Episode 14/ Sah!
Hari pernikahan.
Maryam sudah begitu cantik dengan gaun putih yang membalut tubuh nya, ia masih tak menyangka jika dalam beberapa menit lagi akan menjadi istri dari pria yang ia sukai dalam diam, siapa yang tidak akan deg deg gan? Bahkan tangan gadis cantik itu sampai berkeringat, ia sangatlah nervous untuk mencium punggung tangan Daniel nantinya.
Suasana bahagia jelas terpancar di raut semua tamu undangan, terkecuali dari raut wajah Daniel, pria itu masih belum siap untuk memiliki sebuah hubungan pernikahan, untuk menjadi suami apalagi seorang ayah. Namun di karenakan desakan dari Papanya membuat Daniel benar-benar tak punya pilihan, sang ayah yang selalu memasang wajah iba membuat ceo dingin itu akhirnya mengalah dan menerima permintaan untuk melangsungkan pernikahan.
‘’Saya terima nikah dan kawin nya Maryam binti Abu Ubaidah dengan seperangkat ayat sholat dan mahar sebanyak lima ratus juta di bayar tunai!’’
Maryam yang duduk di sebelah Daniel sedari tadi terus meremas gaun putih yang ia kenakan, terlebih kala ceo dingin itu membaca kalimat ijab Qabul hanya dengan satu kali bacaan, membuat gadis itu ingin pingsan.
‘’Bagaimana para saksi?’’
‘’SAH!’’
Teriakan sah benar-benar menggema di ruangan megah tersebut, Daniel menoleh kepada Maryam yang sudah resmi menjadi istrinya dan mengulurkan tangan, namun gadis itu masih kaku tak percaya hingga membuat Daniel bingung sendiri.
‘’Astagfirullah!’’ ucap kaget Maryam kala Ummi menepuk Pundak nya dengan lembut.
‘’Nak, cium!’’
Hah! Maryam kaget dan langsung berdiri, ‘’Tidak muhrim Ummi, masa iya dicium segala sih!’’
Seketika semua tamu undangan lantas tertawa mendengarkan ucapan Maryam, sementara gadis itu hanya kebingungan tak mengerti.
‘’Bukan itu maksud Ummi, Nak. namun cium punggung tangan suami kamu,’’ sambung Ummi dengan berbisik.
‘’Ohh,’’ sahut Maryam dengan mengigit bibirnya sendiri dengan menahan malu.
…..
‘’Kamu kenapa senyam-senyum begitu?’’ celetuk Daniel yang seketika membuat senyum Maryam reda.
Gadis itu menggeleng kepala dengan cepat, ‘’Tidak ada yang tersenyum,’’
Daniel terkekeh, ‘’Kenapa kamu sangat hobi untuk membohongi saya? Bukan kah sudah saya katakan jika saya paling benci dengan pembohong untuk hal sekecil apapun!’’
Maryam melirik dengan tajam kepada Daniel, ‘’Dan bahkan di hari pernikahan kamu sangat menyebalkan, Mas!’’
Gadis itu langsung duduk kembali dengan memasang wajah jutek.
‘Apakah dia tidak mengerti jika aku sedang bahagia karena bisa menikah dengannya? Namun dia malah mengatakan jika aku sedang berbohong! Benar-benar tak ada etika sekali!’ batin Maryam dengan sangat kesal.
…..
Daniel menghela nafas ketika Maryam menjadi pendiam, ia bahkan hanya menanggapi ucapan nya dengan kata hm, pria itu lantas bangkit berdiri dan melangkah entah kemana.
Maryam yang sebenarnya tengah curi-curi pandang berusaha mencari Daniel, namun tak di temukan.
‘’Tuh kan benar, kamu begitu senang bisa menjadi istri saya?!’’ bisik Daniel yang mendadak muncul dari belakang.
Seketika pipi Maryam merona, ia bagaikan maling yang tertangkap basah oleh suaminya sendiri.
‘’Masih berani ngeles yah?’’ tanya Daniel yang datang dengan membawa secangkir jus dan memberikan nya langsung kepada istrinya.
Maryam menerima jus pemberian dari Daniel dan langsung meminum hingga habis dengan tergesa-gesa, hingga berhasil membuat ia tersendat sendiri.
‘’Makanya jika sedang minum itu jangan memikirkan yang lain, jadinya tersendat kan!’’
Maryam hanya mencibir di balik cadar, ‘Untung tampan dan akhirnya bisa di maafkan!’
….
‘’Wahh, selamat yah bro, akhirnya nikah juga! Gue pikir lo bakal menjomblo seumur hidup lo, ternyata tidak!’’ ujar beberapa pria yang silih berganti berjabat tangan dengan Daniel.
Semua rekan Daniel terus menertawai ceo dingin tersebut, hingga beberapa detik kemudian sorot mata mereka menoleh kepada gadis bercadar yang hanya menjadi pendengar kala mereka terus menggoda sang suami.
‘’Tolong kamu buat batu es ini meleleh yah,’’
Dengan ragu Maryam memberikan anggukan.
‘’Awhg! Bro, lo udah menikah masih sering banget nibuk orang, namun sekarang ingat bro, lo udah punya istri, jadi lo jangan keseringan dengan masa lalu lo itu!’’
‘Mas Daniel sering berantem? Kok aku nggak tahu yah?’ pikir Maryam yang masih berusaha mencerna ucapan dari teman-teman suaminya.
….
Selepas resepsi yang melelahkan.
Maryam sudah berada di dalam kamar pengantin, dirinya masih memakai gaun mewah berwarna putih, dengan duduk di meja rias, gadis cantik tersebut tengah menghapus make up nya.
Tok tok tok.
Seketika Maryam berhenti, detak jantung gadis itu sudah tak bisa di kendalikan, ia sangat gugup karena akhirnya akan tidur di kamar yang sama bahkan ranjang yang sama.
‘’Tidak, tidak! Maryam kamu harus terbiasa dengan pria yang menyebalkan itu, jangan sampai kamu kelihatan crush dengan nya,’’ gumam Maryam, ia bangkit berdiri dan melangkah untuk membukakan pintu kamar.
‘’Kenapa kamu lama sekali?!’’ selidik Daniel yang main nyelonong saja masuk ke dalam kamar.
Wajah pria itu sangat lelah, bahkan tubuh kekar tersebut langsung merebahkan tubuh nya di atas ranjang empuk yang masih bertaburan dengan kelopak mawar.
‘’Mas, sebaiknya kamu mandi baru istirahat,’’ ucap Maryam dengan lembut, dirinya sedikit kecewa ketika kelopak mawar indah itu sudah rusak.
Daniel sudah memejamkan matanya, Maryam menghela nafas kasar nya, ia langsung membukakan sepatu ceo dingin tersebut dengan hati-hati. Kemudian gadis tersebut memperbaiki tidur nya Daniel, tidak lupa memberikan selimut tebal karena hujan turun dengan lebat di luar sana.
Maryam masuk ke kamar mandi setelah menghapus semua make up di wajah nya, namun ceo dingin tersebut tiba-tiba bangkit duduk dan menatap lama ke arah kamar mandi.
Daniel menghela nafas dan bangkit berdiri, ia melangkah ke arah balkon kamar untuk menenangkan diri sembari menikmati rintikan air hujan. Pria itu membuka sebuah album foto lama, di sana terlihat seorang anak kecil dengan kedua orang tua nya yang kelihatan sangat bahagia.
Daniel mengalungkan senyuman manis di wajah tampan tersebut, namun untuk beberapa detik berikutnya senyuman itu sirna berganti menjadi wajah menahan dendam.
‘’Mas Daniel?’’
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments