Episode 9/ Papa mertua

Menghabiskan waktu bersama, Daniel dan Maryam mampir sejenak di tepi pantai, dengan usulan dari Maryam akhirnya ceo itu mengalah. Keduanya tengah duduk sembari menatap ombak kecil yang silih berganti, Daniel menoleh dan berkata, ‘’Memang apa indah nya ini semua?’’

Maryam pun ikut menoleh dengan berkata, ‘’Ketenangan yang tidak akan di mengerti,’’

‘’Memang sangat tidak di mengerti! Yang saya tahu datang ke pantai ini hanya membuang-buang waktu saja, sudah lebih satu jam tidak ada yang terjadi, hanya duduk sembari menatap lautan kosong di depan sana!’’ ucap Daniel yang bangkit berdiri.

‘’Kamu mau kemana, Mas?’’ panggil Maryam yang mengejar langkah cepat Daniel.

‘’Mau ke kamar mandi, kamu juga mau ikut dengan saya?’’ ucap Daniel yang membuat Maryam menghentikan langkah nya.

…..

‘’Sekarang kita pulang!’’ ujar Daniel singkat.

Pria itu melangkah menuju parkiran mobil dengan di ikuti oleh Maryam, gadis itu sedikit kesulitan karena langkah kaki suami nya begitu cepat.

‘’Kenapa kamu sangat lama sekali? Jika begini terus, bisa-bisa kamu ketinggalan kemana pun ikut dengan saya nantinya,’’ Daniel yang kembali ngomel-ngomel untuk hal kecil, dan itu membuat Maryam terdiam.

‘Untuk hal kecil saja dia akan selalu marah-marah, padahal kan itu semua salah nya dia, kenapa tuh kaki panjang banget ketika melangkah, seperti di kejar hantu saja,’ batin Maryam.

Daniel melaju dengan kecepatan tinggi yang berhasil membuat Maryam ketakutan, ‘’Mas, kamu itu kalo bawa mobil jangan ngebut ngapa! Kalo kita tabrakan bagaimana? Bawa mobil nya pelan-pelan saja, bisa kan!’’

Daniel hanya berdecak kesal, ia masih melajukan dengan kecepatan penuh mobil tersebut, hingga ….

‘’Astagfirullah!’’ kaget Maryam kala Daniel merem mobil secara mendadak.

‘’Mas, kamu ini sangat keterlaluan, untung jalanan ini sepi!’’ kesal Maryam.

Daniel tidak mengindahkan ucapan Maryam, pria itu melangkah keluar mobil namun ketika ia hendak membuang sesuatu, calon istrinya ikut turun dan melarang Daniel untuk membuang seekor kucing.

‘’Kenapa? Ini hanya seekor kucing jalanan,’’ ucap Daniel heran kala Maryam mengambil kucing ketika sudah ia buang.

Dengan lembut, Maryam terus membelai kucing tersebut, sembari memberikan kenyamanan kepada kucing jalanan yang sudah di buang oleh Daniel.

‘’Kamu tidak kasihan kah dengan kucing ini, Mas?’’ tanya Maryam.

‘’Tidak,’’ sahut Daniel dengan tegas.

Jawaban dari Daniel membuat Maryam cemberut, ‘’Kamu yang salah jangan menyalahkan semua kesalahan kamu kepada kucing ini, Mas Daniel. Lagian kan sudah dari tadi aku mengatakan jika bawa mobil itu jangan ngebut, namun kan kamu yang ngeyel dan tidak mau mendengar sekarang malah menyalahkan kucing manis ini,’’

‘’Sudahlah, Maryam. Buang kucing jalanan itu, saya tidak mau yah terkena virus karena kucing itu!’’

Namun Maryam masih bersikeras untuk ikut membawa pulang kucing berwarna hitam putih ke dalam mobil, sementara Daniel sepanjang perjalanan hanya bisa menahan kekesalan nya sendiri.

‘’Maryam, buang kucing itu sekarang!’’ ucap Daniel.

Namun Maryam justru menggeleng dengan cepat, ‘’Tidak bisa Mas, lihat kaki kucing ini terluka, harus aku obati dulu,’’

Daniel hanya bisa menghela nafas berkali-kali, dirinya lagi-lagi mengalah dengan calon istrinya yang terus kekeh dengan pendirian untuk tetap membawa pulang kucing jalanan tersebut.

‘’Maryam,’’ panggil Daniel.

Gadis itu tengah asyik membelai lembut kucing jalanan yang duduk dengan tenang di atas pangkuan nya.

‘’Maryam, kamu tidak mendengar saya yang tengah berbicara?’’ kesal Daniel.

‘’Eh, maaf Mas. Ada apa?’’ tanya Maryam dengan tersenyum kecil.

‘’Sudahlah, lupakan saja!’’ sahut Daniel.

Pria itu kembali focus menyetir sementara calon istrinya masih sibuk bermain dengan kucing jalanan tersebut, mereka berdua mampir sejenak di rumah papa sebelum mengantarkan pulang Maryam ke rumah nya kembali.

‘’Maryam, tunggu!’’ cegah Daniel ketika Maryam hendak turun dari dalam mobil.

Gadis itu menoleh dengan kening berkerut ketika Daniel memerintahkan nya untuk masuk kembali ke dalam mobil.

‘’Ingat, kamu jangan mengatakan hal yang aneh ketika sudah berada di dalam sana, paham! Apalagi dengan Papa dan ….’’

Belum sempat Daniel melanjutkan ucapan nya justru gadis itu sudah turun begitu saja, ‘’Iya, iya. Aku paham Mas Daniel, sudah hampir sepuluh kali kamu mengatakan hal yang sama kepada ku ini, sampai-sampai aku ingat semua kata-kata kamu!’’

Daniel menyilangkan tangan nya dan berkata, ‘’Jika begitu ucapkan lagi apa yang sudah saya katakan kepada kamu,’’

Maryam berdecak kesal, ‘’Maryam, ingat jika berbicara dengan Papa, jangan bicara dengan melebih-lebihkan! Jangan bertanya apapun di sana, jangan menyentuh apapun, pokoknya jangan melakukan apapun jika tidak saya perintahkan, paham!’’

Daniel berusaha keras menahan tawa ketika calon istrinya bahkan meniru gaya bicara nya, namun ceo itu hanya memberikan anggukan, setelah memastikan Maryam melangkah jauh, barulah Daniel tersenyum. Dirinya ikut turun dan menyusul langkah Maryam, ketika gadis itu hendak melepaskan sepatu yang ia kenakan, pria itu melarang.

‘’Kamu ini terlalu kampungan Maryam, kalo mau masuk yah tinggal masuk saja!’’ sahut Daniel dari belakang membuat gadis itu memasang kembali sepatu nya.

….

‘’Maryam!’’ pekik bahagia papa.

Padahal dirinya tengah menyambut tamu lain nya, namun ketika melihat kedatangan calon menantu nya, ia begitu senang sampai mengabaikan rekan kerja yang datang untuk membahas proyek besar.

‘’Pa, jangan seperti anak kecil ngapa! Lihat, semua rekan kerja Papa menatap aneh kesini,’’ bisik Daniel.

‘’Oh yah, jika begitu kamu saja yang berbicara dengan proyek besar yang sudah Papa bicarakan dengan kamu malam kemarin,’’ sambung papa kepada putranya.

Daniel kesal sendiri jika sudah membahas tentang Maryam, maka semua hal di lupakan dan seperti sekarang saja, sang papa justru mengajak Maryam untuk berkeliling dan melimpahkan semua pembicaraan tentang proyek besar kepada dirinya.

‘’I am sorry, sir.’’

Akhirnya Daniel melanjutkan semua pembicaraan yang terhenti sementara Maryam di ajak berkeliling oleh calon mertua, gadis itu hanya memberikan anggukan kepala, sama persis seperti yang sudah di katakan oleh Daniel.

‘’Pa, ada peralatan p3k di rumah ini?’’ tanya Maryam.

‘’Kenapa, Maryam?’’

Namun detik berikutnya terdengar suara kucing yang membuat calon mertua mengerti.

‘’Tunggu sebentar, biar Papa yang mengambilkan, kamu mau ikut ke dalam?’’ tawar papa.

Maryam hanya memberikan anggukan.

Ketika tengah melangkah di ruang tamu, Daniel menatap tajam kepada Maryam, gadis itu yang paham maksud kode dari calon suami nya, ia hanya memberikan isyarat ok lewat jemari lentik nya, akhirnya pria itu kembali focus membahas proyek besar dengan rekan bisnis papa nya.

bersambung

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!