Menerima Tantangan

Kemenangan Clarish dianggap sah. Ini tidak dianggap melakukan kecurangan apa pun karena semuanya dilakukan secara terbuka di depan semua orang. Bahkan beberapa orang yang bersiap menonton Clarish dikalahkan, langsung tertegun.

Sophia yang sudah menduga hal ini langsung berteriak penuh kemenangan pada Armen. Lalu memeluk Clarish dan hendak memberinya ciuman sayang sahabat.

"Sayangku, kamu sangat luar biasa. Jika kamu adalah pria, aku pasti akan jatuh cinta padamu!"

Namun Clarish segera mendorong wajah Sophia dengan ekspresi jijik. "Aku masih gadis normal!"

Armen melihat Sophia yang begitu bahagia serta memeluk Clarish dengan penuh cinta. Lalu bergumam. “Gadis itu tidak sesederhana kelihatannya.”

Armen tidak tahan lagi melihat keduanya bahagia terlalu awal, jadi ia segera mengusulkan permainan lainnya. Ada biliar, dart dan masih banyak lagi. Armen tidak percaya jika dia sendiri tak bisa memenangkan satu pun permainan.

Kehilangan seratus juta sudah cukup banyak baginya. Namun itu tak berarti apa-apa.

“Armen! Kamu benar-benar cabul! Beraninya ingin menantang sayangku!” Sophia marah dan tidak setuju dengan hal itu.

Namun Armen sama sekali tidak terpancing emosi. Ia senang melihatnya kesal. Tidak tahu mengapa dia begitu senang? Armen mungkin tidak menyadari emosi ini sama sekali.

“So what? Kamu tidak akan kehilangan seratus juta dolar yang baru saja dihasilkan. Setiap permainan memiliki hadiahnya tersendiri. Jika aku kalah, aku akan membayar uang untukmu.”

"What if I lose?" Sophia merasa tidak mau, lebih baik lupakan saja.

“Jika kalah … lupakan, aku tidak akan memeras apa pun dari para wanita cantik. Bukankah aku akan terlalu baj*ngan jika benar-benar meminta sesuatu?”

Sophia memutar bola matanya. “Dasar sok baik,” gumamnya. Lalu dia meminta pendapat pada Clarish, berbisik padanya. “My darling, Clare, what do you think? Bukankah ini bagus? Kalahkan dia!”

“....”

Clarish berencana kembali setelah memenangkan permainan kartu. Tapi siapa yang bisa menahan perubahan rencana seperti ini?

Melihat mata Sophia yang memohon seperti anak anjing yang hampir ditinggalkan majikan, Clarish menghela napas tidak berdaya. Lalu dia menatap Armen tanpa adanya fluktuasi apa pun di matanya.

“Aku akan menerima tantanganmu. Tapi hadiah masing-masing dari tantangan bernilai sama dengan permainan kartu ini. Bagaimana dengan itu?”

Armen terkejut. Gadis itu terlihat begitu tenang dan percaya diri. Sulit menebak apakah dirinya sendiri akan beruntung atau sial malam ini. Namun ia masih menyetujui permintaan itu.

“Tidak masalah. Jika kamu bisa memenangkan semua permainan malam ini. Mobil Lamborghini yang kukendarai malam ini akan menjadi milikmu secara utuh.”

Keputusan Armen membuat semua orang yang mendengar hal itu tertegun dan akhirnya menahan napas. Bahkan Sophia membelalakkan mata.

What?

Hadiah utama memenangkan semua permainan ini adalah mobilnya?

Meski Lamborghini bukan mobil paling mahal namun setidaknya hanya orang yang benar-benar punya uang bisa membelinya.

Sial! Bahkan kakakku saja tidak membelikan mobil itu selama ini dengan alasan tidak cocok untuk wanita. Sophia kesal bercampur gelisah.

“Armen, are you serious?” tanya pria yang semeja dengannya, merupakan teman baik.

“Tentu saja aku serius.” Armen menatap Clarish yang tidak langsung menyetujui taruhan.

Sophia merasakan getaran di hatinya. Perasaan yang menyenangkan. Armen mungkin tidak tahu jika Clarish … adalah penggemar uang dan barang mewah serta barang antik.

Tapi …!

Tapi …!

Tapi gadis itu sangat pelit hingga menyebut dirinya sendiri miskin. Uang tunai di dompetnya mungkin hanya ada beberapa dolar saja.

Melihat Clarish yang begitu tenang, justru Sophia punya firasat buruk. Ketenangan sebelum badai.

Benar saja, Clarish tersenyum lebih tulus kali ini. Terlihat seperti gadis yang menyedihkan. Orang lain berpikir jika Armen menganiayanya.

"Okay, aku menerima tantanganmu, Tuan Muda Christopher."

"..." Armen merasa dirinya terlalu impulsif sebelumnya.

Kenapa gadis itu tersenyum seperti baru saja mendapatkan barang kesukaan?

Pasti ada yang tidak beres dengan semua ini. Armen mengalihkan pandangannya ke Sophia lagi. Tapi wanita itu pura-pura melihat ke arah lain. Jelas menghindari tatapannya.

Benar saja, ada yang tidak beres.

"Mari lakukan sekarang. Lebih cepat lebih baik." Clarish bangkit dari duduknya dan meluruskan gaunnya yang sedikit kusut.

Setelah memenangkan taruhan ini, dia bisa pulang dan makan Chinese food. Sempurna!

Armen membawanya ke berbagai permainan yang ada di bar bawah tanah tersebut. Beberapa teman Armen juga mengikuti sebagai saksi serta menonton kegembiraan.

Bar ini tidak menjalankan bisnis ilegal atau berbuat curang. Jadi semua hal yang dijadikan taruhan orang masing-masing pihak ditulis di atas kertas hitam putih oleh pengawas di sana.

"Mari kita lakukan permainan dart lebih dulu. Siapa yang bisa melempar sepuluh panah dart tepat sasaran atau mendekati tengah, maka menang." Armen mengusulkan.

Clarish mengangguk. "OK, no problem."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di rumah sakit, Elnathan mendapatkan laporan dari anak buahnya yang mengikuti Sophia sebagai pengawal. Ia baru saja mengganti perban dan mengecek pesan di ponselnya.

"Bos, apakah kamu yakin tidak akan melakukan perawatan lebih lanjut? Tetaplah di sini satu malam lagi," tanya asistennya.

"Tidak perlu." Elnathan merasa tubuhnya baik-baik saja saat ini.

Mungkin malam itu, dia merasakan perasaan hangat dan sejuk di luka-lukanya ketika Clarish menghentikan pendarahaan.

Ia tidak bisa terus menunggu di sini. Karena orang-orang itu berani menjebaknya, pasti harus tahu konsekuensinya tidak kecil.

"Kembali ke perusahaan dulu."

Setelah Elnathan menyimpan ponselnya, ia bangkit dan berjalan meninggalkan bangsal umum. Asistennya mengikuti. Setelah mengunjungi perusahaan, ia berniat untuk menyusul Sophia.

Bagaimana jika musuhnya itu mengirim sekelompok orang untuk mencelakai adiknya? Walau pun ada Clarish yang mampu di samping adiknya, ia tetap khawatir.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Ada pun di bar bawah tanah saat ini, Sophia tidak tahu jika Elnathan sedang mengkhawatirkannya sekarang.

Karena sekarang, permainan sudah dimulai. Armen sendiri telah memainkan ini sejak remaja dulu. Menurutnya menyenangkan. Melemparkan panah dart dari jarak tertentu, tidaklah mudah.

Namun ketika Clarish memulai, gerakannya sangat cepat. Sepuluh papan bundar memiliki satu panah dart masing-masing.

Hanya ada satu yang meleset.

"Kenapa yang terakhir meleset?" Sophia bingung.

Hey, Clarish jarang mengalah untuk orang lain. Terutama perihal kecerdasannya.

Yang lain juga bingung.

Clarish melihat papan target ke sepuluh. Dia hanya menjawab dengan santai.

"Oh, itu ... aku merasa kasihan dengan mantan pacarmu."

Jika memenangkan permainan terlalu bersih, bukankah tidak enak?

“...” Haruskah aku berterima kasih padamu, sayang? Sophia tak bisa berkata-kata.

“...” Armen dan teman-temannya juga tak bisa mengatakan apa pun.

Pikiran gadis itu sungguh agak di luar dugaan. Apakah mereka harus berterima kasih atau merasa terhina sekarang?

Bukankah itu berarti bahwa Clarish bisa melemparkan semua panah dart dengan sempurna?

Terpopuler

Comments

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trussehat

2024-02-04

0

Anita Anita

Anita Anita

bagus 👍

2024-01-12

0

Ahmadjahuri

Ahmadjahuri

bagus lo ceritamya..tp yg like kok dikit y

2024-01-11

1

lihat semua
Episodes
1 Bertaruh 100 Juta Dollar
2 Bukan Gadis yang Sederhana
3 Menerima Tantangan
4 Kemenangan Penuh
5 Aksi yang Mengagumkan
6 Bukan Lawan Mainnya
7 Uang adalah Segalanya
8 Isyarat Diam-diam
9 Serangan Lanjutan
10 Serangan Lanjutan (2)
11 Memasuki Sarang Musuh
12 Menyelamatkan Elnathan dan Sophia (1)
13 Menyelamatkan Elnathan dan Sophia (2)
14 Bertemu Callie Perres
15 Mendetoksifikasi Tubuh Sophia
16 Kekhawatiran Elnathan yang Tersembunyi
17 Menceritakan Kisah Masa Lalu
18 Tidak Suka Menyusahkan Orang Lain
19 Clarish Kembali Seperti Biasanya
20 Tertarik Dengan Model Pria
21 Mobil Merah Muda
22 Menghadiri Pesta Ulang Tahun (1)
23 Menghadiri Pesta Ulang Tahun (2)
24 Pesta Ulang Tahun yang Kacau
25 Mata-mata yang Tersembunyi
26 Rahasia Butler Charon (1)
27 Rahasia Butler Charon (2)
28 Pasti Itu Dia
29 Rahasia Elnathan dan Clarish
30 Berkemah
31 Semua Tumbuhan Menyapanya
32 Masalah Sophia dan Michella
33 Penyebab Utama Penculikan
34 Selalu Tak Terkalahkan (1)
35 Selalu Tak Terkalahkan 2)
36 Rahasia Gelap
37 Semuanya Terbongkar
38 Pelanggaran Tingkat Satu
39 Mengganti Rugi
40 Memiliki Rencana Sendiri
41 Perkumpulan Keluarga Bangsawan
42 Membayar Kebencian Lama
43 Akibat Dari Mabuk
44 Rasa Haus yang Terobati
45 Hubungan Rahasia
46 Clarish yang Berbahaya
47 Kekayaan Bersih Clarish
48 Orang Tua Elnathan Pulang
49 Elnathan Menyadari Ada yang Salah
50 Bukan yang Asli
51 Sophia Menangis Darah
52 Sophia Akhirnya Tahu
53 Akhir Dari Michella
54 Menemukan Jejaknya
55 Menentukan Status Hubungan
56 Memilih Supercar Kuning
57 Elnathan Merasakan Sensasi Baru
58 Pembalap Dark Esper
59 Nasib Michella
60 Yang Palsu Bertemu Yang Asli
61 Menjadi Calon Tersangka
62 Musuh Datang ke Ibu Kota
63 Keberadaan Clarish Terekspos
64 Yang Asli Perlahan Bergerak
65 Menemukan Petunjuk Penting
66 Keluarga Rahasia yang Tersembunyi
67 Organisasi Turun Tangan
68 Burke Bergerak
69 Pindah ke Keluarga Deminthor
70 Kasus Michella Ditutup
71 Tuan Rumah Asli Kembali
72 Menangani yang Palsu
73 Yang Palsu itu Panik
74 Rencana Nyonya Deminthor Palsu
75 Jatuh Dalam Perangkap
76 Memotong Kekuatan Burke
77 Bertemu Untuk Pertama Kalinya
78 Identitas Asli yang Tak Terduga
79 Mengincar Felix
80 Akhir Dari Felix
81 Berhasil Melarikan Diri
82 Konflik Gangster dan Mafia
83 Clarish Selalu Tahu
84 Penculikan
85 Membuka Dunia Baru
86 Konflik Melibatkan Kelompok Esper
87 Keberadaan Clarish Bocor
88 Meminta Bantuan BLUE Esper
89 Mengincar Clarish
90 Serangan Demon
91 Kebangkitan Holy Esper
92 Petinggi Organisasi Turun Tangan
93 Kekacauan Di Ibu Kota 1
94 Kekacauan di Ibu Kota 2
95 Clarish VS Heos
96 Musuh Lain Memanfaat Kekacauan
97 Ketidakseimbangan Alam
98 Serangan Entitas
99 Melemparnya Kembali Ke Neraka
100 Dorongan Kekuatan White Esper
101 Kembali Seperti Semula
102 Krisis Keluarga Deminthor
103 Tiba-tiba Punya Anak
104 Aku Kembali (Tamat)
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bertaruh 100 Juta Dollar
2
Bukan Gadis yang Sederhana
3
Menerima Tantangan
4
Kemenangan Penuh
5
Aksi yang Mengagumkan
6
Bukan Lawan Mainnya
7
Uang adalah Segalanya
8
Isyarat Diam-diam
9
Serangan Lanjutan
10
Serangan Lanjutan (2)
11
Memasuki Sarang Musuh
12
Menyelamatkan Elnathan dan Sophia (1)
13
Menyelamatkan Elnathan dan Sophia (2)
14
Bertemu Callie Perres
15
Mendetoksifikasi Tubuh Sophia
16
Kekhawatiran Elnathan yang Tersembunyi
17
Menceritakan Kisah Masa Lalu
18
Tidak Suka Menyusahkan Orang Lain
19
Clarish Kembali Seperti Biasanya
20
Tertarik Dengan Model Pria
21
Mobil Merah Muda
22
Menghadiri Pesta Ulang Tahun (1)
23
Menghadiri Pesta Ulang Tahun (2)
24
Pesta Ulang Tahun yang Kacau
25
Mata-mata yang Tersembunyi
26
Rahasia Butler Charon (1)
27
Rahasia Butler Charon (2)
28
Pasti Itu Dia
29
Rahasia Elnathan dan Clarish
30
Berkemah
31
Semua Tumbuhan Menyapanya
32
Masalah Sophia dan Michella
33
Penyebab Utama Penculikan
34
Selalu Tak Terkalahkan (1)
35
Selalu Tak Terkalahkan 2)
36
Rahasia Gelap
37
Semuanya Terbongkar
38
Pelanggaran Tingkat Satu
39
Mengganti Rugi
40
Memiliki Rencana Sendiri
41
Perkumpulan Keluarga Bangsawan
42
Membayar Kebencian Lama
43
Akibat Dari Mabuk
44
Rasa Haus yang Terobati
45
Hubungan Rahasia
46
Clarish yang Berbahaya
47
Kekayaan Bersih Clarish
48
Orang Tua Elnathan Pulang
49
Elnathan Menyadari Ada yang Salah
50
Bukan yang Asli
51
Sophia Menangis Darah
52
Sophia Akhirnya Tahu
53
Akhir Dari Michella
54
Menemukan Jejaknya
55
Menentukan Status Hubungan
56
Memilih Supercar Kuning
57
Elnathan Merasakan Sensasi Baru
58
Pembalap Dark Esper
59
Nasib Michella
60
Yang Palsu Bertemu Yang Asli
61
Menjadi Calon Tersangka
62
Musuh Datang ke Ibu Kota
63
Keberadaan Clarish Terekspos
64
Yang Asli Perlahan Bergerak
65
Menemukan Petunjuk Penting
66
Keluarga Rahasia yang Tersembunyi
67
Organisasi Turun Tangan
68
Burke Bergerak
69
Pindah ke Keluarga Deminthor
70
Kasus Michella Ditutup
71
Tuan Rumah Asli Kembali
72
Menangani yang Palsu
73
Yang Palsu itu Panik
74
Rencana Nyonya Deminthor Palsu
75
Jatuh Dalam Perangkap
76
Memotong Kekuatan Burke
77
Bertemu Untuk Pertama Kalinya
78
Identitas Asli yang Tak Terduga
79
Mengincar Felix
80
Akhir Dari Felix
81
Berhasil Melarikan Diri
82
Konflik Gangster dan Mafia
83
Clarish Selalu Tahu
84
Penculikan
85
Membuka Dunia Baru
86
Konflik Melibatkan Kelompok Esper
87
Keberadaan Clarish Bocor
88
Meminta Bantuan BLUE Esper
89
Mengincar Clarish
90
Serangan Demon
91
Kebangkitan Holy Esper
92
Petinggi Organisasi Turun Tangan
93
Kekacauan Di Ibu Kota 1
94
Kekacauan di Ibu Kota 2
95
Clarish VS Heos
96
Musuh Lain Memanfaat Kekacauan
97
Ketidakseimbangan Alam
98
Serangan Entitas
99
Melemparnya Kembali Ke Neraka
100
Dorongan Kekuatan White Esper
101
Kembali Seperti Semula
102
Krisis Keluarga Deminthor
103
Tiba-tiba Punya Anak
104
Aku Kembali (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!