Episode 20/ Gadis dari masa lalu

Episode 20/ Gadis dari masa lalu

Daniel hanya berkali-kali menghela nafasnya, ingin menyalahkan Maryam toh percuma saja. Karena di diamkan oleh suami, Maryam berinisiatif untuk membantu pekerjaan Daniel malam ini.

‘’Tidak usah Maryam,’’ tolak Daniel.

Namun Maryam masih bersikeras, ia mengambil beberapa berkas yang tertumpuk di atas meja dan mulai membaca apa saja yang di perlukan sementara Daniel sedari tadi hanya diam dan memperhatikan istri nya yang keras kepala, sudah dibilang tidak namun masih kekeh juga ingin membantu.

Maryam menarik kursi nya untuk bisa duduk berhadapan dengan Daniel, ia mulai membaca semua berkas yang ada di atas meja dan Daniel hanya memperhatikan bagaimana istri nya ini mulai mengerjakan laporan yang telah kotor, ceo yang di cap sombong itu hanya terkekeh kala Maryam mulai kebingungan.

‘’Sudahlah, Maryam. Sebaiknya kamu tidur sekarang, sudah terlalu larut untuk seorang mahasiswi masih terbangun,’’ ucap Daniel yang tidak di indahkan oleh istrinya.

Maryam masih berusaha menebus kesalahan yang telah ia lakukan, namun karena tidak mengerti membuat gadis itu kesulitan.

‘’Maryam,’’

Maryam menoleh beberapa detik.

‘’Kamu tidak mendengarkan ucapan saya?’’ tanya Daniel dengan memasang wajah serius.

‘’Sudah, jangan di teruskan lagi. Lebih baik kamu tidur dan biarkan saya yang menyelesaikan semua kekacauan ini,’’ sambung Daniel.

Maryam hanya terdiam dengan memutar-mutar pena yang ada di tangan nya, selang beberapa detik gadis itu mulai meneteskan air matanya, dengan terisak-isak membuat Daniel makin panik.

‘’Hei, saya tidak memarahi kamu, jadi … stop untuk menangis,’’ ujar Daniel yang cemas jika Maryam justru mengadu kepada papa nya esok hari.

Bukan nya berhenti, gadis itu justru semakin menangis dengan keras hingga berhasil membuat Daniel makin panik.

‘’Hei, jangan menangis lagi!’’ bingung Daniel.

‘’Hiks, hiks, hiks … Mas kamu marah kan dengan aku?’’ ucap Maryam yang semakin membuat Daniel semakin tak mengerti.

‘’Maryam, kamu bicara apa dengan saya? Saya tidak mengerti akan ucapan kamu?’’

Maryam menyeka air matanya dan memegang kembali tumpukan berkas yang telah ternodai kopi, dengan menangis terisak-isak gadis itu kembali berkata, ‘’Kamu pasti marah dengan aku kan perihal semua berkas yang telah aku kotori ini,’’

Daniel menggeleng dengan cepat.

‘’Bohong, kamu pasti sedang marah dengan aku!’’ kekeh Maryam.

Daniel mendekatkan wajah nya hingga menyisakan beberapa jarak saja bahkan kedua nya bisa saling mendengar deru nafas masing-masing, seketika Maryam mulai berhenti menangis karena detak jantung nya sendiri yang tak bisa di kendalikan kala bisa menatap wajah tampan suami nya dengan jarak dekat.

‘’Kenapa banyak hal konyol yang terpikirkan oleh kamu, Maryam?’’

Maryam hanya terdiam, di dalam hati ia berusaha keras untuk tetap bersikap santai agar Daniel tidak kembali menyombongkan diri dan angkuh akan ketampanan yang ia miliki.

‘’Awhg, sakit Mas!’’ kesal Maryam kala Daniel lagi dan lagi menjentikkan kening nya.

‘’Kamu kebiasaan terus Maryam, dan sekarang kenapa lagi? Ketika di tanya hanya diam, dan itu sangat membingungkan untuk saya. Sudah saya katakan bukan dari awal, sebaik nya kamu tidur saja dan biarkan semua berkas ini saya yang memperbaiki, namun kenapa kamu masih keras kepala sekali?’’ ujar Daniel dengan menaiki satu alis nya.

‘’Tapi ….’’

…..

Daniel tanpa meminta izin langsung menggendong tubuh istrinya sendiri yang membuat rona wajah kemerahan di pipi Maryam semakin jelas, ia memberontak agar bisa segera di turunkan, namun ceo yang di cap dingin itu sama sekali tak mau mendengar.

Daniel menurunkan tubuh Maryam ketika sudah berada di atas ranjang, ‘’Sekarang tidur dan jangan memikirkan yang lain lagi, dan … terutama saya tidak mau melihat mata kamu sembab besok, bisa-bisa Papa menyalahkan saya akan kesalahpahaman yang terjadi di antara kita, mengerti?’’

Gadis itu hanya manggut-manggut, ia berusaha keras menutupi wajah merona nya.

‘’Mas,’’ panggil Maryam.

Pria itu menoleh dan menaikkan satu alis nya, ‘’Ada apa lagi?’’

‘’Hmm, kamu tidak marah kan dengan ku?’’

Daniel terdiam untuk beberapa detik hingga ia menggelengkan kepala dan melangkah kembali ke meja kerja, sementara Maryam dengan cepat menutup seluruh wajah nya dengan selimut tebal, pria itu bisa melihat tingkah konyol Maryam dari cermin yang terpajang di dalam kamar, dan ia hanya bisa geleng-geleng kepala kala berhadapan dengan gadis seperti Maryam yang menjengkelkan namun terkadang menggemaskan.

…..

Pukul 2 dini hari.

Daniel baru saja menyelesaikan semua pekerjaan nya, ia yang begitu lelah langsung bangkit dan melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh sebelum beranjak tidur.

Dan tidak membutuhkan waktu yang lama, Daniel sudah keluar dari kamar mandi, ia melangkah ke lemari besar untuk mengenakan pakaian tidur namun kala itu langkah nya terhenti sejenak kala melihat Maryam yang tertidur dengan menganga hingga berhasil membuat dirinya tertawa kecil.

‘’Cantik sih cantik namun tidur nya ngorok!’’

Daniel sudah berbaring di atas sofa di dalam kamar, ia tengah membalas beberapa pesan yang masuk terutama untuk keperluan pekerjaan, hingga dirinya teringat akan satu hal.

Pria itu mulai membuka situs sebuah kampus dan mulai membaca semua hal penting di sana, ia cukup kaget kala melihat foto dan nama istrinya tercantum di sana.

‘’Hmm, ternyata Maryam aktif juga di kampus itu,’’ gumam Daniel yang cukup terkesima kala membaca lebih detail biodata istrinya.

‘’Saya baru tahu ternyata Maryam pernah ikut pertukaran mahasiswi selama satu tahun ke Amerika,’’ gumam Daniel yang menoleh kepada Maryam di atas ranjang sana.

Hingga sebuah pesan dari nomor baru masuk ke aplikasi hijau nya, kening pria itu berkerut kala membaca pesan dari nomor tersebut.

[Daniel, kamu masih ingat dengan aku? Rani.] pesan yang masuk dari nomor baru dengan emoticon love yang berhasil membuat kening pria itu berkerut.

‘’Rani? Siapa?’’ pikir Daniel.

Namun Daniel tidak terlalu ambil pusing, ia hanya mengabaikan pesan tersebut tanpa berniat membalas nya untuk menanyakan rani yang mana dan dari mana gadis itu mendapatkan nomor nya, pria itu mulai membalas beberapa pesan yang masuk dari rekan kerja nya.

Setelah menghabiskan waktu tiga puluh menit, Daniel menutup kembali ponsel nya, Ia mulai merebahkan tubuh nya di atas sofa yang terbilang kecil untuknya. Namun berkali-kali berusaha untuk tertidur, namun tidak bisa.

‘’Kenapa aku sangat sulit tertidur hari ini? Apa karena aku minum kopi? Namun tak mungkin juga, biasanya juga setiap malam seperti itu,’’ gumam Daniel yang bangkit duduk dengan mengacak-ngacak rambut nya, ia menoleh ke jam di dinding yang telah menunjukkan pukul empat dini hari.

Namun ponsel nya kembali berdering yang membuat Daniel berdecak kesal.

‘’Siapa yang mencoba menghubungi sepagi ini!’’ kesal Daniel.

Kala pria itu membuka ponsel nya, ia kembali mendapatkan pesan yang sama dari nomor baru di aplikasi hijau nya.

[Daniel, kamu masih pria yang cuek dan dingin. Kamu bahkan tidak bertanya kabar ku, aku Rani teman kuliah kamu di Amerika.]

‘’Rani?’’

Bersambung.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!