Armen harus mengakui jika Clarish memang luar biasa dalam melemparkan panah dart. Tapi masih ada permainan lainnya. Dia tidak akan kalah di permainan selanjutnya.
Namun satu demi satu permainan yang ada di sana dicoba, tak peduli seberapa kuatnya Armen, ia masih tak bisa mengejar level gadis itu. Baik dalam skill nya dalam bermain game, tak ada apa-apa nya dibandingkan Clarish.
Gadis itu sangat lihat memainkan game online bahkan game klasik sekali pun. Kecerdasannya dalam menghitung dan menghafal juga di luar nalar.
Semua orang pusing ketika mendengarkan gadis itu menjelaskan tentang banyak jenis anggur, tahun pembuatan serta mana saja yang merupakan anggur mahal.
Dalam permainan dadu, Clarish juga bisa menebak angka dan membuat kemenangan dalam sekali gerakan. Armen tak bisa menahan diri untuk menunjukkan ekspresi jeleknya.
Pria itu menatap Clarish dengan muram. “Apakah kamu yakin ini yang namanya tidak mahir bermain?”
Clarish memandangnya dengan senyum polos. “Of course. Lagi pula sebelumnya aku masih di bawah umur. Sophia melarangku untuk bermain permainan seperti ini. Tapi aku sudah dewasa sekarang, ulang tahunku yang ke-18 baru saja lewat sebelumnya.”
“...” Penjelasan ini benar-benar tak bisa dibantah oleh mereka.
Sementara itu, Sophia sudah lemas di samping Clarish. Ia ingin menangis dan memanggilnya ‘leluhur’!
Sophia ditatap oleh mereka, mau tidak mau menggelengkan kepala. Sungguh, dia juga tidak tahu tentang betapa mahirnya Clarish.
Pada akhirnya, dari semua permainan yang disebutkan Armen, gadis itu menang sepenuhnya. Kemenangan penuh.
Armen menghirup udara dingin. Dia benar-benar kalah dari seorang gadis. Tentu saja dia harus memenuhi janjinya. Sebagai tuan muda dari keluarga Cristopher, Armen tidak kekurangan uang. Belum lagi, ia juga berbisnis di keluarga.
Ia melemparkan kunci mobil itu padanya.
“Aku akan mengurus surat dan uangnya. Paling lambat besok sudah selesai.”
Armen bersandar pasrah di sofa. Ia malas untuk memeluk kecantikan seksi di samping kiri dan kanannya. Ini pertama kalinya dia bertemu orang semesum Clarish.
Apa yang tidak bisa dilakukan gadis itu kira-kira?
Clarish tidak keberatan. Ia juga tahu bahwa memindahkan surat kepemilikan dan mengurus banyak uang untuk ditransfer tidaklah secepat meminum air.
“Tidak masalah, senang menghasilkan uang. Terima kasih karena sudah memberiku banyak hadiah.”
“...” Siapa yang memberimu hadiah, ini hanya membayar utang.
Ketika keduanya keluar dari bar bawah tanah, sudah hampir tengah malam. Sophia masih linglung dengan berapa banyak uang yang dihasilkan malam ini. Belum lagi mobil Lamborghini kuning itu, terlihat mencolok.
"Mobil ini lumayan," kata Clarish seraya menyentuh body mobil yang licin dan mulus. "Come on in, aku akan mengajakmu berkeliling," ucapnya ada Sophia.
Sophia yang sebelumnya linglung kini merasa senang. Ia segera masuk ke dalam mobil, diikuti Clarish.
Wah, empuk dan nyaman sekali!
"My darling, apakah kamu pernah mengendarai mobil sejenis ini sebelumnya?" tanyanya dengan santai.
"No, this is the first time."
"..." Sophia terdiam untuk waktu yang lama, mencoba mencerna maksudnya.
Kemudian, ia berteriak kaget setelah menyadari jika Clarish bahkan belum lulus ujian berkendara di jalan. Ia masih di bawah umur sebelumnya.
Dan sekarang? Anak delapan belas tahun masih anak-anak di mata Sophia.
"What the h*ll!! Clare, apakah kamu gila— Aaahhhhh!!!" teriak Sophia di saat Clarish sudah menyalakan mobil dan melaju di jalanan kosong.
Kecepatannya tidak main-main.
Para bodyguard Sophia tak bisa mengikuti kecepatan mobil. Akhirnya hanya bisa menghubungi sang majikan utama mereka.
"Bos, nona muda telah dibawa berkendara dengan mobil Lamborghini yang dikendarai oleh nona Clarish," lapor bawahan dengan wajah kayu (datar).
Setelah mengucapkan beberapa patah kata, akhirnya panggilan terputus. Bodyguard kepercayaan itu terkejut karena bos mereka bahkan tak terkejut atau khawatir sama sekali.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Elnathan yang kini sudah berada di perusahaan, mendapatkan panggilan telepon lagi dari bawahannya. Ia pikir karena Sophia mengalami kecelakaan, rupanya hanya karena Clarish mengendarai mobil Lamborghini hasil taruhan.
Jika dipikir-pikir, Clarish baru berusia delapan belas tahun ini. Dari mana dia belajar mengendarai mobil itu?
"Ada apa lagi denganmu?" Asistennya yang bernama Kendrick melihat Elnathan terdiam seperti merenungkan sesuatu.
"Bukan apa-apa. Seberapa jauh kamu mengenal gadis bernama Clarish?"
"Dia? Kenapa kamu tanya ini? Aku tidak terlalu mengenalnya." Kendrick menggelengkan kepala.
Elnathan menatapnya cukup lama. Mau tidak mau, Kendrick jujur.
"Kami mengenal satu sama lain karena kemiripan kemampuan. Tidak ada yang lain."
"Kemarin malam, apakah dia yang menyelamatkanku?"
Kendrick terdiam sejenak dan mengangguk. "Dia tidak ingin kamu tahu sebenarnya. Jadi lebih baik pura-pura saja tidak tahu."
Elnathan menyipitkan mata, memutar bolpoin yang dipegangnya lalu menutup dokumen. Melihat waktu di jam tangan, ia segera meninggalkan ruangan.
Kendrick yang melihat dokumen diserahkan padanya, tertegun.
"Bos, ke mana kamu akan pergi? Lukamu baru saja mengering," katanya.
"Jemputlah adikku. Kamu selesaikan sisanya."
"..." Kendrick yang dipaksa untuk kerja lembut lagi, ingin mengeluh pada seseorang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain, Clarish yang mengendarai Lamborghini dengan kecepatan yang lumayan, membuat Sophia hampir mengalami serangan jantung.
Wanita itu terus menerus berteriak dan hampir menangis di tempat.
"Clare, aku belum punya pacar dan aku bahkan belum menikah. Wajahku sangat cantik, bagaimana jika cacat nanti? Aku belum mau mati! Stop it!!"
Namun Clarish mengabaikannya. Dia fokus menyetir dan mengambil beberapa belokan dengan gerakan yang sempurna. Kali ini Sophia hampir muntah.
Fu*k! Clarish pasti gila! Tidak tahu berapa kali Sophia mengutuk Clarish dalam hatinya.
Saat berada di jalan lurus yang sepi, Sophia berhasil menengah detak jantungnya. Namun Sophia menyadari jika beberapa mobil tampaknya mengejar mereka.
Itu bukan anak buah milik kakaknya. Sophia sedikit khawatir.
"Clare, apakah mereka mengikuti kita?" tanyanya.
Clarish juga melihatnya. Ini lagi, sepertinya datang untuk menyandera Sophia. Ekspresi senangnya berubah serius. Ada sedikit sentuhan dingin di matanya yang tenang.
Lalu kemudian Clarish teringat dengan pertarungan malam itu. Mungkinkah pihak lain langsung membalas dendam pad Sophia untuk mengancam Elnathan?
Ia tidak tahu bagaimana kondisi Elnathan saat ini. Harusnya tidak terlalu parah.
“Sepertinya begitu. Lain kali, jangan lupa untuk selalu membawa pengawal ke mana pun kamu pergi. Aku mungkin tidak akan selalu bersamamu.”
Sophia selalu penasaran dengan apa yang dilakukan Clarish ketika tidak ada di rumah.
“Sebenarnya apa pekerjaanmu, sayangku? Apakah kamu kekurangan uang?”
“Tidak juga.” Clarish menggelengkan kepala. ‘”Ini rahasia. Kamu akan tahu suatu hari nanti."
“Kenapa kamu begitu misterius?”
Clarish juga memiliki urusannya sendiri. Kadang akan pergi untuk menghilangkan beberapa jejak tentang dirinya yang bocor ke tangan musuh.
Kali ini, Clarish fokus pada beberapa mobil yang berusaha mengimbangi kecepatan mobilnya.
"Kenapa kamu sering sekali ingin diculik musuh? Apakah kamu memiliki nasib sial di tubuhmu?" Clarish sedikit bercanda.
"How do I know. Ini pasti gara-gara kakakku membuat ulah."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Diah Susanti
aq dari tadi baca namanya jadi Ethan/Grin//Grin//Grin/
2024-12-26
1
Fifid Dwi Ariyani
trusceria
2024-02-04
0
dita18
makanya Armen jgn sombong duluan kmu tadi,,, kan jd nya bgni klo udh kalah sma Clarish😂😂😂
2023-12-03
1