Pukul 13.00 wib.
Maryam tengah duduk di halte sembari menunggu angkutan umum, dengan membalikkan lembar demi lembar sebuah buku tebal, gadis bercadar biru tersebut sangat asyik bahkan tidak sadar jika ada seorang yang tengah memperhatikan dirinya dari kejauhan dengan melangkah mendekat, senyuman manis di wajah tersebut tidak hilang, dan tiba-tiba berdehem.
‘’Eh, Bapak.’’
Maryam menutup buku dan bangkit berdiri, ‘’Kenapa Pak? Bukankah pekerjaan saya sudah selesai? Atau ada yang salah?’’
Pria dengan stelan jas hitam, brewokan tipis membuat semakin tampan saja belum lagi warna bola mata berwarna biru menjadi pelengkap ketampanan pria tersebut.
‘’Tidak, Maryam. Tugas yang kamu berikan sudah benar, oh yah kamu sedang menunggu angkutan umum lagi?’’
Maryam hanya mengangguk pelan.
‘’Bapak sendiri ngapain disini? Mobil bapak kenapa? Masuk bengkel atau sedang malas mengendarai mobil?’’ tanya Maryam yang membuat dosen nya justru tertawa lepas.
‘’Kenapa, Pak? Apa nya yang lucu?’’ tanya Maryam tak mengerti.
‘’Kamu yang lucu Maryam,’’ sahut dosen nya tersebut.
Kening Maryam berkerut, namun tiba-tiba …
‘’Astagfirullah!’’
Sebuah mobil mewah melaju dengan kecepatan penuh hingga berhasil membuat becek yang ada di jalanan aspal mengotori jas dosen nya Maryam.
‘’Bapak nggak apa-apa?’’ tanya Maryam dengan khawatir, terlebih rambut dosen nya juga terkena cipratan becek.
‘’Saya tidak apa, Maryam. Kamu sendiri bagaimana? Apakah ada pakaian kamu yang kotor?’’ tanya balik sang dosen.
Maryam hanya menggeleng pelan, mata nya justru tertuju kepada mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi tersebut, dirinya bergumam dalam hati, ‘Seperti nya mobil itu milik nya Mas Daniel, namun apa iya? Kenapa juga dia melaju dengan cepat seperti itu? Kan tidak mungkin ingin mencelakai kami berdua, hmm mungkin mobil orang lain.’
…..
‘’Maryam?’’
‘’Kamu kenapa melamun? Apakah kamu ada yang terluka?’’ tanya dosen nya.
Maryam hanya menggeleng pelan, sementara pria yang berada di dalam mobil, menghentikan mobil nya untuk memperhatikan apa yang terjadi di belakang sana, berkali-kali pria itu memukul setir kemudi nya.
‘’Sudah ku duga, semua wanita akan sama saja! Kesetiaan mana lagi yang bisa aku percayai? Gadis tertutup seperti Maryam saja masih berkomunikasi dengan pria lain, apalagi … awhg! Sial!’’ kesalnya yang melajukan mobil nya lagi.
Hanya menempuh perjalanan lima belas menit, dirinya sudah tiba di kantor nya sendiri, masuk ke dalam sana dengan wajah seram yang begitu menakutkan, tidak terpancar aura senyuman membuat semua pekerja tidak ada yang berani untuk menyapa ceo mereka.
Pria itu masuk ke ruangan pribadi nya dan menutup pintu dengan kasar, ia berkali-kali menghela nafas dan memukul tembok di ruangan tersebut, namun ketika berbalik dirinya justru di kagetkan dengan kehadiran seorang pria muda yang tengah duduk di sofa empuk berwarna gold sembari menyeduh kopi hangat nya.
‘’Kenapa lo ada di ruangan gue, hah!’’ kesal Daniel dengan melepaskan jas hitam nya lantas duduk di tempat kerja nya.
Pria itu hanya terkekeh dan kembali menyeduh kopi nya, ‘’Dan lo sendiri kenapa tiba-tiba sudah meledak-ledak saja? Ada apa?’’
Daniel hanya berdecak kesal, ia langsung membuka laptopnya dan mulai bekerja sementara teman pria nya itu bangkit berdiri dan melangkah melihat-lihat isi ruangan kerja Daniel.
‘’Dan jangan lo sentuh satu pun barang yang ada di ruangan ini!’’ ucap Daniel sembari focus bekerja.
‘’Iya, iya. Lo tuh masih belum berubah sama sekali, ke teman sendiri pelit nya minta ampun apalagi ke bini lo nanti,’’
Daniel tidak menanggapi ucapan dari temannya, ia sibuk memperhatikan layar laptop nya, bukan tengah sibuk memperhatikan masalah pekerjaan namun tengah melihat situs resmi kampus calon istrinya.
Teman Daniel yang heran ketika melihat keseriusan dari ceo sombong itu, ia diam-diam melangkah mendekat dan tertawa terbahak-bahak.
‘’Bro, lo sedang ngapain? Siapa gadis bercadar itu?’’
Daniel yang kaget, ia langsung menutup layar laptop dengan segera.
‘’Hmm, jangan-jangan rumor itu benar lagi.’’
Kening Daniel berkerut, ‘’Rumor apa?’’
‘’Rumor kalo lo sudah menikah, dan pasti gadis bercadar itu yang akan jadi istri lo kan?’’ tebak teman nya.
Daniel kembali duduk dengan memijit kening nya, ‘’Pasti bokap gue yang menyebar semua berita ini?’’
Teman Daniel hanya memberikan anggukan kepala.
‘’Bro, menurut lo gadis yang tertutup itu bagaimana? Apakah ada indikasi jika gadis seperti ini berselingkuh nantinya?’’ tanya Daniel dengan serius.
Teman Daniel duduk berhadapan, ‘’Lo sedang mencurigai calon istri lo ini?’’
Daniel memberikan anggukan hingga malah membuat teman nya itu justru semakin tertawa ngakak, dan tawa dari teman nya ini membuat Daniel bertanya-tanya.
‘’Sudahlah, kehadiran lo disini sama sekali tidak membantu masalah gue, mendingan lo pergi!’’ kesal Daniel.
….
‘’Bro, santai dong. Lo tuh kalo marah-marah begini terus, lo bisa cepat tuan anti, oh yah, gue sebenarnya penasaran satu hal, kenapa bokap lo itu terlalu memaksa lo untuk menikahi gadis ini?’’ tanya teman nya.
Daniel pun mengatakan dengan jujur alasan kenapa ia bisa menikah dengan Maryam, teman nya hanya mengangguk-angguk mengerti.
‘’Ohh, jadi gadis ini putri dari sahabat baik bokap lo. Dan ayah nya itu seorang ustadz?’’
Daniel kembali mengangguk pelan.
‘’Dan kenapa lo justru mencurigai nya?’’
Daniel terdiam, ia melangkah ke arah jendela dan menatap lurus ke depan sana.
‘’Bro, lo kan tahu kalo gue ini paling benci dengan pengkhianat, apalagi seorang wanita. Jadi …’’
Ucapan Daniel terhenti karena teman nya ini sudah kembali berkata, ‘’Jadi lo curiga jika gadis yang di jodohkan dengan lo akan berselingkuh nantinya?’’
Daniel menghela nafas dan memberikan anggukan pelan.
‘’Tadi sebelum kesini gue melihat dia tengah berduaan dengan seorang pria di halte, yah mau ngapain coba? Jika bukan tengah berkencan?’’
Teman Daniel semakin tertawa, bahkan tawa nya sulit untuk berhenti.
‘’Sudahlah, bro. pikiran lo itu sudah terlalu negative, kenapa lo tidak turun dan bertanya langsung kepada mereka? Kenapa main tuduh saja? Lo itu kan ceo kenapa untuk urusan asmara begini, lo bego nya minta ampun?’’
Teman nya itu justru melangkah keluar dari ruangan pribadi Daniel, namun di luar dirinya justru bertemu dengan seorang gadis bercadar yang sama persis di layar laptop nya Daniel.
‘’Eh tunggu,’’ cegah nya.
‘’Iya, Pak. Ada apa? Pak Daniel ada di dalam ruangan nya kan?’’ tanya Maryam dengan sopan.
‘’Ada, kamu … istrinya Daniel kan?’’
Maryam mengangguk pelan, pipinya sudah keburu merona untung pria asing itu tak dapat melihat.
‘’Hmm, bagus jika kamu sudah ada disini. Sekarang kamu jelaskan jika apa yang dilihat oleh suami kamu itu tidak benar, dia tengah merajuk tuh di dalam sana,’’
Setelah berucap pria itu kembali melangkah, sementara Maryam menatap tak mengerti.
‘’Merajuk kenapa?’’ tanya Maryam.
Pria itu menghentikan langkahnya dan berkata, ‘’Merajuk karena cemburu ketika melihat kamu bersama pria lain di halte,’’
Degg.
‘’Cih, sialan si Morgan, bisa-bisa nya dia ngomong seperti itu kepada Maryam. Pasti gadis itu tengah kepedean jika gue sudah suka lagi dengan dia!’’ kesal Daniel dari balik pintu.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments