Ketika Sophia ingin menyapa Clarish yang usianya beberapa tahun lebih muda, awalnya cuek. Namun Sophia tidak menyerah hingga akhirnya Clarish tidak pernah terlihat lagi setiap kali mereka berkunjung.
Kemudian Elnathan tahu jika Clarish adalah gadis yang istimewa. Kepala panti sendiri tidak bisa menyinggungnya. Jadi ketika Clarish berkata tidak mau melihat kakak perempuan yang mengganggunya, ia sembunyi di kamar.
"Awalnya aku tidak tahu kenapa dia begitu ditakuti oleh kepala panti. Tapi setelah melihat beberapa hal tak biasa darinya, aku akhirnya mengerti." Elnathan mengingat tahun itu lebih jauh lagi.
Kemudian Elnathan meminta Sophia untuk menceritakan kesedihan dan masalahnya pada Clarish. Karena menurut kepala panti, Clarish bukannya tidak peduli, dia hanya tidak mau orang lain mengira dirinya aneh
Sebenarnya, masalah Clarish yang tak bisa bersosialisasi sangat mirip dengan Sophia yang dikucilkan oleh teman-teman sebayanya.
Hingga waktu terus berjalan dan Clarish akhirnya bisa menerima kehadiran Sophia secara perlahan. Hingga keduanya menjadi tema di panti asuhan.
Ternyata, Clarish tidak sepenuhnya sendiri. Ia juga punya tiga teman lainnya. Namun ketiganya dikatakan jarang berada di panti.
"Dan sepertinya salah satu dari temannya adalah kamu kan?" Elnathan menebak.
"Ya. Aku yang paling tua dari mereka. Karena kami dari jenis yang sama, jadi akrab. Clarish sudah ada di panti sejak masih bayi merah. Dia ditemukan oleh kepala panti. Siapa yang menaruhnya di luar pintu panti, tidak ada yang tahu. Kepala panti tidak bercerita banyak. Ia hanya memberi nama Clarish Deonal Martin sebagai nama yang terdaftar."
Awalnya Callie menyangka jika Deonal Martin adalah marga sebuah keluarga tertentu. Tapi tidak ada marga seperti itu. Sehingga ia hanya yakin jika itu nama yang diberikan acak oleh kepala panti.
"Ayo, aku akan membawamu melihatnya. Kondisinya tidak baik saat ini. Jangan berbicara saat melihatnya nanti. Indera pendengarannya masih berfungsi tapi yang lainnya tidak. Jika kamu bersuara, dia pasti akan tahu kamu di sini."
"Apakah kondisinya sangat parah saat ini?" Elnathan sedikit ragu untuk pergi melihatnya.
"Yah, bagaimana menjelaskannya? Gadis itu tidak bisa mati tapi tubuhnya unik. Karena kehabisan aura supernatural, ia lumpuh."
Callie membawa Elnathan ke kamar tamu yang ada di lantai atas. Saat pria itu melihat kondisi Clarish yang tak lebih baik dari dirinya dan Sophia, rasanya ada sesuatu yang menekan dadanya.
Wajah Clarish sangat pucat, kulitnya juga tampak tidak normal. Ada infus yang terpasang sebagai nutrisi tubuh agar kesehatannya tidak semakin memburuk. Karena Clarish sendiri tidak bisa menelan air atau makanan.
Clarish sepertinya sadar ada seseorang di kamarnya. Tapi ia tidak bisa melihat atau berbicara.
Akhirnya Callie memecahkan keheningan. Ia memeriksa cairan infus yang dia buat sendiri.
"Kamu mungkin akan membaik setelah tiga hari. Jadi bertahanlah. Bahkan aku harus membuat alasan pada keluarga Deminthor tentangmu yang tiba-tiba pergi. Menurutmu alasan apa yang cocok?"
Clarish hanya mengerutkan kening, menoleh sedikit ke arah suara. Tapi penglihatannya sangat gelap.
"Lupakan saja. Aku akan cari alasan," kata Callie. Lalu dia keluar bersama Elnathan yang terdiam dari awal hingga akhir.
Setelah turun ke lantai pertama, Elnathan sudah berwajah pucat. Callie tidak bertanya banyak tentang alasannya.
"Jangan khawatir, dia akan pulih seperti sedia kala setelah tiga hari. Aku akan mengantarkannya ke rumahku untuk berpura-pura tidak tahu. Lebih baik bagimu untuk tidak membicarakan hal ini pada siapa pun."
Elnathan tidak menolak. Dia hanya bertanya. "Apakah aku salah membiarkan Sophia dekat dengannya hingga membuatnya menjadi seperti ini?"
"Tidak. Sebenarnya, ini kali kedua dia seperti ini. Dulu karena menyelamatkanku. Sekarang ini demi menyelamatkanmu dan adikmu. Dua temannya yang lain juga diselamatkan olehnya sebelum kami akrab."
Jadi, keputusanmu tidak salah. Dia sendiri bisa tahu bahwa Sophia tulus berteman dengannya, menerima semua keanehannya. Jadi wajar. Dia juga tidak suka menyusahkan orang lain. Hampir semuanya dia lakukan sendiri."
Callie segera mengusir Elnathan setelah mengucapkan beberapa patah kata. Barulah setelah memastikan jika Elnathan pergi setelah berdiam diri cukup lama di mobil, Callie mendesah kasar.
"Aku curiga jika pria itu dan Clare akan terlibat lebih jauh. Aku hanya tidak ingin ..." Ia tidak melanjutkan kata-katanya.
Terkadang, seseorang akan berkorban demi menyelamatkan orang yang paling penting dalam hatinya. Entah itu Clarish atau Elnathan, apakah keduanya akan melakukan hal serupa?
Saat Elnathan meninggalkan rumah Callie, dia tidak langsung kembali. Ia meminta pengawalnya untuk membawanya ke suatu tempat lebih dulu.
Rupanya, tempat yang didatangi Elnathan adalah pusat perbelanjaan terbesar di ibu kota. Ia membeli beberapa barang yang menurutnya penting.
"Nathan!" panggil seorang wanita dengan suara yang bersemangat.
Elnathan baru saja membayar belanjaannya dan bersiap pergi. Mendengar seseorang memanggilnya, ia menoleh dan mengerutkan kening. Tak ada ekspresi apa pun saat melihat wanita itu berjalan menghampirinya dengan seorang pria.
"Nathan, ini benar-benar kamu." Michella tersenyum menggoda. Dia tidak mau mengaitkan tangannya pada lengan pria di sebelahnya.
"Ada apa?' tanya Elnathan datar.
Michella sudah terbiasa dengan suara dingin dan waja batu Elnathan. Tapi jujur, ia sedikit takut dalam hatinya.
"Bukan apa-apa. Aku hanya ingin menyapamu. Bagaimana kabarmu sekarang?" tanyanya.
Elnathan mengangguk ringan. "Aku baik-baik saja, seperti biasa."
Michella tahu jika ini adalah jawaban asal-asalan pria itu. Ia pun memperkenalkan pria di sampingnya.
"Ini Kevin, tunanganku."
Ketika memperkenalkan Kevin, wanita berambut pirang itu sedikit canggung.
Dulu, ia dan Elnathan bertunangan. Namun saat tahu jika pihak lain adalah seorang mafia, ia menolak keras dan memutuskan pertunangan.
Bisa dikatakan hubungan keduanya tidak dekat satu sama lain selama pertunangan.
Elnathan juga tampaknya acuh tak acuh dengan hal ini. Michella tidak mau di masa depan ketika hidup di keluarga Deminthor, dirinya hanyalah hiasan.
Dan masih ada Sophia yang disayangi pria itu. Jika sesuatu terjadi di masa depan, Elnathan pasti tidak akan ragu untuk memilih Sophia dibanding dirinya.
Elnathan dan Keven berkenalan singkat.
"Kalau begitu aku akan pergi dulu. Bersenang-senanglah."
Elnathan meninggalkan mereka tanpa ragu sedikit pun, hanya dianggap orang lewat di matanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat ini, Elnathan sudah kembali ke rumah.
Namun Kendrick tidak bisa bertanya tentang apa yang Clarish lakukan di rumah Callie. Ia hendak membuka mulut tapi Elnathan mengabaikannya.
Keduanya Kendrick melihat jika pria itu mengunci dirinya di ruang belajar.
"Ada apa dengannya?" Ia sangat penasaran.
Apa yang terjadi di ruang belajar, hanya Elnathan sendiri yang tahu.
Saat pria itu keluar, hari sudah menjelang malam. Tubuhnya berbau alkohol. Kendrick sangat terkejut hingga dia marah sampai mati. Namun tidak bisa memarahi bosnya dengan santai.
Sangat jarang bagi Elnathan mabuk hingga hampir tidak bisa membedakan utara dan selatan.
"Kamu baru saja sembuh dari luka. Kenapa kamu minum lagi?"
Elnathan tidak menjawabnya. "Bantu aku kembali ke kamar," katanya.
"Kamu—lupakan saja." Kendrick mendesah panjang lalu membantunya kembali ke kamar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
trusbahagia
2024-02-04
0
Wahyu
nggak apa-apa jarak usia yang jauh, yang penting tulus mencintai.menerima apa adanya 😁😁😁😁
2023-12-07
1
dita18
next lg thoorrr
2023-12-07
1