Bab 10. Rumah Sakit (2)

Dokter Bradley menyambut kedatangan tamunya dengan senyuman di wajahnya.

"Silahkan duduk, Tuan."

"Terimakasih, Dok." Conley menarik kursi di sisi dalam ruangan dokter, Emma menyusul kemudian duduk di sebelah Conley.

"Langsung saja,Tuan." Dokter Bradley kemudian memperlihatkan hasil CT Scan Daniella melalui layar komputer yang ada di belakangnya.

"Jadi, ini hasil CT Scan bagian kepala dari pasien Daniella. Pada gambar ini, terlihat yang warna putih terang pada belakang kepala, ini adalah darah yang menggumpal. Hal itu kemungkinan timbul karena adanya benturan keras pada bagian belakang kepala. Gumpalan darah ini yang menimbulkan rasa sakit teramat sangat yang dirasakan oleh pasien."

"Jadi, bagaimana Dok, cara untuk mengeluarkan darah yang ada di kepala putriku?" Tanya Conley dengan ekspresi khawatir.

"Kita akan mencoba dengan memberikan cairan obat untuk mengencerkan darah yang menggumpal. Selama proses ini, pasien kita berikan obat bius agar tidak merasakan sakit terus menerus."

"Jadi, maksudnya Daniella akan dibuat tidak sadarkan diri untuk sementara waktu, sembari diberikan cairan obat untuk mengencerkan darah yang menggumpal di kepalanya?" Conley mengulang perkataan dokter menurut pemahamannya.

"Ya tepat sekali."

"Seandainya cara itu tidak berhasil, apa yang akan dilakukan selanjutnya, Dok?"

"Jika itu tidak berhasil, langkah selanjutnya adalah melakukan trombektomi untuk mengisap gumpalan darah yang terbentuk di otak. Prosedur medis ini, minim luka sayatan. Yaitu dengan menggunakan kateter atau pipa kecil yang terhubung ke pembuluh darah otak yang tersumbat. Untuk itu, kami membutuhkan izin dari Anda agar segera bisa dilakukan tindakan."

"Baik, Dok. Lakukanlah semua yang terbaik untuk putriku. Aku percayakan semuanya pada Anda."

"Kami akan segera melakukannya setelah Anda menandatangani berkas persetujuan tindakan medis."

"Tentu, Dok. Aku akan menandatangani berkas itu."

"Baik. Tunggu sebentar." Dokter Bradley kemudian menekan interkom yang ada di atas meja kerjanya.

"Sofia, segera bawa berkas persetujuan tindakan medis atas nama Nona Daniella ke ruanganku. Segera."

"Baik, Dok." Jawab seorang perawat wanita dari seberang telepon.

Tak berselang lama,bseorang perawat datang dengan membawa berkas yang diminta oleh dokter Bradley.

" Ini, Dok. Berkas yang Anda minta."

"Silahkan berikan pada Tuan Conley selaku wali dari pasien Daniella." Dokter menunjuk dengan isyarat tangannya. Perawat itupun mengikuti instruksi dari atasannya.

"Ini Tuan. Silahkan dibaca dengan teliti. Dan bubuhkan tanda tangan Anda di sini." Ujar perawat itu.

Conley pun membaca sebentar berkas itu. Tanpa ragu ia menandatangani di tempat yang telah di tentukan. Setelah Conley menandatangani berkas itu, Dokter Bradley pun segera melakukan tugasnya.

.

.

Keesokan harinya, seperti yang telah dijanjikan, dengan menumpang sebuah taksi, Conley dan Emma mendatangi kantor polisi untuk memberikan keterangan terkait kejadian yang menimpa Daniella. Di dalam taksi, jelas terlihat kegelisahan yang menaungi hati dan pikiran Emma.

"Emma tenanglah. Tidak ada yang perlu kau takutkan." Conley menepuk lembut punggung tangan wanita paruh baya itu.

"Nanti setibanya di sana, apa yang harus aku lakukan, Tuan?"

"Kau hanya tinggal menjawab semua pertanyaan yang polisi ajukan. Jawablah dengan sejujur-jujurnya berdasarkan apa yang kau ketahui dan alami."

"Aku sangat gugup, Tuan. Ini adalah pengalaman pertamaku berurusan dengan pihak kepolisian."

"Semua orang pasti punya pengalaman pertama terhadap sesuatu, Emma. Jadi, anggap saja para polisi itu sedang melakukan tugasnya. Dulu waktu pertama kali kau bekerja sebagai Nanny, apakah tidak merasakan gugup?"

"Tentu saja rasa khawatir itu ada, Tuan. Gugup waktu pertama kali bekerja sebagai Nanny tentu saja berbeda dengan gugup yang aku alami saat ini."

"Kenapa berbeda. Menurutku sama saja. Memang bedanya di mana? "

"Gugup saat pertama bekerja itu, lebih ke rasa khawatir berbuat salah dalam bekerja. Kalau gugup pada saat ini, lebih ke rasa takut menjawab pertanyaan yang mereka ajukan. Menurut informasi yang pernah aku dengar, polisi itu pada saat menginterogasi sering memberikan pertanyaan jebakan. Orang yang tidak bersalah bisa menjadi tersangka."

"Sekarang aku mau tanya. Bagaimana cara mengatasi saat kau gugup ketika memulai pekerjaan? "

"Bersikap tenang, Tuan. Menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya berlahan."

"Nah itu maksudku. Sama saja kan? Pada saat polisi mengajukan pertanyaan, kau harus menjawabnya dengan tenang. Kalau kau merasa tidak bersalah, kenapa harus takut? Polisi-polisi itu hanya melaksanakan tugasnya. Kau juga melaksanakan tugas mu menjawab pertanyaan yang mereka ajukan. Lakukan lah yang terbaik. Aku yakin kau pasti bisa. Sisanya serahkan padaku. Kau mengerti, Emma?"

"Aku mengerti, Tuan."

"Good girl 😎."

.

.

Setibanya di kantor polisi, mereka disambut dengan ramah oleh Letnan Troy Oswald dan Letnan Andre Sayegh. Conley dan Emma dimintai keterangan secara terpisah. Kemudian keterangan mereka itu akan dicocokan satu dengan yang lain. Sean Conley diinterogasi oleh Letnan Troy Oswald dan Emma di interogasi oleh Letnan Andre Sayegh ditemani oleh seorang polisi wanita yang bernama Maegan Hall.

Mereka dimintai keterangan seputar kronologi kejadian yang menimpa Daniella. Bagaimana sikap Conley sebagai ayah dan Emma sebagai Nanny terhadap korban Daniella. Jika terbukti luka berat yang dialami Daniella akibat kelalaian, mereka bisa dipidana dengan ancaman penjara paling lama 2 tahun beserta denda.

Namun, Conley cukup percaya diri menghadapi petugas yang menginterogasinya. Karena Daniella telah ia delegasikan perawatan dan penjagaan Daniella pada Emma selaku pengurus rumah sekaligus pengasuh putrinya. Ia juga telah melakukan pengaturan sedemikian rupa di dalam rumah dan hal-hal lain yang dianggap perlu untuk memastikan gadis kecil itu tidak berada dalam bahaya. Sehingga Conley yakin, dirinya dan Emma tidak dapat dikenai pasal kelalaian terhadap anak.

Polisi juga telah memeriksa kediaman milik Conley. Melihat tempat kejadian perkara untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian yang ia sengaja sebagai orang tua, sehingga Daniella berada dalam bahaya.

Setelah menerima semua keterangan yang diberikan oleh Conley selaku orang tua Daniella dan kesaksian yang diberikan oleh Emma selaku pengurus rumah serta Nanny bagi Daniella, serta bukti yang ada di lokasi kejadian, akhirnya polisi memutuskan untuk tidak melanjutkan kasus itu sebagai tindakan kelalaian karena tidak cukupnya bukti. Sehingga kejadian yang menimpa Daniella hanya dianggap sebagai kecelakaan.

.

.

Sementara itu, setelah selama empat hari menjalani perawatan di rumah sakit dengan pemberian obat pengencer darah, gumpalan darah yang ada di kepala Dani sudah tidak terlihat lagi. Dokter pun menghentikan pemberian obat bius. Selama beberapa hari Daniella tetap berada di rumah sakit untuk diobservasi pasca dilakukannya tindakan medis. Seminggu berlalu, kesehatan Daniella berangsur membaik. Setelah memastikan tidak adanya komplikasi yang timbul kemudian, dan telah memastikan kondisi Dani memungkinkan untuk rawat jalan, dokter memperbolehkan Daniella untuk pulang ke rumah.

.

.

.

Terpopuler

Comments

adi_nata

adi_nata

lalai mengunci pintu Lab apakah tidak masuk pasal kelalaian. lagipula polisi seharusnya melakukan penyelidikan ke tkp terjatuhnya Dani kan ?

2024-11-26

0

adi_nata

adi_nata

agak janggal sih kalau polisi sudah melakukan olah tkp tapi tidak menemukan 'bukti apapun'.

2024-11-26

0

Riana

Riana

belum ada kaitan antara Antony dengan conley 🤔apa aku yang belum paham

2023-12-25

10

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Keluarga Anthony Chavez
2 Bab 2. Gonggongan Bella Si Golden Retriever
3 Bab 3. Racun Sianida
4 Bab 4. Sean Conley Sang Ilmuan Biologi
5 Bab 5. "Cinta" Pertama Terasa Menyakitkan
6 Bab 6. Patah Hati Berkali-kali
7 Bab 7. Cinta Mania?
8 Bab 8. Aku Lakukan Ini Untukmu Ayah
9 Bab 9. Rumah Sakit (1)
10 Bab 10. Rumah Sakit (2)
11 Bab 11. Buku Ruth Hilang
12 Bab 12. Bukan Aku Pelakunya
13 Bab 13. Perundungan
14 Bab 14. Kecelakaan Yang Disengaja?
15 Bab 15. Pemakaman Betty Friedan
16 Bab 16. Analisis Eksperimental
17 Bab 17. Prototype GenX
18 Bab 18. "Pekerjaan" Membawa Petaka
19 Bab 19. Pindah Ke Ramsey
20 Bab 20. Pengintaian (1)
21 Bab 21. Pengintaian (2)
22 Bab 22. Pengintaian Yang Sia-Sia?
23 Bab. 23. Menuju Ramsey (1)
24 Bab 24. Menuju Ramsey (2)
25 Bab 25. Hari Pertama Di Ramsey
26 Bab 26. Menjauh Dari Rumah
27 Bab 27. Semoga Kau Baik-Baik Saja Dwayne
28 Bab 28. Dia Kekasihku (?)
29 29. Jiwa Paramedisku Menolak Meninggalkan Dia Di Sana
30 Bab 30. Godaan Danau Kecil Di Belakang Rumah
31 Bab 31. Daniella, Bagaimana Kau Melakukannya?
32 Bab 32. Sean Conley Profesor Misterius ?
33 Bab 33. Menuju Minnesota
34 Bab 34. Safe Deposit Box Untuk Alyssa
35 Bab 35. Di Tantang Bruno Kawe
36 Bab 36. Bruno Kawe Paling Oke
37 Bab 37. Jangan Main Api, Mia
38 Bab 38. Interogasi Cindy Davis (1)
39 Bab 39. Interogasi Cindy Davis (2)
40 Bab 40. Rencana Pemanggilan Ke 2
41 Bab 41. Nafsu Membawa Sengsara
42 Bab 42. Uang Damai ?
43 Bab 43. Panggilan Darurat
44 Bab 44. Di Kantor Sheriff
45 Bab 45. Don Pria Yang Dapat Diandalkan
46 Bab 46. Semesta Mengajak Bercanda Atau Sedang Bermain Petak Umpet ?
47 Bab 47. Benarkah Bukan Julian ?
48 Bab 48. Pulang
49 Bab 49. Daniella Demam ?
50 Bab 50. Bagaimana mungkin ?
51 Bab 51. Dwayne Ingat Kejadian Malam Itu?
52 Bab 52. 'Sesuatu' Yang Begitu Menggoda
53 Bab 53. Terlanjur Berjanji
54 Bab 54. Harga Diri Yang Tercabik
55 Bab 55. Kesedihan Dan Penyesalan
56 Bab 56. Akankah Semesta Merestui ?
57 Bab 57. Kapan Giliranku ?
58 Bab 58. Tidak Boleh Tidur Sekamar
59 Bab 59. Tamu Dari Minnesota (1)
60 Bab 60. Tamu Dari Minnesota (2)
61 Bab 61. Hari Pertama Sekolah
62 Bab 62. Akhir Perjalanan Bruno Kawe (1)
63 Bab 63. Akhir Perjalanan Bruno Kawe (2)
64 Bab 64. Seandainya Alyssa Mau Sedikit Bersabar
65 Bab 65. Hak Anak Yang Terabaikan
66 Bab 66. Kecewa Pada Polisi
67 Bab 67. Cheers
68 Bab 68. Anonymous (1)
69 Bab 69. Anonymous (2)
70 Bab 70. Menyerah Dengan Keangkuhan Hati
71 Bab 71. Persimpangan Naas
72 Bab 72. Keinginan Alyssa
73 Bab 73. Kunjungan Dokter (1)
74 Bab 74. Kunjungan Dokter (2)
75 Bab 75. Firasat Emma
76 Bab 76. Perkembangan Kasus-kasus
77 Bab 77. Akhir Perjalanan Badut Sulap
78 Bab 78. Teman Gak Ada Akhlak
79 Bab 79. Bullying
80 Bab 80. Daniella Bertahanlah
81 Bab 81. Aktivitas Rahasia Daniella
82 Bab 82. Rudapaksa ?
83 Bab 83. Human Error?
84 Bab 84. Trauma Healing
85 Bab 85. Konfrontir
86 Bab 86. Prom Night
87 Bab 87. Usil Dibayar Tunai
88 Bab 88. Daniella My Beloved Daughter
89 Bab 89. Terjebak Nostalgia
90 Bab 90. Absurd
91 Bab 91. Jebakan Membawa Petaka
92 Bab 92. Aku Tidak Bersalah (1)
93 Bab 93. Aku Tidak Bersalah (2)
94 Bab 94. Bagaimana Bisa Kau Tidak Menyadarinya, Daniella?
95 Bab 95. Leighton Castel (1)
96 Bab 96. Leighton Castel (2)
97 Bab 97. Rahasia Besar Keluarga Leighton
98 Bab 98. Ada Jalan Keluar
99 Bab 99. Guinevere Leighton
100 Bab 100. Fatamorgana ? (1)
101 Bab 101. Fatamorgana ? (2)
102 Bab 102. Kenapa Kau Menghindariku, Daniella ?
103 Bab 103. Kau Tertangkap Basah
104 Bab 104. Ulah Benzodiazepin ?
105 Bab 105. Amplop Coklat Ukuran Folio
106 Bab 106. Bagaikan Bertemu Dengan Hulunya
107 Bab 107. Ku Titipkan Daniella Conley Putriku
108 Bab 108. Kenyataan Yang Bertolak belakang
109 Bab 109. One Step Closer
110 Bab 110. Keberuntungan Atau Musibah?
111 Bab 111. Candaanmu Tidak Lucu Daniella
112 Bab 112. Pencuri Ciuuman Pernikahan
113 Bab 113. Consummate The Marriage.
114 Bab 114. Luka Tak Berdarah
115 Bab 115. Clementine Sang Asisten Eksekutor
116 Bab 116. Last But Not Least 1
117 Bab 117. Last But Not Least 2
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Bab 1. Keluarga Anthony Chavez
2
Bab 2. Gonggongan Bella Si Golden Retriever
3
Bab 3. Racun Sianida
4
Bab 4. Sean Conley Sang Ilmuan Biologi
5
Bab 5. "Cinta" Pertama Terasa Menyakitkan
6
Bab 6. Patah Hati Berkali-kali
7
Bab 7. Cinta Mania?
8
Bab 8. Aku Lakukan Ini Untukmu Ayah
9
Bab 9. Rumah Sakit (1)
10
Bab 10. Rumah Sakit (2)
11
Bab 11. Buku Ruth Hilang
12
Bab 12. Bukan Aku Pelakunya
13
Bab 13. Perundungan
14
Bab 14. Kecelakaan Yang Disengaja?
15
Bab 15. Pemakaman Betty Friedan
16
Bab 16. Analisis Eksperimental
17
Bab 17. Prototype GenX
18
Bab 18. "Pekerjaan" Membawa Petaka
19
Bab 19. Pindah Ke Ramsey
20
Bab 20. Pengintaian (1)
21
Bab 21. Pengintaian (2)
22
Bab 22. Pengintaian Yang Sia-Sia?
23
Bab. 23. Menuju Ramsey (1)
24
Bab 24. Menuju Ramsey (2)
25
Bab 25. Hari Pertama Di Ramsey
26
Bab 26. Menjauh Dari Rumah
27
Bab 27. Semoga Kau Baik-Baik Saja Dwayne
28
Bab 28. Dia Kekasihku (?)
29
29. Jiwa Paramedisku Menolak Meninggalkan Dia Di Sana
30
Bab 30. Godaan Danau Kecil Di Belakang Rumah
31
Bab 31. Daniella, Bagaimana Kau Melakukannya?
32
Bab 32. Sean Conley Profesor Misterius ?
33
Bab 33. Menuju Minnesota
34
Bab 34. Safe Deposit Box Untuk Alyssa
35
Bab 35. Di Tantang Bruno Kawe
36
Bab 36. Bruno Kawe Paling Oke
37
Bab 37. Jangan Main Api, Mia
38
Bab 38. Interogasi Cindy Davis (1)
39
Bab 39. Interogasi Cindy Davis (2)
40
Bab 40. Rencana Pemanggilan Ke 2
41
Bab 41. Nafsu Membawa Sengsara
42
Bab 42. Uang Damai ?
43
Bab 43. Panggilan Darurat
44
Bab 44. Di Kantor Sheriff
45
Bab 45. Don Pria Yang Dapat Diandalkan
46
Bab 46. Semesta Mengajak Bercanda Atau Sedang Bermain Petak Umpet ?
47
Bab 47. Benarkah Bukan Julian ?
48
Bab 48. Pulang
49
Bab 49. Daniella Demam ?
50
Bab 50. Bagaimana mungkin ?
51
Bab 51. Dwayne Ingat Kejadian Malam Itu?
52
Bab 52. 'Sesuatu' Yang Begitu Menggoda
53
Bab 53. Terlanjur Berjanji
54
Bab 54. Harga Diri Yang Tercabik
55
Bab 55. Kesedihan Dan Penyesalan
56
Bab 56. Akankah Semesta Merestui ?
57
Bab 57. Kapan Giliranku ?
58
Bab 58. Tidak Boleh Tidur Sekamar
59
Bab 59. Tamu Dari Minnesota (1)
60
Bab 60. Tamu Dari Minnesota (2)
61
Bab 61. Hari Pertama Sekolah
62
Bab 62. Akhir Perjalanan Bruno Kawe (1)
63
Bab 63. Akhir Perjalanan Bruno Kawe (2)
64
Bab 64. Seandainya Alyssa Mau Sedikit Bersabar
65
Bab 65. Hak Anak Yang Terabaikan
66
Bab 66. Kecewa Pada Polisi
67
Bab 67. Cheers
68
Bab 68. Anonymous (1)
69
Bab 69. Anonymous (2)
70
Bab 70. Menyerah Dengan Keangkuhan Hati
71
Bab 71. Persimpangan Naas
72
Bab 72. Keinginan Alyssa
73
Bab 73. Kunjungan Dokter (1)
74
Bab 74. Kunjungan Dokter (2)
75
Bab 75. Firasat Emma
76
Bab 76. Perkembangan Kasus-kasus
77
Bab 77. Akhir Perjalanan Badut Sulap
78
Bab 78. Teman Gak Ada Akhlak
79
Bab 79. Bullying
80
Bab 80. Daniella Bertahanlah
81
Bab 81. Aktivitas Rahasia Daniella
82
Bab 82. Rudapaksa ?
83
Bab 83. Human Error?
84
Bab 84. Trauma Healing
85
Bab 85. Konfrontir
86
Bab 86. Prom Night
87
Bab 87. Usil Dibayar Tunai
88
Bab 88. Daniella My Beloved Daughter
89
Bab 89. Terjebak Nostalgia
90
Bab 90. Absurd
91
Bab 91. Jebakan Membawa Petaka
92
Bab 92. Aku Tidak Bersalah (1)
93
Bab 93. Aku Tidak Bersalah (2)
94
Bab 94. Bagaimana Bisa Kau Tidak Menyadarinya, Daniella?
95
Bab 95. Leighton Castel (1)
96
Bab 96. Leighton Castel (2)
97
Bab 97. Rahasia Besar Keluarga Leighton
98
Bab 98. Ada Jalan Keluar
99
Bab 99. Guinevere Leighton
100
Bab 100. Fatamorgana ? (1)
101
Bab 101. Fatamorgana ? (2)
102
Bab 102. Kenapa Kau Menghindariku, Daniella ?
103
Bab 103. Kau Tertangkap Basah
104
Bab 104. Ulah Benzodiazepin ?
105
Bab 105. Amplop Coklat Ukuran Folio
106
Bab 106. Bagaikan Bertemu Dengan Hulunya
107
Bab 107. Ku Titipkan Daniella Conley Putriku
108
Bab 108. Kenyataan Yang Bertolak belakang
109
Bab 109. One Step Closer
110
Bab 110. Keberuntungan Atau Musibah?
111
Bab 111. Candaanmu Tidak Lucu Daniella
112
Bab 112. Pencuri Ciuuman Pernikahan
113
Bab 113. Consummate The Marriage.
114
Bab 114. Luka Tak Berdarah
115
Bab 115. Clementine Sang Asisten Eksekutor
116
Bab 116. Last But Not Least 1
117
Bab 117. Last But Not Least 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!