Bab 15. Pemakaman Betty Friedan

Awan hitam menggantung di langit, disertai rintik hujan mengiringi pemakaman Betty Friedan di kompleks pemakaman umum, Minnesota. Mendung yang menggantung di wajah sendu Carl seakan diamini oleh semesta. Tangisnya pecah begitu peti jenazah Betty diturunkan ke tempat peristirahatan terakhirnya. Hatinya hancur. Putri yang selama ini ia jaga, rawat dan didik dengan penuh cinta, sehingga tumbuh menjadi anak yang cerdas dan baik hati, harus pergi dengan cara yang mengenaskan.

"Maafkan aku, Layla. Aku gagal menjaga anak kita." Ratap Carl seraya bersimpuh di depan makam mendiang istrinya yang bersebelahan dengan makam mendiang Betty.

Masih segar dalam ingatan Carl,12 tahun yang lalu, saat itu ia berdiri di tempat yang sama untuk memakamkan jenazah istrinya tercinta. Layla harus pergi untuk selamanya setelah berjuang melahirkan buah cinta mereka ke dunia. Dengan menggendong Betty kecil yang masih merah, Carl pada waktu itu berusaha tegar demi buah hati mereka yang berada dalam dekapannya. Namun saat ini, ia harus tegar untuk dirinya sendiri. Harus tabah menjalani hari-hari sepi seorang diri. Rasanya saat ini tidak ada lagi alasan baginya untuk bertahan hidup. Carl Friedan saat ini benar-benar berada dalam titik terendah hidupnya.

"Tuan, kami ikut berduka cita." Ujar Abraham dan putrinya Ruth, saat menyalaminya setelah prosesi pemakaman selesai dan para pelayat pun sudah berangsur pergi.

"Terima kasih,Tuan" Carl berusaha tersenyum.

"Kalau nanti ada yang kau butuhkan, jangan sungkan untuk menghubungiku. " Ucap Abraham kemudian.

"Baik Tuan. Tentu saja."

"Kalau begitu, kami permisi dulu."

"Silakan Tuan." Jawab Carl singkat. Abraham dan Ruth pun beranjak pergi. Tidak beberapa lama kemudian, Carl teringat akan suatu hal yang masih mengganjal hatinya. "Tuan Abraham."

"Ya Tuan." Abraham menghentikan langkahnya dan balik badan begitu mendengar Carl memanggil namanya.

"Apakah kau telah menerima paket dariku?"

Abraham terdiam sejenak. "Sudah Tuan. Paket itu telah tiba di rumah kami dua hari yang lalu."

"Syukurlah. Pagi sebelum kejadian, putriku sangat mengkhawatirkan masalah itu. Hal terakhir yang ia cemaskan sebelum kami berpisah, adalah buku milik putrimu." Abraham menoleh pada putrinya Ruth yang diam tertunduk. Carl kemudian melanjutkan ucapannya.

"Aku tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dibalik peristiwa pada waktu itu. Tapi aku berkeyakinan orang yang ada di dalam rekaman kamera pengawas itu bukanlah anakku. Aku mengenalnya dengan sangat baik. Karena aku membesarkan dan mendidiknya dengan tanganku sendiri. Dia anak yang baik dan berhati lembut. Mustahil ia melakukan hal seperti itu. Aku merasakan ada sesuatu yang aneh di sini. Termasuk terakhir insiden yang telah merenggut nyawanya." Carl menatap tajam ke arah Abraham yang terlihat salah tingkah.

Beberapa saat tidak ada yang bersuara di antara mereka. Hanya terdengar bunyi hembusan angin yang menggerak-gerakkan dedaunan di ranting pohon yang membawa hawa dingin menusuk tulang. Rinai hujan pun berlahan mulai mereda.

Merasa tidak perlu untuk mendebat hal itu, Abraham memutuskan mengakhiri pembicaraan mereka.

"Tuan Carl. Sekali lagi kami ucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Kami sangat menyesali kejadian ini. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku seandainya hal yang sama menimpaku. Kami berharap polisi akan mengusut tuntas kasus ini, sehingga Ananda Betty bisa beristirahat dengan tenang. Dan Anda pun bisa melanjutkan kehidupan dengan hati damai." Abraham menghela nafasnya. "Tuan Carl, aku minta maaf tidak bisa berlama-lama di sini. Untuk itu, kami mohon diri." Abraham menundukkan kepadanya sedikit, sebagai tanda permintaan izin untuk pamit dari tempat itu. "Ayo sayang." Dengan menggandeng tangan Ruth, Abraham pun berlalu dari tempat itu.

Pembicaraan kedua orang dewasa itu pun tak luput dari pengamatan dua orang pria berjas hitam. Kedua orang itu mendekati Carl yang terlihat masih sangat berduka, duduk di depan makam kedua orang yang sangat ia cintai.

"Selamat siang, Tuan Carl. " Salah seorang dari mereka menyapa terlebih dahulu. Carl yang sedang tertunduk, spontan mengangkat wajahnya.

"Selamat siang." Jawab Carl singkat.

"Aku Letnan Troy Oswald dan ini rekanku Letnan Andre Sayegh. Apakah anda masih ingat, kita pernah bertemu di rumah sakit. Tepatnya di depan ruang IGD."

"Ohh Letnan Troy. Tentu saja aku masih mengingatmu."

"Sebelumnya, kami ikut berduka cita atas kepergian putri anda, Betty."

"Terima kasih, Letnan."

"Tuan Carl, ada beberapa hal yang ingin kami tanyakan. Apakah anda ada waktu?"

"Tentu Letnan. Ada yang bisa aku bantu?"

"Kami tadi tidak sengaja mencuri dengar pembicaraanmu dengan pria tadi. Kalau boleh kami mengetahui, siapakah dia, Tuan?"

"Oh. Itu Tuan Abraham Handler dan putrinya, Ruth. Teman sekelas mendiang putriku."

" Oh begitu. Sebenarnya apa yang telah terjadi?"

Carl kemudian menceritakan asal mula malapetaka yang telah menimpa Betty dan keanehan yang ia rasakan terhadap peristiwa itu. Letnan Sayegh mencatat hal-hal penting dari penuturan Carl ke dalam buku catatan kecil.

Letnan Troy terlihat berfikir sejenak. "Tuan Carl, Anda kan sangat mengenal putri Anda. Pasti ada alasan, kenapa mendiang Betty menolak keras tuduhan yang di alamatkan padanya? Apakah Anda sudah menanyakan alasannya pada mendiang?"

Carl tertunduk mendengar pertanyaan yang diajukan Letnan Troy. "Itulah kesalahan yang telah aku lakukan, Letnan. Aku tidak pernah menanyakan pada putriku, alasan dia menolak mati-matian rekaman kamera pengawas itu."

"Satu lagi hal yang aneh menurutku, Tuan Carl?"

"Apa itu, Letnan? "

"Siapa sebenarnya yang telah Betty temui sebelum kejadian itu? Kalau seandainya mendiang Betty yang telah melakukannya, tentu saja dia mengetahui siapa orang itu dan ada apa saja yang mereka bicarakan? Apakah ada hubungannya dengan kasus hilangnya buku milik Ruth atau tidak? "

"Kau memang benar letnan. Kenapa aku tidak menanyakan hal itu langsung pada Betty. Kenapa aku tidak mencari kebenarannya isi rekaman kamera pengawas itu terlebih dahulu?" Ucapnya lirih.

"Tuan Carl, apakah Anda memiliki rekaman CCTV saat peristiwa hilangnya buku Ruth? "

"Tidak Letnan. Aku pikir mungkin saat ini rekaman itu masih ada pada Mr. Robert, wali kelas putriku."

"Kalau begitu, nanti akan aku coba tanyakan padanya."

"Oh iya Letnan. Apakah hasil otopsi putriku sudah keluar? "

"Sudah Tuan."

"Kalau begitu, apakah sudah ada kemajuan dari investigasi yang telah polisi lakukan? "

"Tuan Carl, sangat sulit untuk membuktikan penyebab sebenarnya dari jatuhnya korban dari lantai dua hanya berdasarkan hasil otopsi dan penyelidikan bukti-bukti tidak langsung. Untuk itu kami meminta kesabaran Anda. Kami akan terus menyelidikinya. Sehingga kita bisa mengetahui penyebab pasti kematian putri Anda. Begitu ada perkembangan yang berarti, kami pasti akan mengabarkannya pada Anda."

"Baiklah Letnan. Aku akan menunggu kabar baik dari kepolisian. Aku harap itu tidak terlalu lama."

.

.

.

Terpopuler

Comments

໓աiɛ🌸

໓աiɛ🌸

Siapa yg tidak hancur.. setelah khilangan istrinya kini Carl juga harus kehilangan anak semata wayang nya...😭😭
Hidupnya pasti hancur, kasihann....😭😭

Betty harus meninggal dgn nama yg masih blm dibersihkan krn difitnah pula..

2024-01-11

5

Kᵝ⃟ᴸℝ𝕒𝕪𝕚𝕚☠ᵏᵋᶜᶟ🍂

Kᵝ⃟ᴸℝ𝕒𝕪𝕚𝕚☠ᵏᵋᶜᶟ🍂

Yang tabah Papa Carl,jangan lupa terus usut kasusnya..
jadi penasaran siapa yang merencanakan dari awal pencurian buku itu,,Apakah Daniella?

2023-12-18

3

ㅤㅤ💖 ᴅ͜͡ ๓ᵕ̈✰͜͡v᭄ ᵕ̈💖

ㅤㅤ💖 ᴅ͜͡ ๓ᵕ̈✰͜͡v᭄ ᵕ̈💖

takutnya cctv udah di lenyapkan kepala sekolah😩😩😩😩😩
karna untuk menghilangkan bukti terakhir Cindy 😌

2023-12-17

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Keluarga Anthony Chavez
2 Bab 2. Gonggongan Bella Si Golden Retriever
3 Bab 3. Racun Sianida
4 Bab 4. Sean Conley Sang Ilmuan Biologi
5 Bab 5. "Cinta" Pertama Terasa Menyakitkan
6 Bab 6. Patah Hati Berkali-kali
7 Bab 7. Cinta Mania?
8 Bab 8. Aku Lakukan Ini Untukmu Ayah
9 Bab 9. Rumah Sakit (1)
10 Bab 10. Rumah Sakit (2)
11 Bab 11. Buku Ruth Hilang
12 Bab 12. Bukan Aku Pelakunya
13 Bab 13. Perundungan
14 Bab 14. Kecelakaan Yang Disengaja?
15 Bab 15. Pemakaman Betty Friedan
16 Bab 16. Analisis Eksperimental
17 Bab 17. Prototype GenX
18 Bab 18. "Pekerjaan" Membawa Petaka
19 Bab 19. Pindah Ke Ramsey
20 Bab 20. Pengintaian (1)
21 Bab 21. Pengintaian (2)
22 Bab 22. Pengintaian Yang Sia-Sia?
23 Bab. 23. Menuju Ramsey (1)
24 Bab 24. Menuju Ramsey (2)
25 Bab 25. Hari Pertama Di Ramsey
26 Bab 26. Menjauh Dari Rumah
27 Bab 27. Semoga Kau Baik-Baik Saja Dwayne
28 Bab 28. Dia Kekasihku (?)
29 29. Jiwa Paramedisku Menolak Meninggalkan Dia Di Sana
30 Bab 30. Godaan Danau Kecil Di Belakang Rumah
31 Bab 31. Daniella, Bagaimana Kau Melakukannya?
32 Bab 32. Sean Conley Profesor Misterius ?
33 Bab 33. Menuju Minnesota
34 Bab 34. Safe Deposit Box Untuk Alyssa
35 Bab 35. Di Tantang Bruno Kawe
36 Bab 36. Bruno Kawe Paling Oke
37 Bab 37. Jangan Main Api, Mia
38 Bab 38. Interogasi Cindy Davis (1)
39 Bab 39. Interogasi Cindy Davis (2)
40 Bab 40. Rencana Pemanggilan Ke 2
41 Bab 41. Nafsu Membawa Sengsara
42 Bab 42. Uang Damai ?
43 Bab 43. Panggilan Darurat
44 Bab 44. Di Kantor Sheriff
45 Bab 45. Don Pria Yang Dapat Diandalkan
46 Bab 46. Semesta Mengajak Bercanda Atau Sedang Bermain Petak Umpet ?
47 Bab 47. Benarkah Bukan Julian ?
48 Bab 48. Pulang
49 Bab 49. Daniella Demam ?
50 Bab 50. Bagaimana mungkin ?
51 Bab 51. Dwayne Ingat Kejadian Malam Itu?
52 Bab 52. 'Sesuatu' Yang Begitu Menggoda
53 Bab 53. Terlanjur Berjanji
54 Bab 54. Harga Diri Yang Tercabik
55 Bab 55. Kesedihan Dan Penyesalan
56 Bab 56. Akankah Semesta Merestui ?
57 Bab 57. Kapan Giliranku ?
58 Bab 58. Tidak Boleh Tidur Sekamar
59 Bab 59. Tamu Dari Minnesota (1)
60 Bab 60. Tamu Dari Minnesota (2)
61 Bab 61. Hari Pertama Sekolah
62 Bab 62. Akhir Perjalanan Bruno Kawe (1)
63 Bab 63. Akhir Perjalanan Bruno Kawe (2)
64 Bab 64. Seandainya Alyssa Mau Sedikit Bersabar
65 Bab 65. Hak Anak Yang Terabaikan
66 Bab 66. Kecewa Pada Polisi
67 Bab 67. Cheers
68 Bab 68. Anonymous (1)
69 Bab 69. Anonymous (2)
70 Bab 70. Menyerah Dengan Keangkuhan Hati
71 Bab 71. Persimpangan Naas
72 Bab 72. Keinginan Alyssa
73 Bab 73. Kunjungan Dokter (1)
74 Bab 74. Kunjungan Dokter (2)
75 Bab 75. Firasat Emma
76 Bab 76. Perkembangan Kasus-kasus
77 Bab 77. Akhir Perjalanan Badut Sulap
78 Bab 78. Teman Gak Ada Akhlak
79 Bab 79. Bullying
80 Bab 80. Daniella Bertahanlah
81 Bab 81. Aktivitas Rahasia Daniella
82 Bab 82. Rudapaksa ?
83 Bab 83. Human Error?
84 Bab 84. Trauma Healing
85 Bab 85. Konfrontir
86 Bab 86. Prom Night
87 Bab 87. Usil Dibayar Tunai
88 Bab 88. Daniella My Beloved Daughter
89 Bab 89. Terjebak Nostalgia
90 Bab 90. Absurd
91 Bab 91. Jebakan Membawa Petaka
92 Bab 92. Aku Tidak Bersalah (1)
93 Bab 93. Aku Tidak Bersalah (2)
94 Bab 94. Bagaimana Bisa Kau Tidak Menyadarinya, Daniella?
95 Bab 95. Leighton Castel (1)
96 Bab 96. Leighton Castel (2)
97 Bab 97. Rahasia Besar Keluarga Leighton
98 Bab 98. Ada Jalan Keluar
99 Bab 99. Guinevere Leighton
100 Bab 100. Fatamorgana ? (1)
101 Bab 101. Fatamorgana ? (2)
102 Bab 102. Kenapa Kau Menghindariku, Daniella ?
103 Bab 103. Kau Tertangkap Basah
104 Bab 104. Ulah Benzodiazepin ?
105 Bab 105. Amplop Coklat Ukuran Folio
106 Bab 106. Bagaikan Bertemu Dengan Hulunya
107 Bab 107. Ku Titipkan Daniella Conley Putriku
108 Bab 108. Kenyataan Yang Bertolak belakang
109 Bab 109. One Step Closer
110 Bab 110. Keberuntungan Atau Musibah?
111 Bab 111. Candaanmu Tidak Lucu Daniella
112 Bab 112. Pencuri Ciuuman Pernikahan
113 Bab 113. Consummate The Marriage.
114 Bab 114. Luka Tak Berdarah
115 Bab 115. Clementine Sang Asisten Eksekutor
116 Bab 116. Last But Not Least 1
117 Bab 117. Last But Not Least 2
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Bab 1. Keluarga Anthony Chavez
2
Bab 2. Gonggongan Bella Si Golden Retriever
3
Bab 3. Racun Sianida
4
Bab 4. Sean Conley Sang Ilmuan Biologi
5
Bab 5. "Cinta" Pertama Terasa Menyakitkan
6
Bab 6. Patah Hati Berkali-kali
7
Bab 7. Cinta Mania?
8
Bab 8. Aku Lakukan Ini Untukmu Ayah
9
Bab 9. Rumah Sakit (1)
10
Bab 10. Rumah Sakit (2)
11
Bab 11. Buku Ruth Hilang
12
Bab 12. Bukan Aku Pelakunya
13
Bab 13. Perundungan
14
Bab 14. Kecelakaan Yang Disengaja?
15
Bab 15. Pemakaman Betty Friedan
16
Bab 16. Analisis Eksperimental
17
Bab 17. Prototype GenX
18
Bab 18. "Pekerjaan" Membawa Petaka
19
Bab 19. Pindah Ke Ramsey
20
Bab 20. Pengintaian (1)
21
Bab 21. Pengintaian (2)
22
Bab 22. Pengintaian Yang Sia-Sia?
23
Bab. 23. Menuju Ramsey (1)
24
Bab 24. Menuju Ramsey (2)
25
Bab 25. Hari Pertama Di Ramsey
26
Bab 26. Menjauh Dari Rumah
27
Bab 27. Semoga Kau Baik-Baik Saja Dwayne
28
Bab 28. Dia Kekasihku (?)
29
29. Jiwa Paramedisku Menolak Meninggalkan Dia Di Sana
30
Bab 30. Godaan Danau Kecil Di Belakang Rumah
31
Bab 31. Daniella, Bagaimana Kau Melakukannya?
32
Bab 32. Sean Conley Profesor Misterius ?
33
Bab 33. Menuju Minnesota
34
Bab 34. Safe Deposit Box Untuk Alyssa
35
Bab 35. Di Tantang Bruno Kawe
36
Bab 36. Bruno Kawe Paling Oke
37
Bab 37. Jangan Main Api, Mia
38
Bab 38. Interogasi Cindy Davis (1)
39
Bab 39. Interogasi Cindy Davis (2)
40
Bab 40. Rencana Pemanggilan Ke 2
41
Bab 41. Nafsu Membawa Sengsara
42
Bab 42. Uang Damai ?
43
Bab 43. Panggilan Darurat
44
Bab 44. Di Kantor Sheriff
45
Bab 45. Don Pria Yang Dapat Diandalkan
46
Bab 46. Semesta Mengajak Bercanda Atau Sedang Bermain Petak Umpet ?
47
Bab 47. Benarkah Bukan Julian ?
48
Bab 48. Pulang
49
Bab 49. Daniella Demam ?
50
Bab 50. Bagaimana mungkin ?
51
Bab 51. Dwayne Ingat Kejadian Malam Itu?
52
Bab 52. 'Sesuatu' Yang Begitu Menggoda
53
Bab 53. Terlanjur Berjanji
54
Bab 54. Harga Diri Yang Tercabik
55
Bab 55. Kesedihan Dan Penyesalan
56
Bab 56. Akankah Semesta Merestui ?
57
Bab 57. Kapan Giliranku ?
58
Bab 58. Tidak Boleh Tidur Sekamar
59
Bab 59. Tamu Dari Minnesota (1)
60
Bab 60. Tamu Dari Minnesota (2)
61
Bab 61. Hari Pertama Sekolah
62
Bab 62. Akhir Perjalanan Bruno Kawe (1)
63
Bab 63. Akhir Perjalanan Bruno Kawe (2)
64
Bab 64. Seandainya Alyssa Mau Sedikit Bersabar
65
Bab 65. Hak Anak Yang Terabaikan
66
Bab 66. Kecewa Pada Polisi
67
Bab 67. Cheers
68
Bab 68. Anonymous (1)
69
Bab 69. Anonymous (2)
70
Bab 70. Menyerah Dengan Keangkuhan Hati
71
Bab 71. Persimpangan Naas
72
Bab 72. Keinginan Alyssa
73
Bab 73. Kunjungan Dokter (1)
74
Bab 74. Kunjungan Dokter (2)
75
Bab 75. Firasat Emma
76
Bab 76. Perkembangan Kasus-kasus
77
Bab 77. Akhir Perjalanan Badut Sulap
78
Bab 78. Teman Gak Ada Akhlak
79
Bab 79. Bullying
80
Bab 80. Daniella Bertahanlah
81
Bab 81. Aktivitas Rahasia Daniella
82
Bab 82. Rudapaksa ?
83
Bab 83. Human Error?
84
Bab 84. Trauma Healing
85
Bab 85. Konfrontir
86
Bab 86. Prom Night
87
Bab 87. Usil Dibayar Tunai
88
Bab 88. Daniella My Beloved Daughter
89
Bab 89. Terjebak Nostalgia
90
Bab 90. Absurd
91
Bab 91. Jebakan Membawa Petaka
92
Bab 92. Aku Tidak Bersalah (1)
93
Bab 93. Aku Tidak Bersalah (2)
94
Bab 94. Bagaimana Bisa Kau Tidak Menyadarinya, Daniella?
95
Bab 95. Leighton Castel (1)
96
Bab 96. Leighton Castel (2)
97
Bab 97. Rahasia Besar Keluarga Leighton
98
Bab 98. Ada Jalan Keluar
99
Bab 99. Guinevere Leighton
100
Bab 100. Fatamorgana ? (1)
101
Bab 101. Fatamorgana ? (2)
102
Bab 102. Kenapa Kau Menghindariku, Daniella ?
103
Bab 103. Kau Tertangkap Basah
104
Bab 104. Ulah Benzodiazepin ?
105
Bab 105. Amplop Coklat Ukuran Folio
106
Bab 106. Bagaikan Bertemu Dengan Hulunya
107
Bab 107. Ku Titipkan Daniella Conley Putriku
108
Bab 108. Kenyataan Yang Bertolak belakang
109
Bab 109. One Step Closer
110
Bab 110. Keberuntungan Atau Musibah?
111
Bab 111. Candaanmu Tidak Lucu Daniella
112
Bab 112. Pencuri Ciuuman Pernikahan
113
Bab 113. Consummate The Marriage.
114
Bab 114. Luka Tak Berdarah
115
Bab 115. Clementine Sang Asisten Eksekutor
116
Bab 116. Last But Not Least 1
117
Bab 117. Last But Not Least 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!