Di kampus nya Maryam.
‘’Maryam, kamu tahu jika rumor ceo dingin itu?’’
Maryam yang tengah focus membaca langsung teralihkan focus nya, pernikahan mereka berdua memang tidak di ekspos ke public dan itu pun atas permintaan dari Daniel sendiri, alhasil dirinya tak bisa membanggakan ia yang sudah sah menjadi istri dari ceo dingin namun ramai peminat, terlebih di kampus nya sendiri.
Ia hanya menggeleng kepala dengan cepat dan dalam hati tengah berkata, ‘’Bagaimana mungkin aku seorang istri sah nya saja, tak mendapatkan kesempatan di perkenalkan ke public, lagian tuh ceo kenapa sih? Bukan kah pernikahan ini kabar gembira, lantas kenapa tidak di beritahu ke banyak orang, apakah seburuk itu dampak nya?’’
Maryam hanya bisa menghela nafas berkali-kali, hingga … terdengar suara risih dari semua gadis kampus, suara pekikan yang sangat menganggu, namun sorot matanya langsung tertuju kepada pria yang baru saja turun dari dalam mobil mewah namun tak asing baginya.
Seketika mata Maryam terbelalak sempurna kala ia tahu siapa yang datang ke kampus mereka, yah suaminya sendiri dan entah apa sebab nya.
‘’Yuk kita kesana juga!’’ ajak teman Maryam dengan menarik tangannya.
…..
‘’Wah, Pak Daniel!’’ pekik semua gadis hingga membuat Maryam merasa cemburu, belum lagi tangan semua gadis itu berusaha yang menyentuh tangan suaminya.
Maryam langsung menatap tak suka kepada Daniel yang begitu terlihat berpura-pura tak mengenal dirinya, ia langsung saja pergi menjauh dan membiarkan suami nya menjadi artis seharian.
‘’Maryam!’’ teriak teman nya.
Mendengar nama istrinya di sebutkan, berhasil membuat pikiran Daniel teralihkan, ia berusaha mencari dimana Maryam namun tak terlihat.
…..
‘’Maryam, kamu kenapa sih? Kok kesal begitu?’’ tanya temannya bernama Lastri.
Maryam hanya menggelengkan kepala, ‘’Lastri, kita akan ujian akhir. Maka nya daripada ngurusin tuh ceo yang sombong nya minta ampun, sebaik nya kita focus belajar saja di perpustakaan,’’
Lastri justru tersenyum penuh makna yang membuat Maryam heran, ‘’Kenapa? Kamu masih mau berada di sana? Ya sudah, pergi saja!’’
Lastri langsung menarik buku yang tengah dipegang oleh Maryam dan terkekeh sambil berkata, ‘’Yah minimal jangan kelihatan dong cemburu kamu,’’
Mata Maryam langsung terbelalak sempurna, Lastri membalikkan bukunya dan terlihat sekali jika buku yang di pegang Maryam justru ….
‘’Memang nya bisa yah, baca buku namun buku nya kebalik begini?’’
Seketika wajah Maryam memerah, ia berusaha menahan malu, sementara Lastri masih terus menggoda dirinya dengan mengatakan jika teman nya ini suka dengan ceo sombong tersebut dan tengah cemburu.
….
Sementara di ruangan sebelah, Daniel tengah berbincang-bincang dengan rector kampus Maryam untuk membahas masalah proyek besar yang akan di rencanakan di kampus tersebut.
‘’Jadi bagaimana Pak Rektor?’’ tanya Daniel.
‘’Hmm, kami sangat berterima kasih kepada Bapak karena sudah mau menjadi donatur di kampus kami, namun … yang kami takut kan itu pendirian kafe mewah yang berada di kawasan kampus akan menganggu kefokusan mahasiswa,’’ jelas pak rector.
‘’Untuk masalah itu, Bapak tenang saja. Saya akan menjamin tidak akan menganggu mahasiswa yang ada di kampus ini, namun … untuk pembangunan kafe yang sedang saya rencanakan bersama tim terkendala karena perlu meminta izin dari kawasan kampus ini,’’ jelas Daniel panjang lebar dan berusaha membujuk rector untuk mau memberikan izin kepada perusahaan nya untuk mendirikan cabang kafe terbaru.
Namun di saat yang bersamaan, Maryam muncul dan membuat perhatian ceo itu teralihkan, ia tak menyangka jika istri nya pun kuliah disini, memang sih popularitas Daniel begitu tinggi, gadis mana yang tidak akan tertarik, bahkan setiap kali ia datang dan berusaha keras untuk membujuk pihak kampus agar mau memberikan izin, ia akan selalu mendapatkan surat cinta dari penggemar.
‘Ternyata Maryam berkuliah disini,’ batin Daniel ketika ber pas-pasan dengan istrinya sendiri.
‘’Maryam!’’ panggil Pak rector.
Maryam menghentikan langkah nya, ia masih kesal kala melihat suami nya itu sangat open kepada semua gadis-gadis kampus.
‘’Iya, Pak rector. Ada yang bisa saya bantu?’’ tanya Maryam yang tak menoleh sedikit pun kepada Daniel yang berdiri tepat di sebelah rector kampus.
‘’Maryam, kamu tidak terlalu sibuk hari ini?’’ tanya Pak Rektor yang mendapatkan gelengan kepala, namun gadis itu menjadi curiga karena jangan-jangan pak rector meminta ia menemani Daniel berkeliling.
‘’Jika begitu, bisa kan kamu menemani Pak Daniel berkeliling kampus?’’
‘Cih, sudah ku duga dan seharusnya aku tak lewat koridor ini,’ batin kesal Maryam.
Namun gadis bercadar itu memberikan anggukan kepala.
….
Akhirnya Daniel di temani oleh Maryam untuk berkeliling dan mengetahui semua kisah di kampus tersebut.
‘’Kamu kenapa?’’ tanya Daniel dengan sorot mata dingin.
Maryam hanya memberikan gelengan kepala, ia mulai menceritakan semua makna setiap patung dan tempat yang di lewati, suami nya itu hanya manggut-manggut seakan paham.
‘’Tunggu!’’ tahan Daniel ketika mereka melewati bagian taman bunga yang tengah mekar-mekar nya.
Daniel melangkah mendekat dan jarak kedua nya begitu dekat sekali, nasib baik jika taman tersebut tengah di renovasi alhasil tak ada mahasiswa maupun mahasiswi yang berani masuk, ceo dingin dan di cap sombong itu menyingkirkan daun yang menyangkut di hijab Maryam, dan blush seketika wajah Maryam merona memerah, nasib baik dirinya menggunakan cadar.
‘’Hmm, saya tebak … kamu sudah jatuh cinta kepada saya? Bukan begitu Maryam binti Kyai Ali?’’
‘’Tidak, dan tidak akan pernah!’’ sahut Maryam dengan gelagapan.
Ekspresi gugup Maryam berhasil membuat Daniel terkekeh dengan berkata, ‘’Kamu jangan bohong Maryam, kebohongan kamu itu langsung terjawab oleh wajah kamu itu,’’
Maryam menghentakkan kaki nya, ‘’Hellow! Bapak Daniel yang terhormat, ceo paling menyebalkan sejagat raya! Asalkan Bapak tahu yah, saya ini …. Saya ini ….’’
Daniel sontak memunculkan senyuman manis nya dengan berkata, ‘’Saya ini … hanya sedang terpesona dengan ketampanan pria mapan di hadapan saya. Begitu kan maksud kamu?’’
‘’Tidak juga! Lagian kenapa juga saya harus jatuh cinta dengan Bapak? Memangnya Bapak siapa untuk saya?’’ ucap asal Maryam, bahkan ucapan asal itu membuat Maryam lupa jika ceo yang ia cap sombong sudah resmi menjadi suami nya.
‘’What? Saya ini siapa untuk kamu?’’
Daniel langsung menyentil kening Maryam hingga membuat gadis bercadar itu meringis kesakitan.
‘’Hei, saya ini jelas suami kamu! Apa kamu lupa jika sekarang … kamu ini sudah sah secara agama dan negara menjadi istri dari ceo tampan dan super kaya ini!’’ sahut Daniel dengan menyombongkan diri di hadapan Maryam.
Seketika Maryam menepuk tangan suaminya sendiri dan dengan mengelak ia kembali melangkah, sementara Daniel hanya geleng-geleng kepala menghadapi sikap istrinya yang bagaikan anak kecil, namun terkadang bagi ceo dingin dan sombong tersebut sikap Maryam memang menyebalkan dan di lain sisi sangat menggemaskan.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments