Episode 4/ Teman naksir calon istri

Episode 4/ Teman naksir calon istri

Dengan bermodalkan gps, Daniel melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ke tempat yang sudah di berikan oleh Maryam. Dari kejauhan terlihat ada seorang gadis bercadar yang tengah melambaikan tangannya, namun kening pria tampan tersebut justru heran kenapa ada banyak anak kecil.

Daniel lantas turun dari mobil dengan kondisi panik, ‘’Dimana Abi kamu?’’

Maryam tidak langsung menjawab, namun ia bergegas masuk ke dalam mobil mewah Daniel dengan membawa seorang anak laki-laki ikut masuk.

‘’Ayo cepat, Pak! Kita ke rumah sakit sekarang!’’ ujar Maryam ketika Daniel masih nge lag dan belum memahami situasi yang tengah terjadi.

Daniel menghela nafas, ia pun bergegas melajukan mobilnya ke rumah sakit terdekat, tidak membutuhkan waktu lama, hanya tiga puluh menit mereka sudah sampai di rumah sakit permata bunda.

Daniel bisa melihat kecemasan dari gadis bercadar yang baru sehari ia temui terhadap anak laki-laki di dalam ruangan sana.

‘’Sebaiknya kamu duduk Maryam, nggak ada gunanya juga mondar-mandir begitu, tunggu saja. Dokter pun pasti berusaha melakukan yang terbaik pada anak kecil itu,’’ saran dari Daniel yang berkata namun menatap layar ponselnya.

Maryam duduk beberapa kursi dari Daniel, tingkahnya ini membuat pria tampan itu semakin heran, ‘’Kenapa duduknya sangat jauh begitu? kamu pikir saya bau?’’

Maryam dengan cepat menggelengkan kepalanya, ‘’Bukan begitu, Pak … hanya saja ….’’

‘’Hanya saja apa? Kamu menganggap jika saya ini pria yang berpikiran mesum? Begitu maksud kamu?’’ tanya Daniel yang menatap kepada Maryam dengan tatapan tajam.

Tatapan tajam Daniel berhasil membuat bulu kuduk Maryam ikut merinding, ‘’Bukan begitu ….’’ Jawab Maryam dengan terbata-bata.

Daniel sangat heran namun di lain sisi ia pun gemas dengan sikap Maryam, padahal semua wanita ingin sekali dekat dengannya, berbagai cara akan mereka lakukan hanya untuk bisa dekat dengan pria tampan yang berhati dingin, tetapi … dirinya menemukan hal berbeda dari gadis bercadar yang akan menjadi istrinya sebentar lagi.

Daniel duduk mendekat namun Maryam malah semakin menjauh, keningnya pun berkerut hingga di lakukan hal yang sama, namun gadis bercadar tersebut terus berusaha menjauh.

‘’Kamu kenapa menjauh sih? Apakah kamu alergi dengan saya? Gadis aneh sekali, padahal semua wanita di luaran sana berusaha untuk dekat dengan saya, namun … kamu malah menjauh seakan jijik dengan saya ini,’’

Maryam justru tertawa lepas di rumah sakit mendengar ucapan dari calon suaminya, nasib baik kondisi koridor rumah sakit tersebut sedang sepi, alhasil tidak akan ada yang marah mendengar suara cempreng Maryam.

‘’Kenapa kamu malah tertawa begini? Apa kamu pikir saya sedang bercanda?’’ tanya Daniel yang masih memberikan tatapan tajam kepada calon istrinya.

Maryam menggelengkan kepala dengan cepat, ‘’Bukan begitu, hanya saja … apakah Bapak mengharapkan saya melakukan hal yang sama?’’

‘’Hal yang sama? Apa maksud kamu?’’ ujar Daniel yang mendadak menjadi bodoh ketika berhadapan dengan Maryam.

‘’Yah itu … yang Bapak bilang barusan, Bapak berharap saya melakukan hal yang sama seperti wanita lainnya? Berusaha mepet-mepet ke Bapak dan berusaha menggoda Bapak? Itu kan maksudnya Bapak kepada saya?’’

Daniel memberikan anggukan dengan mantap hingga membuat Maryam tertegun.

‘’Kenapa sekarang menjadi diam? Beberapa detik yang lalu tawanya cempreng amat sekarang malah diam seperti kucing kena pukul!’’ ujar Daniel dengan tersenyum menyeringai.

‘’Apakah Bapak pikir semua wanita sama?’’ tanya Maryam dengan mengecilkan nada bicaranya.

‘’Jelas sekali!’’ ucap Daniel tanpa keraguan.

…..

Maryam menghela nafasnya, Ia menatap lurus ke depan sana dan mulai berkata, ‘’Bapak salah, tidak ada yang tercipta sama di dunia ini, apalagi wanita ….’’

Maryam kemudian menoleh kepada Daniel yang tengah memperhatikannya dengan seksama, ‘’Jangan bilang jika Bapak berpikir saya mau menerima perjodohan ini karena menginginkan harta kekayaan Bapak?’’

‘’Jelas, semua wanita hanya cinta dengan uang dan kekayaan termasuk kamu! Sekarang … jangan berlagak sok suci di hadapan saya, karena saya tahu tabiat asli kamu! Kamu sama seperti gadis di luaran sana, gadis yang hanya mengincar semua kekayaan saya!’’ ujar Daniel yang justru merendahkan calon istrinya sendiri.

Maryam sama sekali tak marah dengan ucapan Daniel, ia bangkit berdiri, namun sebelum melangkah pergi, Maryam sempat berkata kepada calon suaminya tersebut.

‘’Terima kasih dan maaf saya sama sekali tidak tertarik dengan uang Anda, Pak Daniel! Saya pun punya uang jadi saya tidak butuh itu!’’

Daniel menatap punggung Maryam yang melangkah menjauh padanya, ia berdiri di depan ruangan anak kecil tersebut dengan mondar-mandir mencemaskan yang ada di dalam sana.

‘Sih, kamu masih berlagak sok suci di hadapan saya Maryam! Saya tahu, kamu hanya berpura-pura dan jika tiba waktunya kamu pun semua tabiat asli kamu akan ketahuan, dan faktanya kamu menerima perjodohan ini karena ada yang kamu incar, dan itu adalah semua kekayaan saya!’ batin Daniel yang masih bersikeras pada pikirannya sendiri dan menganggap jika Maryam pun sama seperti gadis lainnya.

….

Sepuluh menit berikutnya.

‘’Bagaimana keadaan Ali, Dokter? Apakah dia baik-baik saja? Tidak ada penyakit yang serius kan, Dok?’’ Maryam pun melontarkan banyak pertanyaan karena ia begitu cemas dengan kondisi anak kecil di dalam sana.

Daniel pun menghampiri Maryam, hari sudah semakin larut, ia pun hendak kembali ke rumah dan istirahat karena besok pagi dirinya masih harus bekerja.

‘’Tenang saja yah, Mbak. Pasien baik-baik saja dan sekarang sedang istirahat, jika sudah membaik besok bisa di bawa pulang,’’ jelas Dokter yang membuat Maryam bernafas lega.

‘’Terima kasih Dok, terima kasih banyak Dokter,’’

Dokter muda dan berperawakan arab itu memberikan anggukan kepala, namun ia kaget ketika melihat Daniel.

‘’Daniel?’’

‘’Abu?’’

Kedua pria tampan tersebut saling berjabat tangan, ‘’Bagaimana kabar kamu Daniel? Sudah sangat lama sekali kita tidak bertemu,’’

‘’Saya baik seperti yang kamu lihat, dan sepertinya kamu sudah berhasil mencapai cita-cita kamu Abu, selamat.’’ Sahut Daniel.

Kedua pria tampan tersebut adalah teman masa SMA, Abu menoleh kepada Maryam dan kemudian menoleh kepada Daniel.

‘’Dia bukan istri saya!’’ ucap Daniel yang mengerti hal apa di dalam pikiran teman masa sma nya ini.

‘’Hmm, baiklah. Saya pikir kamu sudah menikah mengingat kamu sama sekali tidak ada niatan sedikit pun untuk memiliki pasangan,’’ sahut Abu yang hanya memberikan anggukan mengerti.

‘’Hmm,’’

‘’Bagaimana dengan kamu? Apakah sudah menemukan gadis yang ingin kamu nikahi? Bukannya kamu yang ingin nikah cepat dan jangan bilang jika kamu pun belum menikah hingga detik ini,’’ tebak Daniel yang hanya mendapatkan anggukan dari Abu dengan cengengesan seraya menggaruk kepala yang tidak gatal.

Sementara Maryam menoleh kepada Daniel dan bergumam sendiri, ‘Jadi … dia memang tidak ada niatan untuk mempunyai keluarga, oleh sebab itu juga dia berkata jika aku menerima perjodohan ini hanya karena hartanya,’

~Bersambung.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!