Episode 19/ Pasangan yang menggemaskan

Episode 19/ Pasangan yang menggemaskan

Daniel sudah kembali dari kantor, ia hanya tersenyum sumringah kala masuk ke dalam rumah megah tersebut.

‘’Maryam dimana?’’ tanya Daniel.

Semua pelayan hanya terdiam, mereka hanya bisa saling pandang satu sama lain, hingga menimbulkan kecurigaan bagi Daniel, hingga terdengar suara hentakan kaki yang menuruni tangga, pria itu menoleh dengan menatap heran, terlebih pakaian yang di kenakan oleh istrinya sendiri.

Daniel memejamkan mata kala Maryam sudah berdiri tepat di hadapan nya, ia lantas meminta semua pelayan yang ada di rumah tersebut meninggalkan mereka berdua.

‘’Kenapa? Malu yah jika punya istri berpenampilan sama seperti pelayan? Ini kan yang kamu mau dari aku, Mas?!’’ tanya Maryam dengan menekankan nada bicara nya.

Daniel lantas menarik tangan Maryam cukup kasar hingga membuat tubuh gadis itu terbentur ke tembok putih, ‘’Kamu ingin mempermalukan saya, Maryam?’’

Maryam terkekeh dengan berkata, ‘’Mas, kamu pikir … kamu pikir aku mau menikah dengan kamu ini hanya karena kamu seorang ceo? Tidak, Mas! Sama sekali tidak! Apakah kamu berpikir dengan cara kamu menyuruh semua orang itu memperlakukan bagaikan ratu di rumah ini, aku akan senang? Tidak, sama sekali tidak!’’

Daniel hanya terkekeh, ia kembali berkata, ‘’Menikah dengan orang asing dan tidak mencintai karena uang? Bukan kah ini sangat lucu?’’

Ingin sekali Maryam menampar wajah Daniel, suaminya ini sudah sangat keterlaluan, apakah tidak bisa ia membaca makna dari tatapan mata yang selalu ia berikan? Kenapa Daniel selalu beranggapan jika ia hanya mencintai kekayaan dan kepopuleran suami nya sendiri?

‘’Kenapa hanya diam? Benar bukan, kita bahkan tidak saling kenal, sangat mustahil jika kamu tidak mencintai uang saya, Maryam! Kamu pikir, saya seorang pria bodoh? Saya sudah tahu akalan kamu setelah ini!’’ ujar Daniel yang semakin membuat Maryam geram.

‘’Yah, kamu memang pria bodoh Daniel! Kamu sangat bodoh! Akan ku buktikan jika aku sama sekali tak tertarik dengan uang kamu sendiri! Dan …’’

Maryam kembali melangkah mendekat.

‘’Dan jangan pernah kasih aku uang bulanan, aku bisa cari uang ku sendiri! Apakah kamu pikir aku tidak bisa bekerja dan tidak bisa menghasilkan uang ku sendiri? No, Mas Daniel!’’

Setelah berucap Maryam kembali naik ke lantai atas, sementara Daniel hanya tersenyum miring sembari memperhatikan tubuh istrinya yang semakin menghilang.

Daniel kembali menjentikkan tangan nya dan seketika para pelayan kembali datang, ‘’Siapkan makan malam,’’

Setelah berucap pria itu ikut melangkah naik ke atas sana.

….

Daniel masuk ke dalam kamar yang sama dan terlihat jika istri nya sedang berkutat serius di depan laptop, pria itu tidak terlalu memperdulikan apa yang sedang di lakukan oleh Maryam.

Ketika Daniel melangkah ke kamar mandi, Maryam memukul-mukul bantal kecil yang ia pangku dengan berkali-kali mengumpat kepada sang suami.

‘’Huff, sabar Maryam … sabar … jangan sampai kamu terpancing emosi dan terus mengumpat kepada pria itu! Ingat, ingat, dia suami kamu sekarang.’’

Maryam menutup layar laptop nya dan naik ke atas ranjang, di sana ia segera merebahkan tubuh dengan berkali-kali menghela nafas.

‘’Hmm, pekerjaan apa yang bisa aku lakukan? Aku butuh pekerjaan baru, jika hanya mengharapkan uang dari hasil kuli di kampus, tidak akan mungkin cukup. Pekerjaan apa yang bisa aku kerjakan dan tidak menganggu aktivitas kuliah ku?’’ pikir Maryam yang tengah memejamkan matanya.

Lima belas menit berlalu.

Daniel sudah selesai di kamar mandi, ia hanya mengenakan handuk kecil untuk melilit pinggang nya, dengan bertelanjang dada melangkah ke lemari besar. Pria itu menoleh kepada Maryam yang sedang tertidur di atas ranjang dengan laptop terbuka.

Pria itu membaca beberapa situs pencarian Maryam, ia hanya terkekeh kala melihat dengan keras perjuangan istrinya untuk bisa mendapatkan uang sendiri.

…..

Daniel membiarkan Maryam tertidur, ia sedang menikmati makan malam nya di bawah sana, seorang diri.

Tap, tap, tap.

Terdengar langkah kaki mendekat dan yah itu istrinya sendiri dengan wajah jutek menghampiri meja makan.

‘’Kenapa tidak membangunkan aku?’’ tanya Maryam kala mereka sudah duduk berhadapan.

‘’Apakah itu di perlukan?’’ tanya balik Daniel dengan menoleh sejenak, kemudian ia kembali focus pada makanan nya sendiri.

Maryam hanya memanyunkan bibir, ia kemudian melihat betapa banyak menu mewah yang tak pernah ia sentuh seumur hidup.

‘’Kenapa tidak dimakan? Tidak lapar?’’ tanya Daniel sembari mengunyah makanan nya.

Maryam hanya menatap sekeliling, ia sama sekali tak melihat ada nya papa mertua, semua keluarga besar Daniel, kecuali para pelayan perempuan yang berdiri di ambang pintu dengan membelakangi mereka.

‘’Papa mana? Kenapa rumah sangat sepi?’’ tanya Maryam.

‘’Mereka semua sudah kembali dengan aktivitas masing-masing dan jangan bertanya apapun, sekarang makan!’’ jawab Daniel dengan tatapan tajam.

‘’Maryam, bisa tidak jika sedang makan itu kamu jangan terlalu banyak bicara?’’ kesal Daniel kala istrinya ini tak mau berhenti dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan konyol kepada nya.

‘’Cih, gitu saja marah!’’ Maryam pun ikut kesal kepada Daniel.

Setelah itu, tak ada lagi pembicaraan yang terjadi antara Daniel dengan Maryam, hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar.

…..

Malam sudah semakin larut.

Maryam masih duduk di meja belajar nya sembari mencari pekerjaan apa yang bisa ia lakukan, dan selang beberapa detik, pintu kamar terbuka dan terlihat jika Daniel tengah melangkah masuk dengan membawakan secangkir kopi dan duduk di meja kerja nya yang kebetulan di desain bersebelahan dengan meja nya Maryam.

Maryam hanya menoleh sejenak kepada Daniel, ketika pria itu ikut menoleh kepadanya, dengan cepat Maryam kembali menatap layar laptop nya.

‘’Belum juga menemukan lowongan pekerjaan?’’ ujar Daniel yang membuat Maryam menghentikan apa yang tengah ia lakukan.

Gadis itu menoleh dan menatap serius kepada Daniel, ‘’Kamu menguntit apa yang aku lakukan, Mas!’’

Daniel hanya memberikan anggukan kecil.

‘’Mas!’’ kesal Maryam dengan bangkit berdiri.

Daniel memutar kursi duduk nya untuk menghadap kepada Maryam, ‘’Kenapa? Kamu malu karena tidak mendapatkan lowongan pekerjaan?’’

‘’Hmm, atau … kamu,’’

Daniel bangkit berdiri dan melangkah mendekat kepada Maryam hingga jarak keduanya begitu dekat, seketika wajah Maryam merona kemerahan.

‘’Awhg!’’

Kala Daniel menjentik kening Maryam.

‘’Well, kamu ini sangat keras kepala!’’

Daniel kembali duduk di kursi nya untuk mengerjakan beberapa berkas yang di perlukan untuk besok.

Pukkk.

Sebuah bantal kecil tidak sengaja menumpahkan kopi yang ada di atas meja dan membuat beberapa berkas kotor, Daniel menoleh dengan memberikan tatapan tajam kepada Maryam sementara gadis itu hanya bisa tertunduk menyesal

‘’Maryam!’’ ujar Daniel dengan suara serak namun menakutkan.

‘’Maaf, Mas.’’ Sahut Maryam dengan sangat menyesal.

Ia melangkah mendekat dan segera membereskan kekacauan yang terjadi di atas meja kerja Daniel hingga keduanya tak sengaja saling bertatapan satu sama lain.

Bersambung.

Follow akun ig @Zadreammi untuk melihat visual pemain.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!