Pagi itu di sebuah ruang rapat kantor polisi Minnesota, Kapten Matthew Langer, memimpin rapat internal Departemen Kepolisian Minneapolis atau disebut juga Minneapolis Police Department (MPD), terkait investigasi kasus kematian Betty Frieden. Seluruh anggota tim telah berkumpul di ruang rapat. Begitu Kapten Matthew Langer memasuki ruangan, dia langsung membuka rapat yang telah direncanakan sehari sebelumnya itu
"Selamat pagi teman-teman."
"Selamat pagi, Kapten." Jawab seluruh peserta.
"Langsung saja, kita mulai rapat pagi ini. Letnan Troy silakan dipaparkan semua fakta dan bukti yang telah dikumpulkan beserta dengan analisisnya."
"Siap Kapten." Letnan Troy yang duduk di kursi peserta rapat, berdiri dari duduknya sambil membuka lembaran kertas yang telah ia bawa.
"Bukti yang telah kita kumpulan sejauh ini antara lain : Pertama, dari hasil analisis eksperimental yang telah kita lakukan bersama dengan inspektur publik, ditemukan fakta bahwa pelaku yang telah mendorong Betty Frieden adalah seorang anak perempuan. Diduga ia adalah siswi sekolah dasar yang bersekolah di tempat yang sama.
Kedua, dari pernyataan saksi Clara yang pertama kali menemukan korban tergeletak tak sadarkan diri menyatakan, bahwa ia tidak melihat seorang pun berada di lokasi kejadian perkara pada waktu itu. Jika keterangan itu benar adanya, kemungkinan besar pelaku bersembunyi di tempat yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Karena jeda waktu ketika saksi Clara mendengar suara jeritan menuju lokasi kejadian hanya terpaut beberapa puluh detik. Kemungkinan besar pelaku bersembunyi di dalam toilet yang letaknya bersebelahan dengan tangga."
"Apakah anda telah memeriksa toilet yang dimaksud? " Tanya Matthew.
"Sudah, Kapten. kami menemukan sebuah jepit rambut motif hello kitty. Letnan Andre coba perlihatkan benda yang dimaksud." Letnan Andre yang duduk di samping Letnan Troy, kemudian mengeluarkan sebuah penjepit rambut milik anak perempuan yang disimpan di dalam sebuah kantong plastik bening dan menunjukkan pada peserta rapat.
"Siapa pemilik jepit rambut itu? " Tanya seorang peserta rapat.
"Kami sudah menyerahkan sampel DNA yang tertinggal di jepit rambut ini ke laboratorium. Kita tinggal menunggu hasilnya."
"Selanjutnya siapa saja yang bisa dijadikan tersangka dalam kasus ini dari investigasi yang telah kalian lakukan?" Tanya Kapten Matthew kemudian.
"Sebelum menuturkan oang-orang yang bisa dijadikan tersangka, izinkan aku menguraikan fakta-fakta menarik yang terjadi sebelumnya yang telah kami kumpulan dari beberapa sumber. Fakta pertama, berdasarkan penuturan ayah korban Carl Frieden, sehari sebelum kejadian, korban mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan. Ia dituduh telah menghilangkan buku Winnie The Pooh milik teman sekelasnya, Ruth Handler. Meskipun korban telah menyangkalnya, tetapi bukti rekaman CCTV menunjukkan keterlibatan korban terhadap kejadian itu. Kasus itu sudah mereka selesaikan pada hari itu juga setelah wali kelas mereka mengumpulkan dua orang yang terlibat beserta wali mereka. Sudah ada kesepakatan yang mereka capai. Namun ayah korban menduga ada orang yang sengaja memfitnah dengan menyamar sebagai putrinya. Namun, pendapat itu sulit untuk dibuktikan."
"Sempat terpikirkan Ruth terlibat dengan kasus jatuhnya Betty. Tetapi sangkaan itu dimentahkan dengan alibi yang dimiliki oleh Ruth. Pada saat korban Betty terjatuh dari tangga, Ruth Handler sendiri masih berada di kelasnya. Hal itu dikuatkan oleh pernyataan saksi Hillary Sibille yang saat itu sedang mengajar di kelas korban."
