Bab 12. Bukan Aku Pelakunya

"Bukan aku yang melakukannya, Mr... " Teriak gadis kecil kelas 6 sekolah dasar itu. Ia berkali-kali menyangkal keterlibatan dirinya atas kehilangan yang dialami Ruth.

"Nak, tenanglah." Carl memeluk sang putri yang duduk di sampingnya.

"Aku tidak mungkin melakukan hal itu pada temanku, Ayah." Rengek anak perempuan itu pada ayahnya.

"Ayah tau, anak Ayah ini adalah anak yang baik. Kau tenanglah dulu, sayang."

Di hadapan Robert kini duduk dua orang siswi beserta dengan wali mereka, Betty Friedan dan ayahnya Carl Friedan serta Ruth Handler dengan Abraham Handler. Kedua orang tua siswi itu memang sengaja dipanggil Robert hari itu juga untuk menghadap ke ruang wali kelas, guna menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Robert harus bertindak cepat. Setelah ia mengecek kamera CCTV yang terhubung ke setiap sudut sekolah. Maka di sinilah ia sekarang, di ruang guru bersama dengan dua pihak yang disangkakan terlibat beserta dengan wali mereka masing-masing.

Sementara itu, Ruth memandang dingin ke arah Betty sambil menggenggam telapak tangan ayahnya.

"Mr. Robert, sebenarnya apa yang telah terjadi?" Tanya Carl.

"Apa yang hendak aku perlihatkan sebentar lagi, akan menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya. Ini rekaman kamera pengawas yang ada di setiap sudut sekolah beberapa menit sebelum kejadian. Silahkan anda sekalian menyaksikannya." Mr. Robert kemudian memperlihatkan video rekaman dari komputer jinjing miliknya. Adegan demi adegan yang berdurasi 15 menit 28 detik itu, memperlihatkan dengan jelas semua tuduhan yang dialamatkan pada Betty.

Berawal dari samping sekolah yang sepi, terlihat anak perempuan yang mirip dengan Betty sedang berbicara dengan seseorang. Tidak diketahui siapa orang itu, karena ia berdiri di tempat yang tak tertangkap kamera. 5 menit kemudian, anak perempuan itu menuju lantai dua di mana kelasnya berada. Berhenti sejenak di depan pintu kelas, ia terlihat mengamati situasi. Menoleh ke kiri dan ke kanan beberapa kali. Tak lama kemudian ia langsung menuju tempat duduk Ruth, mengambil benda yang menjadi incarannya dari dalam tas. Mengunci kembali tas itu dan meletakkan ke tempat semula. Kemudian tanpa ragu, ia langsung meninggalkan ruang kelas. Turun ke lantai satu menuju taman yang berada di belakang sekolah.

Di depan kolam ikan yang berukuran tidak terlalu besar, Betty menghentikan langkahnya. Selama beberapa saat ia berdiri mematung dengan ekspresi yang tidak terbaca. 30 detik kemudian, buku yang tadi ia bawa, dilempar ke arah kolam dan jatuh tepat di tengah-tengahnya. Buku itu sempat mengambang beberapa waktu. Keadaan itu bertahan beberapa saat. Perlahan namun pasti, tenggelam hingga ke dasar kolam. Dari tepi kolam ikan hias yang berair bening itu, dapat terlihat buku tenggelam dengan posisi terbuka.

Dengan wajah tanpa ekspresi, Betty meninggalkan tempat itu. Ia kembali kelapangan olahraga bergabung dengan teman-temannya yang lain. Seolah-olah tidak terjadi apapun, ia langsung ikut melakukan pemanasan dan sesekali bersenda gurau dengan teman-teman yang lain, termasuk Ruth.

Betty menyaksikan itu seraya menggeleng-geleng tak percaya. Cairan bening turun perlahan dari kedua matanya.

"Tak mungkin. Tak mungkin. Itu bukan aku, Ayah." Betty memohon pada sang ayah, berharap pria itu akan membela dirinya. Carl Friedan memandang putrinya dengan perasaan iba. Tatapan mata Mr. Robert dan Abraham Handler meminta pengakuan jujurnya. Hunusan mata tajam Ruth yang terasa sangat menyakitkan bagi Betty. Ada perasaan kecewa, dikhianati, amarah, yang berkumpul menjadi satu.

"Dan ini, milik mu Ruth." Robert menyerahkan buku berwarna dasar hijau muda itu, dari laci bawah mejanya. Keadaan buku itu sangat memprihatinkan. Basah dan nyaris hancur.

"Bu Buku ku... " Lirih Ruth berujar sambil menyambut sodoran buku lengket dan lembab dari Mr. Robert. Tangannya bergetar menerima buku kesayangannya. Sambil memeluk lembaran tebal edisi terbatas itu, air mata Ruth mengucur dengan deras.

Abraham Handler hanya bisa mengusap lembut punggung putrinya untuk memberikan ketenangan.

Hal itu pun tak luput dari perhatian Betty. Ada perasaan tidak nyaman menyaksikan kejadian itu. Apa lagi melihat wajah Ruth yang teramat sedih.

"Ruth aku ikut menyesal atas kejadian ini. Tapi sungguh itu bukan aku." Ucap Betty pelan.

"Bukan kamu bagaimana? Di sana jelas-jelas terlihat kau yang telah melakukan hal jahat itu. Mau menyangkal apa lagi Hah...!! " Tatapan tajam penuh kebencian terhunus dari mata Ruth yang sembab.

"Cukup... Mr harap kalian berdua bisa mengendalikan diri. " Robert menengahi kedua siswinya yang sedang beradu argumentasi.

"Jadi bagaimana ini penyelesaiannya, Mr Robert?" Tanya Abraham tidak sabar.

"Sebentar, Tuan Abraham." Jawab Mr. Robert. Pandangan matanya kemudian beralih pada Betty. "Betty, setelah melihat rekaman video tadi, kau masih tidak mengakui perbuatanmu ?"

Betty diam dengan kepala tertunduk.

"Hem. Atas nama putriku, aku minta maaf yang sebesar-besarnya untuk semua perbuatan yang telah ia lakukan. Betty ayo minta maaf pada temanmu." Perintah Carl.

"Aku tidak melakukannya, Ayah..." Tolak Betty dengan tatapan memohon.

"Minta maaf pada temanmu !! " Ulang Carl tegas.

Dengan terpaksa Betty mengikuti perintah ayahnya.

"Maafkan aku Ruth.. " Ucap Betty dengan kepala tertunduk.

Ruth hanya diam. Tatapannya penuh kebencian, mendengar permintaan maaf Betty yang terkesan dipaksakan.

"Ruth. Maukah kau memaafkan Betty? " Tanya Mr. Robert kemudian.

"Iya Mr. Aku memaafkan Betty. Tapi bagaimana dengan bukuku?"

"Bagaimana Tuan Carl? " Tanya Mr. Robert pada orang tua Betty.

"Aku akan bertanggung jawab. Berapapun harga buku itu, aku akan menggantinya." Carl mengambil dompet dari saku celananya.

"Aku tidak menginginkan uang. Aku ingin bukuku kembali." Ujar Ruth.

"Ohh. Baiklah. Kalau itu keinginanmu. Aku akan menggantikan dengan buku yang sama. Bisakah Tuan Abraham mengatakan padaku, di manakah aku bisa mendapatkannya ?"

Abraham mengeluarkan sebuah kartu dari dalam dompetnya. "Kau bisa membelinya di sini." Kemudian ia menyerahkannya pada Carl. "Di kartu ini sudah tertera alamat yang bisa Anda tuju, Tuan Carl."

Carl Friedan mengambil kartu warna putih, bertinta biru tua yang diserahkan Abraham.

"Toko buku Lutyens dan Rubinstein, 21 Kensington Park Road, London, W11 2EU." Baca Carl. "Apa? London, Inggris?" Tanya Carl tak percaya.

"Iya. Buku ini adalah oleh-oleh yang aku bawakan untuk putriku, saat bertugas ke luar negeri beberapa hari yang lalu. Jadi, Anda tentu memahami kenapa putriku begitu sedih atas kejadian ini. Buku ini salah satu dari 4 buku edisi spesial dari A. A Milne."

" Tentu, Tuan. Aku sangat mengerti. Secepatnya aku akan berusaha untuk mendapatkannya. Begitu berhasil, aku akan segera menghubungi Anda."

"Aku terutama putriku sangat menantikan kabar baik dari Anda secepatnya, Tuan."

"Tentu Tuan. Aku berjanji." Ujar Carl tegas.

"Baiklah. Karena Anda sekalian telah menemui kata sepakat, Aku pikir pertemuan ini segera kita akhiri." Ucap Mr. Robert yang diamini oleh kedua wali siswa.

"Tuan Carl, kami sangat menantikan tindak lanjut dari ucapan Anda." Tutur Mr. Robert.

"Tentu, Mr. "

"Dan untuk kalian berdua. Mr. harap hal ini tidak terulang lagi di kemudian hari. Dan kalian bisa kembali berteman seperti sedia kala."

"Baik, Mr. " Jawab Betty dan Ruth bersamaan.

Pertemuan itu pun diakhiri dengan kata sepakat dari kedua belah pihak. Sepeninggal keempat orang itu, Mr. Robert masih duduk terdiam di kursinya. Ada sesuatu yang masih mengganjal di hatinya. Sesuatu yang ia sendiri sulit untuk memahaminya.

.

.

.

Terpopuler

Comments

🏘⃝Aⁿᵘ𝐀⃝🥀му𒈒⃟ʟʙᴄ𝐙⃝🦜ˢ⍣⃟ₛ

🏘⃝Aⁿᵘ𝐀⃝🥀му𒈒⃟ʟʙᴄ𝐙⃝🦜ˢ⍣⃟ₛ

apa jangan-jangan Dani yaa yang melakukannya 🤔 tapi wajah yang terlihat di kamera wajahnya Betty 🤔

2024-02-10

1

lyani

lyani

ada apa dgn Ella? bagaimana bs? apakah Ella bs berubah sesaat?

2024-01-10

0

໓աiɛ🌸

໓աiɛ🌸

pasti orang lain ini pelakunya bukan Betty

2024-01-08

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Keluarga Anthony Chavez
2 Bab 2. Gonggongan Bella Si Golden Retriever
3 Bab 3. Racun Sianida
4 Bab 4. Sean Conley Sang Ilmuan Biologi
5 Bab 5. "Cinta" Pertama Terasa Menyakitkan
6 Bab 6. Patah Hati Berkali-kali
7 Bab 7. Cinta Mania?
8 Bab 8. Aku Lakukan Ini Untukmu Ayah
9 Bab 9. Rumah Sakit (1)
10 Bab 10. Rumah Sakit (2)
11 Bab 11. Buku Ruth Hilang
12 Bab 12. Bukan Aku Pelakunya
13 Bab 13. Perundungan
14 Bab 14. Kecelakaan Yang Disengaja?
15 Bab 15. Pemakaman Betty Friedan
16 Bab 16. Analisis Eksperimental
17 Bab 17. Prototype GenX
18 Bab 18. "Pekerjaan" Membawa Petaka
19 Bab 19. Pindah Ke Ramsey
20 Bab 20. Pengintaian (1)
21 Bab 21. Pengintaian (2)
22 Bab 22. Pengintaian Yang Sia-Sia?
23 Bab. 23. Menuju Ramsey (1)
24 Bab 24. Menuju Ramsey (2)
25 Bab 25. Hari Pertama Di Ramsey
26 Bab 26. Menjauh Dari Rumah
27 Bab 27. Semoga Kau Baik-Baik Saja Dwayne
28 Bab 28. Dia Kekasihku (?)
29 29. Jiwa Paramedisku Menolak Meninggalkan Dia Di Sana
30 Bab 30. Godaan Danau Kecil Di Belakang Rumah
31 Bab 31. Daniella, Bagaimana Kau Melakukannya?
32 Bab 32. Sean Conley Profesor Misterius ?
33 Bab 33. Menuju Minnesota
34 Bab 34. Safe Deposit Box Untuk Alyssa
35 Bab 35. Di Tantang Bruno Kawe
36 Bab 36. Bruno Kawe Paling Oke
37 Bab 37. Jangan Main Api, Mia
38 Bab 38. Interogasi Cindy Davis (1)
39 Bab 39. Interogasi Cindy Davis (2)
40 Bab 40. Rencana Pemanggilan Ke 2
41 Bab 41. Nafsu Membawa Sengsara
42 Bab 42. Uang Damai ?
43 Bab 43. Panggilan Darurat
44 Bab 44. Di Kantor Sheriff
45 Bab 45. Don Pria Yang Dapat Diandalkan
46 Bab 46. Semesta Mengajak Bercanda Atau Sedang Bermain Petak Umpet ?
47 Bab 47. Benarkah Bukan Julian ?
48 Bab 48. Pulang
49 Bab 49. Daniella Demam ?
50 Bab 50. Bagaimana mungkin ?
51 Bab 51. Dwayne Ingat Kejadian Malam Itu?
52 Bab 52. 'Sesuatu' Yang Begitu Menggoda
53 Bab 53. Terlanjur Berjanji
54 Bab 54. Harga Diri Yang Tercabik
55 Bab 55. Kesedihan Dan Penyesalan
56 Bab 56. Akankah Semesta Merestui ?
57 Bab 57. Kapan Giliranku ?
58 Bab 58. Tidak Boleh Tidur Sekamar
59 Bab 59. Tamu Dari Minnesota (1)
60 Bab 60. Tamu Dari Minnesota (2)
61 Bab 61. Hari Pertama Sekolah
62 Bab 62. Akhir Perjalanan Bruno Kawe (1)
63 Bab 63. Akhir Perjalanan Bruno Kawe (2)
64 Bab 64. Seandainya Alyssa Mau Sedikit Bersabar
65 Bab 65. Hak Anak Yang Terabaikan
66 Bab 66. Kecewa Pada Polisi
67 Bab 67. Cheers
68 Bab 68. Anonymous (1)
69 Bab 69. Anonymous (2)
70 Bab 70. Menyerah Dengan Keangkuhan Hati
71 Bab 71. Persimpangan Naas
72 Bab 72. Keinginan Alyssa
73 Bab 73. Kunjungan Dokter (1)
74 Bab 74. Kunjungan Dokter (2)
75 Bab 75. Firasat Emma
76 Bab 76. Perkembangan Kasus-kasus
77 Bab 77. Akhir Perjalanan Badut Sulap
78 Bab 78. Teman Gak Ada Akhlak
79 Bab 79. Bullying
80 Bab 80. Daniella Bertahanlah
81 Bab 81. Aktivitas Rahasia Daniella
82 Bab 82. Rudapaksa ?
83 Bab 83. Human Error?
84 Bab 84. Trauma Healing
85 Bab 85. Konfrontir
86 Bab 86. Prom Night
87 Bab 87. Usil Dibayar Tunai
88 Bab 88. Daniella My Beloved Daughter
89 Bab 89. Terjebak Nostalgia
90 Bab 90. Absurd
91 Bab 91. Jebakan Membawa Petaka
92 Bab 92. Aku Tidak Bersalah (1)
93 Bab 93. Aku Tidak Bersalah (2)
94 Bab 94. Bagaimana Bisa Kau Tidak Menyadarinya, Daniella?
95 Bab 95. Leighton Castel (1)
96 Bab 96. Leighton Castel (2)
97 Bab 97. Rahasia Besar Keluarga Leighton
98 Bab 98. Ada Jalan Keluar
99 Bab 99. Guinevere Leighton
100 Bab 100. Fatamorgana ? (1)
101 Bab 101. Fatamorgana ? (2)
102 Bab 102. Kenapa Kau Menghindariku, Daniella ?
103 Bab 103. Kau Tertangkap Basah
104 Bab 104. Ulah Benzodiazepin ?
105 Bab 105. Amplop Coklat Ukuran Folio
106 Bab 106. Bagaikan Bertemu Dengan Hulunya
107 Bab 107. Ku Titipkan Daniella Conley Putriku
108 Bab 108. Kenyataan Yang Bertolak belakang
109 Bab 109. One Step Closer
110 Bab 110. Keberuntungan Atau Musibah?
111 Bab 111. Candaanmu Tidak Lucu Daniella
112 Bab 112. Pencuri Ciuuman Pernikahan
113 Bab 113. Consummate The Marriage.
114 Bab 114. Luka Tak Berdarah
115 Bab 115. Clementine Sang Asisten Eksekutor
116 Bab 116. Last But Not Least 1
117 Bab 117. Last But Not Least 2
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Bab 1. Keluarga Anthony Chavez
2
Bab 2. Gonggongan Bella Si Golden Retriever
3
Bab 3. Racun Sianida
4
Bab 4. Sean Conley Sang Ilmuan Biologi
5
Bab 5. "Cinta" Pertama Terasa Menyakitkan
6
Bab 6. Patah Hati Berkali-kali
7
Bab 7. Cinta Mania?
8
Bab 8. Aku Lakukan Ini Untukmu Ayah
9
Bab 9. Rumah Sakit (1)
10
Bab 10. Rumah Sakit (2)
11
Bab 11. Buku Ruth Hilang
12
Bab 12. Bukan Aku Pelakunya
13
Bab 13. Perundungan
14
Bab 14. Kecelakaan Yang Disengaja?
15
Bab 15. Pemakaman Betty Friedan
16
Bab 16. Analisis Eksperimental
17
Bab 17. Prototype GenX
18
Bab 18. "Pekerjaan" Membawa Petaka
19
Bab 19. Pindah Ke Ramsey
20
Bab 20. Pengintaian (1)
21
Bab 21. Pengintaian (2)
22
Bab 22. Pengintaian Yang Sia-Sia?
23
Bab. 23. Menuju Ramsey (1)
24
Bab 24. Menuju Ramsey (2)
25
Bab 25. Hari Pertama Di Ramsey
26
Bab 26. Menjauh Dari Rumah
27
Bab 27. Semoga Kau Baik-Baik Saja Dwayne
28
Bab 28. Dia Kekasihku (?)
29
29. Jiwa Paramedisku Menolak Meninggalkan Dia Di Sana
30
Bab 30. Godaan Danau Kecil Di Belakang Rumah
31
Bab 31. Daniella, Bagaimana Kau Melakukannya?
32
Bab 32. Sean Conley Profesor Misterius ?
33
Bab 33. Menuju Minnesota
34
Bab 34. Safe Deposit Box Untuk Alyssa
35
Bab 35. Di Tantang Bruno Kawe
36
Bab 36. Bruno Kawe Paling Oke
37
Bab 37. Jangan Main Api, Mia
38
Bab 38. Interogasi Cindy Davis (1)
39
Bab 39. Interogasi Cindy Davis (2)
40
Bab 40. Rencana Pemanggilan Ke 2
41
Bab 41. Nafsu Membawa Sengsara
42
Bab 42. Uang Damai ?
43
Bab 43. Panggilan Darurat
44
Bab 44. Di Kantor Sheriff
45
Bab 45. Don Pria Yang Dapat Diandalkan
46
Bab 46. Semesta Mengajak Bercanda Atau Sedang Bermain Petak Umpet ?
47
Bab 47. Benarkah Bukan Julian ?
48
Bab 48. Pulang
49
Bab 49. Daniella Demam ?
50
Bab 50. Bagaimana mungkin ?
51
Bab 51. Dwayne Ingat Kejadian Malam Itu?
52
Bab 52. 'Sesuatu' Yang Begitu Menggoda
53
Bab 53. Terlanjur Berjanji
54
Bab 54. Harga Diri Yang Tercabik
55
Bab 55. Kesedihan Dan Penyesalan
56
Bab 56. Akankah Semesta Merestui ?
57
Bab 57. Kapan Giliranku ?
58
Bab 58. Tidak Boleh Tidur Sekamar
59
Bab 59. Tamu Dari Minnesota (1)
60
Bab 60. Tamu Dari Minnesota (2)
61
Bab 61. Hari Pertama Sekolah
62
Bab 62. Akhir Perjalanan Bruno Kawe (1)
63
Bab 63. Akhir Perjalanan Bruno Kawe (2)
64
Bab 64. Seandainya Alyssa Mau Sedikit Bersabar
65
Bab 65. Hak Anak Yang Terabaikan
66
Bab 66. Kecewa Pada Polisi
67
Bab 67. Cheers
68
Bab 68. Anonymous (1)
69
Bab 69. Anonymous (2)
70
Bab 70. Menyerah Dengan Keangkuhan Hati
71
Bab 71. Persimpangan Naas
72
Bab 72. Keinginan Alyssa
73
Bab 73. Kunjungan Dokter (1)
74
Bab 74. Kunjungan Dokter (2)
75
Bab 75. Firasat Emma
76
Bab 76. Perkembangan Kasus-kasus
77
Bab 77. Akhir Perjalanan Badut Sulap
78
Bab 78. Teman Gak Ada Akhlak
79
Bab 79. Bullying
80
Bab 80. Daniella Bertahanlah
81
Bab 81. Aktivitas Rahasia Daniella
82
Bab 82. Rudapaksa ?
83
Bab 83. Human Error?
84
Bab 84. Trauma Healing
85
Bab 85. Konfrontir
86
Bab 86. Prom Night
87
Bab 87. Usil Dibayar Tunai
88
Bab 88. Daniella My Beloved Daughter
89
Bab 89. Terjebak Nostalgia
90
Bab 90. Absurd
91
Bab 91. Jebakan Membawa Petaka
92
Bab 92. Aku Tidak Bersalah (1)
93
Bab 93. Aku Tidak Bersalah (2)
94
Bab 94. Bagaimana Bisa Kau Tidak Menyadarinya, Daniella?
95
Bab 95. Leighton Castel (1)
96
Bab 96. Leighton Castel (2)
97
Bab 97. Rahasia Besar Keluarga Leighton
98
Bab 98. Ada Jalan Keluar
99
Bab 99. Guinevere Leighton
100
Bab 100. Fatamorgana ? (1)
101
Bab 101. Fatamorgana ? (2)
102
Bab 102. Kenapa Kau Menghindariku, Daniella ?
103
Bab 103. Kau Tertangkap Basah
104
Bab 104. Ulah Benzodiazepin ?
105
Bab 105. Amplop Coklat Ukuran Folio
106
Bab 106. Bagaikan Bertemu Dengan Hulunya
107
Bab 107. Ku Titipkan Daniella Conley Putriku
108
Bab 108. Kenyataan Yang Bertolak belakang
109
Bab 109. One Step Closer
110
Bab 110. Keberuntungan Atau Musibah?
111
Bab 111. Candaanmu Tidak Lucu Daniella
112
Bab 112. Pencuri Ciuuman Pernikahan
113
Bab 113. Consummate The Marriage.
114
Bab 114. Luka Tak Berdarah
115
Bab 115. Clementine Sang Asisten Eksekutor
116
Bab 116. Last But Not Least 1
117
Bab 117. Last But Not Least 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!