7

🌾🌾🌾🌾🌾🌾

"wah! Rumah ini dan letaknya sangat persis seperti yang selama ini ibu impikan! Rumah sederhana yang letaknya ditengah perkebunan dengan sedikit tetangga. Kak Karin memang sangat tahu apa yang ibu sukai." seru Sarah, gadis berusia tiga belas tahun itu kagum, berbicara kepada ibunya, wanita yang sedang berdiri disebelahnya setelah mereka berdua turun dari atas motor, yang dikendarai oleh ibunya.

Dan melihat-lihat rumah bulatan dihadapannya, yang terlihat begitu asri, sejuk dan damai dengan pemandangan hamparan perkebunan yang begitu luas, yang ditanami jagung, tomat, cabe dan padi yang tersusun sangat rapi di sejauh mata memandang. Selain itu disana juga ada pohon buah-buahan, seperti mangga, jeruk, rambutan, lengkeng dan lain-lain.

"kita pindah kesini sekarang juga ya bu." bujuk Sarah sembari memegang tangan ibunya dan menggoyang tangan ibunya dengan manja, karena dia telah jatuh hati dengan rumah dan pemandangan disekitarnya. Meski yang menjadi milik mereka hanya rumah itu.

"iya, telepon ayahmu, suruh dia membereskan barang-barang dirumah yang tidak seberapa itu, dan minta dia mencari mobil untuk membawa semua barang-barang itu kesini!" perintahnya setuju, karena dia juga menyukai rumah sederhana bercat putih itu.

Lalu berjalan menuju ruang besar yang dikelilingi pagar besi, yang dapat dilihat dari depan rumahnya dan berjarak sekitar seratus dari rumahnya.

"ibu mau kemana?" tanya Sarah yang tidak tahu ibunya ingin kemana, namun dia mengikutinya.

"kerumah itu, untuk meminta kunci rumah kita." serunya sembari menunjuk rumah besar didepannya, dan terus berjalan, karena saat Karin mengirimkan alamat rumah ini, dia juga berpesan kepada ibunya untuk meminta kunci rumah itu kepada pemilik lamanya. Yang tinggal dirumah besar.

Dan hanya ada satu rumah besar disana, yaitu rumah Dirga. Si Pemilik perkebunan dan peternakan yang terkenal cukup dingin dan sangat jarang berbicara kepada perempuan, apa lagi kalau tidak penting!

"maaf bu, pak Dirga sedang tidak ada dirumah. Tapi sebelum pergi dia sudah menitipkan kunci rumah itu kepada saya." seru wanita yang usianya sekitar empat puluh tahun, yang sebelumnya sedang sibuk membersihkan halaman, ketika dua orang perempuan menghampirinya dan berdiri dibalik pagar besi.

"iya tidak apa-apa, saya hanya ingin minta kunci itu saja. Soalnya hari ini saya dan keluarga saya akan pindah kerumah itu!" jelas perempuan yang terlihat seperti seorang ibu itu dengan sopan.

"oh, iya, ini kuncinya bu." perempuan itu langsung menyerahkan kunci rumah tersebut, tanpa proses banyak tanya. Seperti pesan bosnya sebelum menitipkan kunci itu kepadanya. Lalu dua orang perempuan itu pun pergi, setelah mereka menerima kunci tersebut.

"siapa itu tadi bik?" tanya Naina kepada salah satu perempuan yang berkerja dirumah dan juga perkebunan, begitu dia keluar dari rumah, karena saat didalam rumah dia sempat mengintip keluar jendela, dan melihat apa saja yang terjadi diluar.

"itu orang yang beli rumah disebelah rumah yang ditempati oleh buk Nita." jelas perempuan itu, sembari melihat kearah Naina yang sedang berdiri diteras dengan melipat kedua tangannya dibawa dada.

"kak Dirga jadi menjual rumah itu?" tanya Naina sedikit tidak percaya kepada perempuan dihadapannya, meski dia sebelumnya sudah tahu bahwa kakaknya memang berencana untuk menjual rumah itu, namun ketika itu dia berpikir kakaknya hanya bercanda.

Sebab selama ini mereka tidak pernah kekurangan uang, hingga harus menjual salah satu rumah yang mereka miliki, ditambah lagi itu adalah salah satu rumah yang biasa diperuntukkan untuk para pekerja yang bekerja kepada mereka. Dan akan menjadi tempat tinggal untuk para pekerja selama mereka bekerja disana, tanpa sedikitpun dipungut biaya sewa.

"sepertinya jadi, dan sudah terjual non!" ujar perempuan itu dan mulai kembali melanjutkan pekerjaannya, menyapu dan membersihkan semua sampah dedaunan yang ada dihalaman.

"aneh!" celetuk Naina. Lalu kembali berjalan kedalam rumah, dia sungguh tidak mengerti mengapa kakaknya menjual rumah itu, dan apa alasan kakaknya menjual rumah itu?

Rumah bulatan nomor 2.

"Rumah ini sangat nyaman dan sejuk ya bu?" tutur Sarah setelah mereka masuk kedalam rumah, dan duduk disalah satu sofa yang memang sudah ada disana.

Rumah itu sudah bersih dan lengkap dengan perabotannya, padahal sebelum masuk mereka berdua berencana untuk membersihkan rumah itu terlebih dahulu, namun setelah masuk! Ternyata mereka tidak perlu melakukannya. Karena rumah itu sudah bersih dan rapi.

"kak Karin pasti menghabiskan banyak uang untuk membeli rumah ini!" ujar Sarah lagi, setelah matanya menyusuri dan melihat setiap perabotan yang ada disana, lalu kemudian bangun dari sofa dan berjalan untuk melihat-lihat setiap kamar. Padahal kakaknya baru dua tahun bekerja dikantor.

"lihatlah bu, kamarnya juga sudah ada spring bed dan juga AC!" seru Sarah kemudian dengan mata terbelalak, karena tidak menyangka bahwa kakaknya akan membeli rumah lengkap dengan isinya seperti ini, dan semuanya terlihat masih baru. Padahal jika dihitung-hitung gaji kakaknya tidak akan cukup untuk membeli semua itu, ditambah lagi kakaknya masih punya kredit mobil, yang masih berjalan.

Namun sepertinya baik Sarah dan ibunya tidak memikirkan itu karena mereka sangat percaya kepada Karin, Karin tidak akan melakukan sesuatu yang terlarang hanya karena untuk sebuah materi semata. Selain itu Sarah juga merasa senang melihat semua kamar memiliki AC sendiri, karena sekarang dia tidak perlu berebut pengatur AC lagi dengan kakaknya, dan bisa tidur dengan volume AC sesuai yang dia inginkan, dan dia tidak perlu lagi menggigil setiap malam, karena dinginnya suhu kamar yang ia tempati bersama kakaknya.

Sebab kakaknya selalu menghidupkan AC dengan suhu 15°C, dan membuat Sarah selalu tidur dengan menggeretakan giginya karena kedinginan. Namun dia tidak pernah marah kepada kakaknya dan selalu mengalah, sebab dia sangat menyayanginya kakaknya.

"mama, seperti rumah sebelah sudah ada yang menempati ya?" seloroh Sakira mengajak Nita yang sedang melipat baju berbicara, dengan menyebut penghuni rumah yang berjarak sepuluh meter, dari rumah yang mereka tempati, dan duduk didekat ibunya sembari membantu ibunya melipat baju.

Karena dia tadi sempat melihat penghuni baru itu masuk kerumah itu! tapi Sakira tidak melihat wajah orang itu dengan jelas.

"iya, sepertinya!" tanggap Nita tidak antusias, karena tidak terlalu ingin tahu dengan tetangga barunya itu.

"apakah itu pekerja baru yang akan bekerja disini juga ya ma?" tanya Sakira mencoba terus mengajak ibunya berbicara, agar ibu tidak terus melamun seperti yang akhir-akhir ini sering dilakukan oleh ibunya.

"sepertinya bukan, karena kemarin rumah itu diisi dengan perabotan yang bagus, dan juga dipasang AC di setiap kamarnya." ujar Sahira menyela dan ikut nimbrung bersama ibu dan kakaknya.

"kamu tahu darimana?" tanya Sakira, dan melihat kearah Sahira yang sedang duduk didepannya.

"tidak sengaja kemarin melihatnya, ketika bik Irma dan pak Udin membersihkan rumah itu!" jawab Sahira jujur dan menyebut tetangga dari rumah nomor tiga, yang jarak antara rumah mereka sekitar tiga puluh meter, dan harus melewati rumah nomor dua terlebih dahulu.

"apakah rumah itu disewakan?" tanya Sakira lagi, dan kini terlihat seperti sedang berpikir.

"entah, tidak tahu! Lagi pula itu bukan urusan kita, ya kan ma?" tutur Sahira meminta pendapat kepada ibunya.

"betul! Itu bukan urusan kita." jawab Nita setuju dengan Sahira, dan kemudian berjalan kekamar untuk menyusun baju-baju yang telah selesai dilipatnya.

Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 Kisah Karin dan Dirga 1
24 Kisah Karin dan Dirga 2
25 Kisah Karin dan Dirga 3
26 Kisah Karin dan Dirga 4
27 Kisah Karin dan Dirga 5
28 Kisah Karin dan Dirga 6
29 Kisah Karin dan Dirga 7
30 Kisah Karin dan Dirga 8
31 Kisah Karin dan Dirga 9
32 Kisah Karin dan Dirga 10
33 Kisah Karin dan Dirga 11
34 Kisah Karin dan Dirga 12
35 Kisah Karin dan Dirga 13
36 Kisah Karin dan Dirga 14
37 Kisah Karin dan Dirga 15
38 Kisah Karin dan Dirga 16
39 Kisah Karin dan Dirga 17
40 Kisah Karin dan Dirga 18
41 Kisah Karin dan Dirga 19
42 kisah Karin dan Dirga 20
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 Pernikahan Romantic Elegant
50 Anaknya Mirip Pak Dirga
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 Biang gosip
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 libur
68 67
69 Garis dua
70 69
71 Foto-foto memalukan
72 Lelah
73 72
74 73
75 74
76 75
77 76
78 77
79 78
80 79
81 80
82 81
83 82
84 83
85 84
86 Manis
87 Duda tua
88 87
89 88
90 89
91 90
92 91
93 92
94 93
95 94
96 95
97 96
98 97
99 98
100 99
101 100
102 101
103 So sweet
104 Senandung rindu.
105 Slek
106 ada yang baru
107 Kruuuuk
108 Lamaran Sakira
109 tangisan disaat bahagia 1
110 Tangisan disaat bahagia 2
111 tangisan disaat bahagia 3
112 awal kehancuran
113 Berubah sedrastis itu
114 hidup atau mati sama saja
115 ingin meninggalkan ku
116 Sangat lemah
117 kabar bahagia disaat sedih.
118 menyesal
119 keputusan yang tepat
120 Kenangan masa lalu
121 bisakah kamu hidup tanpa ku
122 seorang ibu membujuk seorang ibu
123 Semuanya baik-baik saja
124 Sudah mau pergi
125 jadi lebih pemarah
126 belum terbiasa
127 panggil tukang derek
128 tukang gosip
129 tour and travel
130 KTP
131 Buku tabungan Dirga
132 Teman
133 Akhirnya sampai juga
134 Dia sudah disini
135 Matang
136 video call
137 kalau sudah janji harus ditepati
138 Bertemu Abi
139 Diantar pulang
140 Bau asap rokok
141 gadis melahirkan anak
142 yang membuatnya banyak
143 curiga
144 dilabrak tanpa alasan yang jelas
145 Bayi berambut ikal
146 sini sama mimi
147 pura-pura
148 hanya numpang diperut
149 kiriman
150 terjerumus semakin dalam
151 salah dengar
152 salam untuk ayah dan ibu
153 pergi dengan siapa
154 apaan sih nih orang
155 pasar seni
Episodes

Updated 155 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
Kisah Karin dan Dirga 1
24
Kisah Karin dan Dirga 2
25
Kisah Karin dan Dirga 3
26
Kisah Karin dan Dirga 4
27
Kisah Karin dan Dirga 5
28
Kisah Karin dan Dirga 6
29
Kisah Karin dan Dirga 7
30
Kisah Karin dan Dirga 8
31
Kisah Karin dan Dirga 9
32
Kisah Karin dan Dirga 10
33
Kisah Karin dan Dirga 11
34
Kisah Karin dan Dirga 12
35
Kisah Karin dan Dirga 13
36
Kisah Karin dan Dirga 14
37
Kisah Karin dan Dirga 15
38
Kisah Karin dan Dirga 16
39
Kisah Karin dan Dirga 17
40
Kisah Karin dan Dirga 18
41
Kisah Karin dan Dirga 19
42
kisah Karin dan Dirga 20
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
Pernikahan Romantic Elegant
50
Anaknya Mirip Pak Dirga
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
Biang gosip
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
libur
68
67
69
Garis dua
70
69
71
Foto-foto memalukan
72
Lelah
73
72
74
73
75
74
76
75
77
76
78
77
79
78
80
79
81
80
82
81
83
82
84
83
85
84
86
Manis
87
Duda tua
88
87
89
88
90
89
91
90
92
91
93
92
94
93
95
94
96
95
97
96
98
97
99
98
100
99
101
100
102
101
103
So sweet
104
Senandung rindu.
105
Slek
106
ada yang baru
107
Kruuuuk
108
Lamaran Sakira
109
tangisan disaat bahagia 1
110
Tangisan disaat bahagia 2
111
tangisan disaat bahagia 3
112
awal kehancuran
113
Berubah sedrastis itu
114
hidup atau mati sama saja
115
ingin meninggalkan ku
116
Sangat lemah
117
kabar bahagia disaat sedih.
118
menyesal
119
keputusan yang tepat
120
Kenangan masa lalu
121
bisakah kamu hidup tanpa ku
122
seorang ibu membujuk seorang ibu
123
Semuanya baik-baik saja
124
Sudah mau pergi
125
jadi lebih pemarah
126
belum terbiasa
127
panggil tukang derek
128
tukang gosip
129
tour and travel
130
KTP
131
Buku tabungan Dirga
132
Teman
133
Akhirnya sampai juga
134
Dia sudah disini
135
Matang
136
video call
137
kalau sudah janji harus ditepati
138
Bertemu Abi
139
Diantar pulang
140
Bau asap rokok
141
gadis melahirkan anak
142
yang membuatnya banyak
143
curiga
144
dilabrak tanpa alasan yang jelas
145
Bayi berambut ikal
146
sini sama mimi
147
pura-pura
148
hanya numpang diperut
149
kiriman
150
terjerumus semakin dalam
151
salah dengar
152
salam untuk ayah dan ibu
153
pergi dengan siapa
154
apaan sih nih orang
155
pasar seni

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!