Clarish memperhatikan pria yang menjadi pemimpin Geng Demonic. Pria itu bernama Lisardo, usianya sudah kepala empat. Tubuhnya berotot namun memiliki sedikit lemak perut. Karena kebiasaannya yang suka minum alkohol, keringatnya saja bahkan berbau alkohol.
“Kenapa aku tak bisa meninggalkan tempat ini? Bukankah ini hanya perlu membawa temanku pulang dan pergi? Apakah kamu bisa mencegahku untuk menginap di sini?”
“Hah, kamu benar-benar sombong!” Lisardo meletakkan gelas anggur. Senyumnya memudar. Ia langsung memanggil semua anak buah yang ada di luar.
Biarkan anak buahnya bersenang-senang dengan gadis itu lebih dulu sebelum melemparkannya ke tempat yang sama dengan Sophia. Dengan begitu, dua sahabat akan bersatu kembali.
Ketika Clarish melihat beberapa pria kekar masuk, ekspresinya masih sama. Semua pria kekar itu bahkan tidak tahu bagaimana Clarish bisa masuk. Ketika mengetahui perintah bosnya, mereka tidak keberatan.
“Bos, tidakkah kamu ingin mencicipinya lebih dulu? Sayang jika melewatkan kesempatan ini.”
Salah seorang wanita yang selama ini menjadi kekasih Lisardo cemburu dengan kecantikan Clarish. Dia ingin menghancurkannya.
Awalnya kecantikan Sophia sudah cukup membuatnya kesal sampai mati. Tapi ketika melihat Clarish lebih cantik dari Sophia, dia tidak senang.
Sayangnya Lisardo tidak tertarik untuk apa pun saat ini. “Tidak perlu. Apa yang istimewa dari gadis yang belum tumbuh dewasa. Cepat bawa gadis itu pergi.”
Clarish terkekeh. "Kamu bisa membiarkan orang-orang dengan kemampuan khusus menculik Elnathan dan Sophia. Tidakkah kamu khawatir gengmu akan hancur di tangan dari jenis yang sama?"
Lisardo terkejut tapi enggan untuk menjawab. Jadi meski Clarish tahu tentang mereka, mungkin kemampuannya sendiri tidaklah besar. Ini hanyalah gadis yang belum beranjak dewasa.
Pria itu menatap anak buahnya yang masih diam, kesal. "Apa yang kalian tunggu? Cepat tangkap dan bawa dia pergi. Jangan mengganggu kesenanganku!"
Salah seorang pria kekar hendak meraih Clarish dan membawanya pergi. Namun siapa yang tahu, Clarish langsung menggerakkan tangannya sedikit, pria itu sungguh terpental.
Clarish juga menendang sisanya, membuat mereka yang belum mendapatkan giliran pun, mundur sedikit dan ragu untuk menangkapnya.
Ini bukan gadis biasa.
Perubahan yang tak terduga ini membuat mereka semua terdiam. Terutama Lisardo yang belum menyadari jika situasinya salah saat ini.
Mungkinkah kemampuan gadis itu lebih kuat dari pada dugaannya? Tapi ia tidak percaya sama sekali.
“Apa yang kalian lakukan? Membawa gadis itu pergi saja tidak mampu?” teriaknya marah.
Anak buah yang lain saling memandang dan maju untuk menangkap Clarish. Namun mereka juga mengalami hal serupa. Belum menyentuh ujung bajunya saja, mereka seperti didorong oleh sesuatu yang tak terlihat.
Anak buah Lisardo hanya menggertak yang lemah dan takut pada yang kuat. Ini realistis. Mereka bahkan tak bisa menyentuh ujung pakaian gadis itu, apa lagi menangkapnya. Apakah mereka harus keras kepala untuk mencari masalah.
"Bos, kami tidak mungkin bisa menangkapnya," ucap salah satu dari mereka.
Lisardo tahu jika gadis itu tidak biasa. Ia memperhatikan Clarish sejenak dan mencoba untuk melihat wajahnya dengan jelas. Tapi tidak tahu mengapa, ia merasa jika wajah gadis itu tumpang tindih dengan wajah yang tidak dikenal.
Lisardo menggosok matanya berulang kali, mencoba melihatnya lebih jelas. Tapi hasilnya sama.
“Siapa kamu sebenarnya?” tanyanya waspada.
“Kamu tidak akan tahu siapa aku. Katakan, di mana orang di belakangmu itu sekarang?” Clarish juga kehilangan ekspresi polosnya.
“Kamu … apakah kamu juga seorang esper?”
Clarish tidak menjawab, anggap saja ini kebenaran.
"Rupanya kamu tahu tentang kami. Siapa yang memberi tahumu tentang kami?" tanya Clarish.
Sorot mata Clarish seperti jurang tak berdasar. Lisardo yang tidak memiliki aura supernatural di tubuhnya, mau tidak mau terhipnotis. Ia mengatakan yang sebenarnya.
"Seseorang dari mereka datang kepada kami untuk membantunya mencari informasi. Ya, itu mereka yang datang pada kami dan memberi tahu identitasnya sebagai esper."
"Lalu apa yang mereka ingin ketahui?"
Lisardo menggelengkan kepala. "Belum pasti. Kami baru saja membuat kesepakatan. Kebetulan aku juga meminta bantuan pihak lain untuk menangkap Elnathan dan adiknya. Pihak lain setuju karena ingin tahu siapa esper yang menyelamatkan Sophia malam itu."
Pihak lain tahu jika Elnathan dan Sophia diculik, orang yang membunuh anggota dark esper di jalan pasti akan muncul.
Jadi sejak awal, Clarish sudah masuk dalam rencana mereka.
Lisardo langsung lepas dari hipnotisnya. Dia benar-benar meremehkan musuhnya yang tampak tidak berdaya di depannya. Rupanya ini bukan gadis biasa.
Karena itu, dia segera memanggil orang yang membantunya menangkap Sophia dan Elnathan. Dia tidak percaya jika pihak lain tak bisa mengatasi gadis ini sama sekali.
Ketika pihak lain tahu bahwa seseorang datang untuk menyelamatkan Elnathan, sepertinya sudah menunggu sejak lama. Namun dia tidak menyangka jika pihak lain akan datang secepat ini.
Ketika seorang pria dengan pakaian serba hitam memasuki ruangan, aura supernatural yang kuat seketika menyapu tubuh Clarish. Namun gadis itu hanya menghindarinya sedikit dan membalas serangannya dengan cara yang sama.
“Rupanya kamu adalah orang sama yang membunuh anak buahku sebelumnya,” ucap Damon, seorang dark esper dengan kemampuan elektrokinesis, esper yang mampu mengendalikan arus listrik.
Pihak lain tampaknya berada di usia yang sama dengan Kendrick.
Clarish tidak menimpali kata-katanya. Pihak lain tampaknya lumayan kuat. Tanpa diduga, Damon yang memakai topeng itu langsung menyerang Clarish dengan memanfaatkan arus listrik yang ada di ruang bawah tanah. Menyebabkan mati listrik mendadak.
Lampu di ruangan juga pecah karena tekanan yang berlebihan.
“Karena kamu datang sendiri ke sini, kamu ditakdirkan untuk mati!” Suara Damon seperti lonceng kematian bagi siapa pun yang mendengarnya.
Semua anak buah Lisardo yang masih berada di ruangan yang sama hanya bisa menghindar agar tidak terkena dampaknya. Dan sepertinya Clarish tidak berniat menghabiskan waktu untuk bermain dengan Damon.
“Menyerang orang biasa dan memanfaatkan mereka adalah cara terlarang yang tidak diizinkan, kamu harusnya tahu aturan esper.” Clarish memperingatinya.
Sophia hanyalah manusia biasa. Namun Damon mengirim orang dengan kemampuan esper untuk menangkapnya. Bahkan jika itu hanyalah kerja sama sementara dengan Geng Demonic, harusnya tidak perlu mengirim orang dari esper.
Belum lagi Damon secara pribadi menyerang dan menyandera Elnathan yang juga hanyalah manusia biasa.
Damon sama sekali tidak peduli dengan aturan tersebut, “Hah, bagi kami, manusia biasa hanyalah sampah!”
Arus listrik mengalir di kedua tangan Damon, membentuk sebuah cambuk berduri. Ketika cambuk listrik itu diarahkan, Clarish menghindarinya dengan cepat. Lalu pertarungan tak terelakan lagi, membuat ruang bawah tanah bergetar dan hampir runtuh.
Damon tidak tahu seberapa kuat Clarish. Tapi setelah bertarung cukup lama, ia hampir kewalahan dengan serangan aneh darinya. Bukan hanya itu, Clarish juga sangat licik ketika menyerang, seperti kucing yang bermain dengan tikus.
Pada akhirnya, ia hanya bisa menggunakan sisa tenaganya untuk melarikan diri dari tempat itu.
“Aku belum selesai denganmu! Tunggu saja!” Damon yang muntah darah akhirnya menghilang setelah menggunakan senjata supernatural untuk teleportasi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
trudsabar
2024-02-04
0
dita18
aku rasa Elnathan jg punya kemampuan esper deh di tubuh nya,mngkin dia jg ada keturunan esper nya deh,, setelah baca crta ini aku kok tiba2 ingat Lafira&Domian ya jd kngn sm mereka 😅😅
2023-12-05
3
Sonya Kapahang
Ah Damon.. Segitu doang ternyata kekuatannya.. Td sesumbar mau kalahin Clarish.. Ga taunya, kabuuuurrr... 😒😒😒
2023-12-05
1