Bab 18. "Pekerjaan" Membawa Petaka

Sementara itu di rumah utama Sean Conley, Daniella baru saja pulang sekolah. Hari itu ia tiba lebih awal di rumah, setelah pihak sekolah memulangkan para siswa menyusul kejadian naas yang menimpa salah seorang teman sekelasnya. Setelah berganti pakaian, Daniella menikmati makan siang yang telah di sediakan pengurus rumah tangga mereka, Emma.

Daniella seharian ini belum bertemu dengan ayahnya. Karena ketika ia berangkat sekolah tadi pagi, pria itu masih tertidur pulas di kamarnya. Dan siang ini pun setelah ia pulang sekolah, ia belum juga bersemuka dengan ayahnya itu. Rasa rindu pada sang ayah, mendorong Dani untuk menanyakan keberadaan pria itu pada Emma.

"Bi, apakah kau melihat Ayahku?" Tanya Dani sambil menyantap primanti sandwich, buatan tangan Emma yang menggunakan roti berjenis Italian Bread, dilapisi dengan daging panggang tipis, lelehan keju cheddar, salad kubis, french fries, dan irisan tomat.

"Tuan Conley ada di laboratoriumnya, Nona." Jawab Emma singkat seraya meletakkan segelas jus jeruk di hadapan Daniella.

"Benarkah, Bi?"

"Ya. Setelah menyelesaikan sarapannya pagi tadi, Tuan langsung masuk ke laboratoriumnya, Nona. Dan sampai saat ini ia belum keluar dari sana."

Emma melihat tatapan menerawang dari mata Dani. Kemudian ia melanjutkan ucapannya.

"Tuan juga berpesan padaku jangan ada yang mengganggunya untuk beberapa jam ke depan. Karena Ia memiliki pekerjaan penting yang harus segera diselesaikan."

"Apakah Ayahku sendirian di dalam sana, Bi? Tadi sepulang sekolah, aku melihat ada coat wanita di gantungan depan."

"Itu milik teman sejawat Tuan yang baru tiba sejam lalu. Dia bergegas masuk begitu sampai di sini. Sepertinya Tuan Conley yang meminta wanita itu untuk datang menemuinya."

Mendengar jawaban dari Emma Daniella hanya diam seraya mengunyah pelan makan siangnya dengan wajah tanpa ekspresi. Apa yang dilakukan Dani tidak luput dari perhatian Emma.

"Nona, ayo habiskan makan siangmu."

"Baik, Bi. " Jawab Daniella singkat.

"Setelah ini aku berencana keluar sebentar. Tuan Conley memintaku menyiapkan makan malam spesial. Ada beberapa bahan makanan yang harus ku beli. Sepertinya Tuan berencana mengajak teman wanitanya itu untuk makan malam bersama."

Tidak ada reaksi apa pun yang ditampilkan Daniella mendengar informasi yang baru saja Emma katakan. Mata Emma tidak berkedip menatap wajah datar Dani. Wanita itu sempat menangkap sinyal kesepian dari sorot mata Daniella yang berusaha gadis itu tutupi.

"Bagaimana kalau Nona ikut bersamaku saja? Nanti setelah berbelanja, sebelum pulang kita mampir sebentar ke toko es krim yang lagi booming itu, Nona. Tempatnya berada tidak jauh dari supermarket. Aku kerap melihat antrian yang mengular, hanya untuk mendapatkan segelas es krim. Aku jadi penasaran, seberapa worth it es krim viral itu dengan perjuangan mendapatkannya? " Tawar Emma.

"Tidak, Bi. Aku terlalu lelah untuk mengikutimu berbelanja. Lagi pula, setelah ini aku berencana menyelesaikan tugas sekolahku." Tolak Daniella.

"Baiklah, kalau begitu." Emma menghela nafasnya mendengar penolakan dari Dani. "Tapi ingat pesan Tuan tadi, Nona. Aku tidak ingin kembali mendapatkan masalah seperti kejadian yang telah lalu."

"Baik, Bi. Kau tidak perlu khawatir." Jawab Dani mantap.

Jawaban Daniella justru membuat Emma semakin khawatir. Ingatannya kembali berputar ke beberapa hari yang telah lalu. Saat ia dan Conley menemukan Daniella tergeletak tak sadarkan diri di lantai dingin laboratorium dengan kepala bersimbah darah. Rasa sedih, takut kehilangan bahkan perasaan nyaris putus asa, masih membekas hingga saat ini.

"Nona, Berjanjilah padaku, kau hanya akan menyelesaikan tugas sekolah setelah menghabiskan makan siangmu." Sembari menatap lekat wajah gadis kecil itu.

"Iya, Bi. Aku berjanji."

Setelah mendengarkan janji yang diucapkan anak majikannya itu, Emma pun segera berlalu meninggalkan Daniella sendirian dengan hidangan santap siangnya. Walaupun ada terbersit rasa ragu di hatinya untuk meninggalkan Daniella sementara waktu tanpa pengawasan, namun keinginan untuk segera menyelesaikan tugasnya hari ini lebih besar. Sehingga Emma memutuskan untuk meninggalkan kediaman Sean Conley menuju supermarket yang terletak di ujung block.

Sesudah kepergian Emma, ruangan makan itu pun menjadi sepi. Pandangan mata Dani tertuju pada pintu coklat tua berbahan kayu jati, yang terletak di sudut dapur. Tatapan tidak suka dan penuh kebencian terpancar dari sinar matanya. Ia tahu betul siapa pemilik coat wanita yang tergantung di dekat pintu masuk. Sudah pasti milik wanita yang telah merebut cinta ayahnya. Tanpa menyelesaikan makan siangnya, Dani berjalan menuju pintu berwarna gelap itu. Ia tidak mengindahkan pesan yang disampaikan pengurus rumah tangganya tadi. Ia lebih memilih mengikuti kata hatinya dan melupakan janji yang telah ia ucapan.

Langkah berat setapak demi setapak menyisir lorong yang entah mengapa hari itu terasa begitu sempit dan menyesakkan. Keraguan atas perkataan Conley pada Emma menimbulkan keinginan yang kuat di hati Dani untuk membuktikannya. Atau kah itu hanya kamuflase untuk menutupi "pekerjaan" lain yang sebenarnya dilakukan pria itu.

Hingga langkah kecil itu berhenti di depan pintu kelabu di ujung lorong. Dengan sedikit berjinjit, Dani bisa melihat melalui kaca pintu, aktifitas yang ada di dalam sana. Kegiatan memuakkan yang kerap mereka pertontonkan di malam hari, yang selalu Dani saksikan diam-diam. Dan kali ini mereka sudah berani melakukannya di siang hari. Dani mengerti. Itulah alasan ayahnya tidak mengizinkan seorang pun memasuki laboratorium miliknya untuk beberapa jam ke depan. Pekerjaan penting yang ingin ayahnya selesaikan adalah pekerjaan yang sangat menjijikkan di mata Daniella.

Tiba-tiba, APAR (Alat Pemadam Api Ringan) atau fire extinguisher  yang tergantung di dinding laboratorium, entah kenapa terpisah bagian kepala dengan tabungnya. Cairan yang ada di dalamnya menyembur keluar memberi tekanan yang kuat pada tabung, sehingga mendorong tabung ke segala arah. Dengan kecepatan tinggi, tabung gas menabrak berbagai perkakas yang ada di dalam lab. Tabrakan itu menimbulkan percikan api akibat bercampurnya berbagai jenis bahan kimia yang ada di dalam laboratorium. Dan...

Duar...

Ledakan besar tak dapat dielakkan. Tubuh Dani terhempas ke dinding lorong beberapa meter, akibat kuatnya ledakan itu. Dengan sisa kekuatan yang masih dimilikinya, Dani tertatih-tatih berlari keluar menyelamatkan diri. Tubuh kecilnya ambruk begitu tiba di halaman depan rumah. Api berkobar dengan cepat membakar rumah Sean Conley. Melahap habis benda-benda di sekitarnya.

Emma yang baru saja kembali dari supermarket, sangat terkejut dengan kejadian itu. Pandangan matanya menangkap sesosok tubuh kecil yang tergeletak di tengah halaman rumah dengan luka bakar di punggung.

"Nona...!!! "

Wanita paruh baya itu berlari ke arah Dani, seraya melempar kantong belanjaannya ke sembarang arah. Ia kemudian menggendong tubuh Dani yang tidak sadarkan diri, membawanya menjauh ke tempat yang lebih aman.

Entah siapa yang telah melakukan panggilan ke nomor darurat, pemadam kebakaran tiba tak lama kemudian, mobil ambulans pun menyusul setelah itu.

.

.

.

Terpopuler

Comments

ramanda

ramanda

tidak ada hasil penelitian yang berhasil sempurna tanpa efek samping.

2024-11-09

0

adi_nata

adi_nata

berarti ini cerita sebelum hari pemakaman Betty.

2024-11-27

0

aas

aas

hmmm jd tambah penasaran 🤔

2025-01-08

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Keluarga Anthony Chavez
2 Bab 2. Gonggongan Bella Si Golden Retriever
3 Bab 3. Racun Sianida
4 Bab 4. Sean Conley Sang Ilmuan Biologi
5 Bab 5. "Cinta" Pertama Terasa Menyakitkan
6 Bab 6. Patah Hati Berkali-kali
7 Bab 7. Cinta Mania?
8 Bab 8. Aku Lakukan Ini Untukmu Ayah
9 Bab 9. Rumah Sakit (1)
10 Bab 10. Rumah Sakit (2)
11 Bab 11. Buku Ruth Hilang
12 Bab 12. Bukan Aku Pelakunya
13 Bab 13. Perundungan
14 Bab 14. Kecelakaan Yang Disengaja?
15 Bab 15. Pemakaman Betty Friedan
16 Bab 16. Analisis Eksperimental
17 Bab 17. Prototype GenX
18 Bab 18. "Pekerjaan" Membawa Petaka
19 Bab 19. Pindah Ke Ramsey
20 Bab 20. Pengintaian (1)
21 Bab 21. Pengintaian (2)
22 Bab 22. Pengintaian Yang Sia-Sia?
23 Bab. 23. Menuju Ramsey (1)
24 Bab 24. Menuju Ramsey (2)
25 Bab 25. Hari Pertama Di Ramsey
26 Bab 26. Menjauh Dari Rumah
27 Bab 27. Semoga Kau Baik-Baik Saja Dwayne
28 Bab 28. Dia Kekasihku (?)
29 29. Jiwa Paramedisku Menolak Meninggalkan Dia Di Sana
30 Bab 30. Godaan Danau Kecil Di Belakang Rumah
31 Bab 31. Daniella, Bagaimana Kau Melakukannya?
32 Bab 32. Sean Conley Profesor Misterius ?
33 Bab 33. Menuju Minnesota
34 Bab 34. Safe Deposit Box Untuk Alyssa
35 Bab 35. Di Tantang Bruno Kawe
36 Bab 36. Bruno Kawe Paling Oke
37 Bab 37. Jangan Main Api, Mia
38 Bab 38. Interogasi Cindy Davis (1)
39 Bab 39. Interogasi Cindy Davis (2)
40 Bab 40. Rencana Pemanggilan Ke 2
41 Bab 41. Nafsu Membawa Sengsara
42 Bab 42. Uang Damai ?
43 Bab 43. Panggilan Darurat
44 Bab 44. Di Kantor Sheriff
45 Bab 45. Don Pria Yang Dapat Diandalkan
46 Bab 46. Semesta Mengajak Bercanda Atau Sedang Bermain Petak Umpet ?
47 Bab 47. Benarkah Bukan Julian ?
48 Bab 48. Pulang
49 Bab 49. Daniella Demam ?
50 Bab 50. Bagaimana mungkin ?
51 Bab 51. Dwayne Ingat Kejadian Malam Itu?
52 Bab 52. 'Sesuatu' Yang Begitu Menggoda
53 Bab 53. Terlanjur Berjanji
54 Bab 54. Harga Diri Yang Tercabik
55 Bab 55. Kesedihan Dan Penyesalan
56 Bab 56. Akankah Semesta Merestui ?
57 Bab 57. Kapan Giliranku ?
58 Bab 58. Tidak Boleh Tidur Sekamar
59 Bab 59. Tamu Dari Minnesota (1)
60 Bab 60. Tamu Dari Minnesota (2)
61 Bab 61. Hari Pertama Sekolah
62 Bab 62. Akhir Perjalanan Bruno Kawe (1)
63 Bab 63. Akhir Perjalanan Bruno Kawe (2)
64 Bab 64. Seandainya Alyssa Mau Sedikit Bersabar
65 Bab 65. Hak Anak Yang Terabaikan
66 Bab 66. Kecewa Pada Polisi
67 Bab 67. Cheers
68 Bab 68. Anonymous (1)
69 Bab 69. Anonymous (2)
70 Bab 70. Menyerah Dengan Keangkuhan Hati
71 Bab 71. Persimpangan Naas
72 Bab 72. Keinginan Alyssa
73 Bab 73. Kunjungan Dokter (1)
74 Bab 74. Kunjungan Dokter (2)
75 Bab 75. Firasat Emma
76 Bab 76. Perkembangan Kasus-kasus
77 Bab 77. Akhir Perjalanan Badut Sulap
78 Bab 78. Teman Gak Ada Akhlak
79 Bab 79. Bullying
80 Bab 80. Daniella Bertahanlah
81 Bab 81. Aktivitas Rahasia Daniella
82 Bab 82. Rudapaksa ?
83 Bab 83. Human Error?
84 Bab 84. Trauma Healing
85 Bab 85. Konfrontir
86 Bab 86. Prom Night
87 Bab 87. Usil Dibayar Tunai
88 Bab 88. Daniella My Beloved Daughter
89 Bab 89. Terjebak Nostalgia
90 Bab 90. Absurd
91 Bab 91. Jebakan Membawa Petaka
92 Bab 92. Aku Tidak Bersalah (1)
93 Bab 93. Aku Tidak Bersalah (2)
94 Bab 94. Bagaimana Bisa Kau Tidak Menyadarinya, Daniella?
95 Bab 95. Leighton Castel (1)
96 Bab 96. Leighton Castel (2)
97 Bab 97. Rahasia Besar Keluarga Leighton
98 Bab 98. Ada Jalan Keluar
99 Bab 99. Guinevere Leighton
100 Bab 100. Fatamorgana ? (1)
101 Bab 101. Fatamorgana ? (2)
102 Bab 102. Kenapa Kau Menghindariku, Daniella ?
103 Bab 103. Kau Tertangkap Basah
104 Bab 104. Ulah Benzodiazepin ?
105 Bab 105. Amplop Coklat Ukuran Folio
106 Bab 106. Bagaikan Bertemu Dengan Hulunya
107 Bab 107. Ku Titipkan Daniella Conley Putriku
108 Bab 108. Kenyataan Yang Bertolak belakang
109 Bab 109. One Step Closer
110 Bab 110. Keberuntungan Atau Musibah?
111 Bab 111. Candaanmu Tidak Lucu Daniella
112 Bab 112. Pencuri Ciuuman Pernikahan
113 Bab 113. Consummate The Marriage.
114 Bab 114. Luka Tak Berdarah
115 Bab 115. Clementine Sang Asisten Eksekutor
116 Bab 116. Last But Not Least 1
117 Bab 117. Last But Not Least 2
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Bab 1. Keluarga Anthony Chavez
2
Bab 2. Gonggongan Bella Si Golden Retriever
3
Bab 3. Racun Sianida
4
Bab 4. Sean Conley Sang Ilmuan Biologi
5
Bab 5. "Cinta" Pertama Terasa Menyakitkan
6
Bab 6. Patah Hati Berkali-kali
7
Bab 7. Cinta Mania?
8
Bab 8. Aku Lakukan Ini Untukmu Ayah
9
Bab 9. Rumah Sakit (1)
10
Bab 10. Rumah Sakit (2)
11
Bab 11. Buku Ruth Hilang
12
Bab 12. Bukan Aku Pelakunya
13
Bab 13. Perundungan
14
Bab 14. Kecelakaan Yang Disengaja?
15
Bab 15. Pemakaman Betty Friedan
16
Bab 16. Analisis Eksperimental
17
Bab 17. Prototype GenX
18
Bab 18. "Pekerjaan" Membawa Petaka
19
Bab 19. Pindah Ke Ramsey
20
Bab 20. Pengintaian (1)
21
Bab 21. Pengintaian (2)
22
Bab 22. Pengintaian Yang Sia-Sia?
23
Bab. 23. Menuju Ramsey (1)
24
Bab 24. Menuju Ramsey (2)
25
Bab 25. Hari Pertama Di Ramsey
26
Bab 26. Menjauh Dari Rumah
27
Bab 27. Semoga Kau Baik-Baik Saja Dwayne
28
Bab 28. Dia Kekasihku (?)
29
29. Jiwa Paramedisku Menolak Meninggalkan Dia Di Sana
30
Bab 30. Godaan Danau Kecil Di Belakang Rumah
31
Bab 31. Daniella, Bagaimana Kau Melakukannya?
32
Bab 32. Sean Conley Profesor Misterius ?
33
Bab 33. Menuju Minnesota
34
Bab 34. Safe Deposit Box Untuk Alyssa
35
Bab 35. Di Tantang Bruno Kawe
36
Bab 36. Bruno Kawe Paling Oke
37
Bab 37. Jangan Main Api, Mia
38
Bab 38. Interogasi Cindy Davis (1)
39
Bab 39. Interogasi Cindy Davis (2)
40
Bab 40. Rencana Pemanggilan Ke 2
41
Bab 41. Nafsu Membawa Sengsara
42
Bab 42. Uang Damai ?
43
Bab 43. Panggilan Darurat
44
Bab 44. Di Kantor Sheriff
45
Bab 45. Don Pria Yang Dapat Diandalkan
46
Bab 46. Semesta Mengajak Bercanda Atau Sedang Bermain Petak Umpet ?
47
Bab 47. Benarkah Bukan Julian ?
48
Bab 48. Pulang
49
Bab 49. Daniella Demam ?
50
Bab 50. Bagaimana mungkin ?
51
Bab 51. Dwayne Ingat Kejadian Malam Itu?
52
Bab 52. 'Sesuatu' Yang Begitu Menggoda
53
Bab 53. Terlanjur Berjanji
54
Bab 54. Harga Diri Yang Tercabik
55
Bab 55. Kesedihan Dan Penyesalan
56
Bab 56. Akankah Semesta Merestui ?
57
Bab 57. Kapan Giliranku ?
58
Bab 58. Tidak Boleh Tidur Sekamar
59
Bab 59. Tamu Dari Minnesota (1)
60
Bab 60. Tamu Dari Minnesota (2)
61
Bab 61. Hari Pertama Sekolah
62
Bab 62. Akhir Perjalanan Bruno Kawe (1)
63
Bab 63. Akhir Perjalanan Bruno Kawe (2)
64
Bab 64. Seandainya Alyssa Mau Sedikit Bersabar
65
Bab 65. Hak Anak Yang Terabaikan
66
Bab 66. Kecewa Pada Polisi
67
Bab 67. Cheers
68
Bab 68. Anonymous (1)
69
Bab 69. Anonymous (2)
70
Bab 70. Menyerah Dengan Keangkuhan Hati
71
Bab 71. Persimpangan Naas
72
Bab 72. Keinginan Alyssa
73
Bab 73. Kunjungan Dokter (1)
74
Bab 74. Kunjungan Dokter (2)
75
Bab 75. Firasat Emma
76
Bab 76. Perkembangan Kasus-kasus
77
Bab 77. Akhir Perjalanan Badut Sulap
78
Bab 78. Teman Gak Ada Akhlak
79
Bab 79. Bullying
80
Bab 80. Daniella Bertahanlah
81
Bab 81. Aktivitas Rahasia Daniella
82
Bab 82. Rudapaksa ?
83
Bab 83. Human Error?
84
Bab 84. Trauma Healing
85
Bab 85. Konfrontir
86
Bab 86. Prom Night
87
Bab 87. Usil Dibayar Tunai
88
Bab 88. Daniella My Beloved Daughter
89
Bab 89. Terjebak Nostalgia
90
Bab 90. Absurd
91
Bab 91. Jebakan Membawa Petaka
92
Bab 92. Aku Tidak Bersalah (1)
93
Bab 93. Aku Tidak Bersalah (2)
94
Bab 94. Bagaimana Bisa Kau Tidak Menyadarinya, Daniella?
95
Bab 95. Leighton Castel (1)
96
Bab 96. Leighton Castel (2)
97
Bab 97. Rahasia Besar Keluarga Leighton
98
Bab 98. Ada Jalan Keluar
99
Bab 99. Guinevere Leighton
100
Bab 100. Fatamorgana ? (1)
101
Bab 101. Fatamorgana ? (2)
102
Bab 102. Kenapa Kau Menghindariku, Daniella ?
103
Bab 103. Kau Tertangkap Basah
104
Bab 104. Ulah Benzodiazepin ?
105
Bab 105. Amplop Coklat Ukuran Folio
106
Bab 106. Bagaikan Bertemu Dengan Hulunya
107
Bab 107. Ku Titipkan Daniella Conley Putriku
108
Bab 108. Kenyataan Yang Bertolak belakang
109
Bab 109. One Step Closer
110
Bab 110. Keberuntungan Atau Musibah?
111
Bab 111. Candaanmu Tidak Lucu Daniella
112
Bab 112. Pencuri Ciuuman Pernikahan
113
Bab 113. Consummate The Marriage.
114
Bab 114. Luka Tak Berdarah
115
Bab 115. Clementine Sang Asisten Eksekutor
116
Bab 116. Last But Not Least 1
117
Bab 117. Last But Not Least 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!