Episode 8/ Apakah aku harus mencintai Maryam?

Episode 8/ Apakah aku harus mencintai Maryam?

‘’Kenapa?’’ tanya Maryam yang membuat Daniel bangkit berdiri.

Pria itu melangkah mendekat dan segera mengamankan buku yang hendak di sentuh oleh Maryam.

‘’Jika saya bilang tidak boleh, maka kamu jangan pernah menyentuh buku manapun! Mengerti!’’ ujar Daniel.

Ceo itu begitu marah hanya ketika Maryam ingin mengetahui buku yang ada di salah satu rak, gadis bercadar tersebut semakin di buat penasaran oleh calon suami nya itu, seakan banyak misteri yang berusaha di sembunyikan.

Maryam masih menatap punggung calon suaminya yang meletakkan buku itu di rak berbeda, dan ketika Daniel memutar tubuh nya, tatapan mereka bertemu dan saling tatap dalam waktu lama.

‘’Kamu jangan pernah berbuat hal apapun disini! Ingat, ini ruangan saya!’’ ucap Daniel yang kembali duduk di kursi kerja nya, ia pun kembali focus dengan pekerjaan sementara Maryam semakin penasaran.

‘Aku semakin yakin ada banyak hal yang berusaha di sembunyikan oleh pria itu, apa-apa jangan dia memang seorang pria berhati psikopat?’ batin Maryam.

Daniel yang mengerti jika dirinya tengah di perhatikan, ia langsung menatap dengan begitu tajam kepada Maryam, ‘’Pekerjaan kamu sudah selesai di ruangan ini, silahkan kembali ke ruangan kamu!’’

Maryam melangkah mendekat ke meja kerja nya Daniel, ketika ia hendak melirik apa saja yang ada di atas meja ceo dingin itu, namun justru Daniel bangkit berdiri dan menyerahkan berkas yang di berikan oleh Maryam.

‘’Silahkan keluar dari ruangan ini!’’ titah Daniel.

Kening Maryam berkerut, ‘’Hmm, saya mencium aroma yang begitu kuat dan aroma itu sangat lah mencurigakan!’’

Daniel sama sekali tak merespon, pria itu terus memperhatikan Maryam hingga keluar dari ruangan kerja nya.

…..

‘’Astagfirullah!’’ pekik kaget Maryam yang tak sengaja menabrak salah seorang pria dengan tubuh kekar.

Maryam seketika kaget dengan wajah tampan yang ada di hadapan nya, pria itu mempunyai mata biru, rambut panjang ala eropa dengan warna blonde.

‘’Astagfirullah,’’ ucap Maryam untuk kedua kalinya.

Kening pria itu berkerut, ‘’Kamu menyebut apa barusan?’’

Daniel segera mendekat, ‘’Sudahlah, tidak perlu di ladeni gadis ini!’’

Maryam mendengus kesal dengan sikap semena-mena Daniel, ‘’Cih, psikopat!’’

Daniel memutar tubuh nya dengan menatap tajam kepada Maryam, dan gadis itu segera berlari menjauh sementara pria tampan yang berdiri di samping Daniel hanya terkekeh dengan berkata, ‘’Bro, jika setiap ada cewek dan lo selalu memberikan tatapan seperti itu! Jelas tidak ada yang mau dengan lo! Sekalipun lo tampan dan lo kaya, bisa-bisa mereka sudah takut duluan,’’

‘’Yah, bagus dong jika begitu. sudahlah, lo udah datang telat malah sibuk dengan urusan gue!’’ sahut Daniel yang tidak suka jika hidup nya terlalu di ikut campuri oleh orang lain.

‘’Sorry, sorry bro. emang nya gadis itu siapa sih? Kok dia bisa keluar dari ruangan lo? Lo dan dia nggak macam-macam kan di dalam sana?’’ tebak teman pria Daniel.

‘’Sih! Lo pikir gue tuh cowok apaan, hah! Dia itu Maryam dan ….’’ Ucapan Daniel seketika terhenti.

‘’Dan ….’’

Daniel menghela nafas, ‘’Dan dia calon istri nya gue!’’

Teman pria Daniel jelas sangat kaget dengan ucapan tersebut, ‘’Halah, lo pasti bercanda kan? Yah kali seorang Daniel memikirkan tentang pernikahan, benar-benar tidak percaya gue!’’

‘’Kalo lo tidak percaya juga tidak masalah,’’ sahut Daniel yang melangkah ke dalam ruangannya, dan mau tak mau teman pria nya itu menurut.

‘’Hei, gitu aja lo marah!’’ ucapnya yang mengejar langkah Daniel ke dalam ruangan.

…..

Maryam tengah duduk di taman depan kantor nya Daniel, ia memang akan selalu datang ke tempat sepi dan tentram hanya untuk membuat jiwa nya damai.

‘’Huh, calon suami ku itu memang lah tampan, namun …. Sifat dingin nya itu sungguh lah menyebalkan! Dan sekarang aku harus menjadi sekretaris pribadi nya, bertemu dengan nya setiap hari, harus berhadapan dengan wajah kutub es itu setiap detik! Lagian kenapa juga calon papa mertua sangat memaksa aku untuk menjadi sekretaris nya sih?’’ gumam Maryam dengan membuang kerikil-kerikil kecil ke dalam sebuah danau.

Tanpa Maryam sadari, ada seorang pria yang terus mengawasi dirinya dari atas sana, yah Daniel pria itu sedang istirahat dan akan menghabiskan waktu istirahat di balkon ruangan nya, dengan di temani secangkir kopi hitam pekat, ia kembali mengulaskan sebuah senyuman ketika menatap dari kejauhan Maryam, calon istrinya.

‘’Aku masih penasaran kenapa gadis itu selalu mengenakan kain tipis di wajah nya? Apa yang ia tutupi sebenarnya?’’ pikir Daniel, ia masih belum sempat melihat secara seksama wajah di balik cadar itu.

Daniel kembali menyeduh kopi hitam nya yang mulai mendingin dan kembali menerawang ketika Maryam membuka cadar nya ketika awal pertemuan keluarga di rumah nya Maryam, namun pria itu yang selalu sibuk hingga membuat dirinya hanya melirik sekilas dan kembali ke kantor.

‘’Hei, kenapa lo selalu menatap gadis itu sih? Sudah lebih dari sepuluh menit loh ini!’’ ujar teman nya Daniel.

‘’Lo menguntit gue yah?’’ sahut Daniel dengan santai.

Pria itu terkekeh, ‘’Yah siapa yang tidak akan menguntit lo coba? Sekarang coba jawab pertanyaan gue barusan, sedang apa lo disini dan terus menatap gadis itu dari kejauhan?’’

Daniel sejenak berpikir, ‘’Lo kan sudah ahli nya untuk urusan asmara, menurut lo seandai nya lo menikah dengan gadis yang tidak lo kenal, bagaimana? Apakah mungkin cinta itu akan hadir?’’

Pria itu kembali terkekeh dengan berkata, ‘’Bro, gue memang jago untuk masalah menaklukkan hati wanita, namun gue tidak pernah ke jenjang serius seperti lo ini, lo akan menikah sementara gue saja hanya bertahan beberapa bulan dengan mantan-mantan gue,’’

Daniel menghela nafas, ‘’Apa mungkin pernikahan gue dengan Maryam akan bertahan lama? Secara gue dan dia saling tidak kenal, dan sifat nya itu terlalu menyebalkan buat gue! Petakilan nya itu sungguh merepotkan!’’ ucap Daniel yang membuat teman nya itu semakin terkekeh, sementara Daniel menatap dengan heran.

‘’Apa yang lo tertawai? Memang nya ada yang lucu dengan ucapan gue barusan?’’ tanya Daniel yang masih tidak mengerti kenapa temannya justru seakan sedang meledek dirinya.

…..

‘’Bro, lo bilang barusan jika lo dan gadis itu baru saja bertemu dan tidak saling kenal. Namun … sekarang lo seakan mengatakan jika lo begitu mengenal calon istri lo itu, bukan kah aneh?’’

Daniel terdiam.

‘’Lagian gini yah, menurut gue lo dan gadis itu emang udah cocok, bukan cocok tapi emang udah cocok banget! Secara lo yang dingin bagaikan kutub es ini memang harus bersama gadis yang ceria seperti calon istri lo itu. Sudahlah, lo terima saja dengan lapang dada pernikahan ini, lagian untung nya pun ke lo juga,’’

‘Apa gue memang harus membuka hati untuk Maryam?’ pikir Daniel seraya kembali memperhatikan calon istrinya di bawah sana.

Bersambung.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!