Episode 5/ Maryam oh Maryam
Daniel yang sadar jika sedang di tatap oleh Maryam, ia berkata tanpa menoleh, ‘’Kenapa kamu menatap saya seperti itu? Saya colok juga mata kamu nanti!’’
Maryam berdecak kesal dan langsung memalingkan wajahnya, ‘’Cih, psikopat!’’
Abu hanya tertawa dengan respon dari gadis bercadar yang belum ia kenal, melihat betapa ketus nya Daniel kepada gadis itu membuat Abu yakin jika mereka memang tidak ada hubungan apapun, namun jauh di benaknya masih banyak pertanyaan, kenapa Daniel bisa bersama dengan gadis ini di rumah sakit dan siapa anak kecil di dalam sana.
‘’Sudah, sekarang sebaiknya kamu istirahat di ruangan bersama anak kecil itu!’’ ujar Daniel yang membuat Maryam semakin kesal.
Maryam langsung masuk ke dalam ruangan namun dirinya tak lupa untuk mengucapkan salam sebelum pintu itu benar-benar tertutup.
‘’Kenapa lagi Maryam?’’ kesal Daniel.
‘’Ish, judes banget sih jadi Om-om!’’
Abu yang mendengar ucapan Maryam langsung tertawa ngakak, namun Daniel sontak saja menginjak kaki nya Abu hingga membuat dokter tampan itu menjerit kesakitan, terlebih Daniel menoleh dengan tatapan tajam kepada teman masa sma nya itu.
‘’Cih, memang psikopat Anda! Padahal aku hanya mau bilang assalamualaikum,’’
Karena Daniel tak kunjung membalas ucapannya, alhasil Maryam kembali mengoceh, ‘’Yang nggak jawab, aku doakan masuk surga, amin.’’
Abu begitu tertarik kepada Maryam, menurutnya gadis tersebut begitu periang, dan semua aura yang terpancar sangat bahagia, jika ia bisa bersama dengan gadis bercadar tersebut, sudah bisa di pastikan jika ia pun akan sangat gembira nantinya.
Berbeda dengan apa yang di rasakan oleh Abu, justru Daniel pria yang akan menjadi suami resmi dari Maryam sangat kesal, bagi dirinya gadis seperti Maryam sangat menyebalkan dan terlalu banyak bicara.
….
Daniel memijit-mijit kepalanya yang akan terasa sangat sakit ketika berhadapan dengan Maryam, gadis itu baru beberapa hari ia temui, namun sangat merepotkan. Kedua pria tersebut tengah duduk di kantin terdekat, kedua nya hanya memesan kopi karena memang penggemar berat kopi hitam.
‘’Daniel,’’ panggil Abu yang di abaikan oleh pria brewokan tersebut.
‘’Daniel!’’ panggil Abu untuk yang kedua kalinya.
Daniel menoleh, ‘’Hmm,’’ sahut nya dengan santai dan kembali menyeduh kopi hitam nya yang sudah mulai dingin.
‘’Siapa gadis bercadar itu bagi kamu?’’ tanya Abu.
Seketika Daniel menghentikan aktivitas nya, ia menatap penuh selidik kepada temannya dengan berkata, ‘’Ada apa ini? Kenapa kamu sangat tertarik pada gadis menyebalkan itu? Atau … jangan-jangan kamu sudah terperdaya oleh gadis itu?’’ tebak Daniel yang justru membuat Abu terkekeh.
‘’Kamu ini berbicara ngawur apa sih! Kan aku hanya bertanya, apa hubungan kamu dengan gadis itu, kenapa kamu malah memikirkan yang aneh-aneh begitu,’’ elak Abu, karena jujur dari relung hatinya ia mulai tertarik kepada Maryam bahkan di hari pertama mereka bertemu.
‘’Apakah kamu sedang berbohong?’’ tanya Daniel yang langsung mendapatkan gelengan kepala, alhasil pria itu tidak bertanya lebih dan tidak curiga, ia mulai kembali focus kepada layar ponsel, banyak hal yang harus di periksa, pesan dari kolega yang harus segera di balas.
Abu yang melihat sendiri kesibukkan temannya pun berkata, ‘’Kamu ini terlalu sibuk dengan kehidupan kamu sendiri, hingga kamu melupakan jika kehidupan bukan hanya tentang pekerjaan dan uang. Memang pantas kamu di jodohkan Daniel,’’ sahut Abu yang menyeduh kopi hitamnya sampai habis.
Daniel terkekeh, ia menutup ponselnya dengan berkata, ‘’Sekarang, coba jawab pertanyaan saya … apakah kamu bisa hidup tanpa uang? Apakah ada jaminan jika ketika kamu tidak memiliki uang, kamu akan bahagia seperti ini? Sudahlah Abu, kamu hidup di zaman realistis dan sekarang kamu masih mempertanyakan untuk apa saya bekerja?’’
‘’Kamu salah tangkap Daniel, hidup bukan hanya tentang uang, uang itu memang penting namun ingat … kamu butuh yang namanya cinta, kamu butuh seorang wanita, apakah kamu akan menjadi bujang lapuk hingga tua? Tidak merasakan getaran cinta, kasih sayang, bahkan …. Kamu pasti mengerti,’’ sambung Abu, ia begitu paham karakter Daniel yang sangat keras kepala untuk urusan asmara.
‘’Sorry bro, tapi gue sama sekali tidak butuh wanita manapun! Wanita hanya menjadi sumber masalah bagi gue dan sekalipun gue akan menikah, maka wanita itu tidak akan pernah mendapatkan hati gue sedikit pun,’’ sahut Daniel yang bangkit berdiri.
Abu berusaha memanggil-manggil pria tersebut namun di abaikan begitu saja, ‘’Daniel!’’
‘’Cih, masih tetap sama … Daniel yang keras kepala, entah sampai kapan dia akan hidup tanpa cinta,’’ gumam Abu yang memperhatikan tubuh Daniel yang semakin menghilang dari kejauhan.
…..
Daniel kembali pulang ke rumah, ia memasuki ruang tamu namun ada suara yang memanggil nya dan seketika lampu di ruang tamu menyala.
‘’Dari mana kamu Daniel?’’ ujar sang Papa dengan sorot tajam menatap kepada pria tersebut.
‘’Daniel capek pah,’’ sahut nya yang berlalu begitu saja, melangkah naik ke lantai atas, sementara di bawah sana Papanya hanya tersenyum-senyum sendiri.
Satu … dua … tiga.
‘’Papa!’’ teriak menggelegar Daniel dari lantai atas.
Di kamar Daniel.
Ia menatap tak percaya dengan sudut yang berada di sudut kamar, yah sebuah foto berukuran besar dan foto itu Maryam! Dirinya masuk dan mengunci pintu, hendak menurunkan foto tersebut, namun pasti sia-sia saja.
‘’Cih, Papa ini emang kurang kerjaan sekali, kenapa juga fotonya Maryam yang harus terpampang besar di kamar nya gue sih? Emangnya dia siapa!’’
Daniel mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur dan beranjak ke atas ranjang empuk, ia berusaha memejamkan mata namun sia-sia saja, mata pria tampan tersebut terbuka dan tengah menatap kepada foto Maryam dengan ukuran besar, ia kemudian berdecak kesal, ‘’Dan sekarang gue tidak bisa tidur!’’
Daniel menatap lama fotonya Maryam, sembari berpikir keras.
‘’Kenapa sorot mata itu tak asing bagi gue? Rasanya … hmm, entahlah. Mungkin hanya pikiran gue saja, dan satu minggu lagi gue harus terbiasa dengan gadis cerewet itu,’’ gumam Daniel kembali memejamkan matanya.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut Thor..
2023-12-02
0