Setelah meninggalkan ruang rawat Clarish, Elnathan menghilangkan wajah hangatnya dan memasang ekspresi dingin. Membuat beberapa perawat tidak berani untuk menatap.
Ia kembali ke perusahaan Deminthor Enterprise. Asistennya, Kendrick, ternyata sedang sibuk menggantikan dirinya melihat dokumen.
Melihat bosnya datang, Kendrick akhirnya lega. Ia melepas kacamata dan menggosok matanya yang lelah.
"Bos, bagaimana dengan keadaan gadis itu?" tanyanya.
"Tidak apa-apa. Terluka di mana-mana." Elnathan duduk di kursinya, lalu melonggarkan dasi yang hampir mencekik keras kemeja hitamnya.
"Dia memintaku untuk membiarkanmu ikut jika aku pergi lagi lain kali," imbuhnya.
Kendrick mengangguk. "Bukankah aku sudah mengatakan itu sebelumnya? Kenapa kamu begitu keras kepala?"
Elnathan tidak menjawab pertanyaannya. "Kupikir masalah ini tidak akan berujung panjang. Tapi tampaknya aku salah perhitungan."
Kelompok mafianya tidak terlalu aktif selama bertahun-tahun karena kepolisian setempat sering melakukan pengawasan. Ada banyak kasus orang hilang serta pembunuhan berencana.
Para polisi itu mencurigainya. Ia sudah beberapa kali dipanggil ke kantor polisi untuk masalah ini. Untuk membuat dirinya lolos dari kecurigaan mereka.
Meski demikian, Elnathan tidak lengah sama sekali.
"Bos, tuan dan nyonya tidak bisa pulang untuk waktu dekat. Untuk detailnya, mereka mengirim e-mail, tolong untuk memeriksanya." Kendrick hampir lupa dengan ini.
Elnathan menaikkan sebelah alisnya. ia membuka laptop dan melihat e-mail masuk dari ayahnya.
Isinya cukup panjang, terkait dengan para gangster negara lain yang mengetahui identitas mereka. Padahal, orang tuanya pergi untuk berbisnis juga.
"Bos, apakah kita harus mengirim orang untuk mengetahui kondisi tuan dan nyonya?" Kendrick masih khawatir.
"Kita akan menunggu dulu. Jika ayahku tidak bisa dihubungi setelah ini, kita akan mengirim orang."
Ayahnya juga bukan pria bodoh. Dia bahkan tak segan untuk bertarung dan mengangkat senjata untuk menumbangkan musuh. Ibunya bukan wanita lemah. Di permukaan seperti wanita sosialita lainnya. Tapi kemampuan bermain belatinya bagus.
Sejak kecil, Nyonya Deminthor selalu ingin mengajari Sophia tentang cara menggunakan belati dan contoh-contoh lainnya. Tapi Sophia tidak dilahirkan untuk mahir bermain belati. Nyonya Deminthor hanya bisa menyerah.
Elnathan kemudian mengambil dokumen pengalihan kepemilikan mobil Lamborghini dari Armen. Setelah melihat isinya, ia menyediakan dokumen itu padanya.
"Pergilah dan jual mobil itu."
Armen terkejut. "Sell? Why sell it? Bukankah itu milik gadis itu? Moreover, kerusakannya tidak terlalu parah. Mobilnya bisa selesai diperbaiki setelah seminggu."
Sayangnya Elnathan tidak memiliki perubahan ekspresi apa pun di wajah gunung es nya.
"Just sell it. Dia memintaku untuk menjualnya. Ingatlah untuk mengubah warna mobil jelek itu sebelum kamu menjualnya. You know what to do, right?"
Ketika mengatakan ini, Elnathan bahkan tidak malu sama sekali. Ia berhasil menipu gadis itu untuk menjual mobil. Maka jual saja. Dia tidak jarang dengan mobil semacam ini.
Kendrick menghela napas. "Of course I know. Kemampuanku cukup untuk melakukan ini."
Sebagai esper chromokinesis, Kendrick bisa memanipulasi warna. Elnathan tahu tentang ini sedari awal. Walau pun kadang Kendrick agak ceroboh, ia bisa diandalkan dalam situ seperti ini.
"Setelah menjual mobil jelek itu, kirim uangnya ke rekening Clarish. Ditambah dengan uang yang diberikan Armen waktu itu."
Kendrick ingin tersedak sesuatu. Tahukah dia bahwa gadis itu sebenarnya adalah wanita kaya kecil.
"Bukankah uangnya dibagi dua dengan nona muda?" Yang dimaksud Kendrick tentu saja Sophia.
"No need. Aku sudah bicara dengannya, jadi tidak perlu khawatir dia akan mengeluh tentang uang."
Elnathan berbicara empat mata dengan Sophia sebelumnya. Tentu saja tentang uang taruhan. Karena Clarish mengalami kecelakaan, Sophia juga memberikan kompensasi padanya.
"Okay, I understand."
Sebelum Kendrick menulis semua rencana sini di buku jurnal pribadi, Elnathan bicara lagi.
"Pilihlah salah satu mobil dengan merek yang sama. Warna merah muda cukup bagus. Alihkan nama pemilik ke gadis itu."
Seberapa terkejutnya Kendrick saat ini, tak ada gunanya bertanya. Ia sudah terbiasa dengan kebiasaan Elnathan yang memberi barang pada Clarish atas dasar kompensasi.
Elnathan mengurus beberapa pekerjaan yang tersisa di perusahaan, sebelum akhirnya pulang. Adiknya yang ada di rumah bahkan lebih penting untuk diperhatikan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pada malam harinya di sekitar kediaman keluarga Deminthor, beberapa bayangan hitam memasuki halaman. Gerakannya sangat cepat seperti ninja, tidak bersuara sehingga para penjaga juga tidak menyadarinya.
Bukan hanya itu, sekelompok pria berpakaian serba hitam dan memakai topeng penuh itu berhasil menghindari kamera pengawas.
Kebetulan malam ini, Elnathan sudah tiba di rumah dan menemani Sophia. Keduanya baru saja makan malam dengan etika bangsawan pada umumnya.
"Kakak, apakah pekerjaanmu tidak bisa diubah? Menurutku, pekerjaanmu sangat beresiko." Sophia telah berpikir lama selama ini. Pekerjaan keluarganya tidak terlalu baik.
Namun Elnathan tidak bisa berbuat apa-apa. "Tidak semudah itu jika ingin lepas. Bukannya ayah tidak ingin melepaskan kelompok mafia ini, tapi pihak lain tidak akan berhenti mengincar kita bahkan setelah berganti profesi."
Ini adalah fakta yang tak bisa Elnathan sendiri bantah. Bukan keinginannya untuk bergerak di dunia gelap ini. Namun tidak ada pilihan.
Jika menyerah, keluarga Deminthor hanya bisa menjadi sasaran empuk musuh. Belum lagi, banyak keluarga khusus yang telah tersinggung oleh keluarga mereka. Pasti tidak akan tinggal diam.
Keberadaan perusahaan Deminthor Enterprise hanyalah kedok semata. Meski tidak memiliki potensi luar biasa, perusahaannya juga bisa dikatakan terbaik di bidangnya.
Sophia kempes lagi ketika mendengar ini. Ia tahu terlahir di keluarga ini mungkin tidak akan selamanya tenang. Ia sudah beberapa kali mengalami penculikan. Tidak ada siksaan tapi cukup membuatnya mati rasa.
Para penculik itu hanya mengancam keluarganya. Terutama Elnathan yang kini menjadi bos mafia yang diwariskan sang ayah.
"Kakak, apakah selama ini kamu tahu rahasia yang dimiliki Clare?"
Elnathan tidak menjawab untuk waktu yang lama. Tapi kemudian mengucapkan beberapa patah kata.
"Apa pun rahasia, kamu aman. So don't worry about her."
Tiba-tiba saja, semua lampu di rumah padam. Elnathan seketika bangkit dari duduknya dan bergegas menuju Sophia. Ia tahu bahwa kondisi ini tidak normal.
"Kakak—" Sophia bingung.
"Ada penyusup!" Elnathan memberi tahunya untuk berhati-hati, namun masih terlambat.
Sekelompok orang memasuki rumah dari balkon dan jendela yang dipecahkan. Lalu bergegas ke arah mereka.
Sebelum Elnathan bisa mendekati Sophia dan mengeluarkan pistol, seseorang dari pihak musuh sudah menjatuhkannya.
Pihak lain tampaknya bukan orang biasa. Gerakannya sangat cepat dan akurat. Kesadarannya sedikit kabur. Ia bisa mendengar Sophia berteriak kaget.
"Siapa kalian? Lepaskan aku! Jangan sakiti kakakku! Kakak, tolong—!! Hmmphhh!"
Mulut Sophia sepertinya dibungkam pihak lain. Karena Sophia memberontak, beberapa piring di meja makan jatuh ke lantai, menimbulkan suara nyaring.
"Sophia—" Wajah Elnathan sedikit pucat dan matanya memerah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
risa nisa
yaelaah baru juga tenang
2024-09-05
0
" sarmila"
jdi inget sama nola🥰🥰🥰🥰
2024-07-03
0
Fifid Dwi Ariyani
trusdabar
2024-02-04
0