Bab 17. Prototype GenX

Sean Conley berada di dalam laboratoriumnya siang itu. Berkutat di depan mikroskopnya, selama berjam-jam. Mengamati objek sel berulang-ulang. Mungkin puluhan bahkan ratusan kali.

Otot-otot di wajahnya seketika bergerak. Ujung bibirnya tertarik sempurna. Rasa puas dan bangga memenuhi rongga dadanya. Tak lama kemudian terdengar bunyi pintu di buka.

"Sayang, ada apa?"

Anna Howard masuk ke dalam laboratorium Conley dengan tergesa-gesa. Ia meletakkan sling bagnya di atas rak.

"Aku langsung ke sini begitu mendapatkan pesan darimu." Lanjutnya.

"Sayang kemarilah... " Panggil Conley. Ia memutar kursi kerjanya. Senyumnya semakin mengembang menyambut kedatangan kekasih hatinya.

"Ada apa sih.. ?"

"Cepat kemarilah. "

"Sebentar." Anna mengambil jas putih yang ada di dalam lemari, safety glasses, serta sarung tangan karet. Kemudian mengenakan perlengkapan wajib itu dengan sigap. Cepat ia menuju ke arah Conley berada.

"Sebenarnya ada apa? Kau membuatku penasaran."

"Coba lihat ini." Conley memundurkan kursi kerjanya, memberikan akses untuk Anna mendekat ke arah mikroskop.

Dengan wajah penuh tanda tanya, Anna mendekatkan matanya ke lensa okuler. Mengamati beberapa saat.

"Bandingkan dengan yang ini." Conley menunjuk pada mikroskop lain di sebelahnya.

Perhatian Anna pun berpindah pada teropong tuma yang lain. Mengamati untuk beberapa saat. Kemudian menatap Conley tak percaya. Ia mengulangi sekali lagi, untuk memastikan apa yang ia lihat benar adanya.

"Sayang... " Menatap Conley tak percaya.

Conley mengangguk sambil tersenyum.

"Aku berhasil sayang. " Ucap Conley penuh dengan rasa haru.

"Kau luar biasa sayang." Menghambur dalam pelukan Conley. Dorongan yang kuat dari tubuh Anna membuat kursi kerja Conley yang berkaki bintang, terdorong ke belakang. Refleks Anna duduk di pangkuan Conley dengan kedua tangan merangkul mesra di bahu Conley. Kedua tangan Conley memeluk pinggang Anna. Kursi beroda itu baru berhenti ketika membentur dinding.

Kedua pasang mata saling menatap. Wajah mereka yang begitu dekat membuat seluruh tubuh Conley meremang. Hembusan nafas Anna, wangi menerpa wajahnya. Hasrat kelelakiannya menatap lapar sepasang birai menggoda di hadapannya. Wajahnya perlahan mendekat

"Sebentar.." Anna menahan bibir Conley yang hanya berjarak setipis tisu dengan menggunakan telunjuknya.

"Ada apa sayang.. " Senyuman mendadak hilang dari wajahnya.

"Sel itu milik siapa?" Tanya Anna penasaran.

"Milik seseorang." Jawab Conley singkat, penuh teka-teki. Kemudian dia kembali mendekatkan wajahnya. Namun Anna menahannya kembali dengan telunjuknya.

"Sayang ayolah. Kenapa kau tidak ingin mengatakannya padaku? Kenapa kau merahasiakannya?" Nada suara mulai ditekan.

"Rahasia ? Aku tidak merahasiakan apapun darimu."

"Lantas, kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?" Tanya Anna merajuk.

"Pertanyaan yang mana? Semua pertanyaanmu telah aku jawab." Conley berkilah.

"Kau jangan berpura-pura. Ya sudah, kalau kau tidak ingin menjawab pertanyaanku, lebih baik aku pergi saja. Lepaskan tanganmu. !!" Anna menjauhkan tangan Conley yang merangkul erat pinggangnya.

"Jangan seperti itu sayang." Conley semakin mengeratkan pelukannya. "Baiklah. Aku akan menceritakan semua yang ingin kau ketahui." Conley mengalah.

"Janji? "

"Iya. Aku berjanji."

"Sekarang katakan padaku. Itu jaringan sel milik siapa? Manusia?"

"Iya. Itu jaringan sel rambut milik Daniella."

"Apa? Yang benar saja." Anna terkejut dengan penuturan Conley. Refleks ia menarik tubuhnya ke belakang. "Daniella itu masih di bawah umur. Kalau pihak yang berwenang mengetahui hal itu, kau akan berada dalam posisi yang tidak baik. Apakah kau tidak mengerti? "

"Sayang. Dengarkan aku terlebih dahulu. Mana mungkin aku melakukan uji coba obat yang belum pasti keamanannya pada manusia, apa lagi pada anak di bawah umur seperti Daniella. Kau pikir aku sudah tidak waras? "

"Lalu kenapa kau melakukannya pada Daniela yang notabenenya anakmu sendiri? "

"Itu Dani sendiri yang menenggak GenX tanpa sepengetahuanku. Kamu masih ingat dengan kejadian sewaktu Dani ditemukan pingsan di laboratoriumku ? "

"Saat kau meminta izin untuk tidak melanjutkan seminarmu waktu itu? "

"Iya yang waktu itu."

"Hmmm. Lalu? "

"Saat itu aku menemukannya tak sadarkan diri dengan botol GenX ditangannya. Dani telah menenggak abis cairan itu sebanyak 184,83 ml. Untungnya para dokter yang menangani Dani tidak mendeteksi kandungan GenX dalam darahnya. Sehingga aku tidak perlu kesulitan mengarang cerita untuk menjelaskan pada polisi yang menginterogasi ku. Setelah kejadian itu aku terus mengamati reaksi tubuh Dani terhadap cairan obat yang masuk. Mengamati jaringan sel setiap hari dari lembaran rambut yang tertinggal di kamarnya. Dari pengamatan-pengamatan, itu terlihat sel mengalami perlambatan dalam proses pematangan dan regenerasi dengan sel baru."

"Tetapi masih terlalu dini kau mengambil kesimpulan seperti itu, sayang. Diperlukan observasi secara terus menerus dan berkesinambungan. Sampai berapa lama batas efektifitas GenX di dalam tubuh."

"Ya. Apa yang kau katakan itu memang benar. Sejauh ini, GenX telah berhasil memperlambat proses itu. Kalaupun nanti tidak berlangsung lama, setidaknya aku sudah berhasil membuat prototypenya."

"Kau benar, sayang. Walaupun demikian, kau akan mendapatkan banyak uang jika ternyata GenX ini berhasil dikembangkan. Kau tinggal fokus dengan keberhasilanmu. Itu akan menjadikan motivasi untukmu lebih semangat lagi."

"Makanya aku sangat bahagia. Setelah bertahun-tahun, kerja kerasku akhirnya menemukan titik terang. Dan aku ingin kau orang pertama yang mengetahui awal keberhasilanku ini."

Anna tersenyum lebar. "Aku senang sekali, kau memilihku sebagai orang pertama yang mengetahui hal penting ini."

Kedua mata mereka yang bertemu, saling mengunci. Anna melepaskan safety glasses milik Conley, kemudian dilanjutkan miliknya. Membiarkan kacamata laboratorium itu tetap berada dalam genggaman tangannya yang menggantung di bahu Conley. Jarak yang begitu dekat. Mata kecoklatan milik Conley terasa menghitam. Napasnya yang terasa menyentuh kulit. Ada kilatan dalam tatapan pria itu. Matanya yang semakin lama semakin gelap. Mengandung sesuatu yang berapi-api dan lapar. Sesuatu yang  membutuhkan pemuasan. Tanpa ragu Conley memiringkan kepalanya ke arah Anna. Kulit bibirnya menempel di bibir Anna yang lembut. Kemudian menggerakkan lembut mengecap bibir Anna yang terasa semanis madu dengan mata terpejam. Lagi, lagi dan lagi. Semakin lama semakin menginginkan lebih. Sesuatu yang lebih dalam. Conley melepaskan sarung tangan karet yang masih melekat. Melemparkan ke sembarang arah. Ia kemudian semakin mendekat, hingga tubuh mereka bersentuhan, lalu tangannya yang lain menyusup masuk ke dalam blouse Anna yang tertutup jas putih. Jemari hangatnya menggenggam kulit pinggang Anna, menarik semakin dekat lagi. Mereka tenggelam dalam ci um an yang teramat dalam. Sehingga tanpa mereka sadari, satu persatu kain penutup tubuh mereka telah terlepas dari tempat seharusnya. Kini raga-raga itu sudah tanpa sehelai benang pun. Mereka menembus batasan kewajaran, berbagi peluh dan saliva di dalam laboratorium. Erangan dan de sa han terasa begitu memekakkan telinga. Menggema di ruangan yang tertutup rapat.

.

.

