episode 18/ Menikah dengan saya karena harta!

Setelah seharian penuh Maryam mengajak suami nya sendiri berkeliling kampus, gadis bercadar itu sangat kelelahan, terutama terik matahari yang membuat gadis itu begitu kehausan.

‘’Astagfirullah!’’ pekik kaget Maryam kala ada sesuatu yang dingin menyentuh kening nya.

Daniel memberikan sebotol air mineral dingin kepada Maryam, gadis itu dengan malu-malu mengambil botol mineral tersebut, di karenakan haus ia berusaha membuka langsung namun entah kenapa segel botol tersebut sangat sulit untuk ia buka.

Daniel terkekeh dan mengambil botol mineral tersebut yang kemudian ia segera membukakan nya.

‘’Itu saja lemah! Yah kali hanya membuka segel botol ini tidak bisa,’’ ledek Daniel yang membuat Maryam semakin kesal.

Gadis bercadar itu langsung meminum hingga habis namun suami nya justru memperhatikan begitu lekat kala Maryam menghabisi air mineral tersebut.

Tatapan Daniel berhasil membuat Maryam tersendat, ‘’Kenapa melihat ku seperti itu? Memang nya ada yang salah? Atau … kamu ingin aku ganti rugi air mineral yang kamu berikan ini, Mas?’’

Belum sempat Daniel berkata, gadis bercadar itu kembali berkata, ‘’Cih! Membantu orang kok mengharapkan imbalan sih, emang kelihatan sekali tidak ikhlas nya!’’

Daniel sontak terkekeh, ia menyentil dengan gemas hidung Maryam dan kembali berkata, ‘’Hello! Jangan kan satu botol air mineral, satu pabrik pun aku bisa mendapatkan nya dengan mudah!’’

‘’Terus kenapa kamu melihat aku seperti barusan? Seakan kamu itu menagih janji saja,’’ ucap Maryam.

‘’Hmm, apakah kamu tidak kesulitan minum dengan kain itu?’’ tanya Daniel yang menunjuk kepada cadar hijau Maryam.

Gadis itu menggelengkan kepala hingga membuat banyak pertanyaan muncul di kepala nya, ‘’Dan apakah kamu tidak merasakan sesak?’’

Maryam menggelengkan kepala, ‘’Memangnya kenapa? Hmm, aku tahu … kamu kan seorang pengusaha pasti gadis yang kamu inginkan itu gadis dengan pakaian seksi yang terbuka, sementara aku kan hanya seorang gadis biasa dan tak ada yang bisa kamu banggakan dari tubuh ku ini kepada semua orang, wong aku tertutup begini. Dan mungkin itulah alasan kenapa kamu tidak memberikan izin agar pernikahan itu terdengar oleh banyak orang karena … kamu malu memiliki istri seperti aku, bukan begitu, Mas?’’ 

Dan untuk kesekian kalinya Daniel menyentil hidung Maryam, ‘’Kenapa sih hal-hal konyol selalu bermain di otak kecil kamu itu? Apakah saya sudah mengatakan kepada kamu alasan kenapa saya tidak mau pernikahan ini bocor ke public?’’

Maryam hanya terdiam.

‘’Kamu tak akan mengerti, bahkan setelah aku mengatakan nantinya apa alasan ku,’’ ujar Daniel yang kemudian melangkah pergi begitu saja, hingga membuat Maryam merasa bersalah dengan ucapan nya sendiri.

….

Maryam berusaha mencari dimana keberadaan Daniel di area kampus, namun tak terlihat sedikit pun hingga ia kembali bertemu dengan rector kampus.

‘’Maryam, kamu kenapa gelisah?’’ tanya Pak Rektor yang langsung di jawab dengan gelengan kepala.

‘’Oh yah, terima kasih karena kamu sudah mengajak berkeliling Pak Daniel, dan ia sangat senang karena kamu sudah menjelaskan semuanya dengan detail,’’ sambung pak rector yang membuat Maryam terbelalak kaget.

‘’Jadi … ceo itu sudah pergi, Pak?’’ tanya Maryam dengan tak percaya, ia yang merasa bersalah dan beranggapan jika mungkin saja Daniel ngambek atau kesal padanya, namun justru suaminya tersebut sudah pergi tanpa berpamitan padanya.

Daniel yang nyatanya belum pergi, ia masih berada di kampus dan lebih tepatnya di atas sana. Dirinya sedari tadi memperhatikan Maryam yang sedang kehilangan.

‘’Hmm, apa aku harus membuka hati sekarang dengan gadis menyebalkan seperti Maryam?’’ pikir Daniel kala ia teringat dengan ucapan teman-teman nya untuk bisa jatuh cinta kepada istrinya sendiri, namun di lain sisi rasa takut terhadap masa lalu masih terus menghantui Daniel, ceo itu jadi takut untuk mengenal cinta bahkan sampai menaruh hati kepada seorang wanita.

Daniel berkali-kali menghela nafas di atas sana, ia meraih ponsel yang berada di saku celana dan langsung menelepon seseorang.

‘’Bagaimana? Apakah sudah kamu temukan rumah yang saya minta untuk di carikan dengan cepat?’’ 

[Maaf, Pak. Kami belum bisa menemukan rumah yang Bapak inginkan,]

‘’Kenapa bisa begitu? jangan bilang kepada saya jika kalian semua tidak berusaha mencari!’’

[Bukan begitu, Pak. Namun semua rumah mewah yang Anda inginkan sudah di beli oleh orang lain terutama kawasan ibu kota,]

Daniel langsung memutuskan sambungan telepon dengan sepihak, ia teringat dengan perjanjian bersama Papa nya, jika dalam waktu seminggu ini ia tidak bisa mendapatkan rumah yang akan di tempati bersama dengan Maryam, maka hadiah rumah megah tersebut mau tidak mau harus di terima olehnya.

Sementara Daniel pantang menerima hadiah dari orang lain, termasuk dari keluarga dekat nya sendiri, bagi ceo tampan namun di cap sombong tersebut, hadiah sama dengan penghinaan.

‘’Aku harus bisa mendapatkan rumah yang aku inginkan besok, jangan sampai aku di permalukan oleh Papa!’’

…..

Maryam seperti biasa sudah pulang, ia memasuki kawasan megah tersebut dengan begitu lelah, sambutan hangat yang di berikan oleh semua pekerja di sana, bagi gadis bercadar yang hidup dengan kesederhanaan sangatlah berlebihan.

Sambutan hangat seperti disapa bagaikan ratu, belum lagi tas sandang Maryam yang di bawakan, sepatu yang di letakkan oleh para pembantu di sana membuat gadis tersebut merasa terlalu di istimewakan.

‘’Eh, untuk ini saya bisa sendiri!’’ ucap Maryam kala pelayan hendak membuka kan jas yang ia pakai.

Gadis bercadar itu menaiki tangga sembari garuk-garuk kepala, ia sangat asing dengan kemegahan yang terjadi, di dalam kamar belum lagi semua pelayan sudah berbaris menyambut kedatangan Maryam.

‘’Selamat pagi Nyonya besar,’’ sapa para pelayan yang langsung menawarkan air hangat kepada Maryam.

‘’Terima kasih,’’ ucap Maryam kala semua pelayan dengan cekatan melakukan pekerjaan mereka.

…..

Tiga puluh menit telah berlalu.

Maryam sudah selesai di kamar mandi, namun ketika keluar ia sontak kaget karena semua pelayan di rumah megah tersebut masih berada di dalam kamar.

‘’Kenapa semuanya masih ada disini?’’ tanya Maryam yang berusaha menutupi tubuh bagian atas nya.

‘’Silahkan di pilih, Nyonya besar. Anda mau mengenakan pakaian yang mana untuk hari ini,’’ 

Maryam hanya menepuk kening nya sendiri, ia menghela nafas berkali-kali di saat semua pelayan sangat memperlakukan dirinya bagaikan ratu di rumah megah tersebut.

‘’Nyonya besar mau makan di bawah atau kami antarkan ke kamar?’’

Maryam sedang berpikir dan berkata, ‘’Saya akan makan di bawah saja, Mbak.’’ 

…..

Ketika semua pelayan meninggalkan ruangan kamar, Maryam langsung merebahkan tubuh nya di atas ranjang empuk tersebut sembari memejamkan mata.

‘’Padahal tadi pagi …. Rumah ini sangat sepi, namun kenapa sekarang semua nya mendadak rame sekali, seperti ada yang tidak beres,’’ gumam Maryam yang mengambil ponsel di atas nakas.

Di saat yang bersamaan, sebuah pesan dari suaminya masuk, gadis bercadar itu langsung memeriksa dan seketika matanya terbelalak sempurna membaca pesan dari Daniel.

[Bagaimana, Tuan Putri? Apakah ini yang kamu harapkan ketika berhasil menikah dengan saya?]

Maryam meremas seprai mewah tersebut, ia kembali memasang cadar dengan cepat dan langsung turun.

‘’Ceo itu sudah keterlaluan, apakah ia berpikir aku mau menikah dengan nya hanya karena kekayaan?!’’

…..

Bersambung.

Follow akun Instagram @Zadreammi untuk melihat visual pemain.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!