Mereka berhasil keluar dari markas Geng Demonic tanpa halangan apa pun. Tentu saja karena Lisardo sudah lama bersembunyi. Baru saja beberapa langkah keluar, rumah yang berdiri di lahan luas itu akhirnya terbakar hebat.
Anak buah Lisardo yang berada di dalam segera berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.
Kendrick dan Elnathan tertegun.
“Kenapa tiba-tiba terbakar? Apa yang kamu lakukan?” tanya Kendrick pada Clarish.
Gadis itu menunjukkan ekspresi polos. “I don't know. Mungkin ada korsleting listrik sebelumnya.”
Siapa yang percaya apa yang kamu katakan, batin pria itu.
Elnathan tidak berkata apa-apa. Tapi diamnya sudah menjelaskan jika dia tahu siapa yang melakukannya.
Tidak ada korban dalam kebakaran itu, Clarish sudah menghitung semuanya dengan baik. Jangan membunuh orang biasa, maka dia lakukan. Tapi tidak ada yang melarangnya untuk membakar markas mereka bukan?
"Itu benar-benar korsleting listrik," kata Clarish, khawatir kedua pria itu tidak percaya padanya.
Elnathan tersenyum lembut. "Aku percaya padamu.'
Clarish pun menghela napas lega. Entah Elnathan mempercayainya atau tidak, setidaknya dia tenang sekarang.
Mereka meninggalkan tempat itu dan pergi. Elnathan dan Sophia ditempatkan di kursi belakang.
Awalnya Kendrick ingin membawa Elnathan dan Sophia ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun Elnathan menolak. Akhirnya mereka hanya bisa pulang ke rumah.
"Bos, kamu belum sembuh total dari luka sebelumnya. Lebih baik pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan," saran Kendrick.
Tapi Elnathan tetap bersikukuh untuk pulang. "Pulang saja. Lihatlah situasi di rumah."
Jika beberapa pihak tahu Elnathan masuk rumah sakit lagi, mereka mengira jika dirinya mudah digertak.
......................
Rumah keluarga Deminthor masih gelap dan semua pelayan serta anak buah Elnathan belum siuman. Ketika Clarish memeriksa mereka, itu hanya pingsan biasa. Besok juga bangun dengan sendirinya. Mereka hanya terkena obat tidur biasa.
Ada pun sayatan di leher mereka, itu karena obat tidur dioleskan pada belati.
“Bisakah kamu memeriksa apa yang terjadi pada Sophia?” tanya Elnathan pada Clarish yang baru saja selesai membersihkan diri.
“Ada sejenis racun di tubuhnya. Untuk jenisnya sendiri aku tidak tahu. Tapi ketika dia siuman lagi nanti, rasa sakit akan menyerang tubuhnya. Dan begitu seterusnya,” jelas Clarish sedikit tertekan. “Auraku habis setelah pertarungan terakhir. Jika kamu tidak keberatan, aku akan meminta seseorang untuk mendetoks nya.”
"Seseorang? Mungkinkah sama sepertimu?" tebaknya.
Clarish mengangguk. "Kemampuannya sangat baik. Kamu tidak akan menyesal jika memanggilnya. Hanya saja ... Bayarannya agak tinggi."
"Itu sepadan dengan profesinya. Dokter keluarga bahkan tak bisa melakukan apa-apa."
"Aku akan menghubunginya nanti." Clarish mengangguk.
Elnathan menjilat bibir bibirnya yang kering. “Kalau begitu merepotkanmu.”
Clarish pergi untuk menghubungi seseorang yang dikenalnya. Sementara Kendrick membersihkan kekacauan yang ada di lantai pertama. Setelah memastikan jika pihak lain akan datang besok, Clarish memberi tahu Elnathan.
"Untuk malam ini, jangan biarkan Sophia bangun."
"Aku tahu. Aku akan berjaga malam ini."
Clarish menggelengkan kepala. "Pergilah istirahat. Aku yang akan menjaganya di sini."
Lagi pula, ini hanya membiarkan Sophia tidak siuman sampai temannya datang, itu sudah lebih dari cukup.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pada keesokan paginya, para pelayan dan anak buah Elnathan siuman. Mereka tidak tahu apa yang baru saja terjadi. Hanya teringat jika seseorang telah menyusup ke kediaman keluarga Deminthor.
Namun melihat tidak ada yang salah dengan sekitar, mereka menurunkan kewaspadaan. Bahkan mereka tidak tahu jika Elnathan atau Sophia terluka.
Pelayan tidak berani untuk pergi ke ruangan di mana Elnathan berada. Tuan muda mereka tidak suka diganggu.
Bahkan ketika Kendrick dan Clarish ada di ruang itu, mereka sudah tidak merasa aneh lagi.
Orang yang diminta Clarish untuk mendetoksifikasi Sophia pun datang cukup awal dari jadwal. Ia disambut oleh kepala pelayan paruh baya yang sering dipanggil Butler Hamlin.
"Apakah benar jika ini merupakan kediaman keluarga Deminthor? Apakah ada seseorang bernama Elnathan Deminthor?"
"Ya, benar. Apakah Anda adalah tamu yang diundang nona Clarish?" tanya Butler Hamlin sopan.
Elnathan sudah memberi tahunya jika hari ini seseorang yang diundang Clarish akan datang untuk mengobati Sophia. Jadi dia mengingatnya.
"Ya."
Wanita jangkung berusia 25 tahun itu mengangguk seraya melepas kaca mata hitamnya. Ia terlihat dewasa dengan sikapnya yang tenang. Dengan pakaian formal serta membawa tas berisi obat-obatan penting, ia berdiri di luar pintu utama.
"My name is Callie Perres, dokter spesialis dari Organisasi Kedokteran Internasional. Clare sudah seperti adik kandungku. Dia berkata pasien nya ada di rumah ini." Callie memperkenalkan diri dengan santai.
Butler Hamlin mengangguk lagi dan mempersilakannya masuk. "Nona Clarish ada di lantai tiga. Let me take you there."
"Thank You."
Callie mengikuti Butler Hamlin ke lantai tiga. Kepala pelayan itu juga bercerita sedikit tentang hubungan Clarish dengan Sophia.
Rumah keluarga Deminthor memiliki tiga lantai, dikatakan sebagai mansion keluarga. Halaman depan yang luas juga memiliki air mancur serta garasi. Namun Callie tidak merasa takjub dengan semua itu.
Rumah orang kaya, tidak ada istimewanya.
Butler Hamlin mengetuk pintu kamar di mana Elnathan berada. Kebetulan, Clarish baru saja mengantarkan semangkuk bubur untuk tuan muda.
"Young master, Miss Clarish, dokter Callie sudah datang."
"Biarkan dia masuk," sahut Elnathan dari dalam.
Butler Hamlin membuka pintu kamar dan mempersilakan Callie masuk. Ternyata, di dalam juga ada Kendrick yang tengah mengganti perban di tubuh Elnathan. Kemudian Butler Hamlin pergi untuk menyelesaikan pekerjaan lainnya.
Kedatangan Callie disambut oleh Clarish.
"Sister, kamu akhirnya datang," kata Clarish.
Ekspresi Callie yang semulanya datar dan serius kini menunjukkan senyum lembut.
"Kamu benar-benar tak bisa berhenti membuatku khawatir. Akhirnya tahu untuk memanggilku?"
Callie merasakan jika aura dari tubuh Clarish sangat lemah sekarang. Jika bukan karena fisiknya yang istimewa, tubuhnya mungkin sudah lama tumbang.
Mengesampingkan kekhawatiran tentang tubuh Clarish, ia kembali ke bisnis lebih dulu. Callie melihat Elnathan yang tampaknya tengah menilai dirinya sendiri.
"Kamu pasti tuan muda Deminthor. Ini pertama kalinya kita bertemu secara resmi. Namaku Callie Perres, anggap saja saudara perempuan Clare dari tempat yang sama."
Elnathan mengangguk kecil. Ia masih duduk bersandar di ranjangnya karena kondisi yang kurang baik.
"Elnathan Deminthor. Ini asistenku, Kendrick Isarius."
"Isarius? Apakah keluarga Isarius yang kukenal?" Callie menaikkan sebelah alisnya.
Kendrick terkejut. "Jika itu adalah keluarga Isarius yang misterius, maka itu aku."
"Rupanya begitu. Tidak kusangka tuan muda keluarga Isarius justru akan berakhir di sini."
Apakah ini ejekan? Kendrick merasa sedikit tersinggung. Tapi tidak tahu di masa salahnya.
Elnathan mengalihkan topik. "Apakah kamu dan Clarish tumbuh bersama di panti asuhan?"
"Ya. Hanya saja aku keluar lebih awal untuk magang di Organisasi Kedokteran Internasional." Callie mengangguk.
"Begitu, tidak perlu sopan."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
trusberkarya
2024-02-04
0
L A
author, aku lebih suka baca novel macam ini, ada kalimat dalam bahasa Inggris dan tidak di-translate, jadi lebih nyaman aja bacanya ...👍
2024-01-24
0
Sonya Kapahang
Seketika lgs kpgen nyomblangin Kendrick sm Callie.. 🤭🤭🤭🤭🤭
2023-12-06
3