Terpopuler

Comments

ramanda

ramanda

kalau begitu, ada kemungkinan di usia dewasa, manusia yang bersangkutan masih terlihat seperti anak anak 🤔

2024-11-09

0

🏘⃝Aⁿᵘ𝐀⃝🥀му𒈒⃟ʟʙᴄ𝐙⃝🦜ˢ⍣⃟ₛ

🏘⃝Aⁿᵘ𝐀⃝🥀му𒈒⃟ʟʙᴄ𝐙⃝🦜ˢ⍣⃟ₛ

gila bener-bener gila, masa anak sendiri dijadikan kelinci percobaan😤

2024-02-10

4

lyani

lyani

duhhhh.....Ella jd org lain. pertumbuhan yg blm seharusnya berkembang. kesian

2024-01-10

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Keluarga Anthony Chavez
2 Bab 2. Gonggongan Bella Si Golden Retriever
3 Bab 3. Racun Sianida
4 Bab 4. Sean Conley Sang Ilmuan Biologi
5 Bab 5. "Cinta" Pertama Terasa Menyakitkan
6 Bab 6. Patah Hati Berkali-kali
7 Bab 7. Cinta Mania?
8 Bab 8. Aku Lakukan Ini Untukmu Ayah
9 Bab 9. Rumah Sakit (1)
10 Bab 10. Rumah Sakit (2)
11 Bab 11. Buku Ruth Hilang
12 Bab 12. Bukan Aku Pelakunya
13 Bab 13. Perundungan
14 Bab 14. Kecelakaan Yang Disengaja?
15 Bab 15. Pemakaman Betty Friedan
16 Bab 16. Analisis Eksperimental
17 Bab 17. Prototype GenX
18 Bab 18. "Pekerjaan" Membawa Petaka
19 Bab 19. Pindah Ke Ramsey
20 Bab 20. Pengintaian (1)
21 Bab 21. Pengintaian (2)
22 Bab 22. Pengintaian Yang Sia-Sia?
23 Bab. 23. Menuju Ramsey (1)
24 Bab 24. Menuju Ramsey (2)
25 Bab 25. Hari Pertama Di Ramsey
26 Bab 26. Menjauh Dari Rumah
27 Bab 27. Semoga Kau Baik-Baik Saja Dwayne
28 Bab 28. Dia Kekasihku (?)
29 29. Jiwa Paramedisku Menolak Meninggalkan Dia Di Sana
30 Bab 30. Godaan Danau Kecil Di Belakang Rumah
31 Bab 31. Daniella, Bagaimana Kau Melakukannya?
32 Bab 32. Sean Conley Profesor Misterius ?
33 Bab 33. Menuju Minnesota
34 Bab 34. Safe Deposit Box Untuk Alyssa
35 Bab 35. Di Tantang Bruno Kawe
36 Bab 36. Bruno Kawe Paling Oke
37 Bab 37. Jangan Main Api, Mia
38 Bab 38. Interogasi Cindy Davis (1)
39 Bab 39. Interogasi Cindy Davis (2)
40 Bab 40. Rencana Pemanggilan Ke 2
41 Bab 41. Nafsu Membawa Sengsara
42 Bab 42. Uang Damai ?
43 Bab 43. Panggilan Darurat
44 Bab 44. Di Kantor Sheriff
45 Bab 45. Don Pria Yang Dapat Diandalkan
46 Bab 46. Semesta Mengajak Bercanda Atau Sedang Bermain Petak Umpet ?
47 Bab 47. Benarkah Bukan Julian ?
48 Bab 48. Pulang
49 Bab 49. Daniella Demam ?
50 Bab 50. Bagaimana mungkin ?
51 Bab 51. Dwayne Ingat Kejadian Malam Itu?
52 Bab 52. 'Sesuatu' Yang Begitu Menggoda
53 Bab 53. Terlanjur Berjanji
54 Bab 54. Harga Diri Yang Tercabik
55 Bab 55. Kesedihan Dan Penyesalan
56 Bab 56. Akankah Semesta Merestui ?
57 Bab 57. Kapan Giliranku ?
58 Bab 58. Tidak Boleh Tidur Sekamar
59 Bab 59. Tamu Dari Minnesota (1)
60 Bab 60. Tamu Dari Minnesota (2)
61 Bab 61. Hari Pertama Sekolah
62 Bab 62. Akhir Perjalanan Bruno Kawe (1)
63 Bab 63. Akhir Perjalanan Bruno Kawe (2)
64 Bab 64. Seandainya Alyssa Mau Sedikit Bersabar
65 Bab 65. Hak Anak Yang Terabaikan
66 Bab 66. Kecewa Pada Polisi
67 Bab 67. Cheers
68 Bab 68. Anonymous (1)
69 Bab 69. Anonymous (2)
70 Bab 70. Menyerah Dengan Keangkuhan Hati
71 Bab 71. Persimpangan Naas
72 Bab 72. Keinginan Alyssa
73 Bab 73. Kunjungan Dokter (1)
74 Bab 74. Kunjungan Dokter (2)
75 Bab 75. Firasat Emma
76 Bab 76. Perkembangan Kasus-kasus
77 Bab 77. Akhir Perjalanan Badut Sulap
78 Bab 78. Teman Gak Ada Akhlak
79 Bab 79. Bullying
80 Bab 80. Daniella Bertahanlah
81 Bab 81. Aktivitas Rahasia Daniella
82 Bab 82. Rudapaksa ?
83 Bab 83. Human Error?
84 Bab 84. Trauma Healing
85 Bab 85. Konfrontir
86 Bab 86. Prom Night
87 Bab 87. Usil Dibayar Tunai
88 Bab 88. Daniella My Beloved Daughter
89 Bab 89. Terjebak Nostalgia
90 Bab 90. Absurd
91 Bab 91. Jebakan Membawa Petaka
92 Bab 92. Aku Tidak Bersalah (1)
93 Bab 93. Aku Tidak Bersalah (2)
94 Bab 94. Bagaimana Bisa Kau Tidak Menyadarinya, Daniella?
95 Bab 95. Leighton Castel (1)
96 Bab 96. Leighton Castel (2)
97 Bab 97. Rahasia Besar Keluarga Leighton
98 Bab 98. Ada Jalan Keluar
99 Bab 99. Guinevere Leighton
100 Bab 100. Fatamorgana ? (1)
101 Bab 101. Fatamorgana ? (2)
102 Bab 102. Kenapa Kau Menghindariku, Daniella ?
103 Bab 103. Kau Tertangkap Basah
104 Bab 104. Ulah Benzodiazepin ?
105 Bab 105. Amplop Coklat Ukuran Folio
106 Bab 106. Bagaikan Bertemu Dengan Hulunya
107 Bab 107. Ku Titipkan Daniella Conley Putriku
108 Bab 108. Kenyataan Yang Bertolak belakang
109 Bab 109. One Step Closer
110 Bab 110. Keberuntungan Atau Musibah?
111 Bab 111. Candaanmu Tidak Lucu Daniella
112 Bab 112. Pencuri Ciuuman Pernikahan
113 Bab 113. Consummate The Marriage.
114 Bab 114. Luka Tak Berdarah
115 Bab 115. Clementine Sang Asisten Eksekutor
116 Bab 116. Last But Not Least 1
117 Bab 117. Last But Not Least 2
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Bab 1. Keluarga Anthony Chavez
2
Bab 2. Gonggongan Bella Si Golden Retriever
3
Bab 3. Racun Sianida
4
Bab 4. Sean Conley Sang Ilmuan Biologi
5
Bab 5. "Cinta" Pertama Terasa Menyakitkan
6
Bab 6. Patah Hati Berkali-kali
7
Bab 7. Cinta Mania?
8
Bab 8. Aku Lakukan Ini Untukmu Ayah
9
Bab 9. Rumah Sakit (1)
10
Bab 10. Rumah Sakit (2)
11
Bab 11. Buku Ruth Hilang
12
Bab 12. Bukan Aku Pelakunya
13
Bab 13. Perundungan
14
Bab 14. Kecelakaan Yang Disengaja?
15
Bab 15. Pemakaman Betty Friedan
16
Bab 16. Analisis Eksperimental
17
Bab 17. Prototype GenX
18
Bab 18. "Pekerjaan" Membawa Petaka
19
Bab 19. Pindah Ke Ramsey
20
Bab 20. Pengintaian (1)
21
Bab 21. Pengintaian (2)
22
Bab 22. Pengintaian Yang Sia-Sia?
23
Bab. 23. Menuju Ramsey (1)
24
Bab 24. Menuju Ramsey (2)
25
Bab 25. Hari Pertama Di Ramsey
26
Bab 26. Menjauh Dari Rumah
27
Bab 27. Semoga Kau Baik-Baik Saja Dwayne
28
Bab 28. Dia Kekasihku (?)
29
29. Jiwa Paramedisku Menolak Meninggalkan Dia Di Sana
30
Bab 30. Godaan Danau Kecil Di Belakang Rumah
31
Bab 31. Daniella, Bagaimana Kau Melakukannya?
32
Bab 32. Sean Conley Profesor Misterius ?
33
Bab 33. Menuju Minnesota
34
Bab 34. Safe Deposit Box Untuk Alyssa
35
Bab 35. Di Tantang Bruno Kawe
36
