Elnathan tahu sedikit tentang organisasi itu. Konon, beberapa bakat muda kedokteran dari segala usia dan kalangan ada di sana. Tapi organisasi itu jelas tidak ilegal sehingga banyak kalangan yang tahu.
Kemudian Callie menatap Clarish. "Apakah dia juga perlu dirawat?"
Yang ia maksud tentu saja tentang Elnathan.
"Periksa saja jika ada yang salah."
"Tidak ada. Tubuhnya sehat, hanya luka kulit."
Callie meletakkan tas obat di atas meja dan membukanya. Elnathan memang memiliki banyak luka kulit. Selain luka yang baru saja mengering, ada juga luka baru.
Tampaknya pria itu sempat terluka dan dirawat sebelum akhirnya mendapatkan luka baru.
Kendrick terkejut dengan semua tindakan itu. "Kamu bahkan belum tahu seberapa parah luka tuan mudaku? Bagaimana kamu mengetahuinya?"
Belum lagi, Callie tampak masih terlalu muda untuk menjadi seorang dokter spesialis. Sepertinya wanita itu juga bukan orang biasa.
"Kamu menanyakan kemampuanku? Tuan mudamu sendiri bahkan tidak banyak bertanya."
"Aku bertanya juga demi kebaikan bosku." Kendrick hanya penasaran. Dia tidak bilang jika orang yang dipanggil Clarish itu adalah penipu.
Callie tidak menimpali ucapannya tapi langsung mengambil dua pot salep dingin dari banyaknya botol obat di tas tersebut. Lalu menyerahkannya pada Clarish.
"Dua pot harusnya cukup bukan?' tanyanya. Namun ketika memandang Clarish, ia sedikit khawatir.
"Ini cukup." Gadis itu mengangguk.
Kemudian Callie menatap Kendrick. "Kemampuanku yang terbaik dalam menilai cedera. Tuan mudamu hanya mengalami luka cambuk dan beberapa serangan fisik. Tidak ada racun atau kerusakan organ dalam," jelasnya sedikit tidak senang terhadap Kendrick.
"Belum lagi, luka sebelumnya belum kering sempurna. Setelah ini, lebih baik merawat diri jika tidak ingin mati," imbuhnya agak kasar.
Kendrick terdiam. Callie bahkan tahu tentang ini. Ia yakin jika masalah sebelumnya, Clarish tidak memberi tahu siapa pun.
"Bos tidak mau dirawat di rumah sakit sebelumnya."
Tanpa diduga, Elnathan berdeham. Kendrick hanya bisa tutup mulut tentang ini.
Callie memutar bola matanya. Tahukah mereka, lebih baik menyinggung penjahat dari pada seorang dokter?
"Oleskan salep dingin ini dua kali sehari, pagi dan malam hari. Dua pot salep sudah cukup untuk membuat lukanya sembuh dan bekasnya pudar," katanya. "Clare, menurutmu, pria yang memiliki banyak bekas luka di tubuhnya, apakah bagus?"
Clarish tidak mengerti kenapa Callie menanyainya seperti itu. Ia menjawab dengan sedikit bingung.
"Menurutku ... cukup jelek."
"Benar. Itu jelek. Bahkan jika itu adalah tanda kehormatan seorang pria, tapi tidak terlalu bagus di mata wanita."
"Benar." Clarish mengangguk lagi.
Elnathan dan Kendrick tak bisa berkata-kata. Kedua pria itu memiliki banyak bekas luka di tubuh, agak canggung.
Sebagian bekas luka berasal dari luka selama latihan dan berkelahi dengan musuh. Bekas luka menjadi tanda bahwa mereka pernah berjuang untuk kemenangan.
Tapi, Callie ini sepertinya menyiratkan sesuatu yang tidak dimengerti oleh Kendrick. Tapi mungkin hanya Elnathan yang mengerti.
Apakah gadis itu benar-benar akan membenci bekas luka di tubuhnya?
Kendrick agak ragu. "Ini ... bisakah kamu memberiku juga? Aku akan membayarnya."
Dia masih yakin dengan kemampuan Callie dibandingkan dengan salep penghilang bekas luka dari rumah sakit. Callie berasal dari Organisasi Kedokteran Internasional, pasti obatnya juga tidak akan buruk.
Callie menatap Kendrick cukup lama. Pria itu ... yah, lumayan tampan. Jadi dia memberi satu pot kecil salep dingin.
"Hanya satu? Apakah ini cukup?" Kendrick memegang pot salep yang kemungkinan isinya hanya lima gram saja.
Bekas luka di tubuhnya cukup banyak. Dia bukan wanita yang memiliki pinggang ramping dan punggung seksi. Satu pot tidak akan cukup untuknya.
Apakah wanita itu begitu pelit?
"Itu cukup. Bekas luka di tubuhmu tidak terlalu dalam. Belum lagi, apakah kamu mampu membayar lebih?"
"Apakah ini begitu mahal? Kendrick terkejut.
Kenapa dia merasa jika Callie dan Clarish adalah pecinta uang dan ... pelit.
"Tentu saja. Aku khawatir kamu tidak bisa membayar biaya lebih. Tuan mudamu kaya, harga dua pot salep hanya secangkir air di matanya."
Kendrick yakin jika Callie balas dendam karena ia meragukan kemampuannya. Tapi dia tidak punya bukti. Ia ingn mengatakan sesuatu namun mulutnya seperti terkunci.
Clarish sedikit tertawa ketika melihat Kendrick mati kutu di depan Callie. "Jangan menggodanya."
Akhirnya Callie mendengkus. "Baiklah, di mana pasien utama yang harus kuobati?"
"Ada di kamar sebelah. Ayo pergi."
Elnathan bangun, dibantu oleh Kendrick menuju kamar Sophia.
Kamar Sophia lebih dominan dengan warna kesukaan wanita pada umumnya. Berbeda dengan kamar Elnathan yang suram dan kosong.
"Ini adikku." Elnathan memperkenalkan Sophia yang belum siuman.
Dini hari tadi, Sophia sebenarnya terbangun. Dan rasa sakit yang luar biasa langsung menyerangnya. Oleh karena itu, Elnathan menggunakan obat penenang untuk membuatnya kembali tidur.
Callie memeriksa kondisi Sophia. Ekspresinya sedikit serius.
"Apakah kamu tahu siapa yang memberinya racun ini?"
Elnathan menjawab, "Ini kekasih kecil dari pemimpin Geng Demonic."
"Apakah ada yang salah dengan racun ini?" tanya Kendrick.
"Ini adalah racun kematian tujuh hari. Setelah tujuh hari disiksa oleh racun ini, korbannya akan kehilangan nafsu makan, alergi kulit serta penyakit lainnya. Sebelum akhirnya meninggal. Tak jarang bagi korbannya yang tak tahan akan memilih untuk bunuh diri," jelas Callie.
Beruntung Sophia berteman dengan Clarish. Jika tidak, dia tidak tahu bagaimana wanita cantik ini akan berakhir.
Elnathan seketika pucat ketika mengetahui efek bahaya dari racun tersebut. "Sembuhkan dia. Berapa pun harganya, aku akan membayar semua biaya pengobatannya."
Callie tidak berdebat dengan masalah ini. "Jangan khawatir, ini bukan racun yang sulit kutangani.
Ia membuka tas obatnya lagi. Kali ini menyiapkan jarum suntik dan botol kecil berisi cairan berwarna biru muda.
"Apa itu?" tanya Kendrick.
"Ini spirit ramuan biru."
"Spirit ramuan biru?" Kendrick terkejut. "Ini—bukankah ini penawar racun kelas atas yang sangat terbatas di pasar gelap?"
Melihat ada puluhan botol ampul di kotak, Kendrick tanpa sadar menelan salivanya. Begitu banyak. Semua orang di kalangan keluarga bangsawan dan pemerintah juga tahu jika satu botol ampul saja harganya selangit.
Konon, spirit ramuan biru merupakan penawar yang bisa mendetoksifikasi segala jenis racun. Termasuk racun kelas menengah. Bentuknya memang cair, berwarna biru. Sekilas, terlihat seperti bubuk kristal dalam air kental.
Tapi sekali disuntikkan ke tubuh, obatnya akan bekerja. Seperti magis, penawarnya bekerja langsung mengeluarkan racun yang terkandung di pembuluh darah.
"Apa? Setelah mengetahui spirit ramuan biru, kamu berpikir ini sangat mahal?" Callie tersenyum menggoda ke arah Kendrick.
Kendrick tidak lagi tersinggung kali ini. Memiliki uang banyak sungguh luar biasa. Tapi dia enggan mengeluarkannya.
Callie baru saja selesai menyuntikkan spirit ramuan biru ke tubuh Sophia. "Racun yang disuntikkan cukup banyak. Nanti malam, suntikan satu ampul lagi."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Diah Susanti
aq jadi ngebayangin pot bunga yang ada di teras tetangga 😁😁😁
2024-12-27
1
Fifid Dwi Ariyani
trussabsr
2024-02-04
0
Sonya Kapahang
Lucu jg klo Kendrick sm Callie bemer jd pasangan.. Yg laki konyol, yg perempuan perhitungan.. 🤣🤣🤣
2023-12-06
4