Elnathan mengucapkan terima kasih pada Callie karena sudah mengurai racun yang ada di dalam tubuh Sophia. Callie sama sekali tidak tersanjung dengan ucapan terima kasih itu. Ini bukan pertama kali dia mengobati seseorang.
Setelah menyelesaikan serangkaian pengobatan, Callie meninggalkan kediaman keluarga Deminthor. Namun sebelum pergi, ia bicara empat mata dengan Clarish.
Semua biaya pengobatan dibayar ditempat dengan menggunakan cek tertulis. Di mata Elnathan, sejumlah uang itu bukanlah apa-apa.
Clarish mengikuti Callie hingga ke halaman depan, tempat di mana mobil wanita terparkir. Karena tidak ada orang di sekitar, Callie tidak ragu untuk bicara.
"Apakah kamu gila, Clare?! Tahukah kamu kondisimu sekarang?" tanya Callie marah namun suaranya dikecilkan.
Clarish sama sekali tidak mengubah ekspresinya. "Aku tahu. Tidak apa-apa."
Melihat jika Clarish hanya menggelengkan kepala. Callie merasa sesak napas.
"Lebih baik kamu datang ke tempatku besok sebelum sesuatu terjadi pada tubuhmu."
"Apakah kamu tidak sibuk?"
Callie menggelengkan kepala. "Jangan khawatirkan ini, tuanku tidak sejahat itu untuk membiarkanku bekerja sepanjang tahun. Mintalah cuti."
Kemudian ia menoleh ke lantai atas rumah tersebut. Elnathan melihatnya dari jendela kamar. Ia benar-benar diawasi saat ini. Apakah pria itu berpikir jika dia akan melakukan sesuatu pada Clarish.
"Apakah kamu tahu, datang besok," katanya lagi menegaskan.
Clarish mengangguk.
Sebelum pergi, Callie masih sedikit khawatir. "Apakah kamu yakin bisa bertahan selama lagi?"
"Aku yakin. Aku tahu tubuhku sendiri. Mereka tidak akan tahu tentang ini."
Callie tidak lagi membujuknya dan pergi meninggalkan kawasan keluarga Deminthor.
Setelah melihat mobil yang dikendarai Callie pergi, Clarish menghela napas dan masuk rumah dengan ekspresi biasa. Tanpa diduga, Kendrick sudah menunggunya dengan rasa penasaran.
"Apa yang dia bicarakan denganmu?" tanya Kendrick sedikit curiga.
"Bukan apa-apa. Aku dan dia sudah lama tidak bertemu. Mintalah aku untuk mengunjunginya besok. Kebetulan dia libur akhir-akhir ini," jawab Clarish datar. Ekspresinya masih biasa saja.
"Tapi kamu sendiri belum sembuh total bukan?"
"Dia sendiri dokter dan akan merawatku jika terjadi sesuatu."
Kendrick mengangguk. Ini juga ada benarnya. "Omong-omong, aku belum mengucapkan terima kasih sebelumnya. Lagi-lagi, kamu membantu. Aku benar-benar tidak terlalu berguna sebagai asistennya."
"Jangan salahkan dirimu. Kamu hanya tidak mendalami kekuatanmu saja."
Clarish berniat untuk pergi sebentar ke tempat Callie besok setelah memastikan jika Sophia keluar dari bahaya.
Untungnya, Kendrick tidak menyadari ketidaknormalan Clarish. Ia tidak menyadari jika guratan kecil berwarna keunguan seperti akar pohon, samar-samar muncul di punggung tangan gadis itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi-pagi buta di keesokan harinya, Clarish sudah meninggalkan kediaman keluarga Deminthor. Untungnya, racun di tubuh Sophia telah dikeluarkan jadi ia bisa tenang.
Sebelum orang rumah bangun, Clarish diam-diam pergi. Ia hanya menulis beberapa patah kata di kertas, simpan di meja nakas. Jika seseorang masuk kamar, pasti akan menemukan catatan tersebut.
"Dia pergi?" Elnathan mengerutkan kening.
"Ya." Kendrick menyerahkan catatan kecil yang ditemukan di kamar tamu tempat Clarish menginap. "Dia berkata tidak akan kembali dalam beberapa hari ke depan."
Sebenarnya Kendrick juga tidak mengerti. Clarish pergi terlalu mendesak dan tampaknya sengaja menghindari orang rumah.
Elnathan sedikit tenggelam dalam pikirannya. "Apakah kamu menemukan kelainan padanya kemarin?"
Kendrick menggelengkan kepala. Selain kelelahan fisik dan kehabisan aura supernatural akibat pertarungan terakhir, tampaknya gadis itu baik-baik saja.
"Setidaknya kita tahu jika dia pergi ke tempat dokter Callie."
"Apakah kamu sendiri tahu di mana wanita itu tinggal?"
Tampaknya tidak. Memikirkan ini, Kendrick frustrasi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu, Clarish yang dikhawatirkan oleh orang rumah kini sudah berada di kediaman Callie. Tubuhnya langsung ambruk setibanya di sana. Wajahnya pucat dan kulitnya dipenuhi dengan guratan menyerupai akar pohon berwarna keunguan. Tak terkecuali setengah wajahnya.
Bukan hanya itu, matanya bahkan tak bisa melihat apa pun. Indera pengecap mati rasa. Tubuhnya seperti orang lumpuh. Untungnya ia tidak kehilangan fungsi pendengarannya.
Callie sudah menebak jika ini akan terjadi jadi sudah siap. Ia membaringkannya di tempat tidur kamar tamu.
"Ini kedua kalinya kamu mengalami hal ini. Dulu karena aku, sekarang karena pria dari keluarga Deminthor itu?" Callie sedikit marah tapi juga tidak berdaya.
Sebelum Callie menjadi esper vitakinesis (penyembuh) yang diakui Organisasi Kedokteran Internasional, ia sama sekali tidak memedulikan apa pun.
Karena suatu kejadian di masa lalu, Clarish menyelamatkannya di panti asuhan. Kemudian dia tahu jika Clarish juga bukan orang biasa. Hanya untuk menyelamatkannya, Clarish mati-matian menghadapi sekelompok dark esper.
Meski berhasil mengalahkan mereka, Clarish langsung sakit parah. Hampir semua fungsi di tubuhnya mati rasa untuk waktu yang cukup lama.
Barulah kemudian Callie tahu jika Clarish akan mengalami hal ini setelah menggunakan aura supernatural yang berlebihan.
Sejak saat itu, Callie memutuskan untuk menerima nasibnya sebagai esper vitakinesis. Hingga akhirnya diterima di Organisasi Kedokteran Internasional.
Karena hal itu juga, dia sudah menganggap Clarish sebagai adik perempuannya yang harus diperhatikan.
"Jadilah baik selama beberapa hari ini. Untungnya Brisa dan Emer sedang bepergian ke negara lain. Jadi telingaku bersih."
Brisa dan Emer adalah dua sahabat Clarish yang lain. Masing-masing juga seseorang esper. Di antara mereka semua, Callie adalah yang paling tua sehingga sudah terbiasa bersikap seperti seorang ibu mengurus anak perempuan.
Clarish mendengar kata-katanya tapi tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun. Ia hanya menerima nasibnya, berbaring di tempat tidur.
Kondisi Clarish tidak memungkinkan Callie meninggalkannya. Jadi wanita itu menghubungi atasan untuk meminta cuti. Omong-omong, dia belum pernah mengambil cuti serius jadi atasan menyetujuinya dengan senang hati.
Callie menggunakan kemampuan vitakinesis nya untuk memperbaiki semua kerusakan yang ada pada tubuh Clarish. Hanya dengan cara ini, kondisinya akan cepat pulih.
Tapi setelah mencobanya, Callie sedikit tertekan. "Setidaknya butuh seminggu bagiku untuk memulihkanmu."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari-hari berjalan dengan lancar. Tapi kediaman keluarga Deminthor sedikit suram. Lebih tepatnya, suasana hati Elnathan tidak bahagia sama sekali. Terutama karena tidak ada kabar tentang Clarish.
Luka-luka di tubuhnya sudah banyak mengering berkat obat yang diberikan oleh Callie. Kini hanya menyisakan keropeng.
Kendrick merasa sakit kepala ketika melihat wajah bosnya yang selalu murung.
"Tuan Muda, haruskah aku mencari rumah Callie? Atau meminta nomor teleponnya pada atasan Callie?" tanyanya.
"Cari saja rumahnya. Aku akan datang sendiri." Suara Elnathan sangat dingin. Ia merasa makanan di meja makan tidak enak lagi.
"Baiklah kalau begitu."
Kendrick akhirnya menyadari jika Elnathan tidak sepenuhnya sangat acuh tak acuh pada gadis bernama Clarish itu. Sebenarnya dia sangat perhatian bahkan mungkin diam-diam memperhatikannya.
Ia bingung. Jika Elnathan suka dengan gadis itu, kenapa tidak mengatakannya secara terus terang sejak awal? Usia bukanlah masalah selama ada cinta di antara keduanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84
bos mu blm sadar sm perasaan untuk Cler atau gengsi nya tinggi
2024-11-22
0
Fifid Dwi Ariyani
trussemangst
2024-02-04
0
dita18
typo thorrr,,, teras => terang
jangan2 Elnathan sbnrnya suka ya sm Clarish😁
2023-12-07
1