Bab 36. Bruno Kawe Paling Oke
37
Bab 37. Jangan Main Api, Mia
38
Bab 38. Interogasi Cindy Davis (1)
39
Bab 39. Interogasi Cindy Davis (2)
40
Bab 40. Rencana Pemanggilan Ke 2
41
Bab 41. Nafsu Membawa Sengsara
42
Bab 42. Uang Damai ?
43
Bab 43. Panggilan Darurat
44
Bab 44. Di Kantor Sheriff
45
Bab 45. Don Pria Yang Dapat Diandalkan
46
Bab 46. Semesta Mengajak Bercanda Atau Sedang Bermain Petak Umpet ?
47
Bab 47. Benarkah Bukan Julian ?
48
Bab 48. Pulang
49
Bab 49. Daniella Demam ?
50
Bab 50. Bagaimana mungkin ?
51
Bab 51. Dwayne Ingat Kejadian Malam Itu?
52
Bab 52. 'Sesuatu' Yang Begitu Menggoda
53
Bab 53. Terlanjur Berjanji
54
Bab 54. Harga Diri Yang Tercabik
55
Bab 55. Kesedihan Dan Penyesalan
56
Bab 56. Akankah Semesta Merestui ?
57
Bab 57. Kapan Giliranku ?
58
Bab 58. Tidak Boleh Tidur Sekamar
59
Bab 59. Tamu Dari Minnesota (1)
60
Bab 60. Tamu Dari Minnesota (2)
61
Bab 61. Hari Pertama Sekolah
62
Bab 62. Akhir Perjalanan Bruno Kawe (1)
63
Bab 63. Akhir Perjalanan Bruno Kawe (2)
64
Bab 64. Seandainya Alyssa Mau Sedikit Bersabar
65
Bab 65. Hak Anak Yang Terabaikan
66
Bab 66. Kecewa Pada Polisi
67
Bab 67. Cheers
68
Bab 68. Anonymous (1)
69
Bab 69. Anonymous (2)
70
Bab 70. Menyerah Dengan Keangkuhan Hati
71
Bab 71. Persimpangan Naas
72
Bab 72. Keinginan Alyssa
73
Bab 73. Kunjungan Dokter (1)
74
Bab 74. Kunjungan Dokter (2)
75
Bab 75. Firasat Emma
76
Bab 76. Perkembangan Kasus-kasus
77
Bab 77. Akhir Perjalanan Badut Sulap
78
Bab 78. Teman Gak Ada Akhlak
79
Bab 79. Bullying
80
Bab 80. Daniella Bertahanlah
81
Bab 81. Aktivitas Rahasia Daniella
82
Bab 82. Rudapaksa ?
83
Bab 83. Human Error?
84
Bab 84. Trauma Healing
85
Bab 85. Konfrontir
86
Bab 86. Prom Night
87
Bab 87. Usil Dibayar Tunai
88
Bab 88. Daniella My Beloved Daughter
89
Bab 89. Terjebak Nostalgia
90
Bab 90. Absurd
91
Bab 91. Jebakan Membawa Petaka
92
Bab 92. Aku Tidak Bersalah (1)
93
Bab 93. Aku Tidak Bersalah (2)
94
Bab 94. Bagaimana Bisa Kau Tidak Menyadarinya, Daniella?
95
Bab 95. Leighton Castel (1)
96
Bab 96. Leighton Castel (2)
97
Bab 97. Rahasia Besar Keluarga Leighton
98
Bab 98. Ada Jalan Keluar
99
Bab 99. Guinevere Leighton
100
Bab 100. Fatamorgana ? (1)
101
Bab 101. Fatamorgana ? (2)
102
Bab 102. Kenapa Kau Menghindariku, Daniella ?
103
Bab 103. Kau Tertangkap Basah
104
Bab 104. Ulah Benzodiazepin ?
105
Bab 105. Amplop Coklat Ukuran Folio
106
Bab 106. Bagaikan Bertemu Dengan Hulunya
107
Bab 107. Ku Titipkan Daniella Conley Putriku
108
Bab 108. Kenyataan Yang Bertolak belakang
109
Bab 109. One Step Closer
110
Bab 110. Keberuntungan Atau Musibah?
111
Bab 111. Candaanmu Tidak Lucu Daniella
112
Bab 112. Pencuri Ciuuman Pernikahan
113
Bab 113. Consummate The Marriage.
114
Bab 114. Luka Tak Berdarah
115
Bab 115. Clementine Sang Asisten Eksekutor
116
Bab 116. Last But Not Least 1
117
Bab 117. Last But Not Least 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!