"Peristiwa kedua, Pada pagi harinya, sebelum masuk ke dalam kelas, korban mengalami sedikit insiden di lantai dua. Ia bertabrakan atau lebih tepatnya ditabrak oleh seorang siswi yang bernama Cindy Davis. Banyak saksi yang melihat kejadian itu. Cindy disinyalir juga telah melakukan perundungan terhadap korban. Dengan mengatakan bahwa korban adalah seorang pencuri. Korban Betty membela dirinya dengan memberikan tamparan di pipi Cindy. Setelah itu terjadi adu mulut di antara mereka. Namun, peristiwa itu tidak berlangsung lama. Korban Betty lebih memilih meninggalkan Cindy kemudian masuk ke dalam kelasnya. Tindakan Betty itu membuat Cindy emosi. Ada ucapan bernada ancaman yang ia lontarkan ketika Betty pergi meninggalkannya. Dengan mengatakan "Awas kau!! "
"Pukul 11 siang, saat peristiwa naas itu terjadi, Cindy tidak berada di kelasnya. Waktu itu ia diamanatkan untuk mengantarkan lembaran tugas teman-temannya ke ruang guru. Cindy belum kembali ke kelasnya hingga saat seluruh siswa di pulangkan setelah insiden jatuhnya Betty. Seorang saksi mata melihat, Tuan Arthur Davis ayah Cindy yang menjabat sebagai kepala sekolah di tempat itu, datang ke kelas mengambil tas milik putrinya pada saat seluruh siswa telah dipulangkan dan kelas berada dalam keadaan kosong."
"Apakah Arthur Davis juga melihat keberadaan saksi? "
"Tentu saja. Saksi adalah petugas keamanan yang sedang berkeliling ke seluruh ruang kelas. Saksi dan Arthur sempat bertegur sapa ketika mereka berpapasan di lantai dua."
"Apakah ada hubungannya belum kembalinya Cindy dengan kasus jatuhnya Betty Frieden? " Tanya seorang peserta rapat lainnya.
"Kami pun juga berfikir demikian. Mengingat jabatan yang ia miliki, memungkinkan Arthur melakukan segala hal untuk melindungi putrinya termasuk menghilangkan barang bukti rekaman kamera pengawas."
" Baik. Sudah mulai terlihat titik terang. Letnan Troy dan Letnan Andre, kalian selidiki kedua tersangka kita. Perhatikan setiap gerak-gerik mereka. Kita butuh bukti kuat untuk menjerat keduanya dengan Pasal pembunuhan dan pasal menghilangkan barang bukti."
"Siap Kapten. " Ucap Letnan Troy dan Letnan Andre.
"Baik. Rapat kita tutup sampai di sini. Untuk kalian berdua selamat bertugas kembali."
"Terimakasih Kapten."
Kapten Matthew Langer segera keluar ruangan setelah menutup rapat. Satu persatu peserta rapat yang lain ikut meninggalkan ruangan melanjutkan tugas mereka masing-masing.
.
.
.
Letnan Troy Oswald dan Letnan Andre Sayegh, telah berada di depan sekolah dasar Minnesota. Mereka masih berada di dalam mobilnya yang terparkir di seberang gedung sekolah.
"Andre. Coba kau cari tahu, apakah kedua tersangka kita hari ini berada di sekolah ?"
"Baik Letnan." Tanpa banyak bicara perwira polisi keturunan Libanon ini langsung keluar dari mobil.
Pria tinggi besar itu terlihat sedang berbicara dengan seorang security di depan gerbang sekolah. Tak berapa lama kemudian, ia kembali ke dalam mobil kemudian masuk melalui pintu penumpang di samping supir.
"Tuan Arthur sudah tiba di sekolah beberapa menit yang lalu. Tapi sepertinya ia tidak akan lama berada di sekolah. Menurut security sekolah, putrinya Cindy saat ini sedang sakit. Sehingga membutuhkan perhatian ekstra." Tutur Andre begitu telah masuk ke dalam mobil.
"Sakit? Sakit apa?"
"Security tidak mengetahui sakit yang sedang di derita oleh putri kepala sekolah itu. Tetapi, sejak insiden yang menyebabkan kematian Betty, Cindy tidak pernah datang ke sekolah lagi."
"Hmm. Sebaiknya kita tunggu saja di sini. Kita lihat apakah dia benar-benar akan keluar lebih cepat hari ini."
"Ya. Aku setuju."
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Yang terakhir berinteraksi sama Betty emang si Cindy kan? klo tak salah inget ada di bab yang kecelakaan disengaja? itu
Cindy mendorong Betty sekuat tenaga di tangga, Betty yg pijakannya tak sempurna jatuh kan... klo kematian Betty murni ada kesalahan Cindy setelah perundungan itu.
nah klo yg memfitnah Betty ngambil buku Ruth... tebakan aku si Daniel.
2023-12-26
9
Kᵝ⃟ᴸℝ𝕒𝕪𝕚𝕚☠ᵏᵋᶜᶟ🍂
iya betul,aku juga mau jadi saksinya.😐
2023-12-24
7
ㅤㅤ💖 ᴅ͜͡ ๓ᵕ̈✰͜͡v᭄ ᵕ̈💖
cindy juga mengalami trauma sepertinya
2023-12-21
6