sangat busuk. Jika Livia benar-benar tulus kepada Alea maka Livia tidak perlu melaporkan masalah itu kepada Monica.

"Ada apa ini?" tiba-tiba Sandres datang dan melihat keributan.

"Mas apalagi. Jika bukan Alea yang membuat masalah. Mas harus tau. Jika Alea  sengaja ingin menabrak Livia dan Alvian," sahut Monica yang langsung mengadu kepada suaminya.

"Apa itu benar Alea?" tanya Sandres. Mulut ada yang gatal ingin mengatakan Iya namun.

"Tidak seperti itu pah," sahut Livia yang tidak jadi membuat Alea mengeluarkan suaranya.

"Ini hanya salah paham. Livia sudah mengatakan kepada Mama jika kalian tidak sengaja melakukan itu. Rem mobil kak Aliya blong dan makanya hampir menabrak aku dan Alvian," jelas Livia.

"Itu sama saja Livia," tegas Monica.

"Sudahlah mah, jangan membuat masalah semakin banyak," ucap Livia.

"Sudah hentikan. Alea kamu itu lain kali hati-hati, ini masalah nyawa seseorang yang kamu hampir menghilangkan nyawa dua orang akibat kecerobohan kamu dan kamu seharusnya malu dengan adik kamu. Adik kamu yang hampir menjadi korban dan lihat dia membela kamu. Kamu kamu itu hanya namanya saja seperti kakak tapi kelakuan kamu seperti anak kecil dan adik kamu jauh lebih dewasa daripada kamu," Sandres malah ikut-ikutan menyalahkan Alea.

Sandres membandingkan dirinya dengan Livia dan jika tidak mengeluarkan kata-kata yang menyakiti hati ayah maka dua orang tua itu tidak akan pernah puas mau itu orang tua kandungnya ataupun orang tua dirinya bahagia melihat dua-duanya sama dan termasuk adiknya yang dicari perhatian sehingga mendapatkan pujian dari ayahnya.

"Kamu dengar itu Alea apa kata papa kamu. Jadilah wanita seperti Livia!" sahut Monica. Alea yang sejak tadi hanya diam saja sekarang mengepal tangannya. Dia benar-benar membenci semua orang yang telah bicara kepadanya, semua orang munafik.

"Sudah-sudah cukup. Hentikan semua ini. Kalian sebaiknya istirahat dan kamu Alea belajar lebih dewasa dan belajarlah dari adik kamu. Apa lagi Livia dan kamu juga akan menikah. Jadi dewasa lah," tegas Sandres yang meninggalkan tempat itu.

"Dasar wanita tidak berguna dan tidak pernah membanggakan, kamu dengar belajar dari Livia," tambah Monica dengan sinis dan langsung pergi.

Livia menghala nafasnya ke depan dan langsung menghampiri Alea dengan memegang tangan Alea.

"Kakak tidak apa-apa kan?" tanya Livia dengan wajahnya yang penuh simpatik pada Alea. Namun Alea langsung melepaskan tangannya dari Livia.

"Kamu mengatakan kepada mama semuanya?" tanya Alea menatap tajam Livia sorot mata Alea seakan ingin tahu seperti apa sebenarnya adiknya itu.

"Livia, Livia!" Livia tampak ragu menjawab.

"Tidak apa-apa. Kamu memang tidak boleh berbohong dan harus jujur jika terjadi sesuatu kepada kamu dan apalagi aku yang menyebabkannya dan wajar kamu mengatakannya kepada Mama," sahut Alea dengan tersenyum getir

"Kak Alea!" Alea mengangkat tangannya menyuruh Livia untuk tidak bicara lagi.

"Aku ingin istirahat, dan ingin merenungi perkataan mama dan papa. Mereka baru saja menyuruhku untuk menjadi orang dewasa dan harus belajar darimu. Jadi aku harus menyerap semuanya dan melihat apa yang salah dengan diriku dan apa yang bisa aku lakukan supaya aku bisa seperti dirimu," ucap Alea dengan santai.

"Kak!" Alea tidak mendengarkan Devia lagi dan area langsung memasuki kamarnya tidak peduli kepada Livia.

**********

Alea yang bersandar pada pintu kamarnya dan perlahan turun dan berjongkok memeluk tubuhnya yang menangis.

Alea mengingat bagaimana dia dan kecil bersama Livia. Banyak yang terjadi dan bahkan banyak yang dilakukan Alea yang sebenarnya tidak sengaja kepada Livia. Tiba-tiba mamanya tahu dan memarahinya habis-habisan dan pasti semua karena Livia mengadu di belakangnya. Hal itu baru disadari Alea sekarang.

Karena apapun Alea menyadari tiba-tiba kesalahannya di ketahui orang tuanya dan pasti karena Livia sudah mengadu terlebih dahulu dan betapa liciknya adiknya itu. Wajahnya sangat polos. Namun terlihat sangat jahat dan sangat busuk hatinya.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Rossida Sity

Rossida Sity

Alexa jgn mw ditindas trz

2024-08-20

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 pulang
2 Episode 2 perjodohan
3 Episode 3 Mengingat malam itu
4 Episode 4 Hampir ketahuan
5 Episode 5 Ternyata ada maksud.
6 Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7 Episode 7 yang terjadi malam itu
8 Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9 Episode 9 Akhir malam itu.
10 Episode 10 Memuji Alea.
11 Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12 Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13 Episode 13 Bertemu kembali.
14 Episode 14
15 Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16 Episode 16 Tamparan.
17 Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18 Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19 Episode Jebakan Alvian
20 Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21 Episode 21. Alea kembali mabuk.
22 Episode 22 Menginap.
23 Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24 Episode 24 Kurungan.
25 Episode 25 Menantang.
26 Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27 Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28 Episode 28 Alvian tau.
29 Episode 29 perlawanan Alea.
30 Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31 Episode 32 Membawanya pergi.
32 Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33 Episode 33 Alea dan Alvian debat
34 Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35 Episode 35 selalu bertengkar.
36 Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37 Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38 Episode 38 Tawaran Alvian.
39 Episode 39 Harus terdepan.
40 Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41 Episode 41 cinta menurut Alvian
42 Episode 42 Kesabaran Alvian.
43 Episode 43 Alea dan Livia perang.
44 Episode 44 Marahnya Alvian.
45 Episode 45 Dugaan hamil
46 Episode 46 Rumah sakit
47 Episode 47 Penculikan.
48 Episode 48 Dalang
49 Episode 49 Penjahat biadap.
50 Episode 50 kontrak pernikahan.
51 Episode 52 Pembalasan.
52 Episode 52 Menyedihkan sekali.
53 Episode 54 Balasan yang setimpal
54 Episode 54 Kehangatan.
55 Episode 55 Datang kembali.
56 Episode 56 Kok salting
57 Episode 57 Hari Pernikahan.
58 Episode 58 Hampir saja.
59 Episode 59 Pertunjukan seru.
60 Episode 60 Sah
61 Episode 61 Kebebesan.
62 Episode 62 Alvian menggoda.
63 Episode 63 Hal baru.
64 Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65 Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66 Episode 66 Waktu untuk berdua.
67 Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68 Episode 68 Malam Kiss
69 Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70 Episode 70 Malam yang terulang.
71 Episode 71 Waktu bersama.
72 Episode 72 Meminta saham.
73 Episode 73 Tidak bisa berkutik
74 Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75 Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76 Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77 Episode 77 Jatuh hati.
78 Episode 78 Pemindahan saham.
79 Episode 79 Penyerangan
80 Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81 Episode 81 Alea mencari Alvian
82 Episode 82 Bertindak cepat.
83 Episode 83 Pengorbanan Alvian
84 Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85 Episode 85 Jebakan Galang.
86 Episode 86 Suami istri.
87 Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88 Episode 89 Apa cemburu.
89 Episode 90 Penyerahan saham.
90 Episode 90 Aku yang pertama.
91 Episode 91 Suami istri yang sweet.
92 Episode 92 Alea khawatir.
93 Episode 93 Kandunglah anakku.
94 Episode 93 Kok Bucin.
95 Episode 95 Kejutan dari Alea.
96 Episode 96 Alea menang lagi.
97 Episode 96 Insiden Alea.
98 Episode 98 berjuang bersama
99 Episode 99 sakit dalam kebucinan
100 Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101 Episode 101. Ketahuan Fisya
102 Episode 102 Apakah Shandra luluh
103 Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104 Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105 Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106 Episode 106 Keadaan berubah.
107 Episode 107 Apa mungkin hamil
108 Episode 108 Kekejaman Monica.
109 Episode 109
110 Episode 110 Alea mulai panik.
111 Episode 110.
112 Episode 111 Ada Alvian
113 Episode 113 Hamil
114 Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115 Episode 116 Darah cinta.
116 Episode 117 Monica di penjara.
117 Episode 118 Akhir.
118 Episode 118 Akhir.
119 Episode 119 Tammat.
120 Untuk Pembaca
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Episode 1 pulang
2
Episode 2 perjodohan
3
Episode 3 Mengingat malam itu
4
Episode 4 Hampir ketahuan
5
Episode 5 Ternyata ada maksud.
6
Episode 6 Pertemuan kembali yang mengejutkan.
7
Episode 7 yang terjadi malam itu
8
Episode 8. Alea dan Alvian malam itu.
9
Episode 9 Akhir malam itu.
10
Episode 10 Memuji Alea.
11
Episode 11 Alea dan Damian 1 kamar mandi.
12
Episode 12 Livia ternyata seperti itu
13
Episode 13 Bertemu kembali.
14
Episode 14
15
Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian
16
Episode 16 Tamparan.
17
Episode 17 pesan Alea untuk Alvian.
18
Episode 18 Negosiasi Alvian dan Alea
19
Episode Jebakan Alvian
20
Episode 20 Alvian dan Alea terjebak
21
Episode 21. Alea kembali mabuk.
22
Episode 22 Menginap.
23
Episode 23 Alea mengungkapkan semuanya.
24
Episode 24 Kurungan.
25
Episode 25 Menantang.
26
Episode 26 Untung bertemu Alvian.
27
Episode 27 Jatuh kelaut bersama.
28
Episode 28 Alvian tau.
29
Episode 29 perlawanan Alea.
30
Episode 30 Kata-kata mengejutkan Alvian.
31
Episode 32 Membawanya pergi.
32
Episode 32 Alea berada di rumah Alvin.
33
Episode 33 Alea dan Alvian debat
34
Episode 34 Hangat yang di rindukan.
35
Episode 35 selalu bertengkar.
36
Episode 36 Tetap pada keputusan Alvian.
37
Episode 37 Alvian tetap menikah Alea.
38
Episode 38 Tawaran Alvian.
39
Episode 39 Harus terdepan.
40
Episode 40 Herlambang yang menakutkan
41
Episode 41 cinta menurut Alvian
42
Episode 42 Kesabaran Alvian.
43
Episode 43 Alea dan Livia perang.
44
Episode 44 Marahnya Alvian.
45
Episode 45 Dugaan hamil
46
Episode 46 Rumah sakit
47
Episode 47 Penculikan.
48
Episode 48 Dalang
49
Episode 49 Penjahat biadap.
50
Episode 50 kontrak pernikahan.
51
Episode 52 Pembalasan.
52
Episode 52 Menyedihkan sekali.
53
Episode 54 Balasan yang setimpal
54
Episode 54 Kehangatan.
55
Episode 55 Datang kembali.
56
Episode 56 Kok salting
57
Episode 57 Hari Pernikahan.
58
Episode 58 Hampir saja.
59
Episode 59 Pertunjukan seru.
60
Episode 60 Sah
61
Episode 61 Kebebesan.
62
Episode 62 Alvian menggoda.
63
Episode 63 Hal baru.
64
Episode 63 Ada maunya pada Alvian.
65
Episode 65 Alvian mendadak gugup.
66
Episode 66 Waktu untuk berdua.
67
Episode 67 Malam untuk Alvian dan Alea.
68
Episode 68 Malam Kiss
69
Episode 69 Ternyata masih lanjut.
70
Episode 70 Malam yang terulang.
71
Episode 71 Waktu bersama.
72
Episode 72 Meminta saham.
73
Episode 73 Tidak bisa berkutik
74
Episode 74 Alea tetap menjadi pemenangnya.
75
Episode 75 Alea dan Alvian roman mulu
76
Episode 76 Pasangan sama-sama bucin.
77
Episode 77 Jatuh hati.
78
Episode 78 Pemindahan saham.
79
Episode 79 Penyerangan
80
Episode 80 Alvian dalam bahaya.
81
Episode 81 Alea mencari Alvian
82
Episode 82 Bertindak cepat.
83
Episode 83 Pengorbanan Alvian
84
Episode 84 Moment Alea dan Alvian.
85
Episode 85 Jebakan Galang.
86
Episode 86 Suami istri.
87
Episode 87 Kehancuran hidup Livia.
88
Episode 89 Apa cemburu.
89
Episode 90 Penyerahan saham.
90
Episode 90 Aku yang pertama.
91
Episode 91 Suami istri yang sweet.
92
Episode 92 Alea khawatir.
93
Episode 93 Kandunglah anakku.
94
Episode 93 Kok Bucin.
95
Episode 95 Kejutan dari Alea.
96
Episode 96 Alea menang lagi.
97
Episode 96 Insiden Alea.
98
Episode 98 berjuang bersama
99
Episode 99 sakit dalam kebucinan
100
Episode 100 Rumah sakit bukan jadi penghalang.
101
Episode 101. Ketahuan Fisya
102
Episode 102 Apakah Shandra luluh
103
Episode 103 Monica berhadapan dengan Polisi.
104
Episode 104 Kontrak Pernikahan terbongkar.
105
Episode 105 Kontrak Pernikahan.
106
Episode 106 Keadaan berubah.
107
Episode 107 Apa mungkin hamil
108
Episode 108 Kekejaman Monica.
109
Episode 109
110
Episode 110 Alea mulai panik.
111
Episode 110.
112
Episode 111 Ada Alvian
113
Episode 113 Hamil
114
Episode 115 Alvian menyatakan perasaannya.
115
Episode 116 Darah cinta.
116
Episode 117 Monica di penjara.
117
Episode 118 Akhir.
118
Episode 118 Akhir.
119
Episode 119 Tammat.
120
Untuk Pembaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!