Bab 9

Nizar melihat Anggun yang berjalan kearahnya, di koridor yang sama Nizar melanjutkan langkahnya, jika Anggun yang dulu mungkin akan memekik sambil memanggil namanya lalu bergelayut manja di tangannya, namun setelah hari itu Nizar memaki Anggun, cewek itu tak pernah lagi mengganggunya bahkan selalu menghindarinya.

Dan saat ini saat mereka berpapasan Nizar di buat tertegun dengan tatapan Anggun yang datar lalu melewatinya begitu saja, dan pergi ke papan pengumuman, Nizar mengedikkan bahu acuh, bagus dia jadi tidak terganggu dengan sikap Anggun lagi, kenapa baru sekarang Anggun menjauh disaat kelulusan di depan mata, kenapa tidak sejak dulu agar Nizar tidak terganggu oleh tingkahnya. Nizar berbalik dan melanjutkan langkahnya meski ada sebagian hatinya yang merasa tak nyaman.

Saat Nizar melanjutkan langkahnya kembali Anggun menoleh dengan senyum miris di bibirnya, mungkin harus seperti ini jalannya, meski Anggun masih merasakan sakit di hatinya, tapi Anggun yakin dia akan melupakan Nizar seiring berjalannya waktu.

Semoga .... .

Anggun kembali melihat papan pengumuman dimana menempel sebuah pengumuman kelulusan disana, ya sudah di umumkan karena ujian juga sudah terlaksana, dan seperti biasa Anggun tersenyum cerah saat melihat dia kembali ada di peringkat satu untuk kelasnya, IPA.

Anggun menelusuri setiap nama hingga tiba di kelas Nizar, dan pria itu juga menempati peringkat satu. Anggun tersenyum, dulu awalnya Anggun bisa ada di peringkat satu karena ingin bersanding dengan Nizar yang juga selalu ada di peringkat satu di kelasnya, tapi ternyata meski dia sama- sama menduduki nilai pertama tetap saja dia tidak bisa bersanding dengan Nizar.

...

Arumi berjalan keluar kelas untuk pergi ke kantin, namun saat melewati kelas Nizar, Arumi melihat Nizar dan Egi sedang duduk santai di depan pintu kelas mereka, ujian yang sudah usai membuat murid bebas untuk melepas beban sebab selama satu minggu menggunakan otak untuk meraih kelulusan, Nizar dan Egi duduk berselonjor sambil mendengarkan musik di ponsel Egi yang menyala.

Arumi menghentikan langkahnya dan bersembunyi di balik pilar untuk mendengar obrolan Nizar dan Egi.

"Zar udah siap buat pesta kelulusan?" Nizar mengerutkan keningnya mendengar perkataan Egi.

"Emang apa yang perlu disiapin," jawabnya acuh.

"Ya elah kita kan perpisahan dan mungkin gak ketemu karena beda universitas kayak lo yang bakal ke luar negeri, yang lain juga pasti pergi kemana gitu, jadi kita mesti buat pesta kelulusan berkesan biar kita bisa ingat masa putih abu- abu."

"Jadi lo ajak siapa, Arumi kah?" tanya Egi lagi.

Di balik pilar Arumi yang mendengar namanya disebut merona dengan senyum di bibirnya. Jika benar Nizar mengajaknya dia akan berdandan cantik agar bisa menjadi pasangan yang serasi untuk Nizar, namun ucapan Nizar selanjutnya membuat senyum Arumi surut.

"Gak tahu, ngapain ajak Arumi?"

Egi berdecak "Bukannya lo lagi deket sama dia." Nizar mengedikkan bahu acuh tanpa menjawab.

Diamnya Nizar membuat Arumi kecewa, namun kedua tangannya terkepal seolah menekadkan diri jika dia akan membuat Nizar mengajaknya dan memastikan Nizar mengungkapkan perasaannya padanya, bukankah selama ini Nizar selalu mendekatinya, dan bukankah itu berarti Nizar menyukainya, karena sudah jelas Nizar menolak Anggun mentah- mentah.

...

"Anggun." Anggun mendongak saat mendengar namanya di panggil.

"Renata," ucap Anggun tak percaya jika mantan sahabatnya kini berdiri di depannya, bukankah sudah hampir dua bulan ini Renata menjauhinya, ada apa sekarang?

"Gue- mau minta maaf sama lo tentang sikap gua akhir- akhir ini," ucap Renata dengan menundukkan wajahnya, ucapannya tersendat karena gugup.

Anggun mengerutkan keningnya "Kenapa mendadak?"

Renata meremas kedua tangannya "Gue cuma gak mau berpisah dengan cara bermusuhan, kita kan mau lulus jadi gue ... minta maaf atas kelakuan gue selama ini," ucapnya.

Anggun tersenyum "Oke, gue maafin." Renata mendongak dan tersenyum.

"Beneran Nggun?" Anggun mengangguk. "Makasih Nggun." Renata memeluk Anggun "Oh, iya Nggun pesta kelulusan besok malam lo bareng gue ya!"

Anggun mengerutkan keningnya lalu menggeleng "Gue gak dateng," ucapnya sambil membenahi bukunya ke dalam tas, jam sekolah sudah usai, apalagi guru yang membebaskan pelajaran membuat Anggun hanya membolak- balik buku pelajaran untuk tes masuk universitas, dan saat Anggun merapikan mejanya Renata mendatangi mejanya.

"Kenapa?"

"Gak, gak papa, cuma males aja." Anggun hanya berpikir untuk apa dia datang yang harus Anggun pikirkan adalah nasib pendidikannya, dari pada pergi ke pesta, apalagi papanya juga belum mendapat pekerjaan.

"Kok gitu sih Nggun, kita kan perpisahan, abis itu kita mungkin gak ketemu lagi sama angkatan kita, datang dong Nggun," ucap Renata memelas.

"Gue gak janji," ucap Anggun.

"Kenapa sih Nggun, masalah gaun buat ke pesta? gue deh yang beliin kalau gitu, asalkan lo dateng, kita kan harus punya kenang- kenangan terakhir di sekolah Nggun," bujuk Renata.

Anggun nampak berpikir, dia jadi teringat tentang pakaian yang diberikan Renata saat ke klub, dan jika di ingat lagi semua pakaian yang disarankan Renata tidak pernah sopan, dan Anggun selalu percaya karena Renata mengatakan Nizar akan menyukainya, namun ternyata belakangan dia mengerti jika apa yang di sarankan Renata membuatnya menjauh dan bahkan membuat harapannya untuk bersama Nizar hanya menjadi sebuah mimpi.

"Oke." Renata tersenyum lalu berdiri.

"Oke, besok gue bawa gaunnya ke sekolah." Anggun tersenyum mengangguk dan melihat Renata pergi lebih dulu.

Setelah Renata pergi Anggun menghela nafasnya, lalu beranjak untuk keluar kelas.

Dari tempatnya berjalan Anggun melihat punggung Renata menjauh hingga Renata memasuki taksi dan melambaikan tangan untuknya sebelum masuk.

Anggun melambaikan tangan dengan senyuman hingga taksi yang membawa Renata pergi barulah senyumnya menghilang, lalu kembali berjalan ke arah halte bis.

Di dalam taksi Renata merebahkan dirinya di sandaran kursi lalu menekan ponselnya "Om Tio," ucapnya manja saat panggilannya terjawab. "Pastinya dong, aku berhasil bujuk dia, jadi Om tenang aja, Om bisa puasin rasa penasaran Om sama Anggun, tapi inget loh Om, harganya gak murah, Anggun kan masih ting- ting," ucapnya tanpa rasa bersalah.

"Oke, sayang, Om bayar mahal untuk ini jadi pastikan ini berhasil ya," ucap Om Tio di seberang sana.

Renata mengakhiri panggilannya dengan senyuman saat syaratnya terpenuhi, dia memang harus memberi kenang- kenangan untuk Anggun sebelum mereka berpisah, dan jangan kalian pikir jika permintaan maafnya pada Anggun itu tulus, tentu saja dia punya tujuan. Sudah dia bilang kan, dia benci Anggun.

Renata akan mendapatkan keuntungan dengan memberikan Anggun pada Om Tio, dan juga dia bisa membuat Anggun yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi jatuh hingga dia tak bisa mengangkat kepalanya lagi.

Sejak awal memasuki sekolah Renata membenci Anggun, Anggun yang cantik dan kaya membuatnya iri, kebaikan Anggun pada orang lain membuat Renata semakin tak suka karena Anggun banyak di kagumi teman sekolahnya apalagi para cowok yang selalu datang mendekati Anggun, semakin lama Anggun semakin populer hingga membuat hatinya dipenuhi kebencian, hingga Renata berhasil membuat Anggun menjadi sahabatnya lalu membuat orang- orang menjauh karena tingkahnya yang menjadi sombong. Dan yang terpenting Renata berhasil menjatuhkan mimpi Anggun untuk bersama Nizar.

...

Tes, tes, sepi ya, banyaknya pembaca mempengaruhi retensi, jadi jika retensi tidak memenuhi mungkin aku gak akan lanjut disini. Semoga retensinya cukup biar bisa kontrak dan tamat disini 🤲

Terpopuler

Comments

ovi Putriminang

ovi Putriminang

menarik

2025-01-06

0

Lina ciello

Lina ciello

demit

2024-04-06

1

sari ramadhani 18

sari ramadhani 18

sejauh ini bagus ceritanya😚

2024-03-18

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Anggun Dan Nizar
2 Bab 2: Arumi
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7: Penyangkalan Renata
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19: CCTV
20 Bab 20: Tidak Pernah Percaya
21 Bab 21: Menemui Arumi
22 Bab 22: Pengakuan Renata
23 Bab 23: Menemukanmu
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Ekstra Bab: RiCa (Rizki-Ica)
72 Ektra Bab2: RiCa (Rizki- Ica)
73 Extra Bab 3: RiCa (Rizki- Ica)
74 Extra Bab 4: RiCa (Rizki- Ica)
75 Extra Bab 5: RiCa (Rizki- Ica)
76 Extra Bab RiCa 6 (Rizki- Ica)
77 Extra Bab 7: Rica (Rizki- Ica)
78 Extra Bab 8: RiCa (Rizki-Ica)
79 Extra Bab 9: RiCa (Rizki- Ica)
80 Extra Bab 10: RiCa (Rizki- Ica)
81 Mampir Yuk!
82 mampir yuk
83 Bukan Sekedar Secretary
84 Gara-gara Mantan
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Bab 1: Anggun Dan Nizar
2
Bab 2: Arumi
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7: Penyangkalan Renata
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19: CCTV
20
Bab 20: Tidak Pernah Percaya
21
Bab 21: Menemui Arumi
22
Bab 22: Pengakuan Renata
23
Bab 23: Menemukanmu
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Ekstra Bab: RiCa (Rizki-Ica)
72
Ektra Bab2: RiCa (Rizki- Ica)
73
Extra Bab 3: RiCa (Rizki- Ica)
74
Extra Bab 4: RiCa (Rizki- Ica)
75
Extra Bab 5: RiCa (Rizki- Ica)
76
Extra Bab RiCa 6 (Rizki- Ica)
77
Extra Bab 7: Rica (Rizki- Ica)
78
Extra Bab 8: RiCa (Rizki-Ica)
79
Extra Bab 9: RiCa (Rizki- Ica)
80
Extra Bab 10: RiCa (Rizki- Ica)
81
Mampir Yuk!
82
mampir yuk
83
Bukan Sekedar Secretary
84
Gara-gara Mantan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!