Bab 2. Permintaan Papa

Setibanya di rumah sakit, Shanum dan juga ibunya segera menuju ke ruang ICU. Ia melihat Bi Darmi, asisten rumah tangga yang bekerja dengan keluarga Shanum tengah duduk di kursi tunggu dengan wajah yang cemas.

"Bi, apa yang terjadi dengan Mas Bayu, Bi?" tanya Lina.

"Tuan Bayu tiba-tiba pingsan, Nyonya." Bi Darmi menjawab pertanyaan dari majikannya.

Shanum menatap ke arah pintu yang masih tertutup. Dokter sedang berusaha menyelamatkan ayahnya di dalam sana. Shanum menitikkan air mata, ia benar-benar cemas akan kondisi sang ayah.

"Ma, sebenarnya papa sakit apa?" tanya Shanum menatap sang ibunda.

Lina terdiam sejenak. Baru saja bibirnya terangkat hendak menjawab pertanyaan dari Shanum. Tiba-tiba dokter keluar dari ruangan tersebut, membuat Lina pun beralih ke dokter dan menanyakan kabar tentang suaminya.

"Bagaimana kondisi suami saya, Dok?" tanya Lina.

"Saat ini pasien masih belum sadarkan diri karena jantungnya melemah. Kami sarankan agar pasien tidak terlalu beraktivitas berat dan banyak pikiran," ujar sang dokter.

Serasa bak disambar petir di siang hari, mendengar ucapan dokter barusan membuat dada Shanum sesak seketika. Ia baru saja tahu jika ayahnya memiliki penyakit jantung. Selama ini Shanum terlalu sibuk di butik hingga ia tak tahu dengan penyakit yang diderita oleh ayahnya itu.

Setelah menjelaskan tentang kondisi terkini Pak Bayu, dokter pun pergi mengecek pasien yang lainnya.

Selangkah demi selangkah Shanum membawa kakinya menuju ke ruangan tempat ayahnya di rawat. Langkahnya terasa berat saat melihat beberapa alat medis yang melekat di tubuh sang ayah.

Shanum menutup mulutnya tak percaya. Bahunya bergetar dan matanya kembali menitikkan bulir bening. Bu Lina yang berada di belakang putrinya langsung menopang tubuh Shanum yang hampir kehilangan keseimbangan.

"Ma, kenapa mama tidak memberi tahu Shanum sedari awal. Kenapa Shanum harus mengetahuinya disaat papa sudah melemah seperti ini," ucap Shanum.

"Maafkan mama, Nak. Ini semua permintaan dari papamu. Dia tidak ingin melihatmu bersedih," jelas Bu Lina mencoba menenangkan putrinya. Bu Lina mencoba untuk tetap terlihat kuat meskipun ia juga merasakan pilu yang teramat mendalam.

Kedua wanita itu perlahan mendekati ranjang pria hebat yang saat ini sudah lemah tak berdaya. Shanum menggenggam tangan ayahnya.

"Pa, bangunlah. Shanum ada di sini, Pa. Tolong bukalah mata papa," ucap Shanum yang sesekali menarik air hidungnya ke dalam.

"Maafkan Shanum yang selalu membantah ucapan papa. Tolong bangunlah, Pa."

Bu Lina hanya bisa melihat Shanum menangis di depan suaminya. Ia mencoba menahan air mata agar tidak jatuh dan berusaha untuk tetap terlihat kuat. Namun, bulir bening itu masih jatuh tanpa permisi. Lina segera menghapus air matanya, tak ingin membuat Shanum tambah bersedih karena melihat ibunya yang juga menangis.

.....

Keesokan harinya, Shanum terbangun. Ia melihat ayahnya sudah sadar dan saat ini tengah dalam posisi duduk. Pak Bayu tersenyum menatap putrinya yang baru saja bangun.

"Ada bekas air liur," ucap Pak Bayu.

Shanum langsung menyeka satu sisi bibirnya. Pak Bayu pun langsung menunjuk sisi lainnya membuat Shanum ikut menyeka di bagian tersebut.

"Bercanda!!" seru Pak Bayu yang mencoba menghibur putrinya.

"Ih, Papa!" ujar Shanum sedikit memajukan bibirnya memasang wajah cemberut.

Tak lama kemudian, Shanum pun tersenyum. Pak Bayu juga ikut tersenyum melihat putrinya tersenyum.

"Pa, maafkan Shanum karena selama ini Shanum selalu menyusahkan papa. Tolong jangan sakit lagi ya, Pa!" Di ujung kalimatnya, Shanum kembali menitikkan air matanya.

Melihat sang ayah kembali memberikan candaan kecil padanya, sedikit membangkitkan semangat Shanum. Ia tak menyangka pria hebat yang selalu saja mewarnai hari-hari Shanum ternyata menderita penyakit yang cukup mematikan.

"Kalau begitu, tolong jangan bantah permintaan Papa yang satu ini ya," ujar Pak Bayu.

"Permintaan apa, Pa?" tanya Shanum yang merasa penasaran dengan keinginan sang ayah.

"Menikahlah dengan pria pilihan papa," ucap Pak Bayu seraya mengembangkan senyumnya.

"Hah?!" Shanum terkejut dengan mulut yang sedikit menganga.

Bersambung ....

Terpopuler

Comments

Ani Ani

Ani Ani

terpasa ikut kalu tak mahu papa sakit

2024-04-02

1

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trussemangat

2024-01-20

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Perawan Tua
2 Bab 2. Permintaan Papa
3 Bab 3. Calon Suami
4 Bab 4. Perjanjian Pranikah
5 Bab 5. Hari H
6 Bab 6. Moza
7 Bab 7. Serba Salah
8 Bab 8. Tinggal Serumah
9 Bab 9. Salah Paham
10 Bab 10. Penampakan
11 Bab 11. Hantu Cantik
12 Bab 12. Ketahuan
13 Bab 13. Kesempatan Kedua
14 Bab 14. Pria Menyebalkan
15 Bab 15. Bulan Madu
16 Bab 16. Tak Sengaja
17 Bab 17. Terlanjur
18 Bab 18. Aku Bisa, Tapi Aku Sakit
19 Bab 19. Cemburu?
20 Bab 20. Perhatian Arga
21 Bab 21. Kebenaran Yang Baru Saja Terungkap
22 Bab 22. Suami Istri Sungguhan
23 Bab 23. Oh Ternyata ...
24 Bab 24. Di Balik Selimut
25 Bab 25. Dunia Milik Berdua
26 Bab 26. Bercerai!
27 Bab 27. Geli Ga!
28 Bab 28. Memilih Untuk Saling Mencintai
29 Bab 29. Program Hamil
30 Bab 30. Bucin Tapi Aku Suka
31 Bab 31. Wanita Sainganku
32 Bab 32. Pelakor Idaman
33 Bab 33. Terlanjur Menyukainya
34 Bab 34. Kamu Adalah Kebahagiaanku
35 Bab 35. Acara Reuni
36 Bab 36. Kamu Sangat Keren
37 Bab 37. Merasa Iri
38 Bab 38. Bakwan Jamur
39 Bab 39. Butuh Healing
40 Bab 40. Harapan Setinggi Langit
41 Bab 41. Impian Yang Terwujud
42 Bab 42.
43 Bab 43. Permintaan Arga
44 Bab 44. Milik Siapa?
45 Bab 45. Ancaman Shanum
46 Bab 46. Tidak Nyaman
47 Bab 47. Tatapan Sedih
48 Bab 48. Dia Membenciku?
49 Bab 49. Tidur Di Luar + Bonus Visual Pemeran
50 Bab 50. GGG ( Gara-Gara Gincu)
51 Bab 51. Cinta Yang Rumit
52 Bab 52. Tak Normal
53 Bab 53. Beruntung Memilikimu
54 Bab 54. Insiden Pagi Ini
55 Bab 55. Kenyataan Terpahit
56 Bab 56. Apa Salahku?
57 Bab 57. Nikmat Yang Tiada Tara
58 Bab 58. Sebuah Foto
59 Bab 59. Rasa Yang Berbeda
60 Bab 60. Memendam Luka
61 Bab 61. Cintamu Omong Kosong
62 Bab 62. Kejadian Di Hotel
63 Bab 63. Takkan Ku Biarkan
64 Bab 64. Jaga Jarak
65 Bab 65. Cara Yang Memalukan
66 Bab 66. Sama Hancur
67 Bab 67. Tanpamu Aku Bisa Apa
68 Bab 68. Pentingnya Komunikasi
69 Bab 69. Suamiku Terbaik!
70 Bab 70. Tugasmu Menghabiskan Uangku
71 Bab 71. Suamiku Tempatku Bersandar
72 Bab 72. Kita Bikin Romantis
73 Bab 73. Misi Sukses
74 Bab 74. Dasar Buaya!
75 Bab 75. Mode Caper (Cari Perhatian)
76 Bab 76. One The Only One
77 Bab 77. Menjadi Detektif Dadakan
78 Bab 78. Kejutan Tak Terduga
79 Bab 79. Tunggu Tanggal Mainnya!
80 Bab 80. Tidak Untuk Kedua Kalinya
81 Bab 81. Kamu Pantas Mendapatkannya!
82 Bab 82. Buah Dari Kesabaran
83 Bab 83. Take And Give
84 Bab 84. Obrolan Hangat
85 Bab 85. Shanum POV
86 Bab 86. Baby Twins
87 Bab 87. Pengorbanan Seorang Ibu
88 Bab 88. Azkaria Dan Azkyara
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Bab 1. Perawan Tua
2
Bab 2. Permintaan Papa
3
Bab 3. Calon Suami
4
Bab 4. Perjanjian Pranikah
5
Bab 5. Hari H
6
Bab 6. Moza
7
Bab 7. Serba Salah
8
Bab 8. Tinggal Serumah
9
Bab 9. Salah Paham
10
Bab 10. Penampakan
11
Bab 11. Hantu Cantik
12
Bab 12. Ketahuan
13
Bab 13. Kesempatan Kedua
14
Bab 14. Pria Menyebalkan
15
Bab 15. Bulan Madu
16
Bab 16. Tak Sengaja
17
Bab 17. Terlanjur
18
Bab 18. Aku Bisa, Tapi Aku Sakit
19
Bab 19. Cemburu?
20
Bab 20. Perhatian Arga
21
Bab 21. Kebenaran Yang Baru Saja Terungkap
22
Bab 22. Suami Istri Sungguhan
23
Bab 23. Oh Ternyata ...
24
Bab 24. Di Balik Selimut
25
Bab 25. Dunia Milik Berdua
26
Bab 26. Bercerai!
27
Bab 27. Geli Ga!
28
Bab 28. Memilih Untuk Saling Mencintai
29
Bab 29. Program Hamil
30
Bab 30. Bucin Tapi Aku Suka
31
Bab 31. Wanita Sainganku
32
Bab 32. Pelakor Idaman
33
Bab 33. Terlanjur Menyukainya
34
Bab 34. Kamu Adalah Kebahagiaanku
35
Bab 35. Acara Reuni
36
Bab 36. Kamu Sangat Keren
37
Bab 37. Merasa Iri
38
Bab 38. Bakwan Jamur
39
Bab 39. Butuh Healing
40
Bab 40. Harapan Setinggi Langit
41
Bab 41. Impian Yang Terwujud
42
Bab 42.
43
Bab 43. Permintaan Arga
44
Bab 44. Milik Siapa?
45
Bab 45. Ancaman Shanum
46
Bab 46. Tidak Nyaman
47
Bab 47. Tatapan Sedih
48
Bab 48. Dia Membenciku?
49
Bab 49. Tidur Di Luar + Bonus Visual Pemeran
50
Bab 50. GGG ( Gara-Gara Gincu)
51
Bab 51. Cinta Yang Rumit
52
Bab 52. Tak Normal
53
Bab 53. Beruntung Memilikimu
54
Bab 54. Insiden Pagi Ini
55
Bab 55. Kenyataan Terpahit
56
Bab 56. Apa Salahku?
57
Bab 57. Nikmat Yang Tiada Tara
58
Bab 58. Sebuah Foto
59
Bab 59. Rasa Yang Berbeda
60
Bab 60. Memendam Luka
61
Bab 61. Cintamu Omong Kosong
62
Bab 62. Kejadian Di Hotel
63
Bab 63. Takkan Ku Biarkan
64
Bab 64. Jaga Jarak
65
Bab 65. Cara Yang Memalukan
66
Bab 66. Sama Hancur
67
Bab 67. Tanpamu Aku Bisa Apa
68
Bab 68. Pentingnya Komunikasi
69
Bab 69. Suamiku Terbaik!
70
Bab 70. Tugasmu Menghabiskan Uangku
71
Bab 71. Suamiku Tempatku Bersandar
72
Bab 72. Kita Bikin Romantis
73
Bab 73. Misi Sukses
74
Bab 74. Dasar Buaya!
75
Bab 75. Mode Caper (Cari Perhatian)
76
Bab 76. One The Only One
77
Bab 77. Menjadi Detektif Dadakan
78
Bab 78. Kejutan Tak Terduga
79
Bab 79. Tunggu Tanggal Mainnya!
80
Bab 80. Tidak Untuk Kedua Kalinya
81
Bab 81. Kamu Pantas Mendapatkannya!
82
Bab 82. Buah Dari Kesabaran
83
Bab 83. Take And Give
84
Bab 84. Obrolan Hangat
85
Bab 85. Shanum POV
86
Bab 86. Baby Twins
87
Bab 87. Pengorbanan Seorang Ibu
88
Bab 88. Azkaria Dan Azkyara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!