Seperti yang sudah di janjikan, Maryam akan di antarkan oleh Daniel setelah mereka dinner.
‘Tumben sekali ceo dingin ini mengajak orang lain dinner, sangat mencurigakan sekali,’ batin Maryam kala semua menu sudah berada di atas meja.
‘’Makan saja, toh saya pun tidak berniat untuk mengerjai apalagi sampai mencelakai kamu,’’ ucap Daniel yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Maryam.
Maryam hanya berdehem kecil dan memilih orange jus pertama kali, ia yang tidak terbiasa dengan makanan serba mewah, jadi dirinya pun harus bisa menjaga image di depan Daniel.
‘’Kenapa kamu tidak menyentuh makanan kamu? Tidak suka? Atau ingin menu yang lain?’’ heran Daniel ketika Maryam hanya meminum orange jus saja, namun tidak dengan steak yang tersaji.
Maryam hanya menggeleng pelan, Ia langsung mengambil garpu dan pisau dan mulai mencoba mencicipi steak yang ada di hadapan nya, namun karena gadis itu tak pernah membuat dirinya begitu kesulitan, hingga berhasil membuat Daniel tertawa terbahak-bahak dan ini merupakan kali pertama nya ceo yang di kenal dingin dan mematikan bagaikan vampire malah tertawa bahagia sekali.
Bahkan saking lamanya Daniel tertawa ngakak, hingga membuat pengunjung lain saling melirik dan berbisik, Maryam yang di tertawai pun menjadi kesal, ia mengambil steak dengan tangan nya dan langsung menyuapi calon suaminya itu hingga membuat mulut Daniel terkunci dan akhirnya tawa melengking itu berhenti.
Uhuk uhuk.
Daniel langsung memuntahkan steak yang ada di dalam mulut nya dan menatap tidak suka kepada Maryam.
‘’Kenapa menatap ku seperti itu? Kamu marah, hah! Aku yang seharusnya marah kepada kamu, bukan nya kamu!’’ ujar Maryam yang bangkit berdiri.
Ia yang hendak meninggalkan meja justru terhenti ketika ujung pakaian yang ia kenakan menyangkut di ujung meja, dan ketika Maryam melangkah …. Brakkk, semua menu itu tumpah ke lantai dan menimbulkan keributan.
Maryam hanya bisa menepuk jidatnya sendiri, harinya sangat sial ketika bertemu dengan Daniel, sekalipun ceo itu memang pria yang ia cintai dalam diam, namun semakin kenal justru sifat asli Daniel semakin kelihatan, egois, keras kepala, lengkap sudah istilah red flag.
…..
Maryam benar-benar mendapatkan masalah, terlebih ketika pemilik kafe itu menghampiri mereka, dan tentunya meminta ganti rugi kepada Maryam, sementara ia tidak sempat membawa uang maupun kartu agar bisa mengambil nya ke bank terdekat dan satu-satu nya jalan untuk dirinya yah meminta bantuan kepada Daniel.
Dirinya melirik kepada calon suaminya itu, namun justru yang ia dapatkan hanya Daniel yang tersenyum puas dan tengah meledek, hingga akhirnya Maryam pun enggan untuk meminta bantuan kepada ceo dingin yang beberapa hari lagi akan menjadi suaminya tersebut.
‘’Maafkan saya, Pak. Maafkan atas kekeliruan saya ini, saya akan mengganti rugi semuanya, namun … saya tidak bisa membayarnya sekarang karena saya tidak membawa uang namun Bapak bisa memegang kartu identitas saya terlebih dahulu,’’ ucap Maryam yang berusaha melakukan negosiasi dengan pemilik kafe tersebut.
‘Kenapa gadis bercadar ini tidak meminta bantuan kepada saya saja? Apakah dia terlalu gengsi untuk melakukan hal sederhana tersebut?’ batin Daniel.
Akhirnya pemilik kafe menerima negosiasi yang di lakukan oleh Maryam, dan gadis itu bisa bernafas lega.
…..
‘’Terima kasih atas tumpangannya,’’ ucap Maryam.
Ketika Daniel hendak masuk kembali ke dalam mobilnya, tiba-tiba Ummi keluar dan mendekat.
‘’Wah, ternyata calon mantu tengah berkunjung.’’
‘’Kenapa tidak di ajak ke dalam calon suami kamu, Nak? di dalam kebetulan ada Abi dan calon mertua nya kamu,’’ ucap Ummi yang membuat keduanya saling kaget.
‘’Di dalam ada Papa?’’ tanya Daniel yang masih tak percaya, dan sudah bisa di tebak pasti Papanya meminta pernikahan mereka di percepat.
‘’Iya, Nak Daniel. Sebenarnya kami semua tengah menunggu Maryam, eh kebetulan ada Nak Daniel yang sedang berkunjung, yuk masuk.’’
Akhirnya Daniel dan Maryam melangkah bersama ke dalam rumah sederhana tersebut, dan memang ada Papanya yang sedang berbincang hangat dengan calon mertua.
‘’Daniel, Maryam. Wah kebetulan sekali kalian berdua datang nya berbarengan, ada hal penting yang ingin Papa bicarakan dengan kamu Daniel dan calon menantu nya Papa,’’ ucap hangat Papa yang begitu gembira melihat kedekatan anak dan calon menantu nya.
…..
‘’Pa, kenapa Papa bisa ada disini?’’ bisik Daniel.
‘’Memangnya kenapa? Lagian ini pun akan menjadi rumah nya kamu dan tidak ada salah nya juga jika Papa berkunjung, dan kenapa kamu bisa ada disini?’’
Kening Daniel berkerut sebelas kala mendapatkan pertanyaan dari sang Papa.
‘’Maksud Papa, bagaimana?’’ tanya Daniel.
Papa hanya terkekeh, ‘’Kamu kan sangat sibuk sekali dengan urusan pekerjaan dan kenapa kamu bisa dan mau meluangkan waktu segala untuk mengantarkan Maryam pulang? Hmm, Papa mulai curiga nih kepada kamu,’’
Dan akhirnya para orang tua mereka hanya saling melempar candaan dan berusaha menggoda Daniel serta Maryam, kedua nya hanya ikut tersenyum kikuk.
‘Sih, jika aku bisa membaca masa depan, maka akan ku batalkan niat baik ku mengantarkan Maryam kesini,’ batin Daniel kala Papa nya semakin melebarkan godaan kepada dirinya dan calon istri.
……
‘’Maksud Papa?’’ tanya Daniel kala papanya memberikan beberapa gambar rumah.
‘’Hmm, kami berencana memberikan rumah sebagai tempat tinggal kamu dengan Maryam setelah menikah nantinya dan anggap saja rumah ini merupakan hadiah pernikahan kalian berdua, jadi Maryam, kamu mau tinggal di rumah yang mana?” tanya Papa.
Maryam yang tak tahu menahu hanya menggaruk kepala nya yang tak terasa gatal.
‘Ternyata mereka memang begitu menginginkan pernikahan ini, aku jadi takut justru membuat kesalahan dan tak bisa membuat ceo dingin ini jatuh cinta padaku nantinya,’ cemas Maryam kala melihat Abi, Ummi dan calon mertua yang sangat antusias.
‘’Pa, untuk masalah rumah seharusnya Papa tidak perlu khawatir. Daniel bisa membeli rumah mewah manapun di kota ini dan jika Maryam mau tinggal di kompleks elit, Daniel bisa mendapatkan nya dengan mudah, jadi Papa tidak perlu melakukan semua ini,’’ ujar Daniel yang tidak suka ketika Papanya masih bersikeras memberikan ia dan Maryam rumah sebagai hadiah pernikahan.
‘’Daniel, kamu kenapa sih belum berubah juga? Kami hanya ingin memberikan ini sebagai hadiah kepada kamu dan Maryam, jika kamu menganggap hadiah rumah ini terlalu berlebihan dari Papa, namun apakah kamu akan menolak pemberian dari calon mertua kamu sendiri?’’ ucap Papa yang sangat sedih kala putranya tak pernah menerima hadiah sekecil apapun darinya.
Daniel menoleh kepada Abi dan Ummi, ia menghela nafas dan berkata, ‘’Maaf Abi, bukan maksud Daniel tak mau menerima hadiah ini, namun sebaik nya uang untuk membeli rumah ini Abi tabung saja untuk masa tua Abi dengan Ummi. Dan untuk masalah dimana kami akan tinggal, Daniel bisa mendapatkan nya dengan mudah, Maryam ingin tinggal dimana, saya bisa membeli rumah manapun yang di inginkan,’’
Maryam merasa jika calon suami nya ini memang terlahir keras kepala, dingin, dan ia mendapatkan kabar jika Daniel tak pernah dekat dengan seorang gadis selama ini.
‘Aku kok semakin ragu untuk membuat ceo ini jatuh cinta nantinya setelah menikah, kepribadian nya begitu bertabrakan dengan diriku, dia bagaikan hidup di kutub utara begitu beku dan berbeda dengan aku,’ cemas Maryam yang tak bisa membuat Daniel jatuh cinta setelah menikah nantinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments