Bab 8. Aku Lakukan Ini Untukmu Ayah

Sepeninggal Emma, Daniella segera menyelesaikan sarapannya. Ia meletakkan perlengkapan bekas makannya ke dalam kitchen sink di meja dapur. Pandangan matanya kemudian tertuju pada pintu berwarna coklat di sudut dapur. Ingatan Dani kembali pada malam itu, saat bersama ayahnya di laboratorium. Kata-kata Conley kembali terngiang-ngiang di benaknya.

"Ayah bermimpi suatu saat nanti, Ayah, kamu dan orang-orang yang ada di dunia ini tidak pernah menjadi tua seperti kakek Adolf itu."

Dalam pemikiran sederhana Dani, kenapa ayahnya tidak menguji cairan itu pada manusia? Alangkah beruntung tikus yang mendapat suntikan itu bisa awet muda selamanya.

Dani menuju pintu akses itu. Dengan langkah pasti ia memasuki lorong dibaliknya.

klotak.. klotak... klotak...

Bunyi sepatu pantofel putih beradu dengan lantai semen ekspose yang dikenakannya menggema di lorong sepi. Langkah itu semakin lama semakin cepat dan berhenti di depan pintu singel swing berwarna kelabu. Pintu hermetic berbahan metal stainless steel didorong Dani sekuat tenaga, terbuka sedikit seukuran tubuhnya. Dani menyelinap dengan cepat di celah pintu yang terbuka. Dani beruntung, sepertinya Conley lupa mengunci pintu, sehingga dengan leluasa ia bisa masuk ke dalamnya.

Di dalam laboratorium, Dani mencari kotak berwarna putih, tempat Conley meletakkan sisa cairan obat yang ia suntikkan pada tikus putih malam itu. Pandangan matanya memindai di setiap sudut laboratorium.

"Itu dia .. !! " Hati Dani bersorak.

Dengan langkah cepat dia menuju meja yang ada yg di sudut ruangan. Sebuah cool box elektrik tersimpan di sana. Dani menggapai-gapai benda itu. Tetapi tubuhnya terlalu rendah untuk meraihnya. Tak kehilangan akal Dani menarik kursi tanpa sandaran yang berada tak jauh dari tempat ia berada.

Kruuk.. Kruuuk..

Kursi diletakkan dekat dengan targetnya. Dengan sigap Dani naik ke atas kursi. Kemudian mendorong tubuhnya naik ke atas meja. Dengan mudah ia kemudian meraih Cool box dan membuka penutupnya. Asap putih mengepul begitu penutup box terbuka. Cairan bening tersimpan di dalam botol-botol vial kaca dengan penutup berwarna biru dan pink, tampak tersusun rapi begitu asap itu memudar. Dani mengambil salah satu botol vial dengan penutup warna biru yang bertuliskan GenX.

Daniella menatap nanar tabung kaca yang ada dalam genggamannya. Kemudian ia membuka penutupnya. "Plup" begitu tutup terbuka, serta merta aroma aneh keluar dari dalam botol.

"Ayah. Aku lakukan ini untukmu." Ujarnya. Dengan tangan sedikit gemetar, Daniella langsung memasukkan cairan itu ke dalam mulutnya sekali teguk. Rasa hangat menjalar dari kerongkongan hingga seluruh tubuh, begitu cairan yang terasa sedikit pahit itu meluncur ke saluran cerna.

Pandangan matanya mulai memudar, rasa sakit perlahan menjalar ke sekujur tubuh. Semakin lama semakin menguat.

Bruk...

Daniella yang saat itu duduk di tepi meja, oleng, dan jatuh ke lantai. Sebelum jatuh, kepala belakangnya sempat membentur kursi laboratorium. Gadis kecil itu tidak sadarkan diri dengan darah segar merembes dari kepalanya.

Sementara itu, Emma yang baru saja pulang berbelanja dari supermarket, kebingungan karena tidak mendapatkan Daniella di dalam rumah.

"Nona... Nona.. !!!" Emma mencari ke sekeliling rumah. Di setiap ruangan yang biasa gadis kecil itu tempuh. Karena tidak berhasil menemukan Daniella, dengan terpaksa akhirnya Emma menghubungi Conley.

Sean Conley yang saat itu sedang mengikuti seminar biologi di University of Minnesota, memutuskan kembali ke rumah, begitu mendapat kabar dari Emma.

30 menit kemudian sesampainya di rumah, Conley ikut mencari Dani bahkan sampai ke dalam lemari kamarnya.

"Bagaimana, Tuan? Apakah kita hubungi polisi saja?"

"Sebentar. Ada satu tempat yang belum kita periksa."

" Di mana, Tuan."

"Laboratoriumku."

"Iya benar, Tuan. Kalau begitu ayo kita segera ke sana."

Conley dan Emma segera menuju laboratorium biologi milik Conley. Setengah berlari mereka menyusuri lorong bawah tanah itu. Dengan terburu-buru Conley mendorong pintu lab begitu telah berada di depannya.

"Dani... !! Dani.. !! " Teriakan Conley menggema di ruangan kedap suara itu.

Mata Conley cepat memindai keseluruhan ruangan begitu ia tiba terlebih dahulu di lab. Tak lama kemudian, Emma menyusul di belakangnya.

"Tuan, itu Nona!!! " Emma berteriak histeris dengan tubuh terpaku di tempat ia berdiri, begitu matanya menemukan sosok Dani di bawah meja.

Conley mengikuti arah yang ditunjukkan Emma.

"Daniii !!!!" Dengan langkah lebar Conley menuju tempat Dani tergeletak tak bergerak.

"Astaga. Apa yang terjadi padamu, sayang...." Conley memindai sekujur tubuh Dani dan matanya menemukan genangan darah di bagian kepala Dani.

"Tuan periksa nadinya... " Ucap Emma yang telah berada di belakang Conley sambil me re mas-re mas kedua telapak tangannya di da da.

Menuruti perkataan pengurus rumah tangganya, Conley memeriksa tanda vital di tubuh Dani.

"Masih hidup. Tapi nadinya lemah. Cepat telepon ambulans."

"Baik, Tuan." Emma mengeluarkan ponsel dari saku dress yang dikenakannya. Sambil menghubungi paramedis, ia segera keluar dari sana.

Sepeninggal Emma, mata Conley menangkap sesuatu dalam genggaman Dani. Cepat dibukanya kepalan jemari tangan Dani, untuk mengetahui benda apakah itu. Betapa terkejutnya Conley, botol vial GenX dalam genggaman Dani telah kosong. Botol vial yang digunakan Conley berukuran dram 50 \= 6,25 ons cairan atau 184,83 ml. Hal itu menjelaskan bahwa gadis kecil itu telah menenggak ramuan yang masih dalam pengembangan itu sebanyak 184,83 ml. Dosis yang cukup besar untuk anak seusia Dani.

"Berapa banyak yang telah Dani minum?" Conley memeriksa cooler box miliknya yang telah terbuka.

"Syukurlah ia cuma menghabiskan satu botol vial. Tapi ramuan itu belum pernah diuji coba pada manusia, apalagi dengan dosis sebanyak itu." Gumam Conley. Hatinya diliputi rasa was-was sekaligus penasaran, efek apa yang akan terjadi? Ia juga diliputi tanda tanya apa yang menyebabkan putrinya itu melakukan hal yang berbahaya itu.

"Bertahanlah, Nak. Sebentar lagi pertolongan segera datang." Conley duduk di samping tubuh Dani sambil menggenggam erat tangan putrinya itu.

Tak lama kemudian, Emma datang dengan 2 orang paramedis yang tiba dengan membawa sebuah brankar. Mereka bergerak cepat, begitu melihat sesosok anak kecil terkapar tak sadarkan diri dengan luka parah di kepala. Paramedis itu kemudian memeriksa tanda-tanda vital tubuh yang meliputi tekanan darah, denyut nadi, suhu, dan laju pernapasan Dani.

"Sebenarnya apa yang telah terjadi, Tuan?" Tanya seorang paramedis pada Conley.

"Aku tidak tau. Aku dan pelayanku menemukan putriku sudah dalam kondisi seperti ini."

Tanpa banyak bertanya lagi petugas medis itu dengan sigap menaikkan tubuh Daniella ke atas brankar, dan segera membawanya ke rumah sakit terdekat. Daniella langsung ditangani di Instalasi Gawat Darurat. Luka di kepala belakangnya telah dibersihkan dan diperban. Beruntung pendarahannya bisa di hentikan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Daniella mengalami geger otak berat, hal itu ditandai dengan keadaan Dani yang tidak sadarkan diri. Sedangkan cairan GenX yang terlanjur masuk ke tubuh Dani, Conley tidak melaporkannya pada dokter yang merawat, dengan berbagai pertimbangan. Salah satu faktor kerahasiaan penemuannya itu.

Salah seorang tim medis rupanya melaporkan kejadian yang menimpa Dani pada pihak kepolisian. Conley yang sedang menunggu Daniella di kursi depan IGD bersama dengan Emma, didatangi oleh dua orang petugas polisi.

.

.

.

Terpopuler

Comments

adi_nata

adi_nata

apakah penemuan itu lebih penting dari keselamatan anak ? haih

2024-11-26

0

ramanda

ramanda

seharusnya tetap dilaporkan agar bisa dikuras isi lambungnya.

2024-11-09

1

ramanda

ramanda

anak ini benar benar korban salah asuhan.

2024-11-09

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Keluarga Anthony Chavez
2 Bab 2. Gonggongan Bella Si Golden Retriever
3 Bab 3. Racun Sianida
4 Bab 4. Sean Conley Sang Ilmuan Biologi
5 Bab 5. "Cinta" Pertama Terasa Menyakitkan
6 Bab 6. Patah Hati Berkali-kali
7 Bab 7. Cinta Mania?
8 Bab 8. Aku Lakukan Ini Untukmu Ayah
9 Bab 9. Rumah Sakit (1)
10 Bab 10. Rumah Sakit (2)
11 Bab 11. Buku Ruth Hilang
12 Bab 12. Bukan Aku Pelakunya
13 Bab 13. Perundungan
14 Bab 14. Kecelakaan Yang Disengaja?
15 Bab 15. Pemakaman Betty Friedan
16 Bab 16. Analisis Eksperimental
17 Bab 17. Prototype GenX
18 Bab 18. "Pekerjaan" Membawa Petaka
19 Bab 19. Pindah Ke Ramsey
20 Bab 20. Pengintaian (1)
21 Bab 21. Pengintaian (2)
22 Bab 22. Pengintaian Yang Sia-Sia?
23 Bab. 23. Menuju Ramsey (1)
24 Bab 24. Menuju Ramsey (2)
25 Bab 25. Hari Pertama Di Ramsey
26 Bab 26. Menjauh Dari Rumah
27 Bab 27. Semoga Kau Baik-Baik Saja Dwayne
28 Bab 28. Dia Kekasihku (?)
29 29. Jiwa Paramedisku Menolak Meninggalkan Dia Di Sana
30 Bab 30. Godaan Danau Kecil Di Belakang Rumah
31 Bab 31. Daniella, Bagaimana Kau Melakukannya?
32 Bab 32. Sean Conley Profesor Misterius ?
33 Bab 33. Menuju Minnesota
34 Bab 34. Safe Deposit Box Untuk Alyssa
35 Bab 35. Di Tantang Bruno Kawe
36 Bab 36. Bruno Kawe Paling Oke
37 Bab 37. Jangan Main Api, Mia
38 Bab 38. Interogasi Cindy Davis (1)
39 Bab 39. Interogasi Cindy Davis (2)
40 Bab 40. Rencana Pemanggilan Ke 2
41 Bab 41. Nafsu Membawa Sengsara
42 Bab 42. Uang Damai ?
43 Bab 43. Panggilan Darurat
44 Bab 44. Di Kantor Sheriff
45 Bab 45. Don Pria Yang Dapat Diandalkan
46 Bab 46. Semesta Mengajak Bercanda Atau Sedang Bermain Petak Umpet ?
47 Bab 47. Benarkah Bukan Julian ?
48 Bab 48. Pulang
49 Bab 49. Daniella Demam ?
50 Bab 50. Bagaimana mungkin ?
51 Bab 51. Dwayne Ingat Kejadian Malam Itu?
52 Bab 52. 'Sesuatu' Yang Begitu Menggoda
53 Bab 53. Terlanjur Berjanji
54 Bab 54. Harga Diri Yang Tercabik
55 Bab 55. Kesedihan Dan Penyesalan
56 Bab 56. Akankah Semesta Merestui ?
57 Bab 57. Kapan Giliranku ?
58 Bab 58. Tidak Boleh Tidur Sekamar
59 Bab 59. Tamu Dari Minnesota (1)
60 Bab 60. Tamu Dari Minnesota (2)
61 Bab 61. Hari Pertama Sekolah
62 Bab 62. Akhir Perjalanan Bruno Kawe (1)
63 Bab 63. Akhir Perjalanan Bruno Kawe (2)
64 Bab 64. Seandainya Alyssa Mau Sedikit Bersabar
65 Bab 65. Hak Anak Yang Terabaikan
66 Bab 66. Kecewa Pada Polisi
67 Bab 67. Cheers
68 Bab 68. Anonymous (1)
69 Bab 69. Anonymous (2)
70 Bab 70. Menyerah Dengan Keangkuhan Hati
71 Bab 71. Persimpangan Naas
72 Bab 72. Keinginan Alyssa
73 Bab 73. Kunjungan Dokter (1)
74 Bab 74. Kunjungan Dokter (2)
75 Bab 75. Firasat Emma
76 Bab 76. Perkembangan Kasus-kasus
77 Bab 77. Akhir Perjalanan Badut Sulap
78 Bab 78. Teman Gak Ada Akhlak
79 Bab 79. Bullying
80 Bab 80. Daniella Bertahanlah
81 Bab 81. Aktivitas Rahasia Daniella
82 Bab 82. Rudapaksa ?
83 Bab 83. Human Error?
84 Bab 84. Trauma Healing
85 Bab 85. Konfrontir
86 Bab 86. Prom Night
87 Bab 87. Usil Dibayar Tunai
88 Bab 88. Daniella My Beloved Daughter
89 Bab 89. Terjebak Nostalgia
90 Bab 90. Absurd
91 Bab 91. Jebakan Membawa Petaka
92 Bab 92. Aku Tidak Bersalah (1)
93 Bab 93. Aku Tidak Bersalah (2)
94 Bab 94. Bagaimana Bisa Kau Tidak Menyadarinya, Daniella?
95 Bab 95. Leighton Castel (1)
96 Bab 96. Leighton Castel (2)
97 Bab 97. Rahasia Besar Keluarga Leighton
98 Bab 98. Ada Jalan Keluar
99 Bab 99. Guinevere Leighton
100 Bab 100. Fatamorgana ? (1)
101 Bab 101. Fatamorgana ? (2)
102 Bab 102. Kenapa Kau Menghindariku, Daniella ?
103 Bab 103. Kau Tertangkap Basah
104 Bab 104. Ulah Benzodiazepin ?
105 Bab 105. Amplop Coklat Ukuran Folio
106 Bab 106. Bagaikan Bertemu Dengan Hulunya
107 Bab 107. Ku Titipkan Daniella Conley Putriku
108 Bab 108. Kenyataan Yang Bertolak belakang
109 Bab 109. One Step Closer
110 Bab 110. Keberuntungan Atau Musibah?
111 Bab 111. Candaanmu Tidak Lucu Daniella
112 Bab 112. Pencuri Ciuuman Pernikahan
113 Bab 113. Consummate The Marriage.
114 Bab 114. Luka Tak Berdarah
115 Bab 115. Clementine Sang Asisten Eksekutor
116 Bab 116. Last But Not Least 1
117 Bab 117. Last But Not Least 2
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Bab 1. Keluarga Anthony Chavez
2
Bab 2. Gonggongan Bella Si Golden Retriever
3
Bab 3. Racun Sianida
4
Bab 4. Sean Conley Sang Ilmuan Biologi
5
Bab 5. "Cinta" Pertama Terasa Menyakitkan
6
Bab 6. Patah Hati Berkali-kali
7
Bab 7. Cinta Mania?
8
Bab 8. Aku Lakukan Ini Untukmu Ayah
9
Bab 9. Rumah Sakit (1)
10
Bab 10. Rumah Sakit (2)
11
Bab 11. Buku Ruth Hilang
12
Bab 12. Bukan Aku Pelakunya
13
Bab 13. Perundungan
14
Bab 14. Kecelakaan Yang Disengaja?
15
Bab 15. Pemakaman Betty Friedan
16
Bab 16. Analisis Eksperimental
17
Bab 17. Prototype GenX
18
Bab 18. "Pekerjaan" Membawa Petaka
19
Bab 19. Pindah Ke Ramsey
20
Bab 20. Pengintaian (1)
21
Bab 21. Pengintaian (2)
22
Bab 22. Pengintaian Yang Sia-Sia?
23
Bab. 23. Menuju Ramsey (1)
24
Bab 24. Menuju Ramsey (2)
25
Bab 25. Hari Pertama Di Ramsey
26
Bab 26. Menjauh Dari Rumah
27
Bab 27. Semoga Kau Baik-Baik Saja Dwayne
28
Bab 28. Dia Kekasihku (?)
29
29. Jiwa Paramedisku Menolak Meninggalkan Dia Di Sana
30
Bab 30. Godaan Danau Kecil Di Belakang Rumah
31
Bab 31. Daniella, Bagaimana Kau Melakukannya?
32
Bab 32. Sean Conley Profesor Misterius ?
33
Bab 33. Menuju Minnesota
34
Bab 34. Safe Deposit Box Untuk Alyssa
35
Bab 35. Di Tantang Bruno Kawe
36
Bab 36. Bruno Kawe Paling Oke
37
Bab 37. Jangan Main Api, Mia
38
Bab 38. Interogasi Cindy Davis (1)
39
Bab 39. Interogasi Cindy Davis (2)
40
Bab 40. Rencana Pemanggilan Ke 2
41
Bab 41. Nafsu Membawa Sengsara
42
Bab 42. Uang Damai ?
43
Bab 43. Panggilan Darurat
44
Bab 44. Di Kantor Sheriff
45
Bab 45. Don Pria Yang Dapat Diandalkan
46
Bab 46. Semesta Mengajak Bercanda Atau Sedang Bermain Petak Umpet ?
47
Bab 47. Benarkah Bukan Julian ?
48
Bab 48. Pulang
49
Bab 49. Daniella Demam ?
50
Bab 50. Bagaimana mungkin ?
51
Bab 51. Dwayne Ingat Kejadian Malam Itu?
52
Bab 52. 'Sesuatu' Yang Begitu Menggoda
53
Bab 53. Terlanjur Berjanji
54
Bab 54. Harga Diri Yang Tercabik
55
Bab 55. Kesedihan Dan Penyesalan
56
Bab 56. Akankah Semesta Merestui ?
57
Bab 57. Kapan Giliranku ?
58
Bab 58. Tidak Boleh Tidur Sekamar
59
Bab 59. Tamu Dari Minnesota (1)
60
Bab 60. Tamu Dari Minnesota (2)
61
Bab 61. Hari Pertama Sekolah
62
Bab 62. Akhir Perjalanan Bruno Kawe (1)
63
Bab 63. Akhir Perjalanan Bruno Kawe (2)
64
Bab 64. Seandainya Alyssa Mau Sedikit Bersabar
65
Bab 65. Hak Anak Yang Terabaikan
66
Bab 66. Kecewa Pada Polisi
67
Bab 67. Cheers
68
Bab 68. Anonymous (1)
69
Bab 69. Anonymous (2)
70
Bab 70. Menyerah Dengan Keangkuhan Hati
71
Bab 71. Persimpangan Naas
72
Bab 72. Keinginan Alyssa
73
Bab 73. Kunjungan Dokter (1)
74
Bab 74. Kunjungan Dokter (2)
75
Bab 75. Firasat Emma
76
Bab 76. Perkembangan Kasus-kasus
77
Bab 77. Akhir Perjalanan Badut Sulap
78
Bab 78. Teman Gak Ada Akhlak
79
Bab 79. Bullying
80
Bab 80. Daniella Bertahanlah
81
Bab 81. Aktivitas Rahasia Daniella
82
Bab 82. Rudapaksa ?
83
Bab 83. Human Error?
84
Bab 84. Trauma Healing
85
Bab 85. Konfrontir
86
Bab 86. Prom Night
87
Bab 87. Usil Dibayar Tunai
88
Bab 88. Daniella My Beloved Daughter
89
Bab 89. Terjebak Nostalgia
90
Bab 90. Absurd
91
Bab 91. Jebakan Membawa Petaka
92
Bab 92. Aku Tidak Bersalah (1)
93
Bab 93. Aku Tidak Bersalah (2)
94
Bab 94. Bagaimana Bisa Kau Tidak Menyadarinya, Daniella?
95
Bab 95. Leighton Castel (1)
96
Bab 96. Leighton Castel (2)
97
Bab 97. Rahasia Besar Keluarga Leighton
98
Bab 98. Ada Jalan Keluar
99
Bab 99. Guinevere Leighton
100
Bab 100. Fatamorgana ? (1)
101
Bab 101. Fatamorgana ? (2)
102
Bab 102. Kenapa Kau Menghindariku, Daniella ?
103
Bab 103. Kau Tertangkap Basah
104
Bab 104. Ulah Benzodiazepin ?
105
Bab 105. Amplop Coklat Ukuran Folio
106
Bab 106. Bagaikan Bertemu Dengan Hulunya
107
Bab 107. Ku Titipkan Daniella Conley Putriku
108
Bab 108. Kenyataan Yang Bertolak belakang
109
Bab 109. One Step Closer
110
Bab 110. Keberuntungan Atau Musibah?
111
Bab 111. Candaanmu Tidak Lucu Daniella
112
Bab 112. Pencuri Ciuuman Pernikahan
113
Bab 113. Consummate The Marriage.
114
Bab 114. Luka Tak Berdarah
115
Bab 115. Clementine Sang Asisten Eksekutor
116
Bab 116. Last But Not Least 1
117
Bab 117. Last But Not Least 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!