Episode 10/ Dinner bareng calon istri

‘’Kemana saja kamu Maryam?!’’ 

Gadis bercadar itu lantas dengan cepat memutar tubuh nya, maka hal pertama yang terlihat adalah raut dingin dan mematikan dari Daniel, Maryam hanya bisa menghela nafas nya berkali-kali, ia sungguh masih belum terbiasa dengan wajah kutub es tersebut.

Daniel melangkah mendekat dan berkata, ‘’Kamu lupa dengan tugas kamu disini? Kenapa kamu masih berkeluyuran di luaran sana sementara kamu tahu jika rapat akan segera di mulai!’’

Maryam akhirnya memberanikan diri untuk menatap sorot dingin dan menakutkan tersebut dengan berkata, ‘’Bukan kah tugas saya hanya memberikan jadwal? Dan saya tidak di perintah kan untuk ikut ke ruangan rapat, Bapak Daniel yang terhormat.

Daniel berdecak kesal, ‘’Kamu sekretaris saya atau sekretaris Papa saya?!’’

‘’Yah sekretaris Bapak lah, namun … yang meminta saya untuk bekerja disini tetap lah Papa nya Bapak,’’ sahut Maryam yang membuat Daniel semakin kesal, dirinya paling anti jika berhadapan dengan seorang wanita dan wanita itu tidak mau kalah dalam beradu argument dengan nya dan untuk hal sekecil apapun, ceo dingin itu pantang sekali untuk di kalahkan.

‘’Kamu mau saya pecat!’’ ancam Daniel.

Maryam justru menyahut dengan berkata, ‘’Yah, bagus dong jika begitu. saya pun tidak perlu terlalu merepotkan diri bekerja di perusahaan ini dan bisa focus pada kuliah saya,’’

Daniel berdecak kesal dan menarik lengan baju Maryam, gadis bercadar itu sudah seperti anak kucing yang di bawa oleh tuan nya, semua pekerja kantor justru saling melirik tak percaya, ternyata ada juga gadis yang berani membantah ucapan ceo dingin tersebut.

‘’Ih, lepaskan Pak!’’ ucap Maryam yang masih memiliki rasa malu ketika di tenteng bagaikan anak kucing oleh Daniel.

Namun pria itu sama sekali tak peduli, dirinya terus melangkah hingga keduanya masuk ke dalam lift dan barulah di sana ia melepaskan Maryam dengan berkata, ‘’Kamu ini … kenapa menjadi gadis yang sangat resek dan menyebalkan sekali? Kenapa kamu tidak bisa menurut saja dengan perintah saya? Kenapa kamu selalu berusaha beradu argument dengan saya, hah!’’

Maryam melirik sekilas kepada Daniel, ia kemudian terkekeh dengan berkata, ‘’Maaf, Pak. Namun jika Bapak hanya mencari gadis yang selalu menuruti kemauan atau perintah Bapak, maka jelas Anda salah orang!’’

‘’Kamu tahu kan posisi kamu disini sebagai apa?! Kamu ini hanya sekretaris saya, jadi jangan banyak bicara kamu! Ikuti saja semua perintah saya, kenapa harus ada kata bantahan di kamus hidup kamu, hah!’’ ucap Daniel yang memang tidak suka dengan kata persaingan.

…..

‘’Bapak ingin saya menuruti semua ucapan yang Bapak sampaikan? Sekalipun itu salah?’’  tanya Maryam yang membuat Daniel menatap lekat Maryam.

‘’Semua perintah yang saya ucapkan sudah pasti benar, jadi … jika saya perintahkan a maka lakukan a, jangan berusaha membantah apalagi kamu berusaha beradu argument dengan saya!’’

Maryam hanya terkekeh, ‘’Well, saya mengerti kenapa Bapak tidak menikah,’’

Pintu lift terbuka, Maryam melangkah terlebih dahulu, ceo dingin itu ikut keluar dan mengejar langkah Maryam, namun ketika ingin kembali berkata, seorang klien dari Jerman sudah melambaikan tangan kea rah mereka berdua.

‘Selamat kamu hari ini, Maryam. Namun belum tentu dengan hari berikut nya, saya paling anti dengan kata kompetisi! Dan seperti nya kamu ingin bersaing dengan saya!’ batin Daniel menatap dengan wajah dingin bagaikan vampire kepada calon istrinya sendiri.

….

Percakapan dengan bahasa inggris.

‘’Bagaimana kabar Anda, Bapak Daniel?’’

Daniel memberikan senyuman dan memperkenalkan Maryam sebagai sekretaris baru nya, kedua rekan kerjanya menatap dari ujung rambut hingga ujung kaki Maryam.

‘’Sekretaris Anda?’’

Daniel memberikan anggukan, dan Maryam yang mengerti apa maksud dari tatapan tersebut, lantas berkata, ‘’Hmm, ini namanya gamis dan kain tipis yang saya kenakan ini namanya cadar,’’

Kedua rekan kerja Daniel hanya memberikan anggukan kepala, mereka semua masuk ke dalam ruangan rapat, Maryam duduk bersebelahan dengan Daniel, ia yang pertama kali berada di ruangan rapat para pengusaha, jelas membuat dirinya kebingungan.

‘Aduh, hal apa yang harus aku lakukan di ruangan ini? Jangan bilang jika ceo dingin ini meminta aku yang melakukan persentasi, aku kan belum pernah melakukan nya sebelum ini, kecuali persentasi di dalam kelas,’ batin Maryam yang begitu grogi.

Daniel yang mengerti hanya memberikan senyuman miring dengan membatin, ‘Kamu salah memilih lawan, Maryam!’

…..

‘’Maryam, silahkan! Perwakilan dari perusahaan kita!’’ ucap Daniel yang memberikan sebuah senyuman aneh di wajah tampan tersebut.

Maryam hanya bisa menelan ludah nya sendiri, namun ketika perusahaan sebelah tengah menerangkan, gadis bercadar itu menyimak dengan sangat seksama, setidak nya ia ada sedikit materi tentang bagaimana cara ia memperkenalkan perusahaan Daniel.

Maryam menghela nafas berat nya dan melangkah maju dengan memejamkan mata sejenak, detik berikut nya kedua bola mata indah itu terbuka, gadis bercadar tersebut berusaha untuk tersenyum dan memulai persentasi.

Lima belas menit sudah berlalu, sekalipun Maryam mengalami masalah di menit-menit awal, namun dirinya bisa beradaptasi dengan cepat, alhasil gadis bercadar tersebut mulai terbiasa.

Semua anggota rapat kagum dengan kepiawaian Maryam yang begitu tanggap dalam memberikan respon, dan jujur Daniel terkesima dengan bagaimana cara calon istrinya untuk menghadapi masalah dan keluar dari masalah tersebut dengan bijak.

‘Lumayan juga gadis itu, saya pikir dia hanya gadis kampungan mengingat pakaian norak yang di gunakan setiap hari,’ batin Daniel yang secara tidak langsung mulai menunjukkan ketertarikan nya kepada Maryam.

Selesai rapat.

Persetujuan di dapatkan dan itu semua tak terlepas dari bantuan Maryam yang sangat bijak ketika mengalami sedikit permasalahan, ketika salah seorang pria muda hendak bersalaman dengan Maryam, gadis itu justru menyilangkan tangan ke dada dengan sedikit menundukkan kepala, dan hal itu membuat pria muda tersebut heran dan bertanya kenapa Maryam tidak mau berjabat tangan dengan dirinya.

‘’Maaf, tapi kita bukan muhrim jadi dalam agama saya dua orang yang berlawanan jenis tidak di perbolehkan berjabat tangan sekalipun hanya bersentuhan,’’ jelas Maryam yang membuat pria itu memberikan anggukan, sekalipun dirinya masih belum memahami ucapan Maryam.

Ketika kedua rekan kerja Daniel yang berasal dari Jerman meninggalkan perusahaan megah tersebut, Daniel kembali memanggil Maryam, gadis bercadar yang hendak naik dengan motor nya turun.

‘’Apa lagi? Jam kerja aku sudah selesai, bukan?’’ tanya Maryam.

‘’Hmm, memang benar, jika jam kerja kamu telah selesai. Namun …..’’

‘’Kamu harus pulang dengan saya!’’

Maryam jelas sangat kaget, tidak ada angin tidak ada mendung, ceo yang terkenal sangat dingin tiba-tiba mengajak nya untuk pulang bersama.

‘Hmm, mencurigakan sekali, jangan bilang jika ceo ini ingin mengerjai aku!’ batin Maryam yang begitu waspada ketika berhadapan dengan calon suaminya sendiri.

‘’Kenapa? Kamu jangan berpikir dan sampai kegeeran jika saya mengajak kamu pulang bareng, itu karena saya suka sama kamu, tidak akan pernah! Ini hanya sebagai bentuk terima kasih karena kamu sudah menyelesaikan dengan baik rapat barusan, jangan ke geeran jadi cewek!’’ ujar Daniel yang tingkat percaya dirinya begitu tinggi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!