Bab 14. Kecelakaan Yang Disengaja?

Betty manarik kuat tangannya yang dicengkeram Cindy, hingga terlepas kembali. Kemudian secepat kilat ia mendorong tubuh Cindy hingga menghantam dinding.

Dukkk..

"Aduh !!!" Cindy meringis kesakitan. "Kurang ajar!!" Cindy yang emosi langsung membalas perbuatan Betty padanya. Sambil menahan rasa sakit di punggungnya, sekuat tenaga Cindy mendorong tubuh Betty hingga terdorong ke belakang beberapa langkah. Mendapatkan serangan tiba-tiba, Betty oleng. Pijakannya yang tidak sempurna, tak mampu menahan bobot tubuhnya.

Bruk...

Terdengar suara benda terjatuh. Disusul dengan jeritan kesakitan seorang anak perempuan.

"Ahhh.... !!!"

Teriakan itu menarik perhatian seorang guru yang sedang mengajar di kelas yang bersebelahan dengan tangga. Guru itu segera berlari keluar kelas begitu mendengar suara teriakan, disusul oleh beberapa orang anak muridnya.

"Astaga...!!"

Guru wanita itu menemukan Betty tergeletak di anak tangga bawah. Sedangkan, tidak ada orang lain lagi yang berada di tempat itu. Dengan sigap guru tersebut menuruni tangga, kemudian ia duduk bersimpuh di samping tubuh Betty.

"Nak. Nak... Apakah kau mendengarkan aku?" Guru itu memanggil-manggil Betty sambil menepuk-nepuk pelan pundaknya. Namun tidak ada respon apapun dari Betty. Kemudian ia memeriksa nadi Betty di lehernya. Menempatkan dengan kuat jari telunjuk dan jari tengah ke salah satu sisi leher, tepatnya di bawah rahang dan di sebelah batang tenggorokan.

"Masih hidup." Gumamnya. Tanpa sengaja matanya menangkap genangan warna merah yang berasal dari daerah kepala.

"Ya Tuhan. Dia berdarah." Tanpa ragu ia meletakkan kepala Betty di atas pangkuannya, sembari menekan sisi kepala yang mengeluarkan darah dengan saputangannya.

Beberapa orang siswa terpaku di tempat begitu melihat semua pemandangan itu di depan mata.

"Seseorang panggilkan paramedis..!! " Teriak guru itu.

"Tidak ada yang membawa ponsel di sini, Miss." Jawab salah seorang siswa. Tentu saja hal itu benar adanya, karena semua siswa di sekolah itu tidak diperbolehkan membawa ponsel.

"Minta Tolong pada guru yang sedang mengajar di kelas sebelah. "

"Baik, Miss." Siswa itu segera berlari melaksanakan perintah gurunya. Tidak beberapa lama kemudian, siswa tadi kembali bersama dengan seorang guru pria.

"Miss Clara, apa yang sedang terjadi? " Tanya guru itu, ketika mendapatkan rekan sejawatnya duduk bersimpuh sembari memangku kepala seorang siswi di tangga bawah

"Cepat hubungi paramedis. Anak ini mengeluarkan darah."

"Baiklah. Tunggulah sebentar. "

Guru yang bernama Peter itu mengambil ponsel dalam saku celananya. Dengan cepat ia memanggil nomor darurat 911.

Paramedis datang tidak beberapa lama kemudian. Melihat keadaan Betty, mereka sangat hati-hati menanganinya. Karena dampak yang terjadi akibat jatuh dari ketinggian, tidak hanya dapat menimbulkan luka, tetapi juga dapat menyebabkan cedera organ yang mungkin tidak tampak dari luar.

Melansir pada Health and Safety Executive ( HSE), jatuh dari ketinggian merupakan penyebab terbesar terjadinya kondisi cedera yang fatal dan mengancam nyawa. Pertolongan pertama yang telah dilakukan oleh Miss. Clara, merupakan langkah penting yang harus segera dilakukan. Tindakan paling sederhana sekalipun bisa menghindarkan korban dari risiko cedera permanen atau bahkan kematian.

Setelah membebat luka di kepala Betty dan memasangkan penyangga leher, mereka memindahkan tubuh Betty ke atas tandu. Dengan menggunakan ambulans Betty segera dibawa ke rumah sakit untuk menjalani penanganan lebih lanjut.

.

.

Suara isakan tangis tertahan sayup terdengar dari salah satu ruang di toilet sekolah. Perhatian semua orang saat itu, masih tertuju pada kejadian yang menimpa Betty. Sehingga tidak seorang pun menyadari ada seorang anak yang duduk meringkuk di dalam toilet. Tubuhnya menggigil ketakutan setelah apa yang baru saja ia saksikan. Pekikan lirih Betty menyadarkan ia akan sesuatu. Ketakutan membawa dirinya berdiam diri di tempat itu. Karena hanya di sanalah tempat terdekat yang bisa ia capai.

"Ayah.. Apa yang harus aku lakukan.. " Isaknya sambil menggenggam ponsel di telinganya.

"Sebenarnya apa yang telah terjadi, Nak?"

"Aku tidak tau, Ayah. Tiba-tiba gadis itu telah berada di tangga bawah."

"Bagaimana mungkin kau tidak mengetahui hal itu. Sedangkan kau berada di sana saat kejadian." Suara Arthur Davis terdengar gusar. Di ruangannya Arthur mengusap kasar wajahnya. Membayangkan masalah pelik yang akan Cindy hadapi ke depannya.

"Sungguh Ayah, aku tidak tahu." Isakan Cindy semakin kencang mendengar suara keras Ayahnya.

"Hentikan tangisanmu. Suaramu akan memancing seseorang untuk datang mendekat. Kau tunggu saja di sana, sampai Ayah datang menjemputmu. Tidak boleh ada seorang pun yang tahu, bahwa kau berada di sana ketika peristiwa itu terjadi." Suara berat dan tegas terdengar dari ujung telepon.

"Baik, Ayah. Aku akan menunggumu. Tapi berjanjilah kau akan datang secepatnya."

"Ayah harus memastikan keadaan aman terlebih dahulu. Kau mengerti?"

"Iya, Ayah. Aku mengerti."

Panggilan itupun terputus bersamaan dengan diketuknya pintu ruang kerja Arthur oleh seseorang.

"Ya. Silahkan masuk." Ujar Arthur sembari menyimpan ponsel ke dalam saku celananya.

Seorang pria paruh baya memasuki ruang kerja Arthur dengan wajah serius.

"Tuan. Bagaimana kalau kita memulangkan semua siswa lebih cepat. Karena sebentar lagi polisi akan segera tiba. Mereka telah meminta untuk mensterilkan lokasi dari para siswa, guna dilakukannya olah Tempat Kejadian Perkara." Lapor Mr. Jhonson, sebagai wakil kepala sekolah.

"Siapa yang telah melaporkan kejadian ini pada polisi !?" Tanya Arthur dengan nada tinggi.

"Aku tidak tahu, Tuan. Kemungkinan besar itu dilakukan orang tua siswi yang mengalami kecelakaan. Karena ketika Mr. Robert menghubungi orang tua siswi tersebut untuk mengabarkan kondisi anaknya, pria itu terdengar marah dan meminta pertanggungjawaban pihak sekolah."

"Astaga.." Arthur menghela nafasnya, kasar. "Ya sudah. Lakukanlah. Kumpulkan dahulu para siswa di lapangan, sambil menunggu wali mereka datang menjemput."

"Baik, Tuan."

Mr. Jhonson pun berlalu dari tempat itu, meninggalkan Arthur yang sedang dilanda kegundahan akan nasib putri kesayangannya.

.

.

Setelah mengalami koma selama dua hari, akhirnya nyawa gadis periang itu tidak dapat di selamatkan. Kematian Betty meninggalkan luka di hati ayahnya, Carl Frieden. Ditambah lagi tidak adanya bukti apapun di lokasi kejadian yang bisa menjelaskan apa yang sesungguhnya telah terjadi. Kamera pengawas yang ada di tempat itu tidak bisa merekam karena hardisk mengalami kebingungan dalam penyimpanan disebabkan kapasitas memori yang penuh.

Dugaan sementara yang di keluarkan pihak kepolisian, Betty terpeleset setelah keluar dari toilet. Dalam hati kecil Carl, ia menolak kesimpulan itu. Pagi itu, ketika ia mengantarkan putrinya ke sekolah, kondisi Betty baik-baik saja. Dan ia pun berada dalam keadaan sehat. Toilet itu yang biasa Betty gunakan sehari-hari. Sehingga tidak mungkin putrinya, tidak mengetahui di mana letak tangga berada.

Atas permintaan penyidik, sehari sebelum disemayamkan, jenazah Betty terlebih dilakukan proses otopsi, untuk mengetahui sebab kematian. Dokter forensik dari kepolisian Minnesota diturunkan untuk membantu menyelidiki kasus ini.

.

.

.

Terpopuler

Comments

adi_nata

adi_nata

bukankah tadi Cindy yang mendorong Betty sampai jatuh dari tangga ?

2024-11-27

0

mom SRA

mom SRA

msh blm paham inti ceritanya dan judul cerita 🤦

2024-06-21

2

Monica Lora

Monica Lora

apaka dani bisa mejelma seprti apa punn.apakah dani mulai memiliki kpribadian ganda.. ntah lh

2024-02-24

6

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Keluarga Anthony Chavez
2 Bab 2. Gonggongan Bella Si Golden Retriever
3 Bab 3. Racun Sianida
4 Bab 4. Sean Conley Sang Ilmuan Biologi
5 Bab 5. "Cinta" Pertama Terasa Menyakitkan
6 Bab 6. Patah Hati Berkali-kali
7 Bab 7. Cinta Mania?
8 Bab 8. Aku Lakukan Ini Untukmu Ayah
9 Bab 9. Rumah Sakit (1)
10 Bab 10. Rumah Sakit (2)
11 Bab 11. Buku Ruth Hilang
12 Bab 12. Bukan Aku Pelakunya
13 Bab 13. Perundungan
14 Bab 14. Kecelakaan Yang Disengaja?
15 Bab 15. Pemakaman Betty Friedan
16 Bab 16. Analisis Eksperimental
17 Bab 17. Prototype GenX
18 Bab 18. "Pekerjaan" Membawa Petaka
19 Bab 19. Pindah Ke Ramsey
20 Bab 20. Pengintaian (1)
21 Bab 21. Pengintaian (2)
22 Bab 22. Pengintaian Yang Sia-Sia?
23 Bab. 23. Menuju Ramsey (1)
24 Bab 24. Menuju Ramsey (2)
25 Bab 25. Hari Pertama Di Ramsey
26 Bab 26. Menjauh Dari Rumah
27 Bab 27. Semoga Kau Baik-Baik Saja Dwayne
28 Bab 28. Dia Kekasihku (?)
29 29. Jiwa Paramedisku Menolak Meninggalkan Dia Di Sana
30 Bab 30. Godaan Danau Kecil Di Belakang Rumah
31 Bab 31. Daniella, Bagaimana Kau Melakukannya?
32 Bab 32. Sean Conley Profesor Misterius ?
33 Bab 33. Menuju Minnesota
34 Bab 34. Safe Deposit Box Untuk Alyssa
35 Bab 35. Di Tantang Bruno Kawe
36 Bab 36. Bruno Kawe Paling Oke
37 Bab 37. Jangan Main Api, Mia
38 Bab 38. Interogasi Cindy Davis (1)
39 Bab 39. Interogasi Cindy Davis (2)
40 Bab 40. Rencana Pemanggilan Ke 2
41 Bab 41. Nafsu Membawa Sengsara
42 Bab 42. Uang Damai ?
43 Bab 43. Panggilan Darurat
44 Bab 44. Di Kantor Sheriff
45 Bab 45. Don Pria Yang Dapat Diandalkan
46 Bab 46. Semesta Mengajak Bercanda Atau Sedang Bermain Petak Umpet ?
47 Bab 47. Benarkah Bukan Julian ?
48 Bab 48. Pulang
49 Bab 49. Daniella Demam ?
50 Bab 50. Bagaimana mungkin ?
51 Bab 51. Dwayne Ingat Kejadian Malam Itu?
52 Bab 52. 'Sesuatu' Yang Begitu Menggoda
53 Bab 53. Terlanjur Berjanji
54 Bab 54. Harga Diri Yang Tercabik
55 Bab 55. Kesedihan Dan Penyesalan
56 Bab 56. Akankah Semesta Merestui ?
57 Bab 57. Kapan Giliranku ?
58 Bab 58. Tidak Boleh Tidur Sekamar
59 Bab 59. Tamu Dari Minnesota (1)
60 Bab 60. Tamu Dari Minnesota (2)
61 Bab 61. Hari Pertama Sekolah
62 Bab 62. Akhir Perjalanan Bruno Kawe (1)
63 Bab 63. Akhir Perjalanan Bruno Kawe (2)
64 Bab 64. Seandainya Alyssa Mau Sedikit Bersabar
65 Bab 65. Hak Anak Yang Terabaikan
66 Bab 66. Kecewa Pada Polisi
67 Bab 67. Cheers
68 Bab 68. Anonymous (1)
69 Bab 69. Anonymous (2)
70 Bab 70. Menyerah Dengan Keangkuhan Hati
71 Bab 71. Persimpangan Naas
72 Bab 72. Keinginan Alyssa
73 Bab 73. Kunjungan Dokter (1)
74 Bab 74. Kunjungan Dokter (2)
75 Bab 75. Firasat Emma
76 Bab 76. Perkembangan Kasus-kasus
77 Bab 77. Akhir Perjalanan Badut Sulap
78 Bab 78. Teman Gak Ada Akhlak
79 Bab 79. Bullying
80 Bab 80. Daniella Bertahanlah
81 Bab 81. Aktivitas Rahasia Daniella
82 Bab 82. Rudapaksa ?
83 Bab 83. Human Error?
84 Bab 84. Trauma Healing
85 Bab 85. Konfrontir
86 Bab 86. Prom Night
87 Bab 87. Usil Dibayar Tunai
88 Bab 88. Daniella My Beloved Daughter
89 Bab 89. Terjebak Nostalgia
90 Bab 90. Absurd
91 Bab 91. Jebakan Membawa Petaka
92 Bab 92. Aku Tidak Bersalah (1)
93 Bab 93. Aku Tidak Bersalah (2)
94 Bab 94. Bagaimana Bisa Kau Tidak Menyadarinya, Daniella?
95 Bab 95. Leighton Castel (1)
96 Bab 96. Leighton Castel (2)
97 Bab 97. Rahasia Besar Keluarga Leighton
98 Bab 98. Ada Jalan Keluar
99 Bab 99. Guinevere Leighton
100 Bab 100. Fatamorgana ? (1)
101 Bab 101. Fatamorgana ? (2)
102 Bab 102. Kenapa Kau Menghindariku, Daniella ?
103 Bab 103. Kau Tertangkap Basah
104 Bab 104. Ulah Benzodiazepin ?
105 Bab 105. Amplop Coklat Ukuran Folio
106 Bab 106. Bagaikan Bertemu Dengan Hulunya
107 Bab 107. Ku Titipkan Daniella Conley Putriku
108 Bab 108. Kenyataan Yang Bertolak belakang
109 Bab 109. One Step Closer
110 Bab 110. Keberuntungan Atau Musibah?
111 Bab 111. Candaanmu Tidak Lucu Daniella
112 Bab 112. Pencuri Ciuuman Pernikahan
113 Bab 113. Consummate The Marriage.
114 Bab 114. Luka Tak Berdarah
115 Bab 115. Clementine Sang Asisten Eksekutor
116 Bab 116. Last But Not Least 1
117 Bab 117. Last But Not Least 2
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Bab 1. Keluarga Anthony Chavez
2
Bab 2. Gonggongan Bella Si Golden Retriever
3
Bab 3. Racun Sianida
4
Bab 4. Sean Conley Sang Ilmuan Biologi
5
Bab 5. "Cinta" Pertama Terasa Menyakitkan
6
Bab 6. Patah Hati Berkali-kali
7
Bab 7. Cinta Mania?
8
Bab 8. Aku Lakukan Ini Untukmu Ayah
9
Bab 9. Rumah Sakit (1)
10
Bab 10. Rumah Sakit (2)
11
Bab 11. Buku Ruth Hilang
12
Bab 12. Bukan Aku Pelakunya
13
Bab 13. Perundungan
14
Bab 14. Kecelakaan Yang Disengaja?
15
Bab 15. Pemakaman Betty Friedan
16
Bab 16. Analisis Eksperimental
17
Bab 17. Prototype GenX
18
Bab 18. "Pekerjaan" Membawa Petaka
19
Bab 19. Pindah Ke Ramsey
20
Bab 20. Pengintaian (1)
21
Bab 21. Pengintaian (2)
22
Bab 22. Pengintaian Yang Sia-Sia?
23
Bab. 23. Menuju Ramsey (1)
24
Bab 24. Menuju Ramsey (2)
25
Bab 25. Hari Pertama Di Ramsey
26
Bab 26. Menjauh Dari Rumah
27
Bab 27. Semoga Kau Baik-Baik Saja Dwayne
28
Bab 28. Dia Kekasihku (?)
29
29. Jiwa Paramedisku Menolak Meninggalkan Dia Di Sana
30
Bab 30. Godaan Danau Kecil Di Belakang Rumah
31
Bab 31. Daniella, Bagaimana Kau Melakukannya?
32
Bab 32. Sean Conley Profesor Misterius ?
33
Bab 33. Menuju Minnesota
34
Bab 34. Safe Deposit Box Untuk Alyssa
35
Bab 35. Di Tantang Bruno Kawe
36
Bab 36. Bruno Kawe Paling Oke
37
Bab 37. Jangan Main Api, Mia
38
Bab 38. Interogasi Cindy Davis (1)
39
Bab 39. Interogasi Cindy Davis (2)
40
Bab 40. Rencana Pemanggilan Ke 2
41
Bab 41. Nafsu Membawa Sengsara
42
Bab 42. Uang Damai ?
43
Bab 43. Panggilan Darurat
44
Bab 44. Di Kantor Sheriff
45
Bab 45. Don Pria Yang Dapat Diandalkan
46
Bab 46. Semesta Mengajak Bercanda Atau Sedang Bermain Petak Umpet ?
47
Bab 47. Benarkah Bukan Julian ?
48
Bab 48. Pulang
49
Bab 49. Daniella Demam ?
50
Bab 50. Bagaimana mungkin ?
51
Bab 51. Dwayne Ingat Kejadian Malam Itu?
52
Bab 52. 'Sesuatu' Yang Begitu Menggoda
53
Bab 53. Terlanjur Berjanji
54
Bab 54. Harga Diri Yang Tercabik
55
Bab 55. Kesedihan Dan Penyesalan
56
Bab 56. Akankah Semesta Merestui ?
57
Bab 57. Kapan Giliranku ?
58
Bab 58. Tidak Boleh Tidur Sekamar
59
Bab 59. Tamu Dari Minnesota (1)
60
Bab 60. Tamu Dari Minnesota (2)
61
Bab 61. Hari Pertama Sekolah
62
Bab 62. Akhir Perjalanan Bruno Kawe (1)
63
Bab 63. Akhir Perjalanan Bruno Kawe (2)
64
Bab 64. Seandainya Alyssa Mau Sedikit Bersabar
65
Bab 65. Hak Anak Yang Terabaikan
66
Bab 66. Kecewa Pada Polisi
67
Bab 67. Cheers
68
Bab 68. Anonymous (1)
69
Bab 69. Anonymous (2)
70
Bab 70. Menyerah Dengan Keangkuhan Hati
71
Bab 71. Persimpangan Naas
72
Bab 72. Keinginan Alyssa
73
Bab 73. Kunjungan Dokter (1)
74
Bab 74. Kunjungan Dokter (2)
75
Bab 75. Firasat Emma
76
Bab 76. Perkembangan Kasus-kasus
77
Bab 77. Akhir Perjalanan Badut Sulap
78
Bab 78. Teman Gak Ada Akhlak
79
Bab 79. Bullying
80
Bab 80. Daniella Bertahanlah
81
Bab 81. Aktivitas Rahasia Daniella
82
Bab 82. Rudapaksa ?
83
Bab 83. Human Error?
84
Bab 84. Trauma Healing
85
Bab 85. Konfrontir
86
Bab 86. Prom Night
87
Bab 87. Usil Dibayar Tunai
88
Bab 88. Daniella My Beloved Daughter
89
Bab 89. Terjebak Nostalgia
90
Bab 90. Absurd
91
Bab 91. Jebakan Membawa Petaka
92
Bab 92. Aku Tidak Bersalah (1)
93
Bab 93. Aku Tidak Bersalah (2)
94
Bab 94. Bagaimana Bisa Kau Tidak Menyadarinya, Daniella?
95
Bab 95. Leighton Castel (1)
96
Bab 96. Leighton Castel (2)
97
Bab 97. Rahasia Besar Keluarga Leighton
98
Bab 98. Ada Jalan Keluar
99
Bab 99. Guinevere Leighton
100
Bab 100. Fatamorgana ? (1)
101
Bab 101. Fatamorgana ? (2)
102
Bab 102. Kenapa Kau Menghindariku, Daniella ?
103
Bab 103. Kau Tertangkap Basah
104
Bab 104. Ulah Benzodiazepin ?
105
Bab 105. Amplop Coklat Ukuran Folio
106
Bab 106. Bagaikan Bertemu Dengan Hulunya
107
Bab 107. Ku Titipkan Daniella Conley Putriku
108
Bab 108. Kenyataan Yang Bertolak belakang
109
Bab 109. One Step Closer
110
Bab 110. Keberuntungan Atau Musibah?
111
Bab 111. Candaanmu Tidak Lucu Daniella
112
Bab 112. Pencuri Ciuuman Pernikahan
113
Bab 113. Consummate The Marriage.
114
Bab 114. Luka Tak Berdarah
115
Bab 115. Clementine Sang Asisten Eksekutor
116
Bab 116. Last But Not Least 1
117
Bab 117. Last But Not Least 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!