Episode 2/ Di jodohkan dengan gadis bercadar
Di perusahaan pusat Daniel Group.
Seperti biasa pemilik perusahaan tersebut telah berhasil membuat semua pekerja menjadi sangat takut bahkan untuk menatap Daniel semuanya tidak ada yang berani, tatapan dari pria tersebut sungguh menakutkan dan sangat menghunus tajam, alhasil tidak ada satu pun yang berani dekat dengan pemilik perusahaan megah tersebut.
‘’Apa yang kalian semua lihat, hah?!’’
Semua pekerja langsung menundukkan kepala mereka dan tidak ada yang berani menjawab, Daniel yang baru saja tiba di kantor sudah mendapatkan masalah kecil ketika berhadapan dengan semua pekerja nya.
Dirinya paling tidak suka jika ada yang menatap lama dan tidak suka dengan seorang yang terlambat, menye-menye akan langsung di pecat. Namun untuk masalah gaji, bekerja di perusahaan Daniel grup itu sangat menguntungkan bahkan gaji yang di tawarkan memang sangatlah fantastis namun yah itu semuanya harus disiplin, salah sedikit maka pemecatan akan terjadi.
….
‘’Daniel!’’ panggil seorang pria yang melangkah mendekat.
Daniel yang baru saja menyelesaikan rapat nya bersama kolega dari Korea menoleh dan menajamkan sorot matanya kepada pria yang datang menghampiri.
‘’Tyler!’’
‘’Hei, kenapa lo menatap gue seperti itu sih? Padahal gue tidak ada niatan buruk kepada lo Daniel,’’ ujar pria yang bernama Tyler ketika melangkah mendekat.
‘’Tumben banget lo main ke tempat gue? Ada apa?’’ tanya Daniel dengan memberikan tatapan menakutkannya.
‘’Haha hahah, lo masih saja kesal dengan masalah 5 tahun yang lalu bro! sekarang sudah tahun berapa nih? Yah kali lo tetap marah sih sama teman masa kecil lo hanya karena gue nggak menepati janji 5 tahun yang lalu,’’ ucap Tyler.
‘’Baik itu lima jam, lima hari, lima tahun, bahkan lima puluh tahun, semuanya akan sama, janji adalah janji dan tidak bisa di ingkari!’’ sahut Daniel yang melangkah meninggalkan Tyler.
Tyler pun mengejar langkah Daniel, hingga masuk ke ruangan kerja dari pria tampan tersebut, semuanya sangat tersusun rapi, buku-buku berjajar indah dan hampir memenuhi Sebagian ruangan kerja dari Daniel.
‘’Wih, gila kutu buku sekali lo. Lihat semua koleksi buku-buku mahal ini, gila sih!’’ ucap Tyler yang hendak menyentuh sebuah buku di rak baca namun langsung di cegah oleh Daniel.
‘’Stop tangan lo Tyler, jangan sampai lo menyentuh buku yang satu itu!’’ cegah Daniel.
Tyler mengerutkan keningnya, ‘’Memangnya ada apa sih dengan buku yang satu itu? Sudah lebih dari dua puluh lima tahun kita berteman hingga sekarang gue bahkan tidak di izinkan untuk menyentuh buku yang satu itu, memangnya apa kelebihan dan se istimewa apa sih buku itu bagi lo? Heran deh sama lo Daniel,’’
Daniel sama sekali tak menanggapi celotehan teman masa kecilnya, ia malah duduk di tempat biasa bekerja, memeriksa keuangan, data perusahaan dan akan selalu menghabisi sepanjang hari di ruangan yang sangat membosankan itu.
Bahkan Tyler hanya bisa geleng-geleng kepala dengan sikap teman masa kecilnya ini, ‘’Daniel, Daniel. Apakah lo tidak pernah bosan dengan kegiatan aneh lo itu? Come on man, lo itu terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga melupakan kebahagiaan untuk diri lo sendiri,’’
Namun Daniel tetap keras kepala, tidak ada satu pun yang berhasil merubah karakter keras kepala seorang Daniel dari dulu, semua teman seangkatan sudah memiliki pacar bahkan istri, namun Daniel masih nyaman dengan kesendiriannya.
‘’Bro, lo itu muda, tampan bahkan kaya. Semua dunia tertuju pada lo, bahkan sekali jentik saja, lo bisa mendapatkan gadis yang lo inginkan, tapi … kenapa lo malah nggak mau sih punya pacar? Jangan bilang jika lo itu ….’’
Daniel tanpa banyak bicara langsung melempar bantal kecil dan tepat mengenai kepala Tyler, ‘’Jika ngomong itu tolong di jaga!’’
Tyler hanya terkekeh, ‘’Sorry, sorry, habisnya sih lo itu nggak pernah kelihatan oleh gue dekat dengan seorang gadis, apa sih kriteria gadis yang lo impikan, bahkan semua media hanya bisa menerka-nerka sendiri dan membuat berita sesuka hati mereka. Dan masalahnya … lo itu nggak pernah menyinggung media tersebut, menyatakan kebenarannya, rumor lo dekat dengan banyak model itu sudah sangat banyak bro!’’
Daniel tak merespon apapun, dirinya memang tidak tertarik untuk membahas rumor yang tengah beredar, entah itu tentang dirinya, semua rumor itu sama sekali tak menarik bagi seorang Daniel.
….
‘’Untuk apa semua foto ini?’’ tanya Daniel sembari mengerutkan keningnya ketika Tyler memberikan beberapa foto wanita padanya.
‘’Halah, masa iya lo nggak paham juga sih, malam ini itu kan malam valentine, masa iya lo nggak mau merayakannya dan masih memilih untuk melewati malam valentine yang indah ini dengan kesendirian terus sih bro, lo itu butuh yang namanya have hun,’’ ujar Tyler.
Namun Daniel tak menoleh sedikit pun, Ia kembali focus pada layar laptop dan memeriksa semua pemasukan dan pengeluaran bulan ini hingga membuat Tyler semakin heran.
‘’Bro, lo itu sama sekali nggak kepikiran untuk punya pacar kah?’’
Daniel dengan mantap menggelengkan kepalanya.
‘’What? Sudah nggak waras lo, lo itu tampan, muda, semuanya sudah lo miliki kecuali wanita. Padahal jelas-jelas surga nya dunia itu adalah wanita, gue makin bingung deh sama lo Daniel,’’ ujar Tyler yang memilih duduk di sofa mahal, kepalanya menjadi cenat-cenut menghadapi sikap Daniel yang tidak berubah sedikit pun.
….
‘’Kalo gue jadi lo yah Daniel, gue pasti akan terus gonta ganti pacar untuk setiap harinya, siapa coba yang tidak ingin menjadi kekasih seorang Daniel Baskoro? Namun hadehh … lo terlalu sibuk dengan pekerjaan, pekerjaan, hingga melupakan yang namanya have fun,’’ celoteh panjang Tyler yang tak henti-hentinya.
Daniel yang tengah berusaha focus pada pekerjaannya menjadi kesal dengan Tyler yang tidak ingin berhenti berbicara dan tidak mengatakan hal yang sama secara berulang-ulang.
‘’Gue sudah di jodohkan!’’
Degg.
Tyler sontak terperanjat kala mendengar jika Daniel sudah di jodohkan itu berarti pria tampan tersebut akan menikah.
‘’Yang serius aja lo Daniel?!’’ tanya Tyler berusaha memastikan jika teman masa kecilnya ini tengah tidak berbohong.
‘’Serius, untuk apa berbohong? Tidak ada manfaatnya sedikit pun untuk gue, jadi … lo stop memperkenalkan gue dengan gadis manapun, entah itu gadis yang lo kenal atau bukan,’’ sambung Daniel, ia kemudian focus kepada layar laptopnya.
‘’Gila, gila! Gue masih nggak percaya dengan ucapan lo ini, kenapa lo mendadak mau menikah aja? Siapa gadis itu? Apakah dia model?’’ tanya Tyler yang semakin menginterogasi Daniel.
Daniel terdiam sejenak, ‘’Bukan model namun gadis bercadar!’’
‘’hah?!’’